MASYARAKAT MADANI: Pengertian, Konsep, Sejarah, Ciri & Contoh

Masyarakat Madani merupakan sebuah istilah yang dipakai oleh para cendekia muslim modern di Indonesia yang merujuk pada kota di Jazirah Arab sebagai tempat kaum muslim membangun peradaban di masa Rasulullah ﷺ, adalah kota Madinah.

Bisa dibilang Masyarakat madani yaitu sebuah gambaran ideal peradaban yang memang sedikit menantang untuk diwujudkan.

Dengan memberikan kesadaran pada masyarakat terkait masyarakat madani, maka masyarakat akan mulai menyadari pentingnya pembentukan karakter yang di imbangi pada pengetahuan dan teknologi.

Karena itulah penting untuk mengetahui hal positif apa saja yang bisa diambil dari bahasan artikel kali ini.

Patut untuk kamu pahami mengenai MASYARAKAT MADANI: Pengertian, Konsep, Sejarah, Ciri & Contoh berikut.

Pengertian Masyarakat Madani

Pengertian Masyarakat madani merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, beradab dan memahami tentang perkembangan teknologi dan juga ilmu pengetahuan.

Kata madani berasal dari bahasa Arab yang artinya beradab, sementara dalam bahasa Inggris disebut dengan civilized atau civil society yang artinya masyarakat sipil.

Masyarakat sipil sendiri yaitu masyarakat yang berada dalam sebuah ruang lingkup sistem sosial yang berdemokrasi.

Istilah Masyarakat Madani ditemukan pertama kali oleh mantan wakil perdana menteri dari negeri Jiran Malaysia bernama Anwar Ibrahim.

Ia memaknakan masyakarat madani sebagai sebuah sistem sosial yang makmur dengan berlandaskan pada prinsip moral yang mampu menjamin keseimbangan di antara kestabilan masyarakat dan kebebasan individu.

Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Menurut Syamsudin Haris, Masyarakat madani yaitu sebuah lingkup sosial yang lepas dari pengaruh negara dan tersusun dari sebuah struktur yang paling akrab, seperti keluarga, organisasi sosial, dan lainnya.

Masyarakat madani yaitu sebuah proses pembentukan peradaban yang merujuk pada nilai-nilai kebijakan bersama berlandaskan pada pedoman hidup untuk menciptakan integrasi sosial dan persatuan.

Menurut Ernest Gellner Masyarakat sipil atau civil society menurut Ernest Gellner yaitu suatu masyarakat yang terdiri atas institusi non-pemerintah otonom, kuat dalam mengimbangi sebuah negara.

Ciri-Ciri Masyarakat Madani

Ada beragam ciri yang menandai sebuah masyarakat madani dan ciri-ciri tersebut dilansir dari pendapat Bahmuller yaitu sebagai berikut:

  • Penyebaran kekuasaan terjadi di tengah masyarakat dan berbagai kepentingan yang mendominasi bisa dibatasi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
  • Terdapat integrasi antara satu individu dengan individu lain, individu dengan kelompok, antara individu dengan media berupa kontrak atau aliansi sosial.
  • Meningkatnya kepercayaan antara satu individu dengan individu lainnya di dalam masyarakat sehingga tidak membuat masyarakat merasa terikat satu sama lain dan mengutamakan kepentingan bersama.
  • Penjembatanan kepentingan individu dengan pemerintah lewat adanya organisasi-organisasi atau lembaga sosial tertentu.

Konsep Masyarakat Madani

Konsep masyarakat sipil atau civil society sudah ada sejak lama, contohnya Aristoteles, seorang filsuf Yunani mengatakan jika masyarakat sipil adalah sebuah sistem kenegaraan yang identik dengan negara.

Masyarakat sipil yaitu sebuah komunitas politik, yang di dalamnya, orang-orang bisa langsung terlibat dalam pengambilan keputusan di bidang politik dan di bidang ekonomi.

Thomas Hobbes dan John Locke berpendapat jika masyarakat sipil yaitu sebuah evolusi dari masyarakat alami atau natural society.

Kekuasaan masyarakat sipil adalah mutlak untuk meredam konflik menurut pakar Thomas Hobbe

John Locke berpendapat jika masyarakat sipil merupakan sebuah wadah yang bisa melindungi hak-hak setiap warga negara.

Selain menggunakan pada konsep civil society, masyarakat madani juga terinspirasi dari model masyarakat ideal yang berhasil dibangun oleh Nabi Muhammad saw. saat dirinya masih berada di Madinah.

Unsur Unsur Masyarakat Madani

Mewujudkan masyarakat madani butuh proses dan unsur-unsur tertentu. Berikut ini beberapa hal yang menjadi unsur dari masyarakat madani:

1. Ruang Bebas Publik

Masyarakat memiliki kebebasan akan adanya kegiatan publik secara bebas.

Dengan prinsip ini masyarakat memiliki kebebasan dalam memberikan pendapat, ataupun mempublikasikan sebuah informasi pada khalayak umum sepanjang mengikuti norma atau aturan yang berlaku di masyarakat.

2. Demokrasi

Adalah unsur yang tidak kalah penting dalam mewujudkan masyarakat madani.

Jika masyarakat tidak memiliki demokrasi maka bagaimana mereka bisa mengeluarkan aspirasi.

Demokrasi bertujuan untuk menjadi wadah bagi masyarakat untuk mewujudkan sebuah tatanan sosial dari masyarakat untuk masyarakat.

3. Toleransi

Untuk menghindari terjadinya konflik dan mewujudkan masyarakat yang aman dan damai, buuth adanya toleransi antarkelompok dan antarindividu.

Toleransi yaitu menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain selama itu tidak merugikan pihak lain.

4. Pluralisme

Setiap unsur dari masyarakat tentu memiliki perbedaan masing-masing, hanya  terwujudnya masyarakat madani bukan sebuah perkara kesamaan antara semua elemen.

Masyarakat madani adalah sebuah masyarakat yang memiliki perbedaan satu sama lain, tetapi mereka sadar bahwa ada keberagaman yang wajib dihormati di dalamnya.

5. Keadilan Sosial

Hal yang membuat terjadinya chaos dan ketimpangan di tengah masyarakat yaitu hukum yang pandang bulu begitu juga perlakuan dari pemerintah.

Untuk mewujudkan masyarakat madani, tentu hal ini tidak boleh dibiarkan.

Harus ada keadilan sosial bagi semua lapisan masyarakat, terutama dari pihak pemerintah yang diberi mandat akan kekuasaan.

Baca Juga: 6 BENTUK NEGARA: Pengertian & Macam-Macam Bentuk Negara, Lengkap!

Sejarah Masyarakat Madani

Menengok konsep masyarakat madani, memang hal ini sudah ada sejak lama, bahkan sejak masa Yunani-Romawi.

Hanya, istilah masyarakat madani mulai diperkenalkan oleh Anwar Ibrahim.

Anwar Ibrahim adalah mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia yang sampai saat ini masih berkecimpung di dalam dunia politik.

Madani sendiri adalah kata yang berasal dari bahasa Arab yang artinya ‘beradab’.

Masyarakat madani menurut Anwar Ibrahim yaitu sebuah sistem sosial yang subur dan memiliki landasan prinsip moral.

Dengan adanya prinsip moral ini dapat terwujud stabilitas di dalam masyarakat yang mampu menjamin kebebasan individu.

Contoh Masyarakat Madani

Secara umum, masyarakat madani terwujud dalam konteks negara dengan tatanan masyarakat teratur dan juga kecil konflik.

Namun, jika dilihat dari tatanan yang lebih kecil, berikut ini beberapa contoh masyarakat madani yang dapat terwujud di dalam lingkup masyarakat besar.

1. Organisasi Sosial Kemasyarakatan

Organisasi sosial yaitu sebuah lembaga atau kelompok yang bersumber dari masyarakat dan terlepas dari intervensi negara.

Organisasi sosial yang lepas dari intervensi negara bisa menjadi corong untuk aspirasi publik yang baik dan tidak menjadi alat bagi pemerintah untuk melakukan kontrol.

2. Asosiasi Penerbitan

Konteks asosiasi penerbitan sejatinya cukup luas, yaitu sebuah wadah atau media untuk mengeluarkan berita, ide, pengetahuan, dan lainnya.

Asosiasi penerbitan berfungsi sebagai corong bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan wadah untuk mendapatkan pengetahuan terkait dengan berbagai macam hal.

3. Asosiasi Perlindungan Konsumen

Kadang hak-hak konsumen tidak diberikan dengan baik, dan ini yang mendorong terjadinya sebuah asosiasi yang bisa melindungi konsumen..

Asosiasi yang bisa melindungi konsumen bisa menjadi tempat sharing sekaligus memastikan hak-hak konsumen diberikan secara baik.

Dengan adanya asosiasi ini, para produsen tidak akan begitu saja atau sembarangan dalam melakukan bisnis.

4. Asosiasi Pembela Hak Masyarakat

Seringnya, masyarakat tidak mendapatkan hak yang seharusnya dalam berkehidupan.

Hal ini bisa disebabkan karena perilaku dari masyarakat lain atau malah bersumber dari negara.

Hak masyarakat yang dipotong membuat timpangnya keadilan sosial, inilah asosiasi pembela hak masyarakat bergerak untuk mendorong terjadinya keadilan sosial secara utuh.

Dengan adanya asosiasi-asosiasi seperti ini, bisa terjamin terwujudnya keadilan sosial dan menjadi kontrol bagi pemerintah untuk tidak berbuat secara semena-mena.

Hanya, asosiasi-asosiasi ini harus bersikap netral dan murni dalam membela kepentingan masyarakat, bukan berdalih membela kepentingan masyarakat tetapi memiliki tujuan lain yang merugikan masyarakat.

Pilar Penegak Masyarakat Madani

Yang dimaksud dengan pilar penegak masyarakat sipil adalah berbagai lembaga yang bisa melakukan kontrol sosial pada pemerintah.

Terwujudnya masyarakat madani tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat dan kekuasaan pemerintah yang tidak mutlak.

Meskipun demikian, kritik dan aspirasi dari masyarakat harus membangun dan tidak bertujuan menciptakan chaos di tengah masyarakat.

Berikut ini berbagai pilar yang dapat mendukung terwujudnya masyarakat madani dalam sebuah negara.

1. Pers

Pers adalah lembaga yang menjadi watchdog di tengah masyarakat.

Pers berfungsi dalam mengedukasi masyarakat, menyampaikan informasi, dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam fungsinya , pers harus independen atau bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu.

Independensi pers membuatnya mampu menyampaikan aspirasi siapa saja tanpa terkecuali.

Selain itu, dengan adanya independensi, berita yang disampaikan pers benar-benar apa adanya dan tidak bertujuan untuk memanipulasi masyarakat.

Ada banyak pers yang memiliki agenda besar tertentu, bahkan bertujuan untuk menjadi back-up kekuasaan pemerintah dan ini menjadi sesuatu yang harus disikapi dengan serius.

Jika pers selalu pasang badan untuk pemerintah, penyampaian informasi tidak akan sahih dan ini akan merugikan masyarakat.

2. Adanya Supremasi Hukum

Semua warga negara tanpa terkecuali wajib patuh kepada hukum yang berlaku dan ini membuat kondisi di tengah masyarakat menjadi aman dan kondusif.

Selain itu, supremasi hukum bisa memastikan pemerintah melakukan tugasnya dengan baik.

Namun, hukum tidak boleh berat sebelah jika menjadi alat bagi pemerintah untuk melakukan sebuah tindakan represif bagi masyarakat.

Hukum harus dapat melindungi masyarakat sekaligus dipatuhi oleh pemerintah

Terwujudnya supremasi hukum kuat dan tidak berat sebelah menjadi sebuah kontrol sosial dalam terus mewujudkan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat.

3. Lembaga Swadaya Masyarakat

Peran serta lembaga swadaya masyarakat penting dalam mewujudkan hak-hak masyarakat untuk menciptakan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat.

LSM tidak hanya berfungsi dalam mewujudkan hak masyarakat tapi juga harus hadir sebagai kontrol dan pengamat bagi pemerintah.

Dengan cara ini, maka pemerintah tidak akan seenaknya dalam menjalankan tugasnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, LSM mampu untuk netral dan tidak memiliki agenda khusus yang merugikan masyarakat.

4. Partai Politik

Ini sebuah hal yang menjadi pilar bagi masyarakat demokratis dan madani, karena Partai politik seharusnya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan politiknya.

Partai politik juga harus mampu membawa ideologi yang tentunya tidak melanggar hukum yang berlaku di sebuah negara.

Sehingga, dalam hal ini, sebuah partai politik seharusnya konsisten dan memiliki tujuan jelas.

Hanya saja, berbagai partai politik justru menjadi alat dari pihak-pihak tertentu untuk melanggengkan kekuasaannya dan aspirasi masyarakat tidak tersampaikan dengan baik.

Bahkan, mereka secara mudah menunjukkan keinginan untuk berkuasa, serta tidak jarang partai-partai politik dengan ideologi yang berbeda-beda justru berkoalisi untuk membagi-bagi porsi kekuasaannya.

5. Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi berfungsi sebagai tempat dalam mendidik masyarakat dan untuk mewujudkan pemikiran masyarakat yang kritis sekaligus sebagai wadah masyarakat untuk berkarya dan mampu berpikir secara linear.

Hanya, perguruan tinggi harus menjadi lembaga yang netral dan terlepas dari kepentingan-kepentingan tertentu apalagi yang sifatnya berhubungan dengan politik praktis.

Karena itu, penting untuk diadakan pengawasan bagi perguruan tinggi dari semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan netralitas yang aman.

Baca Juga: PERILAKU KONSUMEN: Pengertian, Teori, Faktor & Contoh

Kesimpulan

Pengertian Masyarakat madani adalah sebuah lingkup masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, beradab dan memahami mengenai perkembangan teknologi dan juga ilmu pengetahuan.

Kata madani berasal dari bahasa Arab yang artinya beradab, sementara dalam bahasa Inggris disebut dengan civilized atau civil society yang artinya masyarakat sipil.

Banyak hal yang terkait dengan MASYARAKAT MADANI: Pengertian, Konsep, Sejarah, Ciri & Contoh ini, karena itu pentingnya mengetahui akan makna tersebut.

Tinggalkan komentar