22 Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasan Singkat

Menurut beberapa sumber sejarah, agama Islam pertama kalinya masuk ke nusantara sekitar abad ke 6 Masehi.

Ketika kerajaan-kerajaan Islam masuk ke tanah air pada abad ke 13, banyak kerajaan Hindu Budha yang telah mengakhiri masa kejayaannya.

Kerajaan Islam di Indonesia yang berkembang saat itu ikut menjadi bagian terbentuknya berbagai kebudayaan di Indonesia.

Kemudian, salah satu faktor yang menjadikan kerajaan Islam kian berjaya beberapa abad yang lalu yaitu karena pengaruh adanya jalur perdagangan yang berasal dari Timur Tengah, India, dan negara lainnya.

Hal inilah yang menjadi cikal bakal penyebaran agama Islam melalui kerajaan sampai saat ini, lebih jelasnya simak bahasan 22 Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasan Singkat berikut.

Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia Nusantara

Berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia sekitar abad ke 13 didukung oleh faktor lalu lintas perdagangan laut nusantara.

Banyak pedagang-pedagang Islam dari berbagai dunia seperti dari Arab, Persia, India hingga Tiongkok masuk ke nusantara.

Para pedagang-pedagang Islam ini mulai berbaur dengan masyarakat Indonesia kala itu.

Semakin tersebarnya agama Islam di tanah air melalui perdagangan yang turut membawa banyak perubahan dari sisi budaya sampai sisi pemerintahan nusantara.

Munculnya berbagai kerajaan-kerajaan bercorak Islam yang tersebar di nusantara menjadi awal terjadinya perubahan sistem pemerintahan dan budaya yang terjadi di Indonesia.

Pengaruh kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia turut berperan dalam tersebarnya agama Islam hingga ke seluruh penjuru di tanah air.

Daftar Kerajaan Islam di Indonesia

Pertama kali Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 atau ke-8, melalui para pedagang yang berniaga ke wilayah ini.

Ulama yang datang mulai menyebarkan ajaran Islam ke penduduk setempat, tidak hanya itu saja penguasa lokal juga mulai memeluk Islam saat ini.

Bukti masuknya Islam di nusantara bisa dilihat dari berdirinya Masjid Menara Kudus, Masjid Demak, hingga Masjid Kauman.

Masjid dan istana menjadi beberapa peninggalan kerajaan Islam di Indonesia, namun ada bangunan lainnya.

Setelah itu, muncul kerajaan Islam di Indonesia, kerajaan yang menggantikan kerajaan Hindu dan Budha seperti Kerajaan Majapahit.

Ciri khas kerajaan-kerajaan bercorak Islam di Indonesia yaitu penguasanya memiliki gelar sultan dan memiliki nama Islami.

Mayoritas kerajaan islam saat ini sudah tidak ada, namun hanya berupa istana dan juga masjid yang menyisakan sebagai bukti dulunya Islam memang masuk di Indonesia.

Kerajaan Islam di Jawa

Di bawah ini beberapa Kerajaan Islam yang pernah berdiri di nusantara yaitu:

1. Kerajaan Demak

Kerajaan Demak yaitu kerajaan Islam pertama yang terdapat di pulau Jawa.

Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah di tahun 1478, dan berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus pusat penyebaran agama Islam saat itu.

Penyebaran Islam sangat dipengaruh oleh jasa para wali baik di pulau Jawa dan yang berada di luar pulau Jawa seperti Maluku hingga ke wilayah Kalimantan Timur.

Di masa pemerintahan Raden Patah, kerajaan Demak mendirikan masjid yang dibantu oleh para wali ataupun sunan.

Kemudian, kebudayaan berkembang di kerajaan Demak juga mendapat dukungan dari para wali terutama dari Sunan Kalijaga.

Kehidupan masyarakat di sekitar Kerajaan Demak juga diatur oleh aturan-aturan Islam tapi tetap tidak meninggalkan tradisi lamanya.

Pada masa kerajaan Islam di Jawa, terjadi transformasi politik dan religius dari kerajaan Hindu-Buddha menuju kerajaan Islam di Jawa.

2. Kerajaan Banten

Kerajaan Islam di Indonesia berikutnya yaitu Banten yang berada di ujung pulau Jawa yaitu daerah Banten.

Bukti penyebaran Islam di wilayah ini bermula ketika Fatahillah merebut Banten dan mulai melakukan penyebaran Islam.

Islam tersebar karena dipengaruhi oleh banyaknya pedagang-pedagang asing seperti dari Gujarat, Persia, Turki, dan sebagainya.

Masjid Agung Banten menjadi salah satu bukti peninggalan Islam yang dibangun sekitar abad ke 16 Masehi.

3. Kesultanan Cirebon

Kesultanan Cirebon sebagai kesultanan Islam ternama di wilayah Jawa Barat sekitar abad ke 15 dan 16 masehi.

Wilayah Cirebon juga masuk dalam area strategis jalur perdagangan antar pulau dan kerajaan ini didirikan oleh Sunan Gunung Jati.

Sebelum mendirikan kerajaan Cirebon, Sunan Gunung Jati menyebarkan Islam dahulu di Tanah Pasundan.

Dan juga berkelana ke Mekkah dan Pasai, lalu Sunan Gunung Jati juga berhasil menghapus kekuasaan kerajaan Padjajaran yang kala itu masih memegang agama Hindu.

Baca Juga: 22 Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dan Penjelasan Singkat

Kerajaan Islam di Maluku

1. Kerajaan Jailolo

Kerajaan Jailolo berada di bagian pesisir utara pulau Seram dan sebagian Halmahera.

Kerajaan ini termasuk ke dalam kerajaan tertua di wilayah Maluku, dan menurut sejarah kerajaan Jailolo berdiri pada tahun 1321 dan mulai masuk Islam setelah kedatangan mubaligh yang berasal dari Malaka.

2. Kerajaan Ternate

Berdasarkan sejarah kerajaan Ternate berdiri sekitar abad ke 13 Masehi, dan kerajaan ini berada di Maluku Utara yang beribukota di Simpalu.

Penyebaran Islam di kerajaan Ternate dipengaruhi adanya dukungan dari ulama-ulama dari Jawa, Arab dan Melayu.

Kemudian, kerajaan ini resmi memeluk Islam setelah raja Zainal Abidin belajar tentang Islam dari Sunan Giri pada tahun 1486 Masehi.

Sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, banyak pedagang dari penjuru dunia yang singgah di wilayah Ternate.

3. Kerajaan Tidore

Kerajaan yang terletak di sebagian pulau Halmahera dan sebagian lagi di pulau Seram.

Kerajaan Tidore memeluk Islam sekitar abad ke 15 Masehi, dan Cirali Lijitu adalah sultan Tidore yang pertama kali memeluk agama Islam dan memiliki gelar Sultan Jamaludin.

Sultan Jamaludin memeluk Islam karena dukungan seorang mubaligh bernama Syekh Mansyur.

Kerajaan ini terkenal karena ekonomi perdagangan di sektor rempah-rempah.

Dan menurut sejarah, kerajaan Tidore kala itu memiliki persekutuan yang disebut dengan Ulisiwa yang terdiri atas wilayah Halmahera, Makyan, Kai, Jailolo dan pulau-pulau lainnya di wilayah sebelah timur Maluku.

4. Kerajaan Bacan

Kekuasaan kerajaan Bacan meliputi seluruh kepulauan Bacan, Obi, Waigeo, Solawati hingga di wilayah Irian Barat.

Penyebaran agama Islam di kerajaan Bacan bermula ketika seorang Mubalig dari kerajaan Islam Maluku lainnya datang dan mulai menyebarkan Islam.

Raja pertama dari kerajaan Bacan yaitu bernama Zainal Abidin, dan ketika memimpin Kerajaan Bacan, Zainal Abidin mulai menerapkan ajaran dan aturan-aturan Islam di wilayah Kerajaan Bacan.

Kerajaan Islam di Sulawesi

1. Kesultanan Buton

Kerajaan Kesultanan Buton yaitu sebuah kerajaan Islam yang terletak di Sulawesi Tenggara.

Menurut sejarah, kerajaan ini telah berdiri lama bahkan sebelum agama Islam masuk ke wilayah Sulawesi.

Dimana kerajaan ini muncul pada awal ke 14 Masehi, kerajaan Kesultanan Buton sendiri awalnya memiliki corak agama Hindu Budha, akan tetapi seiring berkembangnya agama Islam di wilayah Sulawesi, maka kerajaan ini kemudian berubah menjadi kerajaan bercorak Islam.

Kerajaan Buton menguasai banyak wilayah di kepulauan Buton seperti di kawasan perairannya.

Nama Buton sudah terkenal sejak zaman Majapahit, bahkan dalam kitab Negarakertagama dan dalam Sumpah Palapa dari Gajah Mada, nama Buton sering disebutkan.

Hingga hari ini Kesultanan Buton masih tetap ada dan menjadi tempat yang sering dikunjungi banyak peziarah.

2. Kesultanan Banggai

Kerajaan Islam di wilayah Sulawesi lainnya ialah kerajaan Banggai, dimana kerajaan Banggai ini terletak di wilayah Semenanjung Timur pulau Sulawesi dan Kepulauan Banggai.

Kesultanan Banggai lama berdiri sekitar abad ke 16 Masehi.

Hingga sampai saat ini, Kerajaan Banggai masih tetap ada dan selalu didatangi banyak pengunjung.

Dimana, Kerajaan ini juga pernah mengalami masa keterpurukan karena kalah dari kerajaan Majapahit.

Namun, setelah keruntuhan kerajaan Majapahit, Kerajaan Banggai kembali bangkit dan menjadi kerajaan yang merdeka kembali dan telah bercorak Islam.

Sesuai namanya, Kerajaan Gowa Tallo memang terdiri atas dua kerajaan yang menjalin persatuan atau persekutuan.

Persatuan dua kerajaan besar di wilayah Sulawesi ini kemudian memberikan dampak yang sangat besar.

Kerajaan Gowa menguasai wilayah dataran tinggi, dan untuk wilayah Tallo menguasai daratan pesisir.

Pengaruh yang kuat menjadikan dua persekutuan kerajaan ini sebagai kerajaan yang berpengaruh pada jalur perdagangan di wilayah timur tanah air.

Sejarah juga menyebutkan jika kerajaan Gowa Tallo ini sudah berdiri sejak sebelum Islam masuk ke wilayah Sulawesi atau pada sekitar tahun 13 Masehi.

Kerajaan ini akhirnya bergabung menjadi bagian dari NKRI pada tahun 1946 dengan Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin sebagai raja terakhirnya.

3. Kerajaan Bone

Jika dibandingkan dengan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di wilayah Sulawesi, kerajaan Bone termasuk kerajaan yang cukup kecil.

Hal ini karena posisinya sebagai kerajaan kecil maka saat itu kerajaan Bone sangat dipengaruhi oleh Kerajaan Gowa dan Tallo.

Kekuatan kerajaan Gowa Tallo sangat besar pada setiap kerajaan-kerajaan kecil, oleh sebab itu, pengaruh dari kerajaan Gowa Tallo ini maka kerajaan Bone pun akhirnya menjadikan kerajaannya sebagai kerajaan yang bercorak Islam.

Agama Islam ini masuk ke kerajaan Bone pada masa pemerintahan Raja Bone XI atau sekitar tahun 1611 Masehi.

Setelah itu, agama Islam makin tersebar karena bisa diterima dengan baik oleh masyarakat di wilayah kekuasaan kerajaan Bone.

4. Kerajaan Konawe

Kerajaan Konawe berlokasi di wilayah Sulawesi Tenggara, dan sebelum bercorak Islam, kerajaan ini awal merupakan kerajaan bercorak Hindu.

Akan tetapi, seiring berkembangnya agama Islam di Konawe, sekitar tahun 18 Masehi, kerajaan Konawe secara perlahan mulai mengalami perubahan sistem pemerintahan dan pada akhirnya masuk menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Beberapa kerajaan yang disebutkan di atas merupakan sejumlah kerajaan Islam yang paling Berjaya di wilayah Sulawesi di masa lampau.

Walau beberapa di antaranya ada yang telah runtuh akan tetapi beberapa kerajaan juga sudah menjadi peninggalan budaya yang patut untuk tetap dijaga.

Beberapa kerajaan Islam di wilayah Sulawesi menjadi bukti yang kuat bahwa pengaruh Islam di Sulawesi memang sangat berkembang dengan pesat.

Ketika beberapa kerajaan masih memegang corak Hindu Budha, secara pelan penyebaran agama Islam di Sulawesi mengambil alih corak Hindu Budha menjadi kerajaan yang bercorak Islam.

Kerajaan Islam di Nusa Tenggara Barat & Timur

1. Kesultanan Bima

Kesultanan ini didirikan pada tanggal 7 Februari 1621 Masehi, dan masuknya Islam di kerajaan Bima bermula ketika pada tahun 1540 Masehi para mubalig dan pedagang dari Kesultanan Demak datang dan menyebarkan Islam.

Penyebaran Islam berlanjut dan diteruskan oleh Sultan Alauddin sekitar tahun 1619, dimana beliau mengirimkan para mubalig dari Kesultanan Luwu, Kerajaan Tallo dan Kerajaan Bone.

2. Kesultanan Sumbawa

Sebelum masuk ke pulau Lombok, Islam terlebih dahulu masuk ke pulau Sumbawa sekitar tahun 1450-1540.

Ajaran Islam dibawa langsung oleh para pedagang Islam dari Jawa dan Sumatera.

Runtuhnya kekuasaan Majapahit menjadikan banyak kerajaan kecil di wilayah pulau Sumbawa menjadi merdeka.

Dan Kondisi semakin memudahkan masuknya agama Islam di lingkungan kesultanan Sumbawa.

Sekitar tahun 16 Masehi, Sunan Prapen yang menjadi keturunan Sunan Giri masuk ke pulau Sumbawa dan menyebarkan Islam ke kerajaan-kerajaan bercorak Hindu.

3. Kerajaan Dompu

Kerajaan Dompu berada di wilayah Kabupaten Dompu saat ini, dan kerajaan ini berada di wilayah Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa.

Mayoritas penduduk setempat kini sudah memeluk agama Islam dengan tradisi dan budaya Islam.

Keturunan raja atau dikenal dengan istilah Bangsawan Dompu hingga saat ini masih tetap ada.

Dimana mereka sering dipanggil dengan sebutan Ruma ataupun Dae, dan istana Dompu menjadi simbol kekuasaan zaman dahulu kini telah diubah menjadi Masjid Raya Dompu.

Baca Juga: 6 BENTUK NEGARA: Pengertian & Macam-Macam Bentuk Negara, Lengkap!

Kerajaan Islam di Kalimantan

1. Kerajaan Selimbau

Kerajaan Islam pertama di daerah Kalimantan ialah Kerajaan Selimbau.

Kerajaan ini berada di wilayah kecamatan Selimbau, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebelum memeluk Islam, kerajaan Selimbau menjadi kerajaan Hindu tertua di Kalimantan Barat.

Selama menahun, Kerajaan Selimbau diperintah dengan garis turun temurun yang berjumlah 25 generasi.

Mulai dari raja-raja yang beragama Hindu sampai pada masa pemerintahan Kerajaan bercorak Islam.

2. Kerajaan Mempawah

Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan Islam yang berlokasi sekitar wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Nama Mempawah sendiri diambil dari istilah Mempauh yang artinya nama pohon yang tumbuh di hulu sungai yang kemudian dikenal dengan sebutan Sungai Mempawah.

Di masa perkembangannya, pemerintahan kerajaan dibagi menjadi 2 periode yang pertama yaitu masa kerajaan Suku Dayak yang bercorak Hindu lalu masa Kesultanan yang bercorak Islam.

3. Kerajaan Tanjungpura

Salah satu kerajaan tertua di Kalimantan Barat bernama Kerajaan Tanjungpura atau sering juga disebut dengan Tanjompura.

Kerajaan ini telah mengalami beberapa kali perpindahan ibu kota kerajaan, yang awalnya ibu kota kerajaan terletak di Negeri Baru atau di Kabupaten Ketapang saat ini.

Setelah itu berpindah lagi ke wilayah Sukadana yang menjadi Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian, di abad ke 15 Masehi berubah nama menjadi Kerajaan Matan ketika Rajanya Sorgi atau Giri Kesuma masuk Islam.

4. Kerajaan Landak

Kerajaan Landak atau dikenal dengan Kerajaan Ismahayana landak yaitu sebuah kerajaan yang berada di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Kerajaan Landak sendiri memiliki kronik sejarah yang cukup panjang, dan neberapa sumber tertulis mengenai kerajaan ini memang cukup terbatas.

Namun, banyak bukti arkeologis berupa bangunan istana kerajaan atau keraton hingga berbagai atribut-atribut kerajaan yang masih bisa dilihat sampai saat ini menjadi bukti adanya kerajaan ini.

Menurut sejarah kerajaan Landak ini terbagi menjadi dua fase yang bertema yaitu masa kerajaan bercorak Hindu dan kemudian menjadi kerajaan bercorak Islam yang telah dimulai sekitar tahun 1257 M.

Kerajaan Islam ini berada di kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Tayan, Provinsi Kapuas Raya.

Pendiri dari kerajaan Tayan bernama Putra Brawijaya yang berasal dari Kerajaan Majapahit.

Dirinya dikenal dengan nama Gusti Likar atau sering juga disebut dengan Lekar.

Gusti Lekar sendiri adalah anak kedua dari Panembahan Dikiri yang merupakan Raja Matan.

Anak pertama dari Panembahan Dikiri bernama Duli Maulana Sultan Muhammad Syarifuidin yang kemudian menggantikan ayahnya sebagai Raja Matan.

Sultan Muhammad Syarifudin sendiri adalah Raja pertama yang masuk Islam karena jasa tuan Syech Syamsuddin.

Beliau kemudian mendapatkan hadiah berupa sebuah Qur’an kecil dan sebentuk cincin bermata jamrud merah yang didapatkan langsung dari Raja Mekkah.

5. Kesultanan Paser

Sebelumnya Kesultanan Paser disebut dengan Kerajaan Sadurangas yang menjadi sebuah kerajaan yang berdiri sekitar tahun 1516.

Ketika itu kerajaan ini dipimpin oleh seorang Ratu yang bernama Putri Di Dalam Petung.

Sebelum Ratu menikah dengan Abu Mansyur Indra Jaya, Putri Petong masih menganut ajaran kepercayaan menyembah roh-roh halus.

Dengan jalur perkawinan antara Ratu Petong dan Abu Mansyur Indra Jaya, Kesultanan Panser mulai memeluk Islam.

Selain itu, jalur perdagangan yang berasal dari berbagai pedagang muslim ikut berperan besar agama Islam merebak di Kesultanan Paser.

Kerajaan Islam di Indonesia Lainnya

Selain kerajaan di atas, berikut ini kerajaan lainnya yaitu:

1. Kerajaan Perlak

Salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia bernama Perlak, Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Azis Syah menjadi pendirinya dan berada di Aceh Timur.

Masa kekuasaan kerajaan ini berlangsung dari 840 hingga 1292, salah satu raja yang paling dikenal adalah Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin II.

2. Kerajaan Gowa-Tallo

Tumanurung Bainea mendirikan kerajaan di Sulawesi Selatan, salah satu kerajaan terbesar di Indonesia Timur.

Kerajaan berkuasa mulai dari 1300 hingga 1960, dan salah satu raja terkenal bernama Sultan Hasanuddin yang juga pahlawan nasional.

3. Kerajaan Aceh

Sultan Ali Mughayat Syah mendirikan kerajaan yang memiliki kekuasaan cukup lama, mulai dari 1496 hingga 1903.

Salah satu raja ternama dari kerajaan yang ada di Banda Aceh ini bernama Sultan Iskandar Muda.

Selain kerajaan Islam di atas, masih kesultanan dan kerajaan lain yang bercorak Islam seperti Tidore (1081-1967) terkenal lewat Sultan Nuku.

Lalu Kerajaan Selaparang di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1500-an, Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan pada 1520-1905.

Kesultanan Deli di Sumatra Utara (1632-1946), Kerajaan Siak di Riau (1723-1945), Kerajaan Pajang di Jawa Tengah (1568-1587).

Lalu ada Kerajaan Bima (1620-1958) di Sumbawa, NTB, dan kerajaan Bone di Sulawesi Selatan (1330-1905).

Terakhir, ada Kerajaan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur (1300-1960) yang juga kerajaan Islam di Indonesia.

Baca Juga: PENGERTIAN PETA: Syarat, Simbol, Komponen, Unsur & 5 Jenisnya

Kesimpulan

Pertama kali Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 atau ke-8, melalui para pedagang yang berniaga ke wilayah ini.

Ulama dan pedagang yang datang mulai menyebarkan ajaran Islam ke penduduk setempat, tidak hanya itu saja penguasa lokal juga mulai memeluk Islam saat ini.

Bukti peninggalan kerajaan Islam yang masih ada sampai saat ini yaitu masjid, kerajaan bercorak islam dan peninggalan lain yang tersimpan di lokasi setiap daerahnya.

Mengetahui awal mula penyebaran 22 Kerajaan Islam di Indonesia dan Penjelasan Singkat sangat penting untuk tahu jika Islam memiliki pengaruh yang besar sampai saat ini.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar