close button

Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

  •   Agu 2022  •   11 min read  •   Comment

Kapasitor merupakan sebuah material penting di dalam sebuah mesin Pompa Air, tanpa alat ini Dinamo Pompa Air tidak akan bisa berputar.

Contohnya kapasitor rusak, maka bisa dipastikan Pompa Air tidak dapat hidup atau seperti yang sering ditemui, mesin Pompa Air hanya mendengung.

Dan jika terbakar atau meleleh, maka Pompa Air akan mati total, banyak faktor yang bisa menyebabkan kapasitor Pompa Air menjadi rusak.

Jika ingin mengganti kapasitor Pompa Air, maka bisa simak ulasan skema kabel kapasitor Pompa Air sampai selesai agar paham caranya.

Jenis Jenis Kapsitor Pompa Air Dan Fungsinya

Rekomendasi kapasitor pengganti pompa lama, maka sebaiknya sesuaikan dengan nilai kapasitor yang rusak.

Contohnya µF 8, tinggaldikita bawa ke toko pompa agar ditawrkan dengan kapasitor baru yang sama persis, nilai kapasitor jangan terlalu rendah atau tinggi, jika terlalu tinggi dapat menyebabkan pompa cepat panas.

Pada dasarnya kapasitor yang terpasang di Pompa Air rumahan (kecil) hanya memiliki satu jenis kapasitor yaitu kapasitor start saja.

Dan untuk kapasitor pompa yang besar terdapat dua jenis yaitu kapasitor start dan running.

1. Kapasitor Start Pompa Air

Kapasitor Pompa Air ini berfungsi untuk membantu putaran awal (start) Pompa Air ketika dinyalakan.

Torsi awal putaran dinamo Pompa Air menggunakan listrik PLN saja tidak cukup sehingga butuh daya tambahan dari kapasitor.

2. Kapasitor Run Pompa Air

Kapasitor Pompa Air ini berfungsi untuk membuat putaran dinamo Pompa Air lebih halus dan juga bertenaga.

Ukuran kapasitas kapasitor run ini lebih kecil jika dibandingkan kapasitor start.

Ukuran Kapasitor Pompa Air

Ukuran kapasitor untuk masing-masing jenis Pompa Air tentunya berbeda.

Hal ini dikarenakan setiap Pompa Air memiliki daya hisap dan dorong yang berbeda-beda pula.

Dengan melihat ukuran kapasitor pada name plate spesifikasi masing-masing Pompa Air yang dinyatakan dalam satuan mikrofarad (µF)

Baca juga: Mini Printer Berfungsi Untuk Apa ? Ini Jawabannya

Contohnya seperti name plate Pompa Air Shimizu PS-128 BIT dari name plate tersebut terlihat jika ukuran kapasitor Pompa Air Shimizu PS-128 BIT adalah 8 µF.

Fungsi Kapasitor Pompa Air

Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

Pada umumnya, kapasitor yang terdapat di Pompa Air yang kecil hanya terdapat 1 buah saja, dan untuk Pompa Air dengan ukuran besar kurang lebih ada 2 buah kapasitor.

Dimana 1 buah berfungsi sebagai kapasitor start (Capacitor Start) dan satu buah lagi sebagai kapasitor running (Capacitor Run).

Untuk bisa membedakan antara keduanya, maka perhatikan 2 fungsi kapasitor Pompa Air berikut:

1. Kapasitor Pompa Air Sebagai Kapasitor Start

Apabila melihat pada mesin Pompa Air listrik hanya memiliki satu kapasitor saja, maka fungsi dari kapasitor tersebut hanya sebagai kapasitor start (capacitor start).

Fungsinya yaitu untuk membantu putaran awal ketika Pompa Air dinyalakan.

Pentingnya kapasitor ini karena torsi putaran awal dinamo dengan suplai listrik arus AC yang cukup besar, sehingga tenaga dari jala listrik PLN masih kurang.

Oleh karena itu, kapasitor pada Pompa Air akan dipasang di bagian foil start gulungan dinamo Pompa Air.

Namun perlu diketahui jika mungkin saja ada perbedaan pada setiap model dan merk Pompa Air.

Jika tidak ada kapasitor start atau kondisi kapasitor sudah lama dalam kondisinya rusak, maka dinamo pada Pompa Air hanya akan berdengung buntinya.

Baca juga: Cara Membuat Inverter 1000 Watt Sendiri

Hal ini disebabkan karena kurangnya tenaga untuk memulai menggerakkan motor listrik, maka kapasitor sangat dibutuhkan saat proses ini.

2. Kapasitor Pompa Air Sebagai Kapasitor Run

Selain sebagai penambah daya saat Pompa Air pertama dinyalakan, pada beberapa jenis  Pompa Air juga terdapat kapasitor running (capacitor running).

Fungsi dari kapasitor jenis ini yaitu untuk membuat putaran dinamo Pompa Air listrik akan menjadi lebih halus dan bertenaga.

Jenis kapasitor run biasanya memiliki nilai kapasitas yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kapasitor start dan biasanya bukan dari jenis kapasitor elektrolit.

Jika terjadi kerusakan pada kapasitor run, maka harus diganti dengan nilai yang sesuai.

Hal ini karena jika kapasitansinya terlalu tinggi bisa mengakibatkan pergeseran Fasa tidak sempurna.

Jika kapasitor run terlalu tinggi, maka bisa mengakibatkan pergeseran Fasa, kurang dari yang seharusnya dibutuhkan.

Arus yang mengalir ke dinamo akan menjadi terlalu besar dan berakibat dinamo overhead.

Dan begitu juga sebaliknya, jika kapasitor run terlalu rendah maka akan berakibat pergeseran Fasa menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, arus yang mengalir ke dinamo akan menjadi kurang dan menyebabkan tampilan dinamo Pompa Air menurun dan suara pompa akan lebih kasar.

Gejala Ciri-ciri Kapasitor Pompa Air Rusak

Gejala-gejala awal dari Pompa Air listrik yang kapasitornya mulai rusak akan berdampak pada pompa tidak mau berputar, atau motor baru bisa berputar setelah diberikan bantuan berupa putaran manual dengan tangan.

Ciri kapasitor yang sudah mengalami kerusakan yaitu tidak mampu menyimpan arus listrik lagi.

Lalu bagaimana cara mengetahuinya? Ada cara yang paling mudah untuk dilakukan, yaitu dengan menggunakan alat multitester atau avometer atau pakai tegangan listrik.

Baca juga: Review : Kelemahan Kulkas Panasonic 2 Pintu dan Keunggulan

Jika mengukur kapasitor Pompa Air memakai alat ukur multitester antara lain:

  1. Lakukan penyetelan pada posisi pengukuran tahanan x1.
  2. Lalu ujung multitester atau probe tempelkan di pin kapasitor, lihat apakah jarum menyimpang atau bergerak.
  3. Jika jarum tidak bergerak, coba kedua ujung jarum multitester tersebut dibalik posisinya terhadap posisi sebelumnya.
  4. Jika sudah dibalik, seharusnya jarum menyimpang dengan cepat, dan kembali pada posisi awal.
  5. Jika jarum tidak ada tanda pergerakan sama sekali, meski jarum multitester sudah dibolak-balik, maka bisa dikatakan kapasitor tersebut memang rusak.

Cara yang kedua ini harus dilakukan dengan hati-hati karena berkaitan dengan arus listrik besar. Cara yang harus dilakukan antara lain:

  1. Arus listrik 220 VAC pada pin kapasitor tersebut, kira-kira 1-2 detik lalu lepaskan kembali.
  2. Lalu coba gabungkan kedua pin tersebut sebentar saja.
  3. Jika ada percikan api, maka artinya kapasitor masih bagus, tapi jika tidak mengeluarkan percikan api bisa dikatakan kapasitor tersebut memang sudah rusak.
  4. Jangan memegang pin kapasitor setelah dialiri daya listrik tanpa isolator, karena tegangan 220 VAC akan disimpan di dalam kapasitor dan masih bisa mengeluarkan daya listrik atau setrum.

Apakah Bisa Pompa Air Tanpa Kapasitor?

Pompa Air tanpa kapasitor tidak akan berfungsi seprti Pompa Air.

Hal ini dikarenakan dinamo Pompa Air tidak berputar (hanya berdengung saja) sehingga tidak bisa menghisap air.

Penyebabnya yaitu tidak adanya daya tambahan dari kapasitor untuk membantu proses putaran awal dinamo Pompa Air. Oleh karena itu Pompa Air tidak bisa tanpa menggunakan kapasitor.

Cara Mengganti dan Memasang Kapasitor Pompa Air

Sebelum masuk ke pembahasan berikutnya maka mengetahui jika Pompa Air ada yang bertipe otomatis dan manual.

Cara membedakannya yaitu Pompa Air otomatis memiliki komponen pressure switch (saklar otomatis) dan Pompa Air manual tidak memiliki komponen tersebut.

Karena kelistrikan pada Pompa Air otomatis dan manual terdapat perbedaan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah diagram kelistrikan, cara sambung kapasitor, cara menentukan kabel kapasitor dan cara mengganti dan memasang kapasitor Pompa Air.

Cara Pasang Kapasitor Pompa Air Manual dan Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

Ada 3 kabel keluaran pompa yaitu :

  • kabel cokelat (fasa) terhubung ke sumber listrik bertegangan,
  • kabel biru (netral) terhubung ke sumber listrik yang tidak bertegangan
  • dan kabel kuning-hijau (grounding) yang terhubung ke sistem grounding instalasi listrik. khusus untuk kabel grounding bisa tidak dipasang dan pompa karena masih bisa bekerja normal.

Untuk pemasangan kapasitor yaitu satu bagian kapasitor terhubung ke kabel netral (biru) lewat kabel abu-abu dan satu bagian kapasitor yang lain terhubung ke kumparan bantu Pompa Air lewat kabel merah.

Cara Pasang Kapasitor Pompa Air Otomatis dan Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

Skema Kabel Kapasitor Pompa Air

Tipe pompa yaitu dengan otomatis sehingga terdapat tambahan komponen berupa pressure switch (saklar otomatis) Pompa Air.

Untuk pemasangan kapasitor yaitu satu bagian kapasitor terhubung ke salah satu bagian pressure switch lewat kabel abu-abu dan satu bagian kapasitor yang lain terhubung ke kumparan bantu Pompa Air melalui kabel merah.

Baca juga: Penemu Mesin Uap: Sejarah dan Perkembangannya Terbaru 2022

Untuk pemasangan pressure switch yaitu satu bagian (input) terhubung dengan kabel netral (biru) lewat kabel abu-abu dan satu bagian lagi (output) terhubung ke salah satu bagian kapasitor melalui kabel abu-abu.

Warna kabel di masing-masing pompa bisa saja sama dan juga bisa berbeda.

Sehingga yang harus diperhatkan yaitu pada titik sambung masing-masing kabel.

Cara Menyambung Kabel Kapasitor Pompa Air Untuk Pemula

Yang sudah pernah membeli sebuah jenis Pompa Air pastinya, pernah mendapatkan jenis Pompa Air yang tidak dilengkapi dengan kabel yang menghubungkan ke sumber listriknya.

Atau artinya dari pihak produsen mesin pompa tidak menyediakannya dan harus membelinya sendiri di toko elektronik yang menyediakan.

Dan pada mesin Pompa Air terdapat 3 jenis warna yang berbeda, dan setiap warna biasanya memiliki fungsi yang berbeda, dan kamu perlu ketahui terlebih dahulu sebelum melakukan penyambungan.

Biasanya ketiga warna kabel yang terdapat di mesin Pompa Air yaitu kabel merah, biru dan kuning.

Dimana perlu di sambungkan hanya yang warna merah dan biru saja karena yang kuning itu yaitu ground atau masa yang memiliki fungi sebagai penangkal petir atau anti petir yang di tancapkan ke tanah.

Hanya pada saat ini sudah mulai jarang ada orang yang menggunakan kabel kuning atau masa pada barang elektronik yang dimilikinya.

Sebagai info biasanya setiap merek dan jenis mesin Pompa Air memiliki warna kabel yang berbeda dengan lainnya namun kebanyakan memang sama.

Dan jika ada yang memiliki Pompa Air merek shimizu dan mati secara mendadak atau mengalami kerusakan lainya berikut cara memperbaiki Pompa Air shimizu yang mati.

Cara Menyambung Kabel Kapasitor Pompa Air

Yang pertama yang harus dilakukan yaitu beli kabel terlebih dahulu di toko elektronik yang menyediakan dan dibeli dengan kualitas kabel yang bagus tentunya, sehingga dapat bertahan dengan lama atau  awet.

Baca juga: Relative Humidity Adalah : Pengertian, Jenis, dan Risiko

Sebagai saran, lebih baik pakai kabel kawat jangan yang serabut. Karena yang serabut akan mudah terbakar dan mudah untuk putus beda dengan kabel yang kawat akan lebih tahan lama tentunya.

Lalu pilih saklar atau colokan (On/Off) yang memiliki kualitas baik, karena jika menggunakan yang colokan murahan akan terbakar jika dilakukan dengan jangka waktu yang cukup lama dan itu sudah terbukti oleh banyak orang yang sudah memakai barang yang murah dan memiliki kualitas yang kurang baik.

Dan lakukan penyambungan kabel secara rajin sehingga mudah untuk menutup dengan isolasi nantinya.

Dua saja yang disambungkan adalah warna merah dan biru, karena yang warna kuning yaitu ground.

Bungkus di setiap sambungan kabel yang sudah dilakukan dengan isolasi yang rapat.

Lalu gunakan isolasi yang warna hitam dan jangan sampai ada kabel yang keluar atau terkelupas, sehingga tidak terjadi hal yang tidak di inginkan seperti adanya konseleting.

Kenapa Sesudah diganti Kapasitor, Pompa Air Tetap Tidak Berputar?

Hal ini sudah dengan perkiraan pemasangan kapasitor sudah benar, maka penyebab motor listrik tidak mau berputar bisa dikarenakan oleh beberapa macam, antara lain:

  • Koil sudah hangus dan mekar.
  • Bearing atau laher sudah macet dan tidak lancar.
  • Pompa dan rotor menimbun banyak kotoran di dalamnya, sehingga berat untuk menggerakkan rotor saat pertama kali.

Ciri-ciri koil yang sebelumnya pernah kepanasan akan berwarna hitam dan kemungkinan motor tidak bisa dipakai lagi, kecuali digulung ulang oleh tukang dinamo yang ahli.

Bisakah Kapasitor Pompa Air Diganti Lebih Besar Atau Lebih Kecil?

Setiap Pompa Air memiliki ukuran kapasitor yang sudah ditentukan oleh pabriknya.

Peritungan ukuran kapasitor ini telah disesuaikan dengan spesifikasi dan kemampuan Pompa Air.

Namun bisakah kapasitor Pompa Air diganti lebih besar atau lebih kecil? Apa efek mengganti kapasitor Pompa Air yang lebih besar atau lebih kecil?

Baca juga: 7 Gambar Gerbang Logika: Pengertian, Jenis dan Fungsi

1. Efek Mengganti Kapasitor Lebih Besar

Mengganti kapasitor Pompa Air dengan ukuran lebih besar akan membuat pompa semakin bertenaga sehingga bisa meningkatkan kecepatan putaran dinamo.

Tapi, efeknya yaitu pompa tersebut akan menerima arus listrik yang lebih besar sehingga membuanya lebih cepat panas dan yang lebih parah bisa memutus gulungan dinamo.

2. Efek Mengganti Kapasitor Lebih Kecil

Mengganti kapasitor Pompa Air dengan ukuran lebih kecil bisa membuat pemakaian listrik lebih hemat.

Hanya saja efeknya yaitu dinamo pompa sulit untuk start dan bahkan tidak berputar. Sehingga yang awalnya ingin menghemat malah justru akan rugi.

Jika nanti terjadi kerusakan pada kapasitor pompa listrik, maka harus dilakukan pergantian dengan nilai kapasitor yang sesuai.

Karena kapasitas tersebut sebelumnya sudah diperhitungkan dengan beban dinamo listrik.

Oleh karena itu, sangat tidak disarankan untuk mengganti kapasitor dengan yang lebih besar, karena bisa mengakibatkan dinamo menjadi panas atau overheat pada koi.

Khususnya untuk kapasitor run sehingga overhead yang bisa berakibat pada koil terbakar.

Umumnya ada juga yang mencoba mempercepat putaran dinamo Pompa Air dengan mengganti kapasitor Pompa Air dengan yang lebih besar.

Justru ini ini tidak akan memberikan pengaruh, ditambah lagi jika kapasitor tersebut dipakai untuk starting saja.

Kesimpulan

Kapasitor merupakan sebuah material penting didalam sebuah mesin Pompa Air, tanpa alat ini dinamo Pompa Air tidak akan bisa berputar.

Pada umumnya, kapasitor yang terdapat di Pompa Air yang kecil hanya terdapat 1 buah saja, dan untuk Pompa Air dengan ukuran besar kurang lebih ada 2 buah kapasitor.

Dimana 1 buah berfungsi sebagai kapasitor start (Capacitor Start) dan satu buah lagi sebagai kapasitor running (Capacitor Run).

Untuk tambahan lainnya selain mengetahui Skema Kabel Kapasitor Pompa Air, kamu juga bisa memahami jika kapasitor air rusak bisa diperbaiki seperti penjelasan di atas juga ciri jika terjadi kerusakan.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar