close button

Chiller Artinya: Pengertian dan Jenis-Jenis

  •   Agu 2022  •   12 min read  •   Comment

Chiller bisa dikategorikan sebagai sebuah mesin pendingin untuk mengkondisikan fasilitas umum dan fasilitas industri.

Cara kerja Chiller bisa dikatakan sama seperti sistem kerja pada AC split, yaitu mesin Refrigasi dengan beberapa bagian utama di dalamnya terdiri atas Evaporator, Ekspansi, Kondensor, dan Kompressor.

Chiller berfungsi untuk mendinginkan suhu media air di bagian evaporatornya, dan air yang sudah didinginkan selanjutnya akan dialirkan ke dalam Fan Coil Unit berkapasitas kecil juga Air Handling Unit untuk kapasitas lebih besar dalam mendinginkan udara.

Lalu udara dingin hasil keluarannya, lalu didistribusikan ke setiap ruangan guna mengkondisikan ruangan itu sendiri. Biasanya sistem pendingin Chiller dimanfaatkan pada gedung-gedung juga perhotelan atau instansi besar lainnya.

Lebih jelasnya simak bahasan menarik tentang Chiller Artinya berikut ini.

Pengertian Chiller

Chiller merupakan sebuah alat untuk memindahkan panas (kalor) menggunakan sistem pendingin yang bertujuan menghilangkan panas karena beban proses lalu mengalihkan kalor tersebut ke lingkungan.

Bagian Bagian Pada Chiller

Chiller terdiri atas beberapa bagian, diantaranya yaitu sebagai berikut:
  • Chiller
  • Chiller water pump
  • Make up water tank
  • Condenser water pump
  • Cooling tower
  • FCU
  • AHU

Seluruh komponen ini saling terkait antara satu dengan lainnya, dan bekerja secara berurutan. Umumnya dikendalikan oleh sistem yang disebut sebagai BAS.

Sedangkan tahap sistem operasi dalam menjalankan Chiller tipe chilled water system biasanya dimulai dengan terbukanya komponen cooling tower motorized, lalu dilanjutkan fan cooling tower.

Lalu semua rangkaian proses tersebut diikuti bagian CWP motorized, dan diikuti CHWP. Dan selanjutnya, Chiller dioperasikan dengan jangka waktu yang telah ditentukan oleh setiap merek.

Baca juga: Hidrometer: Sejarah, Pengertian, 4 Fungsi, & Cara Penggunaan

Jenis Jenis Sensor Pada Chiller

Untuk mengoptimalkan kinerja Chiller, alat ini dilengkapi dengan beberapa jenis sensor, seperti contohnya:

1. Water Flow Switch

Saklar otomatis yang akan bekerja jika sensor berhasil mendeteksi dorongan air.

Flow switch dalam Chiller berfungsi sebagai proteksi, ksrena tanpa air, Chiller tidak akan bekerja.

2. Water Temperature Sensor

Sensor analog input atau masukan yang berguna mendeteksi (membaca) temperatur air yang mengalir dalam pipa Chiller, baik itu dari bagian kondensor dan evaporator.

3. Pressure Differential Valve

Berfungsi sebagai balancing differential pressure di dalam jalur supply dengan menggunakan return chilled water.

4. Motorized Butterfly Valve

Jenis sensor motorized butterfly valve berfungsi untuk mengontrol aliran air.

5. Duct Temperature Sensor

Sensor yang berfungsi untuk membaca temperatur atau suhu yang terdapat pada bagian ducting AHU.

6. Air Differential Pressure Switch

Sensor ini bermanfaat mendeteksi adanya perbedaan angin di dalam filter udara.

Jika filter dalam kondisi kotor, maka umumnya akan menyebabkan terjadi indikasi pada alarm.

Cara Kerja Chiller

Dalam sebuah Chiller terdapat reservoir yang berisi dengan cairan, seperti campuran air atau etilen glikol dengan sirkulasi air berlangsung secara terus-menerus.

Jika diaplikasikan pada bangunan khas, umumnya terjadi sirkulasi air dingin menuju penanganan balok pendingin atau udara.

Saat ini banyak dipakai untuk memindahkan panas di udara ke air.

Chiller bisa diklasifikasikan sebagai pendingin absorpsi dan pendingin kompresi refrigeran, menyesuaikan dengan siklus refrigeran sebagai tempat pengoperasian.

Sedangkan proses pendinginan 2 jenis pendingin Chiller juga berbeda.

Penyerap pendingin menggunakan panas sebagai sumber, baik gas alam atau uap untuk menghasilkan efek pendingin.

Chiller kompresi dikelompokkan dari 4 bagian utama, yaitu:

  • Kompresor
  • Evaporator
  • Kondensor
  • Valve metering system

Cara kerja Chiller yaitu dengan kompres mekanik.

Prinsip dasar pendingin bekerja melalui proses seperti di bawah ini:

  • Pendingin akan mengumpulkan panas, lalu memanfaatkan penukar panas di evaporator supaya kalor atau panas menghilang.
  • Ada 2 jenis tempat pendingin pada Chiller, yaitu memanfaatkan sistem pendingin udara dan air. Sementara kondensor udara didinginkan dengan udara, dan air memakai sumber air.
  • Pendinginan air dipakai untuk keperluan mendinginkan suatu gedung dengan memanfaatkan sebuah menara pendingin, kolam atau sungai yang ada di area dekat bangunan.
  • Antara Chiller dengan kondensor yang sudah didinginkan udara pada dasarnya tidak begitu berbeda, dengan kondensor yang telah didinginkan air melalui siklus refrigerant.
  • Media pendingin utama kondensor yaitu udara. Sedangkan Chiller berpendingin udara biasa ditujukan pada proses pengoperasian serta pemasangan luar ruangan.

Chiller jenis ini bekerja dengan melepaskan panas sampai atmosfer dan dilakukan dengan cara mekanis.

Pada proses tersebut, maka sirkulasi udara luar memanfaatkan kipas yang melewati kondensor mesin secara langsung.

Berbagai jenis pendingin kondensor tidak butuh menara pendingin. Jika dilihat berdasarkan teknik kompresi refrigeran pada fase uap, Chiller juga dikategorikan dalam 4 kelompok.

  • Kompresor yang dipakai adalah, reciprocating, rotary scroll , sentrifugal, dan rotary screw. Reciprocating memiliki poros engkol dan piston yang dapat menekan gas untuk dipanaskan.
  • Terdapat katup intake dan exhaust di piston yang bisa dibuka. Oleh karena itulah piston berhenti. Contoh ini bisa ditemukan di kantor atau sekolah dengan kapasitas 20 – 450 ton.
  • Pada kompresor sentrifugal umumnya bekerja seperti pompa air sentrifugal karena di dalamnya terdapat sebuah impeller yang berfungsi menempatkan fluida pendingin.
  • Chiller sentrifugal bisa memberikan kapasitas pendinginan tinggi secara praktis. Alat ini memiliki kemampuan memvariasikan kapasitas secara terus-menerus sesuai fluktuasi beban.

Jenis Jenis Chiller

Jenis Jenis Chiller artinya

Secara umum, terdapat 2 jenis Chiller yang harus diketahui, yaitu seperti bahasan di bawah ini:

1. Absorption Chiller

Mesin yang digunakan sesuai siklus pendinginan absorpsi uap. Siklus ini dikelompokkan atas 4 penukar panas, yakni kondensor, evaporator, penyerap, dan generator.

Penyerap juga terdiri dari 2 jenis larutan dalam bentuk refrigeran dan absorben. Selama proses terjadinya siklus ini, akan terjadi tekanan tinggi pada generator dan kondensor.

Sementara pada evaporator dan absorber tekanannya lebih rendah. Proses siklus ini terjadi diawali dengan memasukkan suatu zat panas ke dalam generator.

2. Vapor Compression Chiller

Refrigeran mengalami penguapan dengan mengambil panas di air dingin yang ada di evaporator agar bisa melakukan fungsi utamanya.

Setelah itu, refrigeran keluar pada evaporator sebab ada uap.

Namun, disisi lain dihasilkan dari air dingin. Sehingga panas ditambahkan ke pendingin dengan tekanan konstan.

Air dingin dan refrigeran tidak bisa tercampur dan akan dipisahkan dinding padat, sama seperti evaporator yang terpisahkan oleh tube maupun shell.

Secara umum, dapat dipahami bahwa Chiller adalah mesin pendingin yang digunakan dengan tujuan mengkondisikan fasilitas industri dan umum untuk menjaga suhu udara agar tetap stabil.

Pengelompokan Chiller

Chiller terdiri dari reservoir yang diisi dengan cairan seperti air atau campuran etilen glikol dimana sirkulasi air akan terus terjadi.

Di dalam aplikasi bangunan khas, air dingin disirkulasikan ke penangan udara atau sekarang balok pendingin yang semakin banyak digunakan untuk mentransfer panas dari udara ke air, atau sebaliknya, mentransfer pendinginan dari air ke udara bangunan.

Chiller bisa diklasifikasikan sebagai pendingin absorpsi dan pendingin kompresi refrigeran, berdasarkan siklus refrigeran tempat mereka bekerja.

Proses pendinginan berbeda secara signifikan pada dua jenis pendingin.

Penyerap pendingin menggunakan sumber panas seperti gas alam atau uap untuk menciptakan efek pendinginan.

Pendingin Chiller umumnya  menggunakan kompresi mekanik dan adalah yang paling umum.

Chiller kompresi (compressor Chiller) terdiri dari empat komponen utama seperti meliputi  Kompresor, Evaporator, dan Kondensor Danvalve Matering Sistem.

Pada dasarnya, pendingin mengumpulkan panas, dan kemudian menggunakan penukar panas evaporator untuk menghilangkan panas itu.

Ada 2 jenis media pendingin Chiller, yaitu dengan menggunakan pendingin udara dan air. Kondensor udara didinginkan dengan memanfaatkan udara, sedangkan kondensor air didinginkan dengan menggunakan sumber air.

Pendingin air umumnya dipakai untuk kebutuhan pendiginan di dalam gedung dan menggunakan menara pendingin, kolam, atau sungai yang berada di dekat gedung untuk melepaskan panas air dari kondensor.

Chiller dengan kondensor yang didinginkan oleh udara beroperasi pada dasarnya sama dengan yang didinginkan oleh air terkait siklus refrigeran dan tangga di sepanjang jalan.

Media pendingin pada kondensor tentu saja udara, bukan air. Chiller berpendingin udara ditujukan dalam pemasangan dan pengoperasian luar ruangan.

Jenis ini melepaskan panas ke atmosfir dengan cara mekanis seperti sirkulasi udara luar oleh kipas secara langsung melalui kondensor mesin.

Jenis unit pendingin kondensor ini tidak butuh menara pendingin seperti yang biasa dilakukan pendingin air.

Berdasarkan metode kompresi refrigeran dalam fase uapnya, Chiller juga bisa dikelompokkan menjadi 4 kategori.

Kompresor yang digunakan bisa berupa Reciprocating, Sentrifugal, Rotary Screw dan Rotary Scroll.

Kompresor reciprocating memiliki poros engkol dan piston. Piston menekan gas dan gas dipanaskan.

Gas panas dibuang ke kondensor. Piston memiliki katup intake dan exhaust yang bisa dibuka sesuai permintaan sehingga memungkinkan piston berhenti.

Beberapa contoh ini akan di kantor atau sekolah. Kapasitas umum berkisar antara 20 sampai 125 ton bahkan bisa sampai 450 ton.

Kompresor sentrifugal beroperasi seperti pompa air sentrifugal karena di dalamnya berisi impeller yang berfungsi untuk memampatkan zat pendingin.

Chiller sentrifugal bisa memberikan kapasitas pendinginan yang sangat tinggi dalam desain yang ringkas.

Mereka memiliki kemampuan untuk memvariasikan kapasitas secara terus menerus untuk menyesuaikan berbagai fluktuasi beban dengan perubahan proporsional yang hampir proporsional dalam konsumsi daya.

Chiller dengan kompresor jenis rotaty screw memiliki 2 rotor beralur, saat rotor berputar maka gas akan dikompresi dengan pengurungan volume diantara kedua rotor.

Jenis ini butuh toleransi tinggi agar dapat beroperasi dengan sempurna.

Chiller dengan Kompresor jenis Rotaty Screw menggunakan 2 spiral untuk memompa dan memampatkan refrigeran.

Umumnya, salah satu gulungan tetap sementara yang lain mengorbit secara eksentrik tanpa berputar dalam gulungan tetap lainnya.

Gerakan ini menjebak dan memampatkan kantong cairan di antara gulungan. Desain dan operasi ini menjadikannya tipe kompresor yang paling efisien dan mudah.

Kapasitas kompresor gulir berkisar antara 2 sampai 25 ton. Suhu pendinginan air dingin yang khas berkisar antara 39-45 ° F.

Untuk perpindahan panas yang tepat antara air yang beredar untuk didinginkan dengan zat pendingin, penting untuk menjaga aliran air Chiller yang cukup.

Kisaran kecepatan aliran air dingin yang disarankan berkisar antara 3 dan 12 kaki per detik.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk Chiller mempertahankan aliran ini agar proses pendinginan berlangsung dengan efisien dan penggunaan energi yang sesuai dan menjaga kinerja jangka panjang.

Chiller dengan kondensor yang didinginkan oleh udara beroperasi pada dasarnya sama dengan yang didinginkan oleh air terkait siklus refrigeran dan tangga di sepanjang jalan.

Media pendingin pada kondensor tentu saja udara, bukan air. Chiller berpendingin udara ditujukan untuk pemasangan dan pengoperasian luar ruangan.

Baca juga: Encoder Decoder adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Tujuan Lengkap

Absorption Chiller

Absorption Chiller yaitu mesin yang beroperasi berdasarkan siklus pendinginan absorpsi uap. Siklus ini terdiri dari empat penukar panas utama, (generator, kondensor, evaporator dan penyerap) dengan dua jenis larutan, (refrigeran dan absorben).

Selama siklus ini, tekanan tinggi akan terjadi di dalam generator dan kondensor, sementara di dalam evaporator dan absorber akan ada tekanan rendah.

Siklus dimulai dengan masukan zat  panas di dalam generator. Sebagai hasil dari masukan panas ini, larutan dalam generator akan dipisahkan menjadi refrigeran dan weak salution.

Lalu, refrigerant dalam bentuk uap akan masuk ke kondensor dan akan berubah menjadi cairan.

Bagian larutan akan masuk ke absorber, karena ada perbedaan tekanan antara kondensor dan evaporator, zat pendingin akan mengalir ke dalam evaporator dan akan menyerap panas dari air dingin yang beredar di dalam evaporator.

Efeknya, suhu air yang beredar berkurang dan kemudian digunakan untuk keperluan AC.

Siklus pendinginan absorption Chiller

Refrigerant yang menguap kemudian akan memasuki absorber dimana akan dicampur dengan larutan lemah, campuran kemudian akan mendapatkan keadaan cair dan akhirnya akan masuk generator dan siklusnya berulang.

Diagram skematik siklus pendinginan absorpsi uap telah ditunjukkan pada gambar di atas.

Vapor Compression Chiller

Diagram skematik Chiller berdasarkan siklus pendinginan kompresi uap telah ditunjukkan pada di bawah.

Refrigeran akan menguap dengan mengambil panas dari air dingin di evaporator sehingga melayani tujuan utamanya.

Refrigeran keluar dari evaporator karena uap tapi di sisi lain air dingin dihasilkan. Dengan begitu, panas ditambahkan ke zat pendingin pada tekanan konstan namun diekstrak dari air dingin.

Baik refrigeran dan air dingin tidak tercampur dan dipisahkan oleh beberapa dinding padat, seperti  di evaporator dipisahkan oleh desain shell dan tube.

Uap refrigeran akan keluar dari evaporator dan kemudian dikompresi dengan kompresor Chiller hingga tekanan dan suhu menjadi tinggi.

Kompresor membutuhkan masukan energi untuk bekerja dan karenanya energi listrik dipasok ke sana.

Uap pendingin menolak panas ke cairan pendinginan luar atau udara. Refrigeran dalam bentuk kental atau cair keluar dari kondensor diperluas dalam katup ekspansi dan tekanan dan suhunya dikurangi sampai tingkat evaporator sehingga siklus di atas akan terus diulangi.

Perbedaan Antara Chiller dan Freezer

Secara teknis, sistem kerja dari Chiller dan freezer memang mirip. Tetapi, terdapat beberapa perbedaan antara Chiller dengan freezer.

Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara showcase dan freezer:

1. Fungsi Utama

Chiller memiliki fungsi utama untuk mendinginkan. Umumnya, fungsi penyimpanannya lebih terbatas daripada freezer.

Sedangkan, freezer memiliki fungsi utama untuk membekukan. Dari proses pembekuan ini, makanan akan menjadi lebih awet.

2. Suhu

Chiller sudah didesain dengan suhu rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan suhu rata-rata freezer.

Rata-rata suhu lemari pendingin yaitu berkisar 2-10 derajat Celcius. Sedangkan, suhu dari freezer berkisar 0 sampai -23 derajat Celcius.

3. Lama Penyimpanan

Masa simpan bahan makanan di freezer yang dibekukan tentu lebih lama daripada didinginkan.

Makanan yang disimpan di Chiller umumnya akan bertahan sampai beberapa hari. Sementara itu, makanan yang disimpan di freezer bisa lebih tahan sampai dengan 1 tahun.

4. Letak

Chiller bisa berupa boks di dalam kulkas yang terpisah dari kulkas itu sendiri. Biasanya, bisa ditemukan di bawah freezer.

Sementara itu, freezer biasanya diletakkan di bagian paling atas atau paling bawah kulkas. Freezer juga bisa berupa kabinet atau lemari sendiri.

5. Efek Untuk Nutrisi Makanan

Proses pendinginan dan pembekuan sudah jelas memiliki efek berbeda pada kandungan makanan. Umumnya, makanan yang dibekukan rentan kehilangan beberapa nutrisi ketika proses pembekuan terjadi.

Hanya dalam waktu yang cukup lama, rusaknya nutrisi ini lebih banyak terjadi untuk makanan yang disimpan di Chiller.

Karena, meski sudah didinginkan, proses enzimatis serta aktivitas pengurai tetap bisa berlangsung dalam waktu yang lambat.

Fungsi Chiller

Berikut ini adalah beberapa fungsi Chiller, yaitu:

1. Menyimpan Makanan Tanpa Merusak Kandungan

Chiller bisa berfungsi untuk tempat menyimpan makanan tanpa menyebabkan kerusakan nutrisi jangka pendek.

Sementara itu, makanan yang disimpan di freezer bisa merusak beberapa nutrisi, misalnya vitamin E.

2. Menjaga Kesegaran Makanan atau Minuman

Makanan yang segar yaitu makanan yang sehat ketika dikonsumsi. Rasa makanan juga akan lebih nikmat dan mudah diolah.

Chiller dalam rumah tangga dan industri pengolahan makanan berguna untuk mendukung upaya dalam menjaga kesegaran makanan.

3. Display Penjualan Makanan

Chiller dengan bentuk lemari pendingin biasanya dipakai untuk display di toko, minimarket, dan supermarket. Biasanya, produk yang dijual berupa buah, daging, sayur, sampai aneka kue.

4. Menyimpan Obat, Probiotik, dan Vaksin

Beberapa jenis vaksin dan obat-obatan juga perlu disimpan di tempat penyimpanan yang dingin. Minuman probiotik juga membutuhkan tempat penyimpanan yang dingin agar kultur probiotiknya dapat terjaga.

Kesimpulan

Chiller merupakan sebuah alat untuk memindahkan panas (kalor) menggunakan sistem pendingin yang bertujuan menghilangkan panas karena beban proses lalu mengalihkan kalor tersebut ke lingkungan.
Chiller terdiri atas beberapa bagian, diantaranya yaitu sebagai berikut:
  • Chiller
  • Chiller water pump
  • Make up water tank
  • Condenser water pump
  • Cooling tower
  • FCU
  • AHU

Semua komponen ini saling terkait antara satu dengan lainnya, dan bekerja secara berurutan. Umumnya dikendalikan oleh sistem yang disebut sebagai BAS.

Banyak hal yang berkaitan dengan Chiller Artinya seperti penjelasan di atas.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar