close button

PENGERTIAN ETIKA BISNIS: Prinsip, Tujuan dan Contoh Pelanggarannya

  •   Agu 2022  •   12 min read  •   Comment

Menurut penjelasan dari Drs. O.P. Simorangkir hakikat etika bisnis yaitu tentang menganalisis atas asumsi-asumsi bisnis, baik asumsi moral atau pandangan dari sudut moral.

Sebab bisnis beroperasi dalam rangka sebuah sistem ekonomi, maka sebagian dari tugas etika bisnis hakikatnya mengemukakan pertanyaan-pertanyaan mengenai sistem ekonomi yang umum dan khusus, dan pada bagiannya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang tepat atau tidaknya penggunaan bahasa moral dalam menilai sistem ekonomi juga struktur bisnis.

Uang milik perusahaan tidak bisa diambil atau ditarik oleh setiap pejabat perusahaan untuk dimiliki secara pribadi.

Hal ini sangat bertentangan dengan etika bisnis. Memiliki uang dengan cara merampas atau menipu termasuk bertentangan dengan moral.

Karena itu pejabat perusahaan yang sadar etika bisnis, dan melarang pengambilan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi, pengambilan yang sudah terjadi wajib dikembalikan.

Lebih jelasnya lagi simak saja penjelasan mengenai PENGERTIAN ETIKA BISNIS: Prinsip, Tujuan dan Contoh Pelanggarannya berikut.

Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis adalah sebuah pengetahuan terkait tata cara ideal ada pengaturan maupun pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang akan berlaku secara universal.

Etika bisnis ialah aturan tidak akan tertulis terkait cara akan menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku dan tidak tergantung pada kedudukan individu atau perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang sudah diatur oleh hukum, bahkan menjadi standar yang akan lebih tinggi daripada standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis sering ditemukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Etika bisnis mengenai masalah penilaian pada kegiatan ataupun perilaku bisnis yang bisa mengacu pada kebenaran dan kejujuran berusaha.

Etika bisnis merupakan pengetahuan pedagang mengenai tata cara pengaturan dan pengelolaan bisnis yang akan memperhatikan norma atau moralitas yang lewat penciptaan barang dan jasa untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan lewat transaksi tersebut.

Baca juga: E-COMMERCE Adalah: Pengertian, Manfaat, Sejarah, Jenis & Contohnya

Prinsip Etika Bisnis

Prinsip Etika bisnis terbagi menjadi:

1. Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab.

Orang yang akan mandiri berarti orang yang bisa mengambil sebuah keputusan serta bisa melaksanakan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang diyakininya, bebas dari tekanan, hasutan, dan ketergantungan pada orang lain.

2. Teori Etika Bisnis

Secara umum, teori ini berbicara tentang bagaimana perilaku berbisnis yang baik dan sesuai dengan norma.

Tapi, ada empat teori besar yang juga dipelajari dalam konsep tersebut, diantaranya yaitu;

  • Teori keutamaan

Teori pertama tentang keutamaan memandang bagaimana seseorang bersikap. Perilaku atau sikap baik seseorang akan menciptakan watak dan karakter yang baik secara moral juga.

  • Teori hak

Seperti pembahasan etika pada umumnya, teori hak berbicara tentang sesuatu yang pantas dan harus didapatkan oleh seorang individu.

Sehingga jika dilihat dari segi bisnis, semua keputusan yang diambil perusahaan tidak boleh melanggar hak seseorang.

  • Teori deontologi

Teori deontologi dalam etika bisnis menekankan pada kewajiban seseorang untuk berperilaku sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.

Contohnya kamu bekerja dalam sebuah perusahaan dan bertugas untuk menangani pemasaran produk, maka sesuai teori deontologi dalam etika bisnis, kamu harus melakukan tugas tersebut dengan baik.

  • Teori teleologi

Kata teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu “Telos” yang berarti tujuan atau akhir.

Teori ini menganggap bisnis etis yaitu yang berhasil menciptakan keseimbangan dengan baik hingga pada tujuan terakhir. Sehingga dalam kata lain, teori ini mendasarkan pada konsep kebaikan.

3. Prinsip Kejujuran

Prinsip Kejujuran akan menanamkan sikap jika apa yang dipikirkan adalah apa yang dikatakan, dan apa yang dikatakan yaitu yang akan dikerjakan.

Prinsip ini akan memberikan kepatuhan dalam melaksanakan berbagai komitmen, kontrak, dan perjanjian yang sudah disepakati.

4. Prinsip Keadilan

Prinsip Keadilan akan menanamkan sikap untuk bisa memperlakukan semua pihak secara adil, maksudnya sebuah sikap yang akan tidak akan membeda-bedakan dari berbagai aspek baik dari aspek ekonomi, hukum, dan aspek yang lainnya.

5. Prinsip saling Menguntungkan

Prinsip saling yang akan menguntungkan menanamkan kesadaran jika dalam berbisnis pun mesti ditanamkan prinsip win-win solution,yang artinya dalam setiap keputusan dan tindakan bisnis mesti diusahakan agar semua pihak akan merasa diuntungkan.

Baca juga: FREELANCE Adalah: Pengertian, Syarat & Contoh Kerjanya

6. Prinsip Etika Bisnis Yang Saling Menguntungkan

Pelaku usaha harus menjalankan usahanya dengan sebaik mungkin agar semua pihak yang terlibat dapat memperoleh keuntungan.

Seperti halnya asas keadilan, asas memberi manfaat yang bertujuan untuk mencegah hanya satu pihak yang memperoleh manfaat.

Seperti contoh, pengusaha harus memberikan harga barang yang sebenarnya kepada konsumen dan memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk memberikan kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu, prinsip saling menguntungkan harus dipegang teguh.

7. Prinsip Kewajaran Etika Bisnis

Selain itu, kamu juga harus mengetahui prinsip kewajaran etika bisnis yang dibagi menjadi dua definisi, seperti:

  • Prinsip kewajaran etika bisnis

Selain itu juga menuntut seseorang dalam menjalankan bisnis untuk memperlakukan hubungan internal dan eksternal secara setara dan memberikan haknya masing-masing. Hal ini bertujuan untuk menjaga kerugian bagi salah satu pelaku usaha.

  • Prinsip etika bisnis moral integrity

Dalam menjalankan tugasnya, para pelaku bisnis harus menjaga nama baik perusahaannya.

Pelaku bisnis harus mengelola serta menjalankan usahanya dengan sebaik-baiknya agar kepercayaan konsumen atau pihak lain terhadap perusahaan tetap terjaga.

Dengan kata lain, seseorang atau pebisnis harus mendorong dirinya dalam keberadaan rbisnis untuk pengelolaan rasa bangga.

Manfaat Etika Bisnis

Tugas utama etika bisnis berfokus pada usaha yang akan mencari cara untuk menyelaraskan kepentingan strategis sebuah bisnis dengan tuntunan moralitas.

Etika bisnis bertugas melaksanakan perubahan kesadaran masyarakat mengenai bisnis dengan adanya memberikan sesuatu pemahaman yaitu bisnis tidak bisa dipisahkan dari etika.

Contoh Pelanggaran Etika Bisnis

Berikut ini contoh pelanggaran etika bisnis, seperti:

1. Pelanggaran Hukum

Contoh pelanggaran hukum dari etika bisnis yaitu sebuah perusahaan yang akan melakukan PHK tapi tidak akan memberikan pesangon sama sekali. Padahal hal ini telah diatur dalam UU no 13 pada tahun 2003

2. Pelanggaran Transparasi

Sebuah perusahaan tidak akan memberikan biaya tambahan sebuah kreditan barang pada konsumen. Tentu hal ini, para konsumen akan terus melakukan protes karena tidak akan dijelaskan diawal.

3. Pelanggaran Kejujuran

Sebuah perusahaan bisa dikatakan melakukan pelanggaran kejujuran jika mereka tidak akan memberikan harga yang sejujurnya pada konsumen dan kualitas-kualitas dari barang yang akan ditawarkannya.

Baca juga: PENGERTIAN MOTIF EKONOMI: Pengertian, Macam, dan Tujuan

Tujuan Etika Bisnis

Belakangan ini kalangan bisnis sudah memiliki kesadaran akan pentingnya Etika Bisnis dalam operasi bisnis.

Bahkan dalam perkembangannya Etika Bisnis tidak lagi menjadi beban yang terpaksa harus dilaksanakan perusahaan melainkan sudah menjadi salah satu strategy pengembangan perusahaan tersebut.

Karena tujuan perusahaan dapat didefinisikan sebagai upaya untuk “memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam rentang waktu jangka panjang melalui aktivitas penjualan barang dan atau jasa.

Contoh akan manfaat etika bisnis sebagai strategy pengembangan perusahaan misalnya Company Social Responsibility dianggap mampu memberikan keuntungan pada perusahaan dalam bentuk profitabilitas, kinerja financial yang lebih kokoh, menurunkan resiko bentrok dengan lingkungan sekitar, meningkatkan reputasi perusahaan, dan lainnya.

Etika bisnis bagi perusahaan, menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernah timbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah, sumbangan dan sebagainya.

Latar belakang pembuatan etika bisnis yaitu sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan.

Apabila Perusahaan memiliki etika sendiri, memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.

Peran Etika Bisnis

Adapun etika bisnis  perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi dan mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, dimana dibutuhkan sebuah  landasan yang kokoh untuk mencapai tujuan.

Dan biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung dengan budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

Etika Bisnis Yang Baik

Menurut Richard De George, jika perusahaan ingin sukses atau berhasil memerlukan 3 hal pokok yaitu :

  • Produk yang baik
  • Managemen yang baik
  • Memiliki Etika

Faktor-Faktor Pebisnis Melakukan Pelanggaran Etika Bisnis

Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pelaku bisnis biaanya dilatarbelakangi oleh berbagai hal. Salah satu hal tersebut yaitu untuk mencapai keuntungan yang sebanyak-banyaknya, tanpa memikirkan dampak buruk yang terjadi nantinya.

Faktor lain yang membuat pebisnis melakukan pelanggaran antara lain:

  • Banyaknya kompetitor baru dengan produk mereka yang lebih menarik
  • Ingin menambah pangsa pasar
  • Ingin menguasai pasar.

Dari ketiga faktor tersebut, faktor pertama menjadi faktor yang memiliki pengaruh paling kuat.

Untuk mempertahankan produk perusahaan tetap menjadi yang utama, dibuatlah iklan dengan sindiran-sindiran pada produk lain.

Iklan dibuat hanya untuk mengunggulkann produk sendiri, tanpa ada keunggulan dari produk tersebut. Iklan hanya bertujuan untuk menjelek-jelekkan produk iklan lain.

Baca juga: PENGERTIAN SISTEM EKONOMI: Fungsi, Macam Macam dan Sistem Ekonomi Indonesia

Etika Bisnis di Indonesia

Di Indonesia, etika bisnis adalah sesuatu yang lama tetapi sekaligus baru. Sebagai sesuatu yang bukan baru, etika bisnis hadir bersamaan dengan hadirnya bisnis dalam masyarakat Indonesia, artinya usia etika bisnis sama seperti usia bisnis yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Dalam memproduksi sesuatu kemudian memasarkannya, masyarakat Indonesia tempo dulu telah berpatok pada pertimbangan-pertimbangan untung dan rugi.

Namun dengan ciri khas masyarakat Indonesia yang cinta damai, maka masyarakat Indonesia termotivasi dalam menghindari konflik-konflik kepentingan termasuk dalam dunia bisnis.

Secara normatif, etika bisnis di Indonesia baru mulai diberi tempat khusus semenjak diberlakukannya UUD 1945, khususnya pasal 33.

Satu hal yang relevan dari pasal 33 UUD 45 ini yaitu pesan moral dan amanat etis bahwa pembangunan ekonomi negara RI semata-mata demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia yang merupakan subyek atau pemilik negeri ini.

Jadi pembangunan ekonomi Indonesia sama sekali tidak diperuntukkan bagi segelintir orang untuk memperkaya diri atau untuk kelompok orang tertentu saja yang kebetulan tengah berposisi strategis tapi demi seluruh rakyat Indonesia.

2 hal penting yang menjadi hambatan bagi perkembangan etika bisnis di Indonesia yaitu budaya masyarakat Indonesia dan kondisi sosial-politik di Indonesia.

Contoh Etika Bisnis

Contoh PENGERTIAN ETIKA BISNIS: Prinsip, Tujuan dan Contoh Pelanggarannya

Berikut ini beberapa etika bisnis yang harus dilaksanakan dan dilakukan oleh para profesional, di antaranya adalah:

  • Sebutkan nama lengkap
  • Berdirilah ketika memperkenalkan diri
  • Ucapkan terima kasih secukupnya
  • Jangan duduk sambil menyilang kaki
  • Tuan rumah yang harus membayar

Untuk setiap bisnis, ada prinsip yang memandu etika. Prinsip etika berfungsi sebagai pedoman dan pedoman bagi para pemimpin dan karyawannya. Berikut ini beberapa prinsip etika bisnis.

1. Integritas

Kapan saja ada tekanan besar untuk melakukan yang benar dan tidak, prinsip etika bisnis akan menjadi pedoman.

Pemimpin dan karyawan hanya biutuh menunjukkan keberanian dan integritas pribadi untuk melakukan apa yang benar.

Karenanya, etika bisnis haruslah tegak dan hormat. Ini akan diperjuangkan dalam memutuskan apa yang dianggap benar atau tidak. Sehingga hal ini yang akan menumbuhkan integritas dalam bekerja dan berprofesi.

2. Loyalitas

Untuk mendapatkan kepercayaan, dibutuhkan loyalitas. Untuk mendapatkannya perlu adanya persahabatan.

Hubungan persahabatan sangat dibutuhkan di masa-masa sulit. Loyalitas akan diperoleh dengan dukungan dan dedikasi tugas yang ada.

3. Kejujuran

Setiap orang yang ada di perusahaan, harus menjaga sikap jujurnya, saat menghadapi rutinitas pekerjaannya.

Mereka juga harus jujur ​​dan tidak menipu atau menyesatkan informasi kepada orang lain.

4. Menghormati dan peduli

Ini menjadi dua bentuk perilaku yang berbeda dalam organisasi. Tapi mereka bisa berjalan bersama, itu karena mereka ditempatkan di bawah satu prinsip.

Ketika seorang eksekutif beretika, ia akan berbelas kasih, baik hati, dan perhatian. Pemimpin harus menunjukkan rasa hormat terhadap martabat, privasi, otonomi dan hak karyawan.

5. Keadilan

Kepemimpinan perusahaan tidak harus adil dalam segala hal. Meski demikian, pimpinan tidak boleh salah menggunakan kekuatannya.

Dengan begitu, etika bisnis menghalanginya untuk mencoba dan tidak melakukan sesuatu, demi mendapatkan keuntungan apapun.

Selain itu, pemimpin tidak boleh memanfaatkan dari kesalahan atau kesalahan orang lain. Mereka harus toleran, berpikiran terbuka, mau mengakui kesalahan mereka sendiri.

Pemimpin juga harus mampu mengubah keyakinan dan posisinya berdasarkan situasi.

Contoh Kasus Etika Bisnis di Bidang Peternakan

Usaha peternakan ayam negeri atau broiler memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena tingginya permintaan masyarakat akan daging.

Usaha peternakan ayam ini juga memberikan keuntungan yang tinggi dan bisa menjadi sumber pendapatan bagi peternak ayam broiler.

Akan tetapi, peternak dalam menjalankan usahanya masih mengabaikan prinsip-prinsip etika bisnis.

Belakangan akhir ini usaha peternakan ayam dituding sebagai usaha yang ikut mencemari lingkungan. banyaknya peternakan ayam yang berada di lingkungan masyarakat dirasakan mulai mengganggu oleh warga terutama peternakan ayam yang lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk.

Masyarakat banyak mengeluhkan efek buruk dari kegiatan usaha peternakan ayam karena masih banyak peternak yang mengabaikan penanganan limbah dari usahanya.

Limbah peternakan yang berupa feses (kotoran ayam), dan sisa pakan dan air dari pembersihan ternak dan kandang menimbulkan pencemaran lingkungan masyarakat di sekitar lokasi peternakan tersebut.

Selain itu timbulnya banyak lalat yang dikarenakan kurang bersih dan dirawatnya kandang, masyarakat takut lalat tersebut akan membawa penyakit.

Dan satu lagi dari peternakan ayam negeri masyarakat mengkhawatirkan virus flu burung

Avian Infuenza (H5N1) yang saat tahun 2008 sedang melonjak tinggi. Oleh karena itu, peternak ayam negeri atau broiler harus memiliki etika bisnis yang baik bukan hanya mencari keuntungan semata namun juga harus menciptakan lingkungan yang sehat di sekitar peternakan tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Etika Bisnis

Melihat banyaknya pelanggaran etika yang terjadi antara perusahaan dan stakeholder memunculkan asumsi jika ada hal-hal yang mempengaruhi etika bisnis, berikut ini beberapa di antaranya:

  • Pressure yang didapat karena persaingan kompetitor
  • Kondisi ekonomi
  • Kesalahan operasional
  • Pengetahuan individu akan etika
  • Demand pasar yang tidak sesuai dengan kemampuan perusahaan

Sekarang kamu telah mengetahui pengertian hingga contoh kasus yang berhubungan dengan etika dalam bisnis.

Pada dasarnya, beberapa faktor pemicu pelanggaran latar belakang etika bisnis sebuah perusahaan bukan menjadi alasan.

Sebagai pengusaha sudah sewajarnya semua resiko yang ada dalam faktor-faktor tersebut bisa diatasi dengan manajemen yang baik. Dengan begitu, berbagai masalah akan bisa dihindari dan banyak dampak positif yang bisa diperoleh.

Kesimpulan

Etika bisnis adalah sebuah pengetahuan terkait tata cara ideal ada pengaturan maupun pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang akan berlaku secara universal.

Tugas utama etika bisnis berfokus pada usaha yang akan mencari cara untuk menyelaraskan kepentingan strategis sebuah bisnis dengan tuntunan moralitas.

Adapun etika bisnis  perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi dan mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, dimana dibutuhkan sebuah  landasan yang kokoh untuk mencapai tujuan.

Karena itulah penting mengetahui PENGERTIAN ETIKA BISNIS: Prinsip, Tujuan dan Contoh Pelanggarannya secara tepat agar bisa memahami dan mempraktekannya dengan benar.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar