Cara Menggunakan Google AMP

  •   Feb 2024  •   5 min read  •   Comment

Cara menggunakan google AMP yang terbilang cukup sulit, namun masih bisa dicoba untuk mengatasi masalah yang tidak diinginkan.

Untuk para pengguna web yang mengikuti tren SEO, Google AMP atau Accelerated Mobile Pages bukan suatu hal yang asing.

Walau saat ini tidak semua webmaster memilih menggunakan AMP untuk situs web mereka karena alasan tertentu.

Namun, fakta dan data menunjukkan jika penggunaan AMP pada situs bisa membuat peningkatan yang tajam dalam banyak hal, mulai dari:

  • Monetisasi,
  • Bounce rate,
  • Pengalaman,
  • dan sebagainya.

Karena itu untuk mengetahuinya lebih jelas lagi, maka simak bahasan selengkapnya berikut.

Tentang Cara Menggunakan Google AMP yang Tepat

Pengguna AMP ini sendiri masih sedikit rumit, dimana membutuhkan waktu dan dalam proses pembuatan sampai perbaikan error.

Karena itu pentingnya mengetahui apa itu Google AMP.

Google AMP (Accelerated Mobile Pages) merupakan sebuah teknologi yang dibuat agar halaman suatu website lebih cepat terbuka di perangkat Hp atau mobile.

Hanya saja, tidak semua halaman bisa menggunakan AMP Google tersebut.

AMP bisa digunakan pada halaman web yang berisi konten statis, contohnya untuk news atau artikel.

Sehingga jika AMP Google ini sangat cocok jika website yang dibuat yaitu website berita atau artikel.

Google AMP ini seperti layaknya mesin pencari Google.

Website yang sudah menggunakan AMP Google, maka akan diberi simbol tanda petir pada hasil pencarian Google.

Kelebihan dan Kekurangan AMP

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari Google AMP.

Kelebihan

  • Gratis, dapat digunakan oleh siapa saja tanpa mengeluarkan biaya sama sekali.
  • Mobile friendly, membuat website bisa terbuka lebih cepat bahkan dengan internet lambat sekalipun.
  • Membantu SEO, loading yang cepat akan membantu SEO jauh lebih mudah.
  • Meningkatkan user experience, pengunjung mendapatkan apa yang di inginkan dengan cepat.
  • Otomatis mengoptimasi gambar, AMP Google secara otomatis mampu mengoptimasi berbagai elemen website, termasuk bentuk gambar.
  • Meringankan beban server, hal ini karena semua data AMP Google akan disimpan melalui Google AMP Cache.

Kekurangan

  • Tampilan minimalis, Google AMP otomatis menghilangkan elemen yang dapat memperlambat website, contohnya plugin, tema, widget, dan lainnya agar tampilan konten lebih minimalis.
  • Banyak plugin dan widget yang tidak berfungsi di AMP, sehingga bisa memperlambat load time, dan AMP Google akan menonaktifkannya.
  • JavaScript yang diatur oleh pemilik website banyak tidak berfungsi  di AMP, sehingga berpotensi memperlambat load time dan hal ini dinonaktifkan oleh Google AMP.
  • Menghilangkan beberapa iklan di halaman karena tidak semua iklan mendukung AMP Google ini.

Alasan Memakai Google AMP

Di zaman yang serba digital seperti saat ini, tidak heran jika penggunaan mobile semakin mengingkat tajam.

Dengan hal tersenit, penting untuk menampilkan website yang ringan dibuka dan mengakomodir hal tersebut.

Tentu saja AMP menjadi salah satu pilihan menarik yang sangat direkomendasikan.

Manfaat Google AMP untuk website

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kamu disarankan menggunakan AMP antara lain, yaitu:

  • Akses yang jauh lebih cepat dan maksimal
  • Bounce rate menurun sampai angka 8 persen lebih
  • Memaksimalkan monetisasi website 3 x lipat karena situs mampu termuat lebih cepat
  • Meningkatkan konversi yang mudah

Baca Juga: Informasi Mengenai Yahoo Gmail

Cara Menggunakan Google AMP di Situs Web WordPress

Cara Menggunakan Google AMP di Situs Web WordPress

Cara menggunakan google AMP yang lebih praktis dan mudah, maka dapat menggunakan situs web dengan WordPress.

Selanjutnya, menginstal plugin pendukung AMP, dan berikut cara yang bisa dilakukan:

  1. Instal dan aktifkan plugin AMP For WP.
  2. Masuk ke pengaturan plugin, dan pilih Getting Started.
  3. Dan mulailah setting situs web AMP sesuai panduan. Kamu dapat mengatur logo untuk situs secara lengkap.
  4. Masuk ke homepage setting, dan aktifkan ‘Homepage Support’.
  5. Lalu Setting homepage Plugin AMP For WP.
  6. Di bagian AMP Desain, kamu bisa mengatur tampilan yang diinginkan untuk situs web.
  7. Di bagian Launch Post Builder atur single post untuk website secara lengkap.
  8. Lanjutkan ke bagian Single untuk mengatur fitur apa saja yang ingin ditampilkan di pos situs,
  9. Di bagian Advertisement, aturlah advertisement di website. Kamu bisa memasukkan ID Google Adsense, seperti ID publisher dan data ad slot yang ingin ditampilkan.

Cara setting Advertisement di Plugin AMP

Berikut caranya, yaitu:

  1. Lanjut ke bagian Menu untuk mengatur Menu yang dipilih untuk AMP.
  2. Di menu Social, kamu dapat mengatur akun media sosial seperti Facebook dan Twitter. Jika ingin menampilkan komentar Facebook di situs AMP, silahkan isi Facebook App ID sesuai identitas aplikasi Facebook yang dimiliki. Jika tidak, juga dapat membiarkannya kosong seperti awal.
  3. Lalu masuk ke SEO Setting untuk melakukan pengaturan sesuai kebutuhan. Jika sudah menggunakan plugin Yoast SEO, aktifkan settingan Yoast agar terhubung dengan plugin SEO.

Cara setting SEO di plugin AMP

Berikut caranya, yaitu:

  1. Di menu Analytics, masukkan kode pelacakan Google Analytics, lalu Save.
  2. Jika perlu, kamu dapat melanjutkan settingan lain, seperti struktur data, kontak form, notifikasi cookie AMP, komentar, dan sebagainya.

Lakukan Tes Validasi AMP

Setelah pengaturan plugin AMP selesai, maka kamu bisa melakukan tes validasi AMP.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah situs AMP sudah valid secara keseluruhan atau masih meninggalkan bug dan error.

Untuk melakukan pengetesan AMP maka baiknya mencoba The AMP Validator dulu.

Kesimpulan

Cara menggunakan google AMP bisa dilakukan sendiri, hal ini agar tampilan pada wordpress bisa lebih maksimal digunakan.

Ternyata cara yang dilakukan cukup mudah, namun butuh proses tentunya dan memakan waktu yang lumayan cepat.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar