INTERAKSI SOSIAL: Pengertian, Syarat, Macam Macam, Contoh dan Gambarnya, LENGKAP!

Manusia sebagai mahluk sosial yang tidak luput dari perannya dan tidak pernah lepas berinteraksi, tidak hanya pembicaraan hal yang penting tapi juga pembicaraan santai terkadang menjadi hal yang sangat penting untuk menambah informasi yang dibutuhkan.

Contohnya jika saat seseorang menghadapi masalah, tentu ia akan bercerita baik kepada teman, orang tua, saudara atau kerabat lain untuk mencurahkan isi hati dan perasaan agar perasaannya semakin lega dan untuk mendapatkan saran yang terbaik.

Sebagai mahluk yang butuh orang lain dalam melakukan banyak hal, tentu saja peranan interaksi sosial sangat penting.

Karena ada banyak manfaat yang bisa ditimbulkan dari kegiatan tersebut, untuk mengetahui secara jelas simak bahasan interaksi sosial: pengertian, syarat, macam macam, contoh dan gambarnya, lengkap! berikut.

Pengertian Interaksi Sosial

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi yang artinya tindakan yang terjadi kepada dua orang atau lebih yang bereaksi akan timbal balik lewat kontak langsung atau tidak langsung.

Sosial yang artinya mencakup saling berkesinambungan atau bekerja sama seperti manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan akan membutuhkan adanya bantuan orang lain.

Secara simple, pengertian interaksi sosial yaitu sebuah hubungan timbal balik antara individu dan kelompok untuk menjalin hubungan pertemanan, diskusi, kerjasama yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan pengertian Interaksi Sosial menurut 5 para ahli:

1. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Gilin

Interaksi sosial sebagai hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok.

Hubungan yang tercipta karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain.

2. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Bonner

Interaksi sosial adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang aksinya dari individu dapat mempengaruhi dan mengubah kehidupan individu lain.

3. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Walgito

Adanya hubungan timbal balik dalam interaksi sosial bisa memberikan pengaruh terhadap individu atau kelompok lain.

Interaksi sosial yang berpengaruh terhadap kelompok dengan kelompok lain yang saling berhubungan.

4. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Soerjono Soekanto

Bahwa interaksi sosial adalah proses sosial yang berkaitan dengan cara berhubungan antara individu dan kelompok untuk membangun sistem dalam hubungan sosial.

5. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Murdiyatmo dan Handayani

Sebagai hubungan yang dibangun seseorang dengan orang lain yang dalam proses kehidupan tersebut terbangun struktur sosial.

Dimana struktur sosial tersebut juga terbangun hubungan yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Berikut adalah ciri-ciri interaksi sosial , yaitu:

  • Jumlah pelaku lebih dari satu orang atau bahkan lebih.
  • Adanya komunikasi diantara para pelaku dengan menggunakan simbol-simbol.
  • Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidak sama dengan yang diperkirakan oleh para pengamat.

Syarat Interaksi Sosial

Syarat Interaksi Sosial

Sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari interaksi dalam kegiatan sehari-hari, karena sudah pasti manusia akan membutuhkan seseorang untuk saling bertahan hidup.

Namun dalam interaksi sosial ada syarat yang akan terjadinya interaksi sosial, yaitu:

1. Kontak Sosial

Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak hanya interaksi dengan tatap muka saja namun adapun melakukan kontak tanpa bertemu langsung seperti informasi melalui, radio, telepon juga surat elektronik ini termasuk interaksi sosial yang sudah berkembang pada kemajuan zaman.

Kontak sosial dibagi menjadi dua yaitu:

  • Kontak Sosial bersifat Primer: Kontak terjadi secara langsung seperti dalam bertatap muka.
  • Kontak Sosial bersifat Sekunder: Kontak terjadi secara tidak langsung atau menggunakan media penghubung seperti telepon, surat elektronik bahkan melalui pesan media sosial

2. Komunikasi

Dalam interaksi sosial, komunikasi adalah hal yang sangat penting dengan tujuan adanya saling mengungkapkan perilaku baik itu dalam berbicara, sikap bahkan gesture untuk menyampaikan pesan.

Namun, ada beberapa unsur pokok dalam komunikasi seperti:

  • Komunikator yaitu seorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau keterkaitan.
  • Komunikan yaitu seorang atau kelompok yang menerima pesan dari komunikator.
  • Pesan yaitu sesuatu hal yang disampaikan oleh komunikator. Pesan umumnya memuat adanya informasi, pertanyaan, bahkan pengungkapan emosi dan perasaan.
  • Media yaitu perantara untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi bisa berupa lisan, tulisan, gambar bahkan film biasanya memberikan pesan tersurat.
  • Efek yaitu perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.

Komunikasi yang terjadi antara satu individu dengan individu lainnya bisa disebut sebagai komunikasi interpersonal yang memiliki banyak teori di dalamnya.

Jenis dan Contoh Interaksi Sosial

Interaksi memiliki beberapa jenis, untuk mudah dipahami mari simak berikut ini:

1. Interaksi Sosial Individu dengan Individu

Interaksi sosial individu yaitu adanya pertemuan antara seseorang dengan individu lain yang bertujuan untuk memberikan aksi atau respon untuk menjadi teman dan mengarah ke arah bekerja sama jika reaksinya positif, namun jika reaksinya negatif maka akan muncul konflik atau pertentangan.

Contoh:

  • Ketika bertemu saling menyapa, bertanya dan menginformasikan tentang apa yang dibutuhkan.
  • Mengajak bermain main sepeda bersama adik
  • Guru yang mengajari les bahasa pada seorang murid.

2. Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

Interaksi sosial individu dengan kelompok pada salah satu dan kelompok yang lebih besar biasanya terdiri lebih dari 3 orang yang mana akan memberikan informasi baik itu promosi,  sampai seminar. ‘

Selain itu, interaksi sosial ini disampaikan oleh beberapa orang saja yang kemudian informasi yang disampaikan akan didengarkan oleh banyak orang atau kelompok.

Contoh:

  • Menjadi seorang narasumber dalam kegiatan seminar
  • Menyampaikan informasi promosi kepada komunitas
  • Kepala sekolah yang berbicara pada murid-murid saat kegiatan upacara

3. Interaksi Kelompok dengan kelompok

Interaksi Kelompok dengan kelompok adalah pertemuan antara dua kelompok atau lebih dengan kelompok  yang berbeda, untuk mengkomunikasikan hal yang berkaitan yang sifatnya bukan hal pribadi tapi untuk kepentingan kelompok itu sendiri.

Namun untuk berkomunikasi antar kelompok akan menghadapi pro dan kontra harus lebih berhati-hati, karena setiap pendapat seseorang bisa saja nantinya membuat orang lain merasa tersinggung.

Contoh:

  • Para pemuda karang taruna memberi informasi kepada masyarakat untuk saling bekerjasama membersihkan halaman rumah agar menjadi juara perlombaan kebersihan di acara HUT-RI 17 Agustus.
  • Kelompok TNI dan kelompok Polisi melakukan kerjasama interaksi sosial dalam memberantas kejahatan di daerahnya.

Menyatukan individu dengan karakter yang berbeda memang tidak mudah dilakukan, namun ada baiknya untuk saling berinteraksi secara baik, sopan dan jelas pada apa tujuannya.

Karena komunikasi yang baik akan memberikan kenyamanan dan kesepakatan yang mungkin bisa menjadi suatu hal yang berjangka panjang.

Contohnya, keterkaitan mengenai usaha bisnis menjadi pelanggan, menjadi seseorang yang dipercaya, dan hal lain.

Baca Juga: PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN: Proses, Ciri-Ciri & Sifat Wirausaha Menurut 2 Para Ahli

Media Sosial, Interaksi, Identitas, dan Modal Sosial

Kini kamu juga dapat melakukan interaksi lewat internet atau tepatnya media sosial yang memudahkan untuk bertukar informasi.

Pola Interaksi Sosial

Pola Interaksi Sosial yang terjadi antara individu dan kelompok yang bersifat dinamis dan memiliki pola tertentu, sebagaimana kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara berulang hingga berjangka panjang maka akan bertahan terwujudnya hubungan sosial yang baik .

Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berdasarkan kedudukan sosial (status) dan peranannya. Contohnya, seorang guru yang mengajar bersama muridnya harus mencerminkan perilaku seorang guru. Sebaliknya, siswa harus menaati gurunya saat diterangkan.
  • Kegiatan yang berlanjut hingga menemukan titik tujuan untuk menghasilkan sebuah hal yang terbaik dan terus mengembangkan pemikiran atau ide. Contohnya, dari adanya interaksi, seseorang melakukan terjalin kerjasama bisnis, muncul suatu pertentangan, adanya persaingan, dan sebagainya.
  • Interaksi sosial bisa terjadi pada siapa saja tidak mengenal waktu, tempat dan keadaan biasanya akan terlibat sebagaimana pola pikir masyarakat akan terbentuk. Contohnya: Salah satu sekolah memiliki penilaian yang baik dalam hal disiplin, kebersihan dan prestasi siswa yang berpengaruh di salah satu daerah. Namun kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut selalu baik, hanya saja di satu waktu sekolah tersebut tercemar tidak baik karena kelakuan siswanya yang melakukan tindakan tidak terpuji.

Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial

Di bawah ini beberapa faktor terbentuknya interaksi sosial yaitu:

1. Imitasi

Imitasi yaitu seseorang atau lebih melakukan dalam meniru seseorang dalam hal gaya, sikap, perilaku hingga penampilan terlihat menyerupai fisik seseorang.

Biasanya faktor interaksi sosial ini terjadi pada indvidu yang ngefans dengan salah satu idolanya.

Seseorang yang mengidolakan biasanya akan berusaha untuk memakai pakaian dengan model yang sama.

Tidak hanya itu, seorang fans suka mengikuti model rambut yang sama dengan idolanya.

2. Sugesti

Sugesti adalah seseorang yang terpengaruh karena adanya suatu dorongan diberikan orang lain dengan beberapa cara tertentu yang mana seseorang tersebut akan melakukan dengan apa yang di sugestikan tanpa berpikir rasional.

Faktor ini dapat dilihat ketika ada seorang anak yang diberikan nasihat oleh orang tuanya.

Selain itu, faktor sugesti yang bisa memunculkan interaksi sosial tidak hanya bisa terjadi karena diberi nasihat oleh orang tua saja, tapi juga bisa terjadi karena diberikan nasihat oleh seorang guru.

Dengan nasihat-nasihat yang diharapkan penerima nasihat bisa menerima dengan baik dan bisa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani masa depan nantinya.

3. Simpati

Simpati yaitu bagaimana memperlihatkan sikap akan rasa tertarik pada seseorang akan sesuatu hal atau sikap yang menarik pada dirinya seperti penampilan, pola pikir bahkan kebijaksanaan dengan menerapkan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

Dengan adanya faktor ini, maka seseorang tergerak hatinya untuk membantu orang lain.

Jika semakin banyak orang yang dapat dibantu, maka kehidupan bermasyarakat menjadi lebih harmonis dan interaksi sosial tetap bisa terus terjaga dengan baik.

4. Identifikasi

Identifikasi yaitu sebuah pemberian tanda ciri khas sehingga ini berkaitan dengan imitasi seseorang dengan keinginan sama atau identik bahkan sama dengan orang lain yang ditiru (idolanya), sampai menghilangkan jati dirinya sendiri.

Hal seperti ini, sebaiknya dihindari karena kehilangan jati diri bisa membuat seseorang lupa akan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dirinya.

5. Empati

Empati yaitu merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain, baik itu kebahagiaan atau juga kesedihan.

Contohnya, ketika seorang siswa masuk ke PTN yang diinginkan, orang tua bahkan temannya akan ikut merasakan kebahagiaan.

Interaksi dalam masyarakat bisa menumbuhkan bentuk hubungan saling mempererat dan mengubah suatu kondisi masyarakat di suatu daerah, contohnya dalam interaksi sosial positif melakukan gotong royong yang merupakan sebuah bentuk Interaksi sosial.

Bentuk interaksi sosial terbagi menjadi dua yaitu Asosiatif dan Disosiatif.

Baca Juga: PENGERTIAN MICROSOFT Word, Excel, Access, Power Point & Fungsinya (4 Ms. Office)

Bentuk Interaksi Sosial

Berikut ini adalah bentuk interaksi sosial:

1. Interaksi Sosial Asosiatif (Positif)

Bentuk interaksi sosial asosiatif yaitu interaksi sosial yang positif, untuk mengarah pada kebaikan akan kerjasama dan menciptakan sesuatu antara seseorang dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang baik.

Namun, interaksi sosial asosiatif ini terbagi lagi menjadi empat, yaitu:

  • Kerjasama

Sebuah pekerjaan yang dikerjakan oleh sekelompok individu atau saling membantu yang bertujuan demi mewujudkan kegiatan yang positif.

Dalam kehidupan sering kitabmemerlukan bantuan orang lain namun tetap dalam batas yang wajar. Contohnya, seperti gotong royong antar tetangga.

  • Akomodasi

Akomodasi yaitu penyesuaian diri seseorang bahkan kelompok manusia yang sebelumnya saling bertentangan, agar bisa mengatasi ketegangan dengan antara pihak yang bertentangan dan dibutuhkanlah akomodasi.

Tujuannya dalam menciptakan keseimbangan interaksi sosial yang berkaitan dengan norma dan nilai-nilai dalam lingkup masyarakat, namun akomodasi ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

  • Ajudikasi

Ajudikasi yaitu sebuah proses cara penyelesaian konflik sosial yang juga dikenal dengan akomodasi.

Dimana perselisihan ini terjadi karena interaksi sosial antar individu atau suatu kelompok dengan kelompok lain dengan berbagai macam cara.

Contoh: Dalam kasus perceraian, kasus korupsi, kasus penipuan, kasus pencemaran nama baik, kasus pembunuhan bahkan kasus pelanggaran hak cipta.

  • Arbitrase

Usaha untuk menyelesaikan konflik dengan pihak ketiga sebagai keputusan yang mengikat tidak bisa diganggu gugat oleh kedua pihak yang berselisih.

Contoh: Seorang guru BK memberi hukuman kepada kedua murid yang bertengkar karena kalah pertandingan bulu tangkis.

  • Kompromi

Kompromi yaitu sebuah upaya untuk mendapatkan kesepakatan di antara dua pihak yang berbeda pendapat atau berselisih paham, tujuannya untuk menyelesaikan perselisihan .

  • Konsiliasi

Sebuah upaya dalam menyelesaikan sengketa atau perselisihan dari pihak-pihak dengan melibatkan pihak netral yang dinamakan konsiliator yang mencari titik tengah (penyelesaian atau persetujuan) yang mempertemukan pada keinginan dari pihak-pihak yang berselisih.

  • Mediasi

Mediasi yaitu upaya untuk menyelesaikan konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, hampir sama seperti arbitrase namun hanya sebagai penengah (mediator).

  • Stalemate

Stalemate yaitu ketika dua pihak saling memiliki konflik yang bertentangan tapi konflik tersebut berhenti karena menghadapi suatu peristiwa sehingga keduanya saling berhenti untuk menyerang.

Contoh: Berakhirnya perang dingin antara Blok Barat yang dipimpin Amerika dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet pada saat tahun 1990-an.

  • Toleransi

Toleransi yaitu sikap saling menghargai dan menghormati dalam bermasyarakat baik individu dan berkelompok.

Dimana dalam hal ini seperti saling tolong menolong antar sesama tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan.

Hal ini dapat kitadolihat pada masyarakat Indonesia yang telah menjadi warisan budaya bangsa termanifestasi ke dalam unsur budaya yang ada seperti simbol, praktik sosial, adat istiadat, dan masih banyak lagi lainnya.

  • Akulturasi

Akulturasi yaitu penerimaan semua unsur–unsur baru dimasa kini menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri khas atau  hal yang berkaitan dengan unsur lamanya.

Contohnya:

  1. Pertunjukan wayang-wayang yang mengisahkan cerita dari India tentang Mahabarata (sejarah),
  2. Bangunan masjid Kudus yang mencerminkan adanya interaksi budaya Jawa, Islam dan Hindu
  3. Lifestyle gaya hidup seseorang yang mengikuti tren baik dari berpakaian, model rambut dan lain-lain.
  • Asimilasi

Asimilasi yaitu adanya percampuran suatu budaya dengan menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya dan membentuk kebudayaan baru dan menerapkan dalam keseharian.

Contohnya:

  1. Asimilasi Ras Mongoloid dan Ras Negroid di Benua Asia membentuk ras baru.
  2. Pernikahan beda ras dan etnis
  3. Corak rumah di sebagian kota mengkombinasikan dengan corak khas modern seperti arsitektur bangunan Eropa.

2. Interaksi Sosial Disosiatif (Negatif)

Disosiatif adalah sebuah Interaksi sosial yang mengarah pada konflik dan perpecahan dalam individu juga kelompok, biasanya Disosiatif akan mengarah ke hal negatif. Seperti:

  • Persaingan (Kompetisi)

Merupakan interaksi sosial untuk saling bersaing secara individu dan kelompok biasanya akan  mencari keuntungan di bidang-bidang tertentu tanpa menggunakan ancaman kekerasan.

Contohnya: Pertandingan Bulu tangkis Olympic 2020 Anthony Ginting melawan antonsen anders.

  • Kontravensi

Kontravensi yaitu usaha seseorang untuk menentang suatu perkara secara tersembunyi supaya tidak terjadi perselisihan.

Dimana seseorang akan bersikap ragu, tidak pasti, penyangkalan bahkan penolakan dengan tidak mengungkapnya secara terbuka.

Hal ini karena perbedaan pendirian di kalangan-kalangan tertentu seperti contoh membocorkan rahasia teman pada orang lain.

Adapun perbuatan dalam bentuk kontravensi taktis, contohnya: Membuat tuduhan tiba-tiba tanpa alasan, menipu seseorang dengan berbagai alasan dan sebagainya.

  • Pertentangan

Konflik menjadi sebuah pertentangan atau juga bisa lanjutan dari kontravensi yang sifatnya terbuka yang akan menyebabkan pertikaian.

Penyebabnya yaitu perbedaan argumentasi yang membuat rasa kecewa, emosi, marah hingga benci dan bisa menimbulkan untuk saling menyerang juga melukai seseorang bahkan kelompok

Kesimpulan

Interaksi sosial sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dimana pun berada, dengan tujuan untuk menjalin hubungan baik pertemanan bahkan bisnis untuk mencari keuntungan.

Interaksi sosial merupakan sebuah kemampuan yang bisa diasah, dimana setiap orang akan memiliki kemampuan untuk berinteraksi sosial dengan baik selama ia selalu terus mengasah kemampuan interaksi sosialnya.

Selain itu, kerja sama atau kolaborasi dengan individu juga kelompok akan mengembangkan pemikiran atau ide-ide yang sebelumnya tidak ada dalam pikiran.

Dengan kerja sama atau kolaborasi, maka sebuah pekerjaan akan lebih mudah untuk diselesaikan maka itu, menjaga interaksi sosial yang baik menjadi kunci saling membantu dan menghargai satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itulah penting untuk memahami seberapa jauh interaksi sosial: pengertian, syarat, macam macam, contoh dan gambarnya, lengkap! seperti bahasan di atas.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar