PENGERTIAN PETA: Syarat, Simbol, Komponen, Unsur & 5 Jenisnya

Peta sebagai bentuk gambaran dari permukaan bumi di sebuah bidang datar dengan memakai skala tertentu dengan cara di proyeksi.

Peta sendiri ditampilkan dengan menggunakan beberapa cara berbeda seperti peta digital yang tampil pada layar komputer atau peta konvensional yang bisa di cetak.

Sedangkan istilah peta sendiri dari Bahasa Yunani yaitu ‘Mappa’ yang artinya kain penutup meja atau taplak.

Tetapi secara umum pengertian peta yaitu lembaran dari semua atau sebagian bumi yang diperkecil dengan skala tertentu di bidang datar.

Peta sendiri sebagai representasi ruang tiga dimensi menjadi dua dimensi, untuk ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut dengan kartografi dan peta juga dilengkapi dengan simbol sebagai keterangannya.

Karena peta sebagai gambaran konvensional maka tentu saja peta menggambarkan keseluruhan penampakan yang ada di permukaan bumi yang digambarkan dengan simbol – simbol tertentu yang sesuai dengan permukaan bumi mulai dari sungai, gunung, laut dan lainnya.

Ingin tahu tentang PENGERTIAN PETA: Syarat, Simbol, Komponen, Unsur & 5 Jenisnya dan lainnya simak bahasan berikut.

Pengertian Peta

Peta merupakan sebuah gambaran permukaan bumi yang ditampilkan di suatu bidang datar dengan skala tertentu.

Peta juga sebagai gambaran permukaan bumi yang berisi fenomena alam dan fenomena buatan tentang informasi yang diperlukan dalam pengelolaan sumber daya di berbagai bidang pembangunan termasuk bidang perencanaan tata ruang, kehutanan, perkebunan, pertanian, kelautan, pertambangan dan sebagainya.

Fungsi Peta

Jika dilihat secara umum, berbagai fungsi dari peta yaitu sebagai berikut ini:

  • Peta berfungsi menunjukkan lokasi atau posisi dari sebuah tempat yang ada di permukaan bumi.
  • Peta digunakan untuk memperlihatkan kepada siapa pun tentang ukuran mulai dari luas hingga jarak dan juga menunjukkan arah dari satu tempat ke tempat lainnya yang ada di permukaan bumi.
  • Peta bisa menunjukkan bagaimana bentuk dari permukaan bumi seperti negara, gunung, sungai, benua, laut, dan sebagainya.
  • Peta berfungsi sebagai alat untuk memberikan data – data mengenai apa saja potensi yang dimiliki oleh suatu negara atau suatu wilayah. Sehingga bisa mengetahui apa saja yang bisa diolah di wilayah tersebut.
  • Peta juga berfungsi membantu para peneliti dalam menjalankan survei untuk mengetahui bagaimana kondisi dari wilayah yang akan diteliti nantinya.
  • Peta berfungsi sebagai alat untuk menjelaskan apa saja rencana yang akan diajukan.
  • Peta berfungsi sebagai alat mempelajari bagaimana hubungan timbal balik dari gejala – gejala atau fenomena – fenomena geografi yang ada di permukaan bumi.
  • Peta berfungsi sebagai alat untuk menganalisis dan mendapatkan kesimpulan.

Jenis Jenis Peta

Peta sendiri mempunyai jenis yaitu:

1. Jenis Peta Berdasarkan Isi Data yang Disajikan

Dibagi menjadi 5 bagian, yaitu:

a. Peta Umum

Peta umum yaitu peta yang menunjukkan penampakan bumi, mulai dari gejala alam hingga budaya. Peta umum dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Peta Dunia atau Geografi

Yaitu sebuah peta umum yang menggunakan skala sangat kecil dan cakupan wilayahnya cukup luas.

  • Peta Korografi

Peta korografi yaitu peta umum yang menunjukkan sebagian atau seluruh permukaan bumi bersifat umum. Umumnya peta ini berskala sedang, dan atlas menjadi contoh dari peta korografi ini.

  • Peta Topografi

Yaitu peta yang menunjukkan gambaran dari penampakan permukaan bumi yang lengkap bersama dengan relief permukaan bumi. Untuk relief permukaan bumi akan digambarkan pada peta dengan menggunakan bentuk dari garis kontur.

b. Peta Khusus

Peta khusus disebut juga sebagai peta tematik, yaitu peta yang menunjukkan gambaran tentang  informasi sesuai dengan tema khusus atau tertentu.

Peta tematik contohnya seperti peta geologi, peta persebaran destinasi wisata, peta politik, peta kepadatan penduduk, peta persebaran barang tambang, peta penggunaan lahan, dan lainnya.

Baca Juga: 196 Daftar Kode Telepon Negara Internasional, LENGKAP!!

c. Peta Berdasarkan Bentuk

Peta berdasarkan dari bentuknya, dibagi menjadi 5 bagian, yakni:

  • Peta Datar

Peta dua dimensi atau peta planimetri adalah peta yang bentuknya datar dan dibuat menggunakan bidang datar, seperti kain atau kertas. Peta ini dibuat menggunakan warna dan juga simbol atau lainnya yang berbeda – beda.

  • Peta Digital

Peta yang dibuat dari hasil data digital yang disimpan di komputer. Untuk peta ini bisa disimpan dalam bentuk CD – ROM atau disket, contohnya citra satelit atau foto udara.

  • Peta Foto

Peta yang dibuat menggunakan mozaik dari foto udara dengan garis dari kontur, legenda, dan juga namanya.

  • Peta Timbul

Peta tiga dimensi atau juga peta stereometri yang pembuatannya hampir sama dan sama dari keadaan muka bumi sebenarnya. Pembuatan peta timbul ini menggunakan 3 dimensi, sehingga peta ini sama seperti penampakan aslinya.

  • Peta Garis

Peta yang menghasilkan data dari alam dan penampakan buatan manusia dengan bentuk garis, luasan, juga titik.

d. Peta Berdasarkan Skala

Jenis peta berdasarkan skala dibagi seperti berikut:

  • Peta Geografis

Peta geografis atau peta kecil ini memiliki skala > 1 : 1.000.000 ke bawah, contohnya peta dunia atau peta benua.

  • Peta Kecil

Memiliki skala > 1 : 500.000 hingga skala > 1.000.000, contohnya peta negara.

  • Peta Sedang

Memiliki skala > 1 : 250.000 hingga skala > 500.000, contohnya peta provinsi.

  • Peta Besar

Memiliki skala > 1 : 5.000 hingga skala 250.000, contohnya peta kabupaten atau peta kecamatan.

  • Peta Kadaster

Peta kadaster atau peta besar ini memiliki skala > 1 : 100 hingga skala > 1 : 5.000, contohnya peta pertambangan atau juga peta pertanian.

e. Jenis Peta Berdasarkan Tingkat Detail

Untuk jenis peta berdasarkan tingkat detailnya dibagi menjadi 3, yaitu:

  • Peta Detail mempunyai skala > 1 : 25.000
  • Peta Semi Detail mempunyai skala > 1 : 50.000
  • Peta Tinjau mempunyai skala > 1 : 250.000

2. Jenis Peta Berdasarkan Sumber Data

Untuk jenis peta berdasarkan sumber data dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

  • Peta Induk

Yaitu sebuah peta yang dibuat dari hasil survei lapangan langsung.

  • Peta Turunan

Peta turunan yaitu sebuah peta yang dihasilkan dari peta yang sebelumnya sudah ada, sehingga tidak memerlukan survei lapangan secara langsung.

Syarat Peta

Peta dikatakan bagus, jika peta sudah memenuhi syarat – syarat peta sebagai berikut:

1. Ekuivalen

Yaitu gambaran untuk bidang atau daerah yang ada pada peta jika sudah dihitung dengan skalanya maka akan sama seperti keadaan aslinya atau sama seprti di lapangan.

2. Ekuidistan

Yaitu jarak yang ada di peta jika dikalikan dengan skala pada peta maka akan sama dengan jarak yang ada di lapangan atau jarak aslinya.

3. Conform

Yaitu bentuk peta yang dibuat dan harus sama juga sebangun dengan yang aslinya atau sama dengan yang ada di lapangan.

Komponen Peta

Peta sendiri sebagai alat bantu yang digunakan untuk menyampaikan informasi suatu ruang.

Karena itu, peta harus dilengkapi dengan berbagai macam komponen yang bisa membuat penggunanya mudah dalam membaca peta.

Komponen yang harus ada dalam sebuah peta yaitu:

1. Judul Peta

Untuk menunjukkan isi dari peta itu sendiri, seperti pada peta Korea Selatan, dimana peta tersebut berisi tentang kondisi pada negara Korea Selatan.

2. Skala Peta

Skala peta akan menunjukkan perbandingan dari jarak peta dengan jarak yang sebenarnya. Contohnya  peta dengan skala 1 : 1.000.000 maka tentu saja setiap jarak 1 cm pada peta sama dengan jarak 10 km atau 1.000.000 cm jarak sebenarnya.

3. Orientasi Peta

Orientasi atau penunjuk arah untuk bagian atas sebuah peta yang selalu menunjukkan arah Utara.

Simbol orientasi pada peta beraneka ragam, seperti anak panah lengkap dengan huruf U di bagian atasnya.

4. Simbol Peta

Terdapat banyak simbol atau lambang yang ada pada peta, simbol atau lambang peta yaitu sebuah  tanda khusus yang mewakili objek yang dipetakan.

Pembuatan simbol peta untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi peta.

Simbol peta terdiri dari 4 jenis, yaitu:

  • Simbol titik memiliki beragam bentuk dan ukuran, mulai dari kotak, lingkaran, segitiga, dan bentuk lainnya. Simbol titik ini digunakan untuk menentukan objek yang ada di suatu wilayah seperti gunung, sungai, bandara, dan lainnya.
  • Simbol garis yaitu simbol yang memiliki beragam bentuk garis, seperti garis putus – putus, garis tebal, garis sejajar, titik, tanda tambah, tanda kurang, dan lainnya. Umumnya simbol garis digunakan untuk menunjukkan jalan atau batas dari suatu wilayah.
  • Simbol warna tidak menggunakan semua warna yang ada, hanya beberapa warna tertentu yang digunakan. Umumnya simbol warna digunakan dalam menentukan dataran tinggi, dataran rendah, laut, dan sebagainya.5

5. Garis Astronomis

Garis berbentuk garis lintang dan bujur ini ditulis pada tepi garis pada peta.

Garis ini yaitu garis khayal yang kenyataannya di permukaan bumi tidak ada.

Garis ini perlu digambar pada sebuah peta karena manfaatnya cukup besar dan menjadi hal yang penting untuk menentukan waktu dari sebuah daerah, untuk mencari lokasi dari daerah tertentu, atau digunakan untuk menentukan iklim di suatu daerah yang akan dipetakan.

6. Inset

Inset yaitu peta kecil yang ada pada peta pokok, fungsi dari inset ini untuk menunjukkan lokasi daerah yang ada pada peta pada daerah yang cakupannya lebih luas. Biasanya inset akan digambar menggunakan skala yang beda dari skala peta umumnya.

7. Lettering

Yaitu pemberian angka atau tulisan pada sebuah peta, setiap peta akan memiliki tulisan – tulisan atau angka – angka yang bisa memberikan penjelasan pada pengguna apa saja yang ada pada peta tersebut.

  1. Legenda

Legenda merupakan unsur peta yang berisi keterangan dari angka atau simbol yang ada dan tempat legenda berada di bagian peta yang luas.

Baca Juga: Cara Penulisan Gelar Sarjana D3 S1 S2 S3 yang Benar Terbaru

Kesimpulan

Pengertian Peta yaitu merupakan sebuah gambaran permukaan bumi yang ditampilkan di suatu bidang datar dengan skala tertentu.

Peta juga sebagai gambaran permukaan bumi yang berisi fenomena alam dan fenomena buatan tentang informasi yang diperlukan dalam pengelolaan sumber daya di berbagai bidang pembangunan termasuk bidang perencanaan tata ruang, kehutanan, perkebunan, pertanian, kelautan, pertambangan dan sebagainya.

Peta ditampilkan dengan menggunakan beberapa cara berbeda seperti peta digital yang tampil pada layar komputer atau peta konvensional yang bisa di cetak.

PENGERTIAN PETA: Syarat, Simbol, Komponen, Unsur & 5 Jenisnya menjadi salah satu ilmu yang sering diajarkan di sekolah-sekolah dasar sebagai salah satu ilmu IPS atau bidang geografi.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar