KERAJAAN SINGASARI: Letak, Sejarah, Silsilah, & 6 Peninggalan

Sejarah dan peninggalan Kerajaan Singasari yang didirikan oleh Ken Arok dimana ia juga menjabat sebagai raja pertama dengan gelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi pada 1222 M.

Masa kejayaannya yang berlangsung pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, yang berkuasa antara 1272-1292 M.

Di bawah kekuasaannya, memiliki wilayah kekuasaan mencapai Bali, Sunda, sebagian Kalimantan, dan sebagian Sumatera.

Kerajaan Singosari atau Singasari yaitu sebuah kerajaan yang sukses menguasai Pulau Jawa hingga ke luar Jawa pada masa kejayaannya.

Kerajaan ini juga memiliki sebutan lain yaitu Kerajaan Tumapel, nah sejarah singkatnya akan dibahas dalam rangkuman KERAJAAN SINGASARI Letak, Sejarah, Silsilah, & 6 Peninggalan berikut.

Sejarah Kerajaan Singosari

Pada awalnya, kerajaan ini masih termasuk dalam bagian dari Kerajaan Kediri hingga kemudian akuwu dati Tumapel uang bernama Tunggul Ametung terbunuh di tangan Ken Arok dan membuat kerajaan ini diakuisisi oleh Ken Arok sendiri dengan dirinya sebagai akuwu pengganti Tunggul Ametung.

Rasa buta Ken Arok terhadap Ken Dedes telah membuatnya rela membunuh Tunggul Ametung yang sebelumnya telah berbaik hati mengangkatnya sebagai orang kepercayaannya.

Berdasarkan sejarah, Ken Arok jatuh hati pada kecantikan Ken Dedes, keinginan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung kian besar saat ia tahu jika Tunggul Ametung yang adalah suami dari Ken Dedes dan niatnya juga ingin menjadi seorang raja yang besar.

Ketika itulah, Ken Arok membuat sebuah keris pada Mpu Gandring yang dipercaya sebagai senjata yang hebat dan sakti.

Akan tetapi, Ken Arok justru membuatnya secara tidak sengaja membunuh Mpu Gandring dan membuatnya dikutuk sampai akhir nafas sang Mpu pembuat keris sakti terbunuh.

Saat Ken Arok menjadi akuwu yang baru, ia menikah dengan Ken Dedes dan mulai melepaskan Tumapel dan memilih mendirikan kerajaannya sendiri.

Peperangan tidak bisa dihindari antara Kerajaan Kediri dan kaum Brahmana juga Ken Arok dan kemudian kemenangan berhasil diperoleh Ken Arok.

Saat itulah kaum Brahmana mengangkat Ken Arok sebagai raja pertama dari kerajaan Tumapel yang dikenal dengan nama Kerajaan Singosari.

Letak dan Wilayah Kekuasaan Kerajaan Singosari

Sumber catatan utama mengenai Kerajaan Singasari bisa didapatkan dari Kitab Negarakartagama, Kitab Pararaton, beberapa bangunan Candi dan lainnya.

Berdasarkan sumber-sumber yang dijadikan acuan diketahui jika Ken Arok mendirikan kerajaan ini pertama kali di tahun 1222.

Dan lokasi pertama kali yaitu ialah di Singasari Malang, tepatnya berada di kawasan Kutaraja dan ibukotanya di kawasan Tumapel.

Kerajaan ini dahulunya berpusat di Malang yang menjadi salah satu kerajaan Hindu Budha.

Silsilah Kerajaan Singosari

Di awal berdirinya, jelas pendiri utama kerajaan ini yaitu Ken Arok yang asal-usulnya sendiri belum jelas.

Dalam sebuah Kitab, dijelaskan jika Ken Arok adalah anak dari keluarga petani yang berasal dari gunung Kawi.

Akan tetapi, kemudian Ken Arok di asuh oleh seorang pencuri sehingga dibesarkan dalam didikan penuh kejahatan dan kelicikan di masa hidupnya.

Pernikahannya dengan Ken Dedes yang penuh misteri menghasilkan empat orang anak yang bernama Mahisa Wongga Teleng, Panji Saprang, Agnibaya dan Dewi Rimbang.

Terdapat seorang anak tiri dari hasil pernikahan Ken Dedes dengan Tunggul Ametung yang bernama Anusapati.

Dan empat orang anak lainnya yang adalah anak dari pernikahan Ken Arok dan Ken Umang.

Anusapati yang kemudian menjadi pengganti kekuasaan Ken Arok dan memerintah Kerajaan Singosari dalam waktu yang lama, mulai dari tahun 1227 sampai 1248.

Pada generasi berikutnya, kekuasaan jatuh ke tangan Tohjaya yang menjadi putra dari Ken Arok dengan Ken Umang.

Perebutan ini dilakukan dengan cara membunuh Anusapati, Tohjaya tidak terlalu lama menguasai kerajaan Singasari karena pembalasan dendam yang dilakukan oleh Ranggawuni yang adalah putra dari Anusapati.

Hingga akhirnya ia menjadi raja pada tahun 1248 hingga 1268, setelah Rnggawuni, kekuasaan jatuh ke tangan Kartanegara yang adalah putranya sendiri.

Kartanegara yang menjadi raja terakhir juga raja terbesar yang membawa Kerajaan Singasari menuju masa kejayaannya dalam sejarah.

Baca Juga: 22 Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasan Singkat

Masa Kejayaan Kerajaan Singosari

Pada masa pemerintahan Raja Kartanegara, banyak pembaharuan dan pembangunan yang dilakukan di Singasari hingga mencapai puncak kejayaannya.

Pada masa itulah, Kartanegara mengutus tiga maha menteri yaitu I hino, I halu dan I sirikan yang ketiganya ditempatkan sebagai pejabat di bidang yang dikuasainya masing-masing.

Bahkan hebatnya, Raja Kartanegara tidak ragu melakukan penggantian  pejabat jika dirasanya pejabat tersebut tidak berkualitas dan tidak berdedikasi sesuai dengan yang diharapkan.

Kemahiran Raja Kertanegara terlihat jelas saat sang raja memiliki hubungan persahabatan dengan kerajaan besar dengan wilayah kekuasaan yang lainnya.

Hal ini yang membantu meningkatkan dan memperluas koneksinya, karena pemerintahan oleh Raja Kertanegara, Kerajaan Singasari akhirnya menjadi salah satu kerajaan terkuat, tidak hanya dalam bidang perdagangan tapi juga dalam bidang militer.

Masa Keruntuhan Kerajaan Singosari

Masa keruntuhan Kerajaan Singasari dikatakan menjadi langkah awal kejayaan Kerajaan Majapahit.

Pasca Raja Kertanegara wafat dan gugur dalam peperangan yang dipimpin oleh Jayakatwang, menantu raja yang bernama Raden Wijaya diijinkan untuk mengungsi ke Desa Majapahit.

Di tahun 1293, karena dendam lama yang ditumpuknya, Raden Wijaya merasa harus membalaskan dendam atas kematian keluarga besar mertuanya.

Lalu ia kemudian memanfaatkan pasukan Mongol yang dikirim ke Jawa dan akhirnya berhasil mengalahkan Jayakatwang Kalah.

Karena kelihaiannya, Raden Wijaya kembali membalikkan serangan dan melakukan pengusiran terhadap pasukan Mongol sampai akhirnya keluar dari tanah Jawa.

Kemenangannya dalam pertempuran kemudian membuat Raden Wijaya mulai membangun sebuah kerajaan yang bernama Majapahit.

Kerajaan ini memproklamasikan diri sebagai lanjutan dari dinasti Ken Arok dan juga menjadi sebuah kerajaan Hindu Budha terbesar berikutnya.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Singasari dan Kehidupan Politiknya

Kemudian penyebab runtuhnya Kerajaan Singasari, yaitu berkaitan dengan kehidupan politik Kerajaan Singasari.

Runtuhnya Kerajaan Singasari berawal dari konflik antara Kertanegara dengan Jayakatwang dan Arya Wiraraja.

Kertanegara sendiri adalah raja terakhir Singasari yang pernah membawa Kerajaan Singasari mencapai puncak kejayaannya.

Jayakatwang yang adalah keturunan Kertajaya (Raja Kediri) melakukan perlawanan terhadap Kerajaan Singasari karena ingin mendirikan Kerajaan Kediri kembali.

Karena, dulu Kerajaan Kediri ini pernah direbut oleh Kerajaan Singasari, dalam melakukan aksinya ini, Jayakatwang dibantu oleh Arya Wiraraja.

Perlawanan Jayakatwang ini akhirnya membuahkan hasil, akhirnya Kerajaan Singasari berhasil jatuh ke tangan Jayakatwang.

Namun, kemenangan Jayakatwang tidak bertahan lama, karena Raden Wijaya (menantu dari Kertanegara) meminta bantuan Arya Wiraraja untuk mengambil alih kembali Kerajaan Singasari dari tangan Jayakatwang.

Hingga akhirnya Raden Wijaya berhasil mengambil alih Kerajaan Singasari, hanya ia tidak meneruskan Kerajaan Singasari melainkan tapi mendirikan kerajaan baru bernama Majapahit.

Baca Juga: 22 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dan Penjelasan Singkat

Kehidupan Kerajaan Singasari

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Singasari

Kehidupan ekonomi Kerajaan Singasari tidak terlepas dengan letak wilayahnya.

Letak Kerajaan Singasari sendiri dekat dengan Sungai Brantas, sehingga perekonomiannya fokus pada bidang pelayaran dan perdagangan.

Kehidupan Sosial Kerajaan Singasari

Sementara itu, kehidupan sosial Kerajaan Singasari selalu berubah-ubah bergantung pada raja yang memimpin kala itu.

Jika pada masa kerajaan Ken Arok, kehidupan rakyatnya sangat makmur dan terjamin.

Hal ini disebabkan karena Ken Arok awalnya adalah rakyat biasa sehingga mengerti apa yang diinginkan rakyatnya.

Kemudian, pada masa pemerintahan Anusapati, kehidupan rakyat mulai tidak mendapat perhatian.

Namun, saat Kertanegara memerintah kehidupan rakyat kembali teratur dan makmur.

Kehidupan Agama Kerajaan Singasari

Agama yang paling berkembang di Kerajaan Singasari yaitu agama Buddha.

Dan agama Buddha merupakan agama yang dianut oleh raja, sekaligus agama resmi kerajaan.

Silsilah Kerajaan Singasari

Nah, berikut ini adalah silsilah Kerajaan Singasari dimulai dari Ken Arok hingga raja terakhirnya yaitu Kertanegara.

  • Ken Arok (1222 M-1227M)
  • Anusapati (1227 M-1248M)
  • Tohjaya (1248 M)
  • Ranggawuni (1248 M-1268M)
  • Kertanegara (1268 M-1292 M)

Peninggalan Kerajaan Singosari

Terdapat banyak peninggalan dari Kerajaan Singosari, beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut:

Candi Singosari

Candi yang berada di Kecamatan Singasari, Malang, tepatnya berlokasi di kawasan lembah antara pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna.

Candi ini dahulunya digunakan sebagai tempat pendharmaan Raja tersohor bernama Kertanegara.

Candi Jago

Candi yang memiliki bentuk mirip teras punden berundak yang di bagian atasnya terdapat sisa bangunan akibat tersambar petir.

Terdapat pula sebuah relief Kunjakarna dan Pancatantra di bagian candi ini, dan secara keseluruhan, Candi Cago terbuat dari batu andesit.

Candi Sumberawan

Berikutnya yaitu Candi Sumberawan yang berlokasi di 6 KM dari Candi Singasari.

Letaknya cukup dekat dengan telaga yang memiliki air bening sehingga diberikan nama Candi Rwan, dimana hahulunya, candi ini juga dijadikan stupa dan digunakan oleh umat Budha.

Arca Dwarapala

Arca Dwarapala dibuat dalam bentuk menyerupai monster serta memiliki ukuran yang sangat besar.

Arca ini menjadi pertanda memasuki wilayah Kotaraja dan merupakan peninggalan kerajaaan Singosari yang cukup dipenuhi misteri karena lokasi Kotaraja yang belum bisa diketahui hingga saat ini.

Prasasti Manjusri

Prasasti Manjusri yaitu sebuah peninggalan Kerajaan Singosari yang dahulunya ditempatkan di bagian Candi Jago.

Kini keberadaannya telah disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagai manuskrip yang dihapal di bagian belakang Archa Manjusri.

Prasasti Singasari

Prasasti Singasari memiliki sebuah tulisan aksara dengan tarikh tahun 1351 dan pertama kali ditemukan di Singasari Malang, dan saat ini prasasti ini telah disimpan di Museum Gajah.

Dulunya, prasasti Singasari di buat untuk mengenang pembangunan candi pemakaman yang dilakukan oleh Gajah Mada.

Masih terdapat beberapa peninggalan Kerajaan Singosari yang masih bisa dilihat sampai hari ini, seperti Candi Jawi, Prasasti Wurare, Candi Kidal dan Candi Songgoriti.

Baca Juga: PERJANJIAN RENVILLE: Latar Belakang, 13 Tokoh dan Isi

Kesimpulan

Pada awalnya, kerajaan ini masih termasuk dalam bagian dari Kerajaan Kediri hingga kemudian akuwu dati Tumapel uang bernama Tunggul Ametung terbunuh di tangan Ken Arok dan membuat kerajaan ini diakuisisi oleh Ken Arok sendiri dengan dirinya sebagai akuwu pengganti Tunggul Ametung.

Karena rasa cinta yang mendalam Ken Arok terhadap Ken Dedes telah membuatnya rela membunuh Tunggul Ametung yang sebelumnya telah berbaik hati mengangkatnya sebagai orang kepercayaannya.

Dan pada akhirnya Ken Arok sendiri yang menjadi raja Singosari dengan masa kejayaan pada tahun 1222 sampai 1227 M.

Jelasnya kamu sudah ketahui mengenai KERAJAAN SINGASARI Letak, Sejarah, Silsilah, & 6 Peninggalan seperti bahasan di atas.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar