PENGERTIAN GEOGRAFI: Prinsip, Aspek, Konsep & Pendekatan Geografi

Mempelajari Ilmu Geografi tidak terlepas dari hubungan antara manusia dan alam, hal ini sesuai pernyataan dengan yang diungkapkan oleh Maurice Le Lannou.

Yang merupakan seorang ahli Geografi asal Prancis dalam bukunya yang berjudul La Geographie Humaine.

Lannou menyebutkan jika objek studi Geografi merupakan kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi.

Tidak hanya mempelajari mengenai permasalahan sosial, Geografi juga mempelajari fenomena-fenomena alam yang ada di permukaan bumi.

Yang lebih jelasnya simak bahasan pengertian Geografi: prinsip, aspek, konsep & pendekatan Geografi berikut.

Pengertian Geografi

Istilah Geografi pada umumnya sudah dikenal mulai zaman Yunani kuno, yaitu pertama kali digunakan pada abad 276 – 194 SM.

Secara etimologi, Geografi sendiri berasal dari kata geo (bumi) dan graphien (tulisan atau menjelaskan).

Baca juga: PENGERTIAN SISTEM EKONOMI: Fungsi, Macam Macam dan Sistem Ekonomi Indonesia

Istilah Geografi pertama kali dikemukakan oleh seorang filsuf asal Yunani, Eratosthenes, dengan nama geographica yang artinya lukisan atau tulisan mengenai bumi.

Seiring berkembangnya waktu, kajian mengenai Ilmu Geografi semakin berkembang.

Ilmu Geografi tidak hanya sekedar fisik alamiah bumi, tapi juga melihat akan aspek manusia dan hubungan interelasi antara kedua aspek tersebut.

Pada akhirnya, Geografi diartikan sebagai ilmu yang menjelaskan tentang persamaan dan perbedaan fenomena bumi yang dilihat dalam konteks keruangan.

Sebagai contoh, Bintarto (1991) mengungkapkan jika Geografi menjadi ilmu yang menerangkan sifat-sifat bumi baik dalam analisa gejala alam atau makhluk hidup untuk mengetahui corak khas kehidupan dengan pendekatan keruangan.

Aspek Geografi

Ilmu Geografi memiliki beberapa aspek utama, yaitu aspek ilmiah dan aspek sosial.

1. Aspek ilmiah

Aspek Geografi lebih membahas pada fisik bumi seperti lokasi suatu wilayah, bentuk permukaan bumi, unsur – unsur di permukaan bumi sehingga bisa diketahui batas – batas wilayah dengan ciri – ciri tertentu.

Fisik bumi bisa dilihat dari unsur di kulit bumi, tanah, air, cuaca / iklim, flora dan fauna (atmosfer, hidrosfer, litosfer, biosfer, dan antroposfer), yang intinya: Aspek topologi, aspek biotik, dan aspek abiotik.

Cabang Ilmu Geografi dengan aspek ilmiah dinamakan dengan Geografi fisik (Physical Geography) dan ilmu turunan dari Geografi fisik adalah klimatologi, meteorologi, geomorfologi, geologi, hidrologi, dan lain-lain.

2. Aspek Sosial

Aspek Geografi lebih fokus pada hal yang berkaitan dengan karakteristik perilaku manusia.

Contohnya pola persebaran manusia dalam konteks keruangan yang bisa dikaji hubungannya dengan lingkungan ataupun sebaliknya, dan intinya: aspek ekonomi, budaya, dan politik.

Cabang ilmu Geografi dengan aspek sosial dinamakan dengan Geografi manusia (human geography).

Ilmu yang berfokus pada aspek perkembangan manusia dalam mengelola ruang lingkungannya.

Adapun ilmu turunan dari Geografi manusia yaitu Geografi ekonomi, Geografi kebudayaan, Geografi politik, dan lain – lain.

Pada intinya, ilmu Geografi mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan alamnya dalam sudut pandang keruangan.

Keruangan dalam konteks ilmu Geografi memiliki arti sebagai semua bagian permukaan bumi.

Konsep Geografi

Jika dilihat lebih lanjut, pada dasarnya di dalam pengertian Geografi terdapat lima kata kunci yang bisa disebut sebagai konsep Geografi atau lima tema Geografi.

Konsep dasar ini digunakan sebagai bahan dalam mempelajari ilmu Geografi.

Konsep Geografi dikenal dengan istilah Mr lip – movement, region, location, interaction, dan place.

  • Movement atau mobilitas yaitu pergerakan atau perpindahan baik berupa barang, manusia, jasa ataupun ide dari suatu tempat ke tempat lain. Mobilitas ini mengandung aspek jarak, arah, dan waktu.
  • Region atau wilayah adalah bagian dari permukaan bumi dengan karakteristik tertentu yang dapat menjadi pembeda dengan bagian permukaan bumi lainnya.
  • Formal region: karakteristik berdasarkan tingkat kesamaan antara suatu fenomena atau adanya homogenitas, contohnya wilayah ketinggian.
  • Fungsional region: adanya kegiatan yang saling terhubung atau keterkaitan antar fungsi dari suatu wilayah, contohnya jabodetabek yang secara fisik berbeda tetapi saling terhubung sebagai pusat perekonomian.
  • Location atau lokasi adalah posisi atau kedudukan suatu objek atau fenomena di permukaan bumi. Lokasi terdiri atas dua jenis, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.
    • Lokasi absolut berdasarkan pada garis lintang – bujur, contohnya dki jakarta berada pada lokasi absolut 5°19′ 12″ – 6°23′ 54″ ls dan 106°22` 42″ – 106°58′ 18″
    • Lokasi relatif berdasarkan pada kedudukan benda lainnya, contohnya dki jakarta berbatasan di sebelah utara dengan laut jawa.
  • Interaction atau interaksi yaitu hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi antar manusia atau antara manusia dengan lingkungannya dalam suatu ruang. Hubungan tersebut bisa berupa manusia beradaptasi, memodifikasi, atau bergantung dengan lingkungannya.
  • Place atau tempat adalah keunikkan suatu lokasi yang terbentuk karena karakteristik lingkungan fisik alamiah (physical landscape), lingkungan sosial (human landscape), dan juga kombinasi antara keduanya. Karakteristik sebuah tempat akan menyebabkan adanya perbedaan antar lokasi.

Selain dari kelima konsep utama tersebut, konsep skala juga ikut menjadi dasar dalam ilmu Geografi, skala adalah kerangka dalam penentuan permasalahan suatu fenomena yang akan dibahas, termasuk kemungkinan menemukan solusinya.

Konsep skala ini dinyatakan dalam ukuran lokal, nasional, atau global.

Dengan kata lain, skala adalah ukuran ruang lingkup dalam mengkaji suatu fenomena di bumi.

Sementara konsep esensial yaitu konsep yang perlu dikuasai pelajar dalam konteks keilmuwan.

Baca juga: PENGERTIAN POLITIK: Konsep, Tujuan, Perilaku & Macam Macam Politik

Konsep esensial berisi berbagai elemen penting untuk memahami fenomena Geografi yang ada, setidaknya terdapat 10 konsep esensial Geografi, antara lain: konsep lokasi atau letak.

Konsep satu ini berkaitan dengan tempat atau lokasi yang dibagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut (berdasarkan letak lintang dan bujur) dan lokasi relatif (berdasarkan letak Geografis atau lainnya).

Konsep jarak atau konsep yang berkaitan antar satu wilayah dengan wilayah yang lain.

Konsep keterjangkauan (accessibility), adalah konsep yang berkaitan dengan kondisi medan, ketersediaan sarana transportasi, dan sarana komunikasi suatu wilayah.

Konsep pola, yaitu konsep yang berkaitan dengan bentuk, struktur, dan persebaran fenomena alam dan sosial yang ada di permukaan bumi.

Konsep morfologi, adalah konsep yang menggambarkan perwujudan dataran di muka bumi sebagai dampak dari proses geologi.

Konsep aglomerasi adalah konsep yang berkaitan dengan kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok di suatu wilayah dan faktor pengaruhnya.

Konsep nilai kegunaan, berkaitan dengan nilai guna suatu objek atau wilayah potensial.

Konsep interaksi, adalah konsep yang berkaitan dengan ketergantungan satu wilayah dengan wilayah lain.

Konsep diferensiasi areal, konsep yang membandingkan antar wilayah yang dengan perbedaan dan karakteristik khusus masing-masing wilayah tersebut.

Konsep keterkaitan keruangan, adalah konsep yang menunjukkan tingkat keterikatan antar wilayah yang mendorong adanya interaksi sebab-akibat antar wilayah tersebut.

Prinsip Geografi

PENGERTIAN GEOGRAFI: Prinsip, Aspek, Konsep & Pendekatan Geografi

Untuk memahami ilmu Geografi tidak hanya mengetahui pada konsep dasarnya saja, tapi juga juga prinsipnya.

Prinsip Geografi bisa dikatakan sebagai acuan dalam pengkajian, penyikapan gejala, variabel ataupun faktor – faktor dalam penelitian Geografi.

Prinsip Geografi terdiri atas beberapa prinsip yang meliputi prinsip distribusi, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip korologi.

Berikut penjelasannya:

1. Prinsip Distribusi

Prinsip distribusi berfungsi untuk mengetahui bagaimana pola persebaran akan gejala–gejala Geografi yang bisa dijelaskan dengan menggunakan peta.

Prinsip distribusi terbentuk akibat adanya perbedaan gejala–gejala Geografi antara satu wilayah dengan wilayah lain sehingga persebarannya juga berbeda.

Sebagai contoh adalah persebaran penduduk di indonesia tidak merata dimana konsentrasi penduduk lebih berpusat di pulau jawa.

2. Prinsip Interelasi

Prinsip interelasi berfungsi untuk mengetahui bagaimana hubungan antara gejala Geografi yang satu dengan yang lainnya di permukaan bumi.

Prinsip interelasi ini baru akan bisa diteliti setelah adanya persebaran pada suatu lokasi tertentu.

Gejala Geografi tersebut bisa berupa hubungan antara aspek fisik dan fisik, aspek manusia dan manusia, dan aspek fisik dengan manusia.

Dengan adanya prinsip interelasi maka membentuk karakteristik pada lokasi tertentu. Sebagai contoh yaitu kurangnya lapangan pekerjaan akan menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran.

3. Prinsip Deskripsi

Prinsip deskripsi berfungsi untuk menjelaskan akan sebab dan akibat adanya hubungan antar gejala Geografi tersebut.

Menjelaskan karakeristik pada gejala tersebut yang bisa dilihat dari dimensi titik, garis, dan area.

Penjelasan mengenai karakteristik gejala tersebut didukung oleh sistem informasi Geografis yang penggambarannya lewat peta dengan hasil analisis overlay (tumpang tindih data).

Sebagai contoh yaitu peta rawan longsor yang dapat dijabarkan dengan data kemiringan lereng, ketinggian, dan curah hujan sehingga dapat diketahui hubungan antar aspek fisik tersebut.

4. Prinsip Korologi

Prinsip korologi bisa dikatakan sebagai perpaduan antara prinsip lainnya.

Pada dasarnya, prinsip ini menggabungkan gejala, faktor, dan masalah Geografi dalam kesatuan konteks ruang.

Ruang dalam pengertian Geografi yaitu semua bagian permukaan bumi, begitupun antara bumi dan lapisan terbawah atmosfer.

Baca juga: INTERAKSI SOSIAL: Pengertian, Syarat, Macam Macam, Contoh dan Gambarnya, LENGKAP!

Pendekatan Ilmu Geografi

Pendekatan keilmuan bisa dikatakan sebagai suatu cara yang dilakukan dalam memahami dan menjelaskan sebuah bidang ilmu.

Dengan kata lain, pendekatan Geografi dilakukan untuk dapat memahami ilmu Geografi secara lebih mendalam. Urutan dalam pendekatan Geografi adalah sebagai berikut.

  • Cara pandang: spasial (keruangan).

Ruang lingkup pengamatan: unsur fisik dan unsur manusia di permukaan bumi dan saling keterkaitannya.

  • Cara pemahaman pengetahuan: pendekatan secara regional, sistematik, ekologis, dan historikal.

Instrumen atau bahan pengolahan pengetahuan: peta, pemodelan, statistik, survei lapang, dan teknologi informasi, atau dapat dikatakan dengan sistem informasi Geografis.

Jenis pengetahuan yang dihasilkan: deskriptif, analitik, preskriptif, dan prediktif.

Cara pemahaman dalam pendekatan ilmu Geografi bisa dilakukan dalam 4 cara, yaitu pendekatan regional, pendekatan sistematik, pendekatan ekologis, dan pendekatan historikal.

1. Pendekatan Regional

Artinya: memadukan unsur – unsur pada suatu wilayah tertentu di permukaan bumi.

Tujuannya:

  • Mengidentifikasi ciri utama dari suatu wilayah di permukaan bumi
  • Menunjukkan persamaan dan perbedaan antara wilayah tersebut dengan yang lainnya
  • Menjelaskan faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya persamaan dan perbedaan tersebut

Contoh!

Pendekatan regional fokus pada melihat kepada ciri suatu wilayah sehingga dapat mengetahui persamaan dan perbedaannya.

2. Pendekatan Sistematik

Artinya: memadukan unsur – unsur yang diduga dapat mempengaruhi terbentuknya suatu gejala pada beberapa tempat yang berbeda.

Tujuannya:

  • Mengidentifikasi pola dan proses adanya gejala tersebut di beberapa tempat
  • Menjelaskan faktor – faktor yang menyebabkan gejala tersebut bisa muncul secara berbeda pada tempat yang berlainan

Contoh!

Pendekatan sistematik melihat pada unsur yang dapat membentuk pola pada beberapa tempat yang berbeda.

3. Pendekatan Ekologis

Artinya: menggabungkan unsur manusia dengan lingkungan di suatu tempat.

Tujuannya:

  • Mengidentifikasi persamaan atau perbedaan pola hubungan tersebut di tempat yang berbeda
  • Mengidentifikasi perilaku manusia terhadap kondisi lingkungan di tempat yang berbeda
  • Mengidentifikasi dampak lingkungan akibat perbedaan pola hidup manusia di tempat yang berbeda

Baca juga: PENGERTIAN AKUNTANSI: Fungsi, Tujuan, Sejarah & Bidang Bidang Akuntansi

Contoh!

Pendekatan ekologis pada dasarnya adalah gabungan dari pendekatan regional dan pendekatan sistematik dimana melihat persamaan dan perbedaan akan suatu pola.

Hal yang membedakan adalah pola yang muncul memiliki dampak terhadap lingkungan atau tidak dan sebaliknya.

4. Pendekatan Historikal

Artinya: menelusuri perkembangan suatu gejala Geografi

Tujuannya:

  • Mengetahui keterkaitan ruang pada masa lampau dan kini (keterkaitan tempat dan waktu)
  • Dampak dari gejala Geografi di masa lampau kemungkinan akan terbawa sampai saat ini

Contoh: perkembangan suatu daerah menjadi sebuah kota yang dapat dilihat dari segi perkembangan lokasi dan waktu.

Perkembangan suatu daerah menjadi sebuah kota biasanya lebih kepada perkembangan ekonomi.

Pendekatan historikal bisa menggunakan kajian mengenai lokasi pusat – pusat perekonomian sebagai acuan dalam perkembangan suatu kota.

Objek Geografi

Studi Geografi tidak terlepas dari objek kajiannya.

Secara umum, objek Geografi dibagi menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal.

1. Objek Material

Objek material berkaitan dengan objek materi yang dikaji, adalah berupa fenomena geosfer atau lapisan bumi.

Beberapa objek material Geografi antara lain:

Atmosfer atau lapisan udara yang menyelimuti permukaan bumi.

Hidrosfer atau lapisan air yang ada di permukaan bumi (baik di darat maupun laut).

Litosfer atau lapisan batuan terluar bumi dan lapisan kerak bumi sebagai tempat makhluk hidup.

Biosfer atau lapisan yang berkaitan dengan keberadaan makhluk hidup (flora dan fauna) yang hidup berinteraksi dengan lingkungannya.

Antroposfer atau lapisan yang membahas mengenai fenomena manusia.

2. Objek Formal

Objek yang berkaitan dengan cara pandang yang digunakan untuk memahami objek material Geografi.

Objek ini dijelaskan dengan menjawab pertanyaan 5 w+1 h atau apa (what), siapa (who), dimana (where), kapan (when), kenapa (why), dan bagaimana (how).

Kesimpulan

Secara etimologi, Geografi berasal dari kata geo (bumi) dan graphien (tulisan atau menjelaskan). Istilah Geografi pertama kali dikemukakan oleh seorang filsuf asal yunani, eratosthenes, dengan nama geographica yang artinya lukisan atau tulisan mengenai bumi.

Geografi adalah sebagai ilmu yang menjelaskan tentang persamaan dan perbedaan fenomena bumi yang dilihat dalam konteks keruangan.

Tidak hanya mempelajari mengenai permasalahan sosial, Geografi juga mempelajari fenomena-fenomena alam yang ada di permukaan bumi dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pengertian geografi: prinsip, aspek, konsep & pendekatan geografi seperti penjelasan di atas.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar