close button

Solenoid Adalah: Fungsi, 2 Jenis, & Cara Kerjanya

  •   Jan 2023  •   9 min read  •   Comment

Solenoid Adalah – Bagi kebanyakan orang yang tidak mengenal dunia elektronika, kemungkinan kecil tahu pengertian solenoid.

Lalu, apa itu solenoid? Solenoid adalah alat yang bekerja dengan gaya elektromagnetik.

Peran solenoid adalah untuk membuat energi listrik yang diterima diubah ke energi gerak.

Ketika solenoida dapat aliran arus listrik, maka akan menghasilkan gaya elektromagnetik pada komponen tersebut.

Untuk lebih paham, kamu bisa langsung scroll down, yah!

1. Solenoid Adalah

Solenoida atau Solenoid adalah komponen elektronika yang termasuk dalam golongan transduser.

Fungsi solenoid adalah untuk mengubah satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.

Solenoida terbuat dari logam atau kawat yang digulung – gulung.

Gulungan logam tersebut membentuk kumparan yang akan dililitkan pada tabung yang berbentuk silinder.

Lilitan kawat pada solenoid adalah bersifat konduktif.

Untuk memperbesar medan magnet yang dihasilkan, maka coil harus diisi juga dililitkan dengan batang besi silinder.

Nah, pada solenoida ini, kamu akan mendapati besi silinder yang dililit oleh konduktor panjang yang bergulung – gulung.

Fungsinya adalah agar nantinya kumparan menghasilkan induksi magnetik.

Baca Juga: Resonator Knalpot Motor dan Mobil, 3 Fungsi & Harga Knalpot

2. Fungsi Solenoid

Secara umum, fungsi solenoid adalah untuk membuat energi listrik yang masuk di perangkat lalu diubah menjadi energi gerak.

Untuk mengubahnya, solenoida mengguanakan prinsip kerja elektromagnetik.

Dalam solenoid ada komponen yang bernama plunger atau actuator ferromagnetic.

Jadi, alurnya seperti ini:

  1. Ketika dialiri oleh listrik, maka bagian plunger akan mulai bergerak dengan cara menarik atau mendorong
  2. Kemudian, energi listrik yang mengalir dalam komponen diproses menjadi energi gerak

Sampai sekarang, solenoida terbilang masih banyak digunakan untuk beragam perangkat elektronik.

Khususnya perangkat yang menghasilkan energi gerak, seperti:

  • Detektor logam
  • Speaker
  • Bel listrik
  • Pesawat telepon, dan sebagainya

2.1 Fungsi Solenoid pada Alat Berat

Solenoid Valve ialah komponen vital yang ada pada alat berat excavator.

Sama seperti komponen lainnya, jika Solenoid Valve mengalami kerusakaan, maka bisa mengganggu proses kerja excavator,

Biasanya, komponen ini merupakan sejenis katup listrik yang bisa bekerja dengan aliran energi listrik.

Ia juga memiliki coil sebagai penggerak yang berfungsi untuk menggerakkan piston.

Piston bisa bergerak dengan adanya arus AC dan DC.

2.2 Fungsi Solenoid Valve pada AC

Solenoid Valve berperan untuk menyetop atau mengalirkan refrigerant cair yang menuju evaporator sesuai kebutuhan suhu ruang penyimpan bahan makanan yang bekerjanya dikendalikan oleh termostat berdasarkan suhu ruang penyimpanan makanan tersebut.

2.3. Fungsi Solenoid pada Motor Starter

Berikut dua fungsi solenoid pada motor starter, yaitu:

2.3.1 Sebagai Saklar Elektromagnetic

Fungsi yang pertama ialah sebagai saklar elektromagnetik.

Saklar tersebut bekerja secara elektromagnetik atau menggunakan medan magnet untuk menghubungkan kontak terminal listrik.

Solenoid akan menghubungkan Komutator (Terminal C) dengan baterai (Terminal 30).

Nah, solenoid ini berperan untuk menggerakannya, dan kumparannya disebut dengan pull in coil.

Pada proses kerjanya, motor starter memerlukan arus listrik yang besar agar putaran pada armature dapat digunakan untuk memutar mesin melalui flywheel dan ring gear.

Kontak saklar sangat dibutuhkan karena hanya ia yang bisa menahan beban dan panas ketika arus listrik yang besar mengalir dari satu titik ke titik lainnya.

Oleh sebab itu, diciptakanlah Solenoid atau magnetic switch pada motor starter, karena ia dapat bekerja seperti relay atau yang digerakkan secara elektromagnetik, juga kuat untuk menopang aliran arus listrik yang besar.

2.3.2 Menarik Plunger agar Pinion Gear Terhubung dengan Ring Gear

Fungsi yang kedua yaitu untuk menarik plunger yang ada di tengah – tengah solenoid agar dapat mendorong pinion gear sehingga bisa terhubung dengan ring gear.

Pada body solenoid ada dua kumparan, yaitu: Hold in Coil dan Pull in Coil.

Hold in Coil dipasang karena bisa mencegah pegas pengembali atau return spring kembali mendorong plunger keluar.

Bila plunger terdorong keluar, maka pinion gear akan kemabli masuk ke motor starter dan tidak dapat terhubung dengan ring gear.

Sedangkan Pull in Coil bertugas untuk menarik plunger ke solenoid dan menekan pegas kembali, dan Hold in Coil bertugas untuk menahan plunger agar tetaap tertahan pada posisi tertarik.

Baca Juga: Rangkaian Flip Flop Sederhana: Pengertian, Sejarah, Rangkaian, Jenis, dan Cara Kerja

3. Jenis – jenis Solenoida

Berikut dua jenis solenoida, yaitu:

3.1 Linear Electro Mechanical Actuator (LEMA)

Solenoid Adalah

Electro Mechanical Actuator atau yang biasa disingkat dengan LEMA ini memiliki istilah lain yaitu Solenoida Linier.

Jenis ini memiliki plunger yang bekerja dan bergerak secara linier atau bergerak searah.

Plunger yang ada pada perangkat akan menghasilkan gerakkan mendorong dan gerakan menarik secara linear.

Karena ia bergerak secara searah, keduanya mempunyai susunan yang sama.

Nah, untuk membedakannya hanyalah pada arah pegas dan desain dari plunger itu sendiri.

Desain dan arah pegas plunger yang nantinya jadi penentu, kemanakah arah gerakkan yang dihasilkan oleh alat tersebut nantinya.

3.2 Rotary Selenoid

Solenoid Adalah

Rotary Solenoid ialah solenoida yang bergerak secara berotasi atau memutar.

Gerakan tersebut dihasilkan oleh komponen elektronika yang bervariasi, maksudnya adalah ada yang menghasilkan gerakan memutar secara searah dan ada yang berputar searah jarum jam atau berlawanan.

Pada jenis ini, ada gerakan dengan berbagai sudut, contohnya:  25°, 35°, 45°,60°, dan 90°.

Baca Juga: Apa Itu AI atau Artificial Intelligence?

4. Bagaimana Cara Kerja Solenoid?

Dikarenakan solenoida memiliki dua jenis, maka ia juga memiliki 2 cara kerja.

Berikut penjelasan terkait cara kerja solenoid liner dan solenoid rotasi:

4.1 Cara Kerja Solenoid Linier

Berikut serangkaian langkah kerja Solenoid Liner, di antaranya:

  1. Pertama, diawal ketika aliran arus listrik masuk ke perangkat
  2. Setelah itu, akan muncul medan magnet pada perangkat tersebut
  3. Lalu, medan magnet akan menarik plunger
  4. Kemudian, plunger yang ada di kumparan akan bekerja dengan dua cara; mendorong dan manarik
  5. Selanjutnya, ritme gerakan menarik dan mendorong menyesuaikan kecepatan flux magnetik yang dihasilkan oleh coil
  6. Lalu, gerakan tersebut membuat energi listrik diubah ke energi gerak pada perangkat elektronika
  7. Terakhir, saat arus listrik dimatikan, maka otomatis medan magnet akan hilang dan plunger akan kembali dalam posisi semula, serta gerakan dalam kumparan pun berhenti

4.2 Cara Kerja Solenoid Rotasi

Solenoid Rotasi memiliki mekanisme dan cara kerjanya sendiri, berikut langkah – langkahnya:

  1. Pertama, kumparan akan dililitkan secara memutar di rangka baja yang mempunyai disk magnetic. Posisi rangka tersebut berada di atas coil dan terhubung dengan poros output.
  2. Lalu, saat komponen ini dialiri dengan arus listrik, maka medan magnet yang dihasilkan menciptakan kutub utara dan selatan
  3. Kemudian, tiap kutub tersebut akan menolak kutub magnet permanen yang sebenernya sudah ada sebelumnya
  4. Terakhir, terciptalah pergerakan di kumparan dengan aras memutar. Putarannya pun ditentukan berdasarkan kontraksi mekanis dari Solenoid Rotasi itu sendiri

Baca Juga: Fungsi Turbin: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Penggunaan

5. Penggunaan Solenoida di Kehidupan Sehari-hari

Solenoid Adalah

Kamu dapat menemukan komponen ini di berbagai elektronik, khususnya yang menggunakan prinsip kerja elektromagnetik.

Berikut contoh penggunaan solenoida di kehidupan sehari – hari:

5.1 Bel Listrik

Contoh yang pertama kamu bisa temukan pada rangkaian bel listrik.

Bel tersebut menjadi alat yang sudah banyak digunakan di sekolah maupun lembaga tertentu.

Fungsi utamanya adalah sebagai pengingat pergantian waktu atau pergantian jam pelajaran.

Bel listrik tersebut dibunyikan dengan menggunakan saklar.

Pada alat tersebut, ada solenoid yang berperan untuk mengubah energi listrik yang diterima oleh bel.

Saat energi listrik mengalir pada rangkaian, maka lempengan besi lentur yang ada pada alat tersebut akan tertarik dan mengakibatkan bel berbunyi.

5.2 Kunci Pintu Elektronik

Kamu juga bisa menemukan solenoid pada pintu elektronik.

Pintu elektronik tersebut dipasang dengan saklar.

Cara kerjanya yaitu, aliran arus listrik yang masuk mengalir ke rangkaian akan memicu terjadinya gaya elektromagnetik.

Gaya tersebut yang akan menggerakkan logam yang ada di perangkat lalu dan membuat kunci pada pintu elektronik menutup dan membuka secara otomatis.

5.3 Detektor Logam

Kamu juga bisa menemukan komponen ini pada alat detektor logam.

Metal detector atau detektor logam ini berfungsi untuk mendeteksi kandungan logam seperti mengetahui kadar logam pada suatu benda.

Cara kerjanya ialah:

  1. Pertama, kumparan yang ada akan dialiri oleh arus listrik
  2. Kemudian, akan menimbulkan reaksi yaitu gaya elektromagnetik
  3. Terakhir, alarm akan berbunyi secara otomatis mengeluarkan bunyi saat membaca kandungan logam yang ada di benda tersebut

5.4 Pesawat Telepon

Pada pesawat telepon memiliki dua komponen yaitu mikrofon dan speaker.

Berikut cara kerja solenoid pada pesawat telepon:

  1. Pertama, saat kamu berbicara, maka suara akan tertangkap oleh mikrofon
  2. Lalu, suara terebut akan membuat diafragma bergetar
  3. Kemudian, gelombang listrik yang masuk akan tertangkap oleh mikrofon
  4. Setelah itu, dikirimkan pada penerima telepon
  5. Pada perangkat tujuan, gelombang listrik yang diterima akan membuat speaker bergetar
  6. Selanjutnya, saat speaker menerima gelombang listrik dan bergetar, maka suara pun akan dihasilkan

6. Penyebab Kerusakaan pada Solenoid

Berikut empat penyebab utama kerusakan pada solenoid, di antaranya:

  • Adanya udara yang mengandung uap air yang lumayan banyak, sehingga bisa menyebabkan karat pada blok solenoid valve
  • Udara kotor yang berada pada solenoid valve, sehingga kotoran tersebut menumpuk di bagian piston
  • Pada bagian supply udara tidak memiliki tabung pelumasan atau tabung oiler yang berfungsi untuk melumasi bagian piston agar tetap licin dan berfungsi dengan baik, dan
  • Pada bagian supply udara tidak ada tabung air filter yang berguna untuk menampung kandungan udara agar tidak terbawa masuk ke blok solenoid, sehingga udara tetap kering

Nah, untuk mencegah kerusakan pada solenoid, kamu bisa memasang tabung air filter dan oiler pada komponen tersebut.

Tabung oiler berisikan cairan oli khusus yang berguna untuk melumasi piston agar tidak macet, dan air filter berguna untuk memfiltrasi udara yang masuk ke bagian solenoid valve.

Baca Juga: Apa Itu Temperature? Berikut Penjelasan dan 4 Skala Suhu

7. Cara Mengetahui Solenoid Rusak

Ada empat cara untuk mengetahui apakah solenoid rusak atau tidak, yaitu:

7.1 Mobil Kehilangan Tenaga atau Lose Power

Ketika Solenoid Matic rusak, akselerasi akan menurun ketika naik, dan speed pun menurun.

7.2  Ada Hentakan Ketika Peralihan Gigi

Umumnya peralihan gigi pada mobil matic akan berasa lembut, meskipun ada sedikit hentakan itu tetaplah hal yang normal.

Namun, bila hentakan terasa aneh, kemungkinan Solenoid Matic rusak.

Hal ini bisa diakibatkan oleh solenoid bocor dan oli tidak bisa memulasi prima gigi ketika beralih.

7.3 Suara Aneh ketika Berpindah Tuas Transmisi

Suara aneh ini akan timbul ketika proses perpindahan gigi dari N ke D atau dari P ke R.

Biasanya akan terdengar suara ‘krek’ atau juga bisa suara yang lain.

7.4 Tarikan Berat atau Terganggu

Cara selanjutnya ialah mesin akan terasa bergetar atau menghentak sedikit ketika pedal gas diinjak dan pedal rem dilepaskan sedikit.

Nah, hal tersebut sebagai penanda bahwa transmisi yang solenoid matic-nya rusak.

Hal tersebut bisa dikarenakan adanya kebocoran oli mesin atau kotor karena lama tidak ditukar.

Baca Juga: Pengertian Sensor LDR, 2 Karakteristik & Manfaatnya

Kesimpulan

Solenoid adalah komponen elektronika yang termasuk dalam golongan transduser yang berfungsi untuk mengubah satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.

Solenoid memiliki dua jenis, yaitu Solenoid Linier dan Solenoid Rotary, yang dimana sistem kerja mereka berbeda.

Kamu dapat menemukan komponen solenoid pada bel listrik, detektor logam, pesawat telepon, dan kunci pintu otomatis.

Salah satu penyebab solenoid rusak adalah kotornya tabung air filter.

Ciri – ciri solenoid rusak khususnya pada mobil yaitu mobil mengalami lose power atau kehilangan tenaga.

Semoga artikel ini bermanfaat, kamu bisa baca artikel seputar pendidikan lainnya disini!

Orang juga bertanya

Fiana is an Europeanist, freelance writer, and write SEO friendly content.

Tinggalkan komentar