close button

Gambar Transistor NPN: Pengertian, Cara Kerja dan Simbol

  •   Agu 2022  •   11 min read  •   Comment

Ketika kamu bekerja sebagai teknisi listrik tentu saja patut untuk bisa memahami jenis-jenis transistor untuk membantu dalam menangani jika terjadinya kerusakan peralatan elektronik.

Secara umum, transistormemiliki dua jenis, yaitu transistor NPN dan PNP.

Hampir semua perangkat elektronik memiliki semua jenis komponen tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi seorang teknisi untuk tahu cara kerja dan seluk beluk lainnya dari transistor.

Untuk mengetahuinya secara lengkap simak bahasan Gambar Transistor NPN berikut.

Pengertian Transistor NPN

Sebelum membahas lebih jauh lagi, sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu pengertian dari transistor.

Transistor merupakan sebuah komponen di dalam elektronika yang dibuat dari bahan-bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki.

Dimana tiap-tiap kaki disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.

  • Emitor (E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
  • Kolektor (C) berfungsi sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam transistor.
  • Basis (B) berfungsi untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari transistor melalui kolektor.

Fungsi dari transistor ini adalah untuk memperkuat arus listrik yang masuk ke dalam rangkaian.

Fungsi yang berkebalikan dari resistor yang berperan meredam arus listrik.

Seperti yang sudah disebutkan, transistor terdiri dari 2 jenis yaitu NPN dan PNP.

NPN adalah singkatan dari Negatif Positif Negatif.

Sedangkan PNP yaitu kependekan dari Positif Negatif Positif.

Baca juga: NPN Adalah : Pengertian, Cara Kerja dan Fungsi

Transistor NPN menjadi aktif ketika kaki basis diberi arus listrik bermuatan negatif. Dan sebaliknya, transistor PNP akan aktif jika kaki basis mendapatkan tegangan listrik positif.

Dalam transistor NPN, kaki basis memiliki kutub positif dan bersebelahan langsung dengan sumber listrik atau baterai.

Dan kaki emitor memiliki kutub negatif karena berhubungan dengan massa. Kutub negatif juga ditemukan di kaki kolektor yang menghubungkan massa di rangkaian listrik.

Cara Kerja dan Fungsi Transistor NPN dan PNP

Di saat saklar dalam posisi tertutup atau terhubung, arus listrik akan mengalir dari kutub baterai positif melalui beban (misal lampu) lalu menuju kaki kolektor dan berhenti.

Karena transistor belum dapat pemicu sehingga posisinya tidak aktif, dan kenapa arus berhenti di kaki kolektor dan menyebabkan masih mati.

Di saat yang berbarengan arus pemicu yang berukuran lebih kecil dari arus listrik utama mengalir dari sumber listrik ke resistor lalu ke saklar melalui kaki basis kemudian ke emitor lanjut ke massa.

Dan kemudian lampu akan nyala karena telah mendapatkan masa listrik.

Jika dilihat dari cara kerja transistor NPN diatas, bisa disimpulkan bahwa penerapannya masih berkaitan dengan saklar, baik saklar pada peralatan elektronik dan juga saklar lampu.

Dimana penggunaan atau penerapan dari transistor NPN dengan PNP hampir sering berpasangan dalam menjalankan fungsinya. Berikut ini beberapa penerapan fungsi dari kedua transistor :

1.Transistor Sebagai Driver Motor DC

Selain sebagai saklar fungsi transistor NPN juga sebagai driver motor DC, dan fungsi dari motor DC dikendalikan secara langsung oleh transistor.

Di saat posisi transistor di out off, maka motor akan mati dan akan hidup apabila transistor dalam kondisi saturasi.

Selain itu transistor juga berperan dalam menentukan arah putaran motor.

2. Transistor Sebagai Penguat Arus

Arus yang masuk ke dalam rangkaian listrik tidak selalu sesuai dengan kebutuhan, yang berakibat rangkaian tidak dapat mengangkat beban yang diinginkan.

Sebab itulah dibutuhkan transistor NPN dan PNP dalam rangkaian agar rangkaian menghasilkan arus yang lebih kuat.

3. Transistor Sebagai Pembangkit Sinyal Flip-Flop

Transistor NPN dan PNP sebagai pembangkit sinyal flip-flop adalah salah satu fungsi dari kedua transistor ini.

Saat pada rangkaian listrik terdapat dua transistor, keduanya akan bekerja secara bergantian untuk menghidupkan dan mematikan lampu LED.

4. Penguat Arus Listrik

Salah satu manfaat transistor yaitu untuk menguatkan arus listrik yang masuk pada sebuah rangkaian elektronika.

Dengan begitu, transistor bisa digunakan sebagai sebuah rangkaian power supply.

Dengan menggunakan tegangan yang sudah diatur sedemikian rupa transistor bisa dimanfaatkan, maka arus butuh dibiaskan dengan tegangan yang konstan.

5. Saklar Elektronik

Transistor yaitu salah satu alat yang bisa dipakai sebagai sebuah saklar. Kinerja transistor sebagai saklar yaitu dengan mengatur bias hingga jenuh, sehingga diperoleh hubungan yang singkat antara emitor dengan kaki konektor.

6. Penguat Sinyal Ponsel

Pemakaian transistor pada sebuah smartphone memiliki fungsi penting yaitu sebagai penguat sinyal yang ditangkap oleh perangkat seluler tersebut.

Selain itu, transistor juga untuk menyimpan data dan arus listrik pada rangkaian listrik sebuah smartphone.

Penggunaan transistor dalam aplikasi alat alat elektronik sesuai dengan kebutuhan. Transistor memiliki 2 jenis, yakni tarnsistor jenis NPN (negatif-positf-negatif) dan PNP (postif-negatif-positif).

Untuk kedua jenis transistor ini memiliki karakteristik masing masing.

Simbol Transistor

Gambar Transistor NPN

Simbol transistor jenis NPN dan PNP hampir sama, yang membedakannya ada di arah panah.

Dimana pada transistor NPN arah panah (arus listrik) mengalir dari kolektor menuju ke basis dan diteruskan ke emitor.

Sedangkan untuk transistor PNP arah arus listrik mengalir dari emitor menuju basis kemudian ke kolektor.

Di transistor NPN, tegangan positif diberikan ke terminal kolektor untuk menghasilkan aliran arus dari kolektor ke emitor.

Dalam transistor PNP, tegangan positif diberikan pada terminal emitor untuk menghasilkan aliran arus dari emitor ke kolektor.

Transistor dibagi menjadi 2 kategori utama yaitu transistor bipolar (BJT) dan transistor efek medan (FET).

Baca juga: Gambar Mesin Frais Vertikal dan Penjelasan Lengkap

Gambar Transistor NPN

Gambar Transistor NPN

Cara Menentukan Transistor NPN dan PNP

Gambar Transistor NPN

Kedua Transistor ini secara teori sangat mudah dibuktikan karena perbedaan muatan ada pada kaki-kakinya, hanya bagaimana membedakan atau menentukan kedua transistor ini secara fisik? Sedangkan jika dilihat secara fisik antara keduanya memiliki fisik yang serupa.

Cara untuk  menentukan kedua transistor yaitu dengan menggunakan alat Avometer, langkah -langkahnya yaitu sebagai berikut :

Transistor NPN :

  • Pertama ubah Avometer ke fungsi ohm meter
  • Lalu tempelkan probe merah ke kaki emitor
  • Dan probe hitam ke kaki basis
  • Jika jarum pada avometer bergerak artinya transistor tersebut adalah tipe NPN, sebaliknya jika jarum di avometer tidak menunjukkan pergerakan berarti transistor bukan jenis NPN.

Transistor PNP :

  • Setting Avometer ke fungsi ohmmeter
  • Lalu probe merah hubungkan ke kaki basis
  • Dan hubungkan probe hitam ke kaki emitor
  • Jika jarum pada avometer bergerak, berarti transistor merupakan jenis PNP.

Cara Mengetahui Posisi Kaki dan Jenis Transistor NPN dan PNP

Cara Mengetahui Posisi Kaki dan Jenis Transistor NPN dan PNP

Transistor NPN dan PNP yang umum beredar di pasaran memiliki beragam wujud fisik yang berbeda. Ada yang berkepala tabung, setengah tabung, dan juga ada kotak dengan lidah yang memiliki lubang.

Hanya saka, wujud fisik dari Transistor NPN dan PNP ini sering kali sama dan tidak ada penanda khusus yang ada pada cashing untuk menjadi pembedanya.

Sehingga, kamu harus melihat datasheet dari sebuah transistor untuk mengetahui jenisnya.

Tapi, kamu bisa mengidentifikasi jenis suatu transistor dengan mengeceknya menggunakan multimeter.

Hanya kamu harus tahu dulu tata letak 3 kaki transistor, di mana posisi basis, emitor dan kolektor sebelum mempraktikkan cara ini untuk mengecek jenis transistor.

Juga, kamu harus membuka datasheet jika ingin mengetahui tata letak dari ketiga kaki transistor.

Apabila memang tidak memungkinkan untuk membuka datasheet, maka pengecekan menggunakan multimeter ini juga bisa memberitahu untuk susunan kaki-kaki transistor.

Maka, berikut ini cara mengecek jenis dan tata letak kaki transistor dengan menggunakan multimeter.

Baca juga: Cara Modif Kijang Super Modif Simple

Cara Mengecek Jenis Transistor Sekaligus Kaki Basis

Perlu diketahui, transistor dibuat oleh dua dioda di dalamnya.

Dimana, pada jenis NPN kaki basis merupakan anoda dan dua kaki sisanya (kolektor dan emitor) yaitu katoda. Sedangkan untuk PNP sebaliknya.

Seperti yang diketahui, tegangan pada dioda hanya bisa mengalir jika terjadi forward bias, di mana bagian anoda mendapat input positif dan katoda negatif.

Karena itu dengan prinsip ini kamu dapat mencari kaki basis dari suatu transistor sekaligus mengetahui jenisnya.

Menentukan Transistor NPN dan Kaki Basis

  1. Atur multimeter pada mode pengukuran tegangan (V).
  2. Cari kaki basis dengan menempelkan probe multimeter ke kaki transistor, masing-masing probe (merah dan hitam) ke satu kaki secara bersamaan.
  3. Lalu coba tiap kaki, jika indikator pada multimeter menunjukkan adanya tegangan maka hal ini menandakan probe merah (+) berada di kaki basis.
  4. Kamu bisa memastikan kaki yang ditempel oleh probe merah adalah basis dengan memindahkan probe hitam (-) ke satu kaki lain yang bukan tempat menempelnya probe merah. Apabila multimeter juga menunjukkan adanya tegangan, maka sudah bisa dipastikan jika kaki tempat probe merah berada adalah basis.
  5. Cara ini juga menunjukkan jika transistor yang kamu cek adalah NPN karena tegangan mengalir ketika kaki basis yang adalah anoda dialiri tegangan poitif (+).

Menentukan Transistor PNP dan Kaki Basis:

Ulangi langkah yang sama, hanya patokannya adalah probe hitam (-). Karena pada transistor PNP kaki basis adalah katoda.

Maka multimeter akan menunjukkan tegangan saat probe hitam (-) menempel di kaki basis dan probe merah (+) disentuhkan pada emitor atau kolektor.

Baca juga: Diameter Piston Sonic Semua Tipe

Cara Mengetahui Kaki Emitor dan Kolektor

Tentu saja jika tidak ingin salah memasang transistor pada rangkaianmaka tidak cukup hanya tahu kaki basis, kamu juga perlu mencari di mana posisi emitor dan di mana kolektor.

Pada langkah sebelumnya kamu sudah memahami jenis transistor yang digunakan apakah NPN atau PNP dan juga letak kaki basis, dengan informasi tersebut akan cari emitor dan kolektornya, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Aturlah multimeter ke x10KOhm.
  2. Contohnya transistor berjenis NPN. Simpan probe hitam (-) di salah satu kaki selain basis. Di sini jari tangan kamu juga harus ikut menyentuh kaki transistor.
  3. Lalu tempelkan probe merah (+) ke kaki satunya yang juga bukan basis. Berbeda dengan tahap pertama, di tahap ini jari tangan tidak boleh ikut menempel.
  4. Setelah kedua probe sudah mendapat tempatnya, lalu sentuh kaki basis dengan jari tangan. Jika indikator multimeter tidak menunjukkan perubahan, tukar posisi kedua probe.
  5. Tempel kembali jara tangan ke kaki basis, jika multimeter menunjukkan perubahan maka kaki yang dipegang bersama probe hitam yaitu kolektor dan kaki tempat probe merah adalah emitor.
  6. Untuk transistor PNP, lakukan langkah yang sama tapi posisi probe merah dan probe hitam dibalik.

Klasifikasi Transistor

Berikut penjelasannya:

1. Berdasarkan Material

Mengacu pada bahan semikonduktor yang dipakai dalam transistor, transistor dibagi menjadi transistor silikon dan transistor germanium.

Menurut polaritas transistor, transistor bisa dibagi menjadi transistor NPN germanium, transistor PNP germanium, transistor NPN silikon dan transistor PNP silikon.

2. Berdasarkan Teknologi

Menurut struktur dan proses pabrikasinya, transistor bisa dibagi menjadi transistor difusif, transistor paduan, dan transistor planar.

3. Berdasarkan Kapasitas

Menurut kapasitas saat ini, transistor bisa dibagi menjadi transistor daya rendah, transistor daya sedang dan transistor daya tinggi.

4. Berdasarkan Frekuensi Operasi

Menurut frekuensi operasi, transistor bisa dibagi menjadi transistor frekuensi rendah, transistor frekuensi tinggi dan transistor frekuensi ultra-tinggi.

5. Berdasarkan Struktur Pengemasan

Menurut struktur pengemasan, transistor bisa dibagi menjadi transistor pengemasan logam, transistor pengemasan plastik, transistor pengemasan cangkang kaca, transistor pengemasan permukaan dan transistor pengemasan keramik, dan lainnya.

6. Berdasarkan Kegunaan

Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, transistor ini bisa dibedakan menjadi transistor penguat derau rendah, transistor penguat frekuensi menengah-tinggi, transistor switching, transistor Darlington.

Ada juga transistor tegangan balik tinggi, transistor band-stop, transistor redaman, transistor gelombang mikro, transistor optik dan transistor magnetik dan lainnya.

Cara Kerja Transistor

Pada transistor FET, pembawa muatan yang dipakai hanya satu jenis. Hal ini bergantung pada jenis dari FETnya.

Pada transistor, listrik mengalir melalui sebuah kenal konduksi yang cukup sempit serta dengan memakai depletion zone pada bagian sisinya.

Pada Transistor Bipolar (BJT)

Cara kerja transistor BJT yaitu sebagai pembawa sebuah arus atau muatan listrik yang mana memakai 2 buah polaritas pada kanal konduksi pokoknya.

Dimana, aliran listrik wajib melalui sebuah lapisan atau daerah pembatas (depletizon). Tingkat ketebalan pada daerah tersebut bisa disetting dengan menggunakan kecepatan yang tinggi.

Pada Daerah Potong (cut off)

Diberikan sebuah diode emitter du bagian diode emitter. Sehingga menyebabkan tidak adanya pergerakan elektron.

Dengan begitu, didapatkan arus pokok IB = 0. Hal ini juga terjadi pada ICEO yang adalah pengumpul arus menuju emitter, sehingga diperoleh IC = 0.

Dimana, karakteristik transistor bagian kaki basis diharuskan lebih negatif jika dibandingkan dengan emitter, khususnya pada transistor dengan jenis NPN.

Sedangkan pada tipe PNP, arus utamanya diharuskan jauh lebih positif jika dibandingkan dengan kolektornya.

Pada Daerah Saturasi

Di bagian diode emitter diberikan sebuah prategangan maju, juga demikian dengan diode kolektor.

Hal ini menyebabkan IC dan arus kolektor akan sampai pada harga yang maksimum.

Bahkan tanpa harus bergantung pada IB, βdc, dan pada arus basis. Dengan begitu, menjadikan transistor menjadi sebuah komponen yang tidak dapat dikontrol.

Kesimpulan

Transistor merupakan sebuah komponen di dalam elektronika yang dibuat dari bahan-bahan semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki.

Dimana tiap-tiap kaki disebut sebagai basis, kolektor, dan emitor.

  • Emitor (E) memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
  • Kolektor (C) berfungsi sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam transistor.
  • Basis (B) berfungsi untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari transistor melalui kolektor.

Fungsi dari transistor ini adalah untuk memperkuat arus listrik yang masuk ke dalam rangkaian. Fungsi yang berkebalikan dari resistor yang berperan meredam arus listrik.

Seperti yang sudah disebutkan, transistor terdiri dari 2 jenis yaitu NPN dan PNP. NPN adalah singkatan dari Negatif Positif Negatif.

Sedangkan PNP yaitu kependekan dari Positif Negatif Positif.

Dan masih banyak hal mengenai Gambar Transistor NPN yang berkaitan seperti penjelasan di atas, semoga bermanfaat.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar