close button

PENGERTIAN PASAR: Fungsi, Konsep, Klasifikasi, Ciri & Jenis Jenis

  •   Jul 2022  •   13 min read  •   Comment

Pasar memang menjadi sebuah tempat untuk bertemunya penjual dan pembeli.

Pasar juga sering dikaitkan dengan tempat jual beli tradisional dengan cara lama.

Karena pasar menjadi tempat yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan banyak kebutuhan sehari-hari seperti sayur, ikan, sembako, daging, dan lainnya.

Dimana, ada orang yang membedakan antara supermarket dengan pasar.

Konotasi pasar sebagai tempat konvensional dan tradisional kurang tepat, karena definisi pasar sendiri berbeda.

Untuk memahami konsep pasar secara luas, maka dalam bahasan ini akan diterangkan mengenai berbagai hal terkait PENGERTIAN PASAR: Fungsi, Konsep, Klasifikasi, Ciri & Jenis Jenis seperti di bawah ini.

Pengertian Pasar

Pasar merupakan suatu daerah, tempat, wilayah atau area tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi pertukaran barang atau perdagangan dengan alat tukar yang sah berupa uang atau barang.

Baca juga: PENGANGGURAN: Pengertian, Penyebab dan Jenis-Jenisnya

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli.

Maka dari itu, pasar bisa berada di mana saja, tidak terbatas ruang dan tidak terbatas waktu.

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

Menurut William J. Stanton, makna pasar adalah kumpulan dari masyarakat yang bertujuan untuk mendapatkan rasa puas.

Kepuasan itu berasal dari penggunaan uang untuk ditukar dengan barang yang diinginkan.

Menurut Simamora, pasar yaitu kelompok masyarakat dengan kebutuhan dan keinginannya untuk memiliki atau membeli barang tertentu.

Bukan hanya itu, mereka juga memiliki kemampuan beli terhadap produk tersebut.

Kesempatan tukar-menukar barang dengan alat pembayaran juga ada di dalam pasar.

Menurut Kotler dan Amstrong, Pasar yaitu pertemuan antara para pembeli yang potensial dan juga penjual yang menawarkan produk atau jasa.

Menurut Handri Ma’aruf Pasar yaitu ruang para penjual dan pembeli bertemu.

Di sana, ada permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli dan kemudian juga terjadi transaksi jual dan beli.

Ada definisi dan pendekatan yang berbeda-beda terkait pasar. T

api, semuanya merujuk pada proses pertemuan orang yang membutuhkan atau menginginkan barang dan memiliki alat tukar dengan yang memiliki barang yang dibutuhkan.

Fungsi Pasar

Pasar memiliki fungsi yang berbeda dalam kehidupan manusia.

Berikut ini adalah fungsi pasar yang ada di tengah masyarakat di yaitu:

1. Mempertemukan Pembeli Dengan Barang yang Dibutuhkan atau Diinginkan

Pasar yaitu tempat pertemuan antara orang yang memiliki barang dan orang yang membutuhkan barang.

Baca juga: PASAR OLIGOPOLI: Pengertian, Ciri Ciri, Kelebihan Kekurangan dan Contohnya

Terutama barang-barang konsumtif atau barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari, seperti beras, sayuran dan lauk pauk.

2. Mata Pencaharian

Pasar menjadi tempat mencari nafkah bagi sebagian masyarakat.

Bukan hanya pedagang, tapi juga orang-orang yang bergerak di sektor lain seperti, supir angkutan, tukang becak, ojek, kuli panggul, tukang parkir dan sebagainya.

3. Meningkatkan Perekonomian Sebuah Komunitas atau Negara

Pasar menjadi media peningkatan perekonomian negara.

Dengan adanya pasar, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Pasar bahkan bisa menjadi media sebuah negara untuk meningkatkan devisa melalui proses ekspor.

4. Menjaga Stabilitas

Dengan adanya pasar membuat kondisi sosio-masyarakat dan ekonomi menjadi stabil.

Karena, seseorang dapat mencari kebutuhannya sendiri tanpa harus melakukan sesuatu yang ilegal atau melanggar hukum.

Selain itu, dengan tempat yang terpusat, pemerintah bisa memantau harga-harga kebutuhan pokok agar harga bisa stabil dan terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan.

Konsep Pasar

Ada beberapa konsep pasar. Konsep-konsep tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Konsep Pasar Monopoli

Konsep pasar monopoli terjadi ketika sebuah pasar dikuasai hanya oleh satu produsen.

Kondisi ini terjadi saat sebuah perusahaan atau pihak menguasai sumber daya atau dalam kondisi tertentu, hanya dia yang bisa menyediakan sumber daya tertentu.

Contoh dari monopoli di Indonesia yaitu PLN.

PLN menjadi perusahaan listrik milik negara yang mengatur listrik di seluruh Indonesia, dan semua masyarakat bergantung pada PLN.

2. Konsep Pasar Monopsoni

Kebalikan dari monopoli, monopsoni yaitu kondisi di mana seorang konsumen menguasai pasar.

Ini terjadi dalam kondisi saat seorang pembeli memiliki daya beli yang tinggi dan posisi tawar yang tinggi.

Hal ini terjadi dalam kasus, salah satunya seorang pembeli besar dan para petani.

Para petani tidak memiliki posisi tawar tinggi sehingga mereka cenderung menuruti harga dari pemilik alat tukar alias konsumen.

3. Konsep Pasar Oligopoli

Konsep pasar oligopoli kurang lebih serupa dengan konsep pasar monopoli.

Hanya saja, apabila konsep pasar monopoli hanya memiliki satu penjual yang mendominasi, pasar oligopoli memiliki banyak penjual yang mendominasi.

Baca juga: PASAR PERSAINGAN SEMPURNA: Pengertian, 4 Ciri, dan Kelebihan

Penjual-penjual tersebut memiliki modal besar dan menguasai sumber daya bersama.

Penjual-penjual juga bersaing dalam memperebutkan konsumen.

4. Konsep Pasar Oligopsoni

Pasar oligopsoni adalah sebuah pasar yang didominasi oleh lebih dari satu konsumen yang memiliki daya tawar dan daya beli tinggi.

Konsepnya sama dengan monopsoni, di mana penjual tidak memiliki posisi tawar tinggi sehingga ‘menyerah’ pada tawaran pembeli.

5. Konsep Pasar Persaingan Sempurna

Ini menjadi pasar yang ideal baik, bagi penjual dan pembeli.

Pasar persaingan sempurna yaitu kondisi pasar di mana pembeli dan penjual sama-sama punya posisi tawar.

Tidak hanya itu saja, konsep pasar persaingan sempurna memungkinkan setiap orang untuk menjadi konsumen atau produsen, dan memilih barang yang sesuai dengan kantong atau kebutuhan mereka.

Pasar persaingan sempurna yaitu pasar ideal yang adil bagi setiap pihak.

Namun, dalam sebuah pemerintahan oligarki, terkadang pasar persaingan sempurna sengaja ditiadakan.

Klasifikasi Pasar

Secara umum, ada dua jenis pasar yang ada di dunia.

1. Pasar Tradisional

Pasar tradisional yaitu jenis pasar yang menggunakan cara bertukar barang dan alat tukar secara tradisional.

Barang-barang yang dijual biasanya barang kebutuhan yang amat mendasar (primer).

Di era modern, pasar tradisional masih mudah ditemui, bahkan di kota-kota besar sekalipun.

Pasar tradisional dicari karena menyediakan kebutuhan primer secara lengkap, dan harganya lebih murah.

Selain itu, di pasar tradisional, harga yang ditetapkan masih bisa ditawar oleh para pembeli sehingga ini cukup menguntungkan dari sisi ekonomi.

2. Pasar Modern

Pasar modern umumnya hadir dalam tempat yang lebih futuristik dan lebih menunjang pada kenyamanan pembeli.

Contohnya, seperti supermarket yang lebih bersih.

Barang-barang dalam bentuk mentah, seperti daging mentah, biasanya tidak diletakkan secara sembarang, tetapi dikemas khusus sehingga tidak mengotori ruangan.

Pasar modern juga menerima pembayaran elektronik, seperti dengan kartu kredit atau debit.

Bahkan, pasar modern kini bisa menerima pembayaran dalam bentuk dompet digital.

Setiap pasar memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Yang jelasnya, bagi masyarakat modern, keduanya tidak bisa dilepaskan.

Karena pasar modern bisa menjadi tempat untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang nyaman.

Sementara itu, pasar tradisional bisa dipilih untuk membeli barang dalam bentuk grosir dengan harga terjangkau.

Ciri Ciri Pasar

Suatu tempat yang dikatakan pasar adalah tempat untuk jual beli barang atau jasa.

Pasar memiliki beberapa ciri-ciri yang menjadikan suatu tempat disebut sebagai pasar, berikut ciri-cirinya:

1. Memiliki Penjual Dan Calon Pembeli

Di pasar pastinya terdapat banyak penjual atau produsen barang dan jasa, selain itu di pasar juga memiliki konsumen atau pembeli barang-barang yang dibutuhkan.

2. Terdapat Banyak Barang dan Jasa

Segala kebutuhan bisa terpenuhi di pasar. Pasar menyediakan beragam macam jenis, merk, ukuran serta warna dari suatu barang tersebut.

3. Terdapat Tawar Menawar

Jika barang yang diinginkan memiliki harga yang tidak sesuai, maka bisa menawarnya secara baik-baik.

Pastikan dalam tawar-menawar penjual dan pembeli memiliki kesepakatan yang baik dan tidak memberatkan salah satunya. Pasar menjadi tempatnya berbagai macam kebutuhan pokok, elektronik dan sebagainya.

Baca juga: PERDAGANGAN INTERNASIONAL: Pengertian, Manfaat, Teori dan Faktor Pendorong

Ada beberapa hal yang menjadi ciri dari pasar ini, yaitu:

  • Terjadinya transaksi jual beli
  • Tersedia barang atau jasa yang diperjualbelikan
  • Tersedia alat tukar
  • Tersedia interaksi antara penjual dan pembeli
  • Tersedia kesepakatan yang terjadi antara kedua belah pihak.

Ciri-ciri tersebut menjadi ciri-ciri yang bisa melingkupi pasar yang berbentuk nyata maupun abstrak.

Jenis Jenis Pasar

Berikt ini jenis-jenis pasar yaitu:

Jenis-Jenis Pasar Berdasarkan Bentuknya:

1. Pasar Nyata

Pasar nyata merupakan sebuah pasar di mana penjual dan pembeli bertemu muka secara langsung.

Di pasar nyata ini, transaksi berlangsung secara tatap muka sehingga minim terjadi miskomunikasi atau penipuan.

Pada pasar nyata, pembeli bisa melihat dan menimbang bahan yang akan dibeli secara langsung.

Maka dari itu, saat terjadi kesalahan, dan ia juga turut bertanggung jawab atas hal itu karena pembelian dilakukan langsung.

Kekurangan dari konsep pasar nyata ini yaitu kurang praktis.

Pembeli harus pergi ke tempat tertentu dan harus bertemu dengan pedagang.

2. Pasar Abstrak

Pasar abstrak adalah sebuah pasar yang tidak menyediakan ruang langsung untuk bertemunya penjual dan pembeli.

Pasar abstrak contohnya seperti pasar modal, pasar saham, dan tentu saja jual beli online yang saat ini sedang marak.

Pasar abstrak dianggap sebagai ‘pembunuh’ dari pasar yang nyata. Karena, orang-orang sekarang ini lebih suka dengan pasar abstrak.

Karena, pasar abstrak bisa dilakukan di mana saja, dan pilihan barangnya variatif.

Kelebihan dari pasar abstrak yaitu pasar ini bisa diakses dari mana saja, mudah untuk mencari barang, dan tak menyulitkan selaku pedagang dan pembeli.

Kekurangannya yaitu sebagai pembeli, kamu tidak dapat mengecek kondisi barang secara langsung.

Kemudian, jika terjadi kesalahan, komplain kadang tidak bisa membuat puas.

Baca juga: PERUBAHAN SOSIAL: Pengertian, 4 Teori, Ciri, Bentuk & Contoh

Sementara, kekurangan dari sisi penjual adalah harus percaya pada jasa ekspedisi.

Padahal, bisa saja ada kesalahan dari jasa ekspedisi, seperti merusak, menghilangkan barang, dan sebagainya.

Sebenarnya, ada satu jalan tengah yang bisa diambil, yaitu sebagai berikut:

  • Pasar nyata fokus menjadi pasar yang menjual barang dengan harga lebih terjangkau
  • Pasar nyata menjual barang segar yang ridak mungkin dikirim dengan ekspedisi
  • Pasar nyata membuat sebuah konsep yang menarik, seperti bazar atau pop-up market.
  • Pasar nyata melakukan terobosan hybrid. Artinya, pemilik pasar nyata juga dapat turut menjual barang di pasar abstrak dengan bantuan aplikasi pengantar makanan atau aplikasi e-commerce
  • Pasar nyata juga bisa mereduksi biaya sewa dengan tidak membuka toko yang terlalu besar sehingga modal bisa dialokasikan ke tempat lain.
  • Pasar nyata bisa hadir dalam event tertentu, seperti car free day.

Jenis-jenis Pasar Menurut Transaksi

1. Pasar tradisional

Pasar tradisional adalah sebuah pasar yang sifatnya tradisional.

Jadi dalam pasar ini penjual dan pembeli bisa bertemu langsung.

Barang yang terdapat pada pasar tradisional beragam, akan tetapi barang yang sering diperjual belikan seperti bahan pokok kebutuhan sehari-hari.

Berikut ciri-ciri pasar tradisional:

  • Dikelola oleh pemerintah setempat atau daerah
  • Adanya sistem tawar menawar
  • Barang-barang yang dijual beragam, dan dengan tempat yang sama
  • Sebagian besar barang-barang serta jasa yang dijual merupakan hasil lokal

2. Pasar Modern

Pasar modern yaitu pasar yang sifatnya modern.

Sehingga dalam pasar modern terdapat berbagai macam barang diperjualbelikan dengan harga yang sudah pas dan dengan layanan sendiri.

Pasar modern memiliki tempat sendiri untuk melakukan jual beli.

Tempat pasar modern, seperti plaza, mal dan tempat-tempat lainnya.

Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional.

Tapi pasar jenis modern ini penjual dan pembeli tidak perlu bertransaksi secara langsung, melainkan pembeli hanya melihat label harga yang tercantum dalam barang atau barcode.

Selain itu pasar modern ada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri, swalayan atau dilayani oleh pramuniaga.

Barang-barang yang dijual juga beragam, seperti barang elektronik dan masih banyak lagi.

Selain itu pasar modern juga menjual bahan makanan seperti; buah, sayuran, daging.

Sebagian besar barang yang dijual yaitu barang yang dapat bertahan lama.

Contoh dari pasar modern, seperti pasar swalayan, hypermarket, supermarket dan juga minimarket.

Pasar Menurut Jenis Barang

1. Pasar barang konsumsi

Pasar barang konsumsi adalah sebuah pasar yang menjual ataupun membeli berbagai macam jenis barang yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Umumnya pasar barang konsumsi menjual berbagai macam kebutuhan pokok, seperti sayuran, daging, buah-buahan.

Lalu ada pasar yang khusu menjual satu bahan pokok saja, seperti pasar ikan, pasar sapi, dan masih banyak lagi.

2. Pasar Sumber Daya Produksi

Pasar sumber daya produksi adalah pasar yang menjual atau membeli mengenai produksi. Pasar sumber daya produksi menjual, seperti tenaga kerja, mesin-mesin, alat-alat berat dan masih banyak lagi lainnya.

Pasar Menurut Waktu

1. Pasar Harian

Pasar harian adalah sebuah pasar yang menjual kebutuhan pokok.

Pasar harian mempertemukan penjual dan pembeli setiap hari, dimana pasar harian buka setiap hari.

2. Pasar mingguan

Pasar mingguan adalah sebuah pasar yang biasanya hanya buka dalam seminggu satu kali.

Pasar mingguan terdapat di pedesaan.

Dan pasar mingguan juga menjual berbagai macam hewan ternak yang hanya dibuka pada hari-hari tertentu saja.

Baca juga: Cara Daftar UMKM Online Terbaru

3. Pasar bulanan

Pasar bulanan adalah pasar yang bukanya sebulan sekali.

Pasar bulanan terdapat di daerah-daerah tertentu.

Pasar bulanan ada pembeli yang membeli barang-barang tertentu dan dapat dijual kembali.

4. Pasar temporer

Pasar temporer adalah pasar yang diselenggarakan pada waktu tertentu serta tidak bisa diprediksi atau hanya tertentu saja.

Pasar temporer buka apabila hanya ada perayaan tertentu saja.

Contoh dari pasar temporer yaitu bazar.

Pasar Menurut Keleluasaan Distribusi

1. Pasar daerah

Pasar daerah adalah sebuah pasar yang dapat membeli serta menjual produk dalam satu daerah, yang dimana produk tersebut dihasilkan.

Pasar daerah bisa juga dikatakan sebagai pasar yang melayani permintaan dan penawaran hanya dalam satu daerah itu saja.

2. Pasar lokal

Pasar lokal yaitu sebuah pasar yang dapat melakukan transaksi jual beli produk dalam satu kota, yang dimana tempat produk tersebut dihasilkan.

Pasar lokal bisa juga diartikan sebagai pasar lokal yang melayani permintaan dan penawaran hanya dalam satu kota itu saja.

3. Pasar nasional

Pasar nasional adalah sebuah pasar yang dapat membeli dan menjual suatu produk di dalam satu negara dan juga tempat produk tersebut dihasilkan.

Pasar nasional bisa juga diartikan sebagai pasar nasional yang melayani permintaan dan penjualan dari dalam Negeri.

4. Pasar Internasional

Pasar internasional adalah sebuah pasar yang dapat transaksi membeli dan menjual suatu produk dari berbagai negara.

Selain itu, pasar internasional bisa dikatakan lebih luas jangkauan karena pasar tersebut dapat jangkauan dari seluruh dunia. Contoh pasar Internasional seperti Pasar kopi di Santos, Brazil.

Pasar Menurut Jenis Dagangan

1. Pasar umum

Pasar umum adalah suatu pasar yang dapat menjual dan membeli barang-barang yang beraneka ragam. Untuk golongan jenis-jenis barang dagangan yang diperjualbelikan pada pasar umum yaitu:

  • Golongan A, seperti batu mulia, logam mulia, permata dan tekstil.
  • Golongan B, seperti batik, konveksi, pakaian tradisional, kerajinan, barang kelontong, barang pecah belah, plastik, obat-obatan, bahan-bahan kimia, bumbu-bumbu, bahan-bahan bangunan, daging dan ikan.
  • Golongan C, seperti beras, tepung terigu, ketan, jagung, gula pasir, teh, kopi, buah-buahan, minyak goreng, jahe, warung makan dan jajan-jajanan di pasar.
  • Golongan D, seperti kembang, anyam-anyaman, gerabah, barang barang bekas sepatu, sandal, dan pakaian, barang-barang bekas alat-alat elektronik dan barang-barang bekas bahan bangunan.

2. Pasar khusus

Pasar khusus yaitu sebuah pasar yang bisa melakukan jual beli satu jenis barang dagangan saja.

Contoh dari pasar khusus, seperti pasar hewan, pasar rombengan, pasar bunga, pasar sepeda dan lainnya.

Berikut penggolongan jenis barang dagangan pada pasar khusus:

  • Pasar khusus golongan A: Jual beli kendaraan bermotor, ternak, sepeda.
  • Pasar khusus golongan B: Menjual tanaman atau bunga hias, bahan bangunan, hasil bumi dan furniture.

3. Pasar tempel

Pasar tempel adalah jenis pasar umum yang secara formal tidak dikelola atau diakui oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Negara Maju dan Berkembang: Pengertian, Ciri & Contoh (2022)

Tetapi secara fungsional pasar tempel ini berperan sebagai pasar dengan wilayah pelayanan tertentu.

Kesimpulan

Pengertian Pasar merupakan suatu daerah, tempat, wilayah atau area tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi pertukaran barang atau perdagangan dengan alat tukar yang sah berupa uang atau barang.

Dengan adanya pasar setiap orang bisa memenuhi kebutuhan akan banyak produk sesuai keinginan, meski pasar dibedakan menjadi beberapa jenis namun kabanyakan orang beranggapan pasar menjadi tempat menjual dan membeli barang kebutuhan.

Karena itulah penting mengetahui PENGERTIAN PASAR: Fungsi, Konsep, Klasifikasi, Ciri & Jenis Jenis seperti penjelasan di atas.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar