Daging Sapi Sintetis

Daging Sapi Sintetis – Pernah mendengar atau makan daging sapi sintetis? jika belum maka kamu harus cari tahu mengenai apa itu daging sapi sintesis.

Seiring berkembangnya pola hidup sehat belakangan ini, semakin beragam pilihan yang ada untuk produk tersebut.

Buat pecinta daging olahan, bisa saat ini mencoba untuk mengganti menu pilihan dengan produk sintetis.

Ada berbagai macam pilihan, namun pastikan jika saat mengolahnya sudah tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini akan dibahas selengkapnya mengenai produk sintetis pada daging sapi yang bsia diketahui.

Apa Itu Daging Sapi Sintetis ?

Apa Itu Daging Sapi Sintetis ?

Zaman dahulu jenis tofu menjadi salah satu makanan pengganti daging yang paling populer.

Tofu yang berasal dari negara Tiongkok mulai dikonsumsi dari dinasti Tang dan ikut menyebar luas ke Jepang pada dinasti Song.

Sehingga memang olahan daging sudah ada dari era kerajaan, begitu juga di negara besar lain.

Makanan pengganti daging juga populer di Eropa pada abad pertengahan, hanya saja dahulu banyak aturan yang melarang konsumsi hewan berdarah panas, olahan susu dan telur.

Sebagai penggantinya, olahan almond cincang dan anggur digunakan sebagai pengganti daging, ditambah dengan roti potongan dadu dibuat untuk menggantikan daging sebagai tiruannya.

Daging sintetis merupakan daging yang dibuat di laboratorium oleh ahlinya atau daging hasil budidaya, dimana dibuat langsung dari selsel otot dalam serum nutrisi dan mendorongnya menjadi serat seperti otot.

Dalam struktur sel, daging yang dibudidayakan sama seperti daging konvensional.

Daging sintetis yang dibudidayakan di laboratorium lebih sehat, lebih higienis, lebih aman, dan menyediakan lebih banyak pilihan.

Hal ini akan berbeda dengan daging biasanya yang mungkin saat proses penyembelihannya agak kejam dan kurang melihat koridor yang tetap.

Ketika daging diproduksi di laboratorium, para ilmuwan menambahkan daging sintetis dengan lemak, vitamin atau vaksin yang sudah dinyatakan aman dan sehat.

Selain itu, daging sintetis sudah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda.

Fakta Daging Sapi Sintetis

1. Bahan apa saja yang digunakan untuk membuatnya?

Terdapat banyak bahan yang digunakan untuk membuat daging ini, di antaranya ada tambahan bahan seperti jamur, polong-polongan, tempe, tepung ubi, tahu sampai nasi dan lainnya.

Lalu, ditambahkan perasa agar rasanya terkesan dengan ayam, sapi, domba atau seafood.

Tambahan jamur menjadi salah satu bahan paling sehat dan aman sebagai pengganti daging.

Ini karena jamur memiliki tekstur seperti daging juga cita rasa yang gurih.

Selain itu, jamur juga memiliki kandungan mineral selenium, zat antioksidan yang berperan dalam mengurangi resiko terjadinya penyakit kronis.

2. Daging imitasi yang dijual secara umum

Karena permintaan pasar yang tinggi, daging sintetis atau imitasi mulai banyak diminati dan menjadi populer.

Contohnya tahun 2013, perusahaan Beyond Meat di Amerika mulai menjual daging ayam imitasi.

Daging tersebut terbuat dari campuran protein kedelai dan kacang polong, serat dan bahan-bahan lainnya.

Beyond Meat kemudian mulai membuat daging sapi dan sosis babi tiruan dari bahan nabati yang sehat dan aman.

Hal in juga mulai diikuti oleh perusahaan Impossible Foods di tahun 2016 yang membuat daging sapi imitasi.

Mereka mengklaim rasa dan tampilannya mirip seperti daging asli yang sering dikonsumsi.

Perusahaan tersebut menambahkan zat sintetis yang diproduksi dari ragi dan dimodifikasi secara genetis untuk produknya.

Sementara, untuk bahan lainnya agar terlihat meniru lemak daging, ditambahkan dengan minyak kelapa dicampur gandum dan protein kentang.

3. Ternyata daging imitasi tidak lebih sehat

Walau dibuat dari bahan-bahan nabati, namun daging imitasi tidak lebih sehat dibanding daging asli.

Daging ini juga kaya akan kandungan mineral, lemak tak jenuh juga kolesterol, namun, kandungannya tinggi garam dan bahan campurannya sebagai pengganti dari bahan alami.

Penelitian menjelaskan jika daging imitasi dapat membantu masyarakat bisa beralih ke gaya hidup vegetarian atau vegan, namun tidak disarankan boleh dikonsumsi setiap hari.

Hal ini karena daging imitasi lebih tinggi lemak, natrium dan kalori dari daging aslinya.

Baca Juga: Travel Channel Indonesia

4. Apakah daging imitasi benar sehat dan alami?

Daging sapi sintetis sebenarnya juga tidak kalah buruk pada lingkungan.

Ini derdasarkan studi yang dipublikasikan pada laman Serious Eats, ditemukan bahwa industri daging imitasi menghasilkan efek samping yang kurang sehat.

Daging imitasi bisa menghasilkan heksana (C6H14), polutan yang digunakan untuk menghilangkan lemak dari kacang kedelai.

Dimana, heksana akan mempengaruhi sistem syaraf dan menyebabkan pusing, mual, sakit kepala bahkan kehilangan kesadaran jika dalam jumlah berlebihan.

Selain itu, pembuatan daging imitasi juga diklaim menghabiskan banyak energi, air dan menambahkan berbagai zat kimia di dalamnya.

Sehingga jika disandingkan antara daging biasa dan daging sintetis sama-sama memiliki dampak kurang baik jika dikonsumsi berlebihan.

5. Daging imitasi menjadi olahan yang tidak membunuh hewan untuk dimakan

Satu hal yang paling mendasar yang diyakini oleh kaum vegan yaitu akan komitmennya untuk tidak mengonsumsi bahan makanan yang berasal dari hewan.

Vegan beranggapan jika tidak perlu membunuh hewan hanya untuk membuat seseorang kenyang, karena menurut mereka ini tindakan yang kejam dan tidak manusiawi.

Apalagi, daging imitasi memang dibuat seperti mirip secara rasa dan penampilan dengan daging asli.

6. Beragam jenis daging imitasi yang tidak sehat

Seperti yang diketahui, jika daging imitasi terbuat dari berbagai bahan, seperti kedelai, jamur, gluten dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, penting bagi siapa pun untuk mengecek kandungan bahan di dalamnya, terlebih jika memiliki alergi bagi bahan makanan tertentu.

Tofu, tempe atau texture vegetable protein (TVP), akan reaktif pada orang yang memiliki alergi pada kandungan kedelai.

Sementara yang terbuat dari gluten gandum akan bereaksi pada orang-orang yang memiliki alergi pada gluten.

Sehingga harus berhari – hati jika memiliki reaksi pada alergi bahan tersebut, agar tidak menimbulkan efek yang serius.

Kesimpulan

Daging sapi sintetis yang kini mulai dibuat dengan bahan tertentu, dimana jika tidak berlebihan mengonsumsinya tidak menimbulkan efek resiko, namun sebaliknya.

Banyak pilihan olahan daging sintetis yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, namun pastikan untuk mengecek bahan kandungan khususnya bagi yang memiliki alergi tertentu.

Tinggalkan komentar