close button

Fungsi Akumulator: Pengertian, Fungsi, Sejarah, dan Jenis

  •   Agu 2022  •   9 min read  •   Comment

Akumulator merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai penyusun dari dua sistem fluida.

Meski  ini bukan bagian pokok, namun akumulator memiliki peran yang cukup penting saat dilibatkan dalam desain sebuah sistem fluida.

Untuk kendaraan motor accumulator berfungsi untuk menyalakan starter dan semua kelistrikan pada kendaraan ketika mesin dalam kondisi belum nyala atau mati.

Sumber arus listrik pada accumulator berasal dari alternator yang ada di kendaraan mobil atau motor, maka dari itu accumulator yang tidak pernah di-charger bisa mengalami low battery atau lemah baterai.

Lebih jelasnya simak bahasan Fungsi Akumulator berikut.

Pengertian Akumulator

Secara umumnya, accumulator atau akumulator merupakan istilah dalam menyebut alat penyimpanan energi, oleh karena itu kamu juga mengenal accumulator sebagai aki kendaraan yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik.

Dalam sistem fluida juga tidak jauh berbeda, akumulator yaitu sebutan untuk alat tempat penyimpan fluida sementara, di mana fluida menjadi energi penggerak yang ada di dalam sistem tersebut.

Akumulator dipasang dalam sistem hidrolik berfungsi untuk menyimpan energi dan menjaga aliran fluida tetap stabil.

Fluida di dalamnya bisa menjadi pengganti ketika aliran dari pompa belum bisa sampai ke aktuator.

Baca juga: Pompa Rotary : Pengertian dan Jenis

Selain itu, dengan adanya akumulator juga bisa membuat sistem bisa bekerja secara instan tidak menunggu suplai fluida dari pompa.

Secara tidak langsung, alat ini akan mengurangi beban kerja pompa sehingga mampu menghemat biaya yang dikeluarkan untuk bahan bakar pompa.

Akumulator juga bisa bertindak sebagai pengaman yang meredam lonjakan atau pulsasi, seperti lonjakan dari kubah udara yang dipakai pada piston berdenyut atau pompa putar.

Akumulator bisa melindungi palu hidrolik, mengurangi guncangan yang dikarenakan oleh operasi cepat atau saat sistem secara mendadak menyala atau mati saat daya dalam sirkuit hidrolik terputus.

Fungsi Akumulator Pada Kendaraan

Fungsi Akumulator Pada Kendaraan

Walau tanpa accumulator kendaraan masih bisa di hidupkan, hanya manfaat accumulator sangat memberikan dampak mempermudah bagi pengendara.

Meskipun accumulator bukan sebuah komponen vital pada kendaraan, fungsi akumulator sebagai berikut:

1. Untuk Menyalakan Sistem Starter

Untuk menyalakan sistem starter diperlukan suplai listrik yang diberikan oleh accumulator.

Accumulator menjadi tenaga penggerak di saat mesin mati dan akan ingin dihidupkan.

Accumulator berperan sebagai tenaga penggerak untuk memutar poros engkol, sehingga piston bisa bergerak naik turun dan terjadi proses pembakaran sehingga mesinnya hidup.

2. Untuk Menyimpan Listrik

Accumulator dapat menyimpan listrik yang dihasilkan oleh alternator atau sepul pada kendaraan.

Sumber listrik diambil oleh alternator pada saat mesin nyala, suplai listrik ini tidak semuanya dipakai pada pemakaian kendaraan sehingga sebagian dikirim ke accumulator untuk disimpan.

Seiring dengan digunakannya starter maka accumulator akan terus berkurang apabila accumulator tidak bisa menyimpan listrik dari alternator.

3. Stabilisator

Fungsi akumulator yang terakhir ialah sebagai stabilisator.

Putaran mesin yang naik turun karena pembukaan dan penutup handle gas bisa menyebabkan listrik yang dihasilkan oleh alternator tidak selalu konstan jumlahnya.

Lalu dibutuhkan unit kiprok yang di pasangkan di sistem pengisian agar besar kecil arus listrik tidak merusak komponen kelistrikan yang ada di kendaraan.

Unit kiprok ini bisa mengatur jumlah listrik yang dikirim kepemakaian.

Sejarah Terciptanya Akumulator (AKI)

Aki ditemukan oleh seorang ahli fisika dari Prancis bernama Gaston Plante di tahun 1859.

Ketika ini terdapat 3 jenis aki yaitu aki basah, aki hybrid & aki kering. Aki basah banyak digunakan oleh mobil dan juga  motor.

Salah satu ciri dari aki jenis ini yaitu adanya lubang2 tempat pengisian air aki. Keunggulan dari aki basah adalah harganya yang terjangkau.

Sedangkan kelemahannya yaitu pada tingkat penguapannya tinggi.

Oleh sebab itu kendaraan yang menggunakan jenis aki basah ini harus rutin memeriksa ketinggian permukaan air akinya.

Gunakan air suling untuk menambah cairan pada aki. Kondisi permukaan air yang ada di bawah garis lower dan salah menuangkan cairan ketika menambah cairan aki (seperti aki zuur, air ledeng) membuat aki menjadi cepat rusak.

Lalu adalah aki hybrid. Aki jenis ini sama dengan aki basah hanya saja material selnya lebih bagus jika dibandingkan dengan aki basah karena menggunakan lapisan anti penguapan.

Baca juga: Apa Itu Aki ? : Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis

Boleh dikatakan jika aki hybrid lebih mudah perawatannya jika dibandingkan dengan aki basah konvensional.

Dan terakhir yaitu aki kering. Istilah kering ada karena aki tipe ini tidak memiliki lubang pengisian air aki.

Karena tidak ada lubangnya, maka banyak orang mengatakan aki ini kering, tidak menggunakan air aki.

Hal ini kurang tepat karena aki tipe ini tetap basah hanya saja sudah tidak menggunakan media air aki lagi hanya menggunakan gel saja di dalamnya.

Dan aki jenis ini lebih tepat disebut aki maintenance free (MF). Salah satu keunggulan dari aki MF ini adalah tingkat penguapannya yang sangat rendah sehingga bisa dikatakan relatif tidak membutuhkan perawatan yang sulit.

Selain itu aki MF bisa diletakkan berdiri ato tidur. Dengan beragam kelebihannya aki MF dibanderol paling mahal jika dibandingkan dengan aki basah dan aki hybrid.

Contoh Aplikasi Akumulator

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan saat sebuah sistem fluida menggunakan akumulator, yaitu:

  • Menjaga sistem beroperasi tetap stabil, karena dengan menggunakan energi yang tersimpan di dalam akumulator, sistem bisa bekerja secara instan tanpa harus menunggu pompa fluida yang dikirim dari pompa.
  • Proses yang lebih halus dan stabil karena penggunaan akumulator juga bisa membuat komponen lain di dalam sistem menjadi lebih awet.
  • Akumulator berperan sebagai backup jika terjadi kerusakan pompa. Alat ini bisa menjadi penyuplai fluida sementara sehingga mengatasi adanya kegagalan sistem.
  • Karena akumulator membuat kerja pompa lebih ringan, maka alat ini bisa mengurangi biaya sistem dan juga membuat sistem lebih ramah lingkungan.
  • Penggunaan tempat penyimpanan fluida sementara juga memungkinkan respon sistem lebih cepat, karena memangkas delay yang terjadi ketika menunggu suplai fluida dari pompa.
  • Meredam lonjakan yang mendadak dari fluida, seperti saat sumber daya ke sistem menyala secara tiba-tiba setelah sebelumnya terputus.
  • Para teknisi ini biasanya menggunakan fluida yang ada di dalam akumulator untuk mengecek kualitas fluida di dalam suatu sistem.

Jenis-Jenis Akumulator

Jenis-Jenis Akumulator

Akumulator bisa dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan prinsip kerjanya, yaitu Weight-loaded, spring-loaded dan gas-charged.

Berikut ini adalah penjelasan dari tiap-tiap jenisnya.

1. Weight-Loaded Accumulators

Weight-Loaded Accumulators bekerja dengan menggunakan piston dan silinder.

Di bagian atas piston dipasang beban berat.

Ketika pengisian, fluida bertekanan tinggi yang mengalir pada sirkuit hidrolik masuk ke bagian bawah silinder, kemudian mendorong naik piston dan juga beban berat yang di pasang di atasnya.

Silinder akan terisi penuh dan karena tekanan fluida masih kuat beban di atas piston masih mampu ditahan.

Saat tekanan fluida melemah, di mana itu yaitu sinyal jika sistem kekurangan fluida, maka tekanan yang menahan beban akan ikut menurun sehingga beban berat akan mendorong piston dan juga fluida yang ada di dalam silinder.

Fluida juga akan terdorong ke luar akumulator dan mengalir ke sistem.

Jenis ini menjadi jenis akumulator yang pertama kali dipakai dan sudah sangat jarang digunakan lagi. Alasannya karena ukurannya yang besar dan juga berat.

Baca juga: Fungsi Turbin : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Penggunaan

2. Spring-Loaded Accumulators

Cara kerja dari jenis spring-loaded ini bisa dikatakan hampir sama dengan jenis weight-loaded.

Tekanan fluida masuk mendorong piston, hanya di sini tidak menggunakan beban berat melainkan pegas.

Sehingga ketika piston terangkat oleh tekanan fluida pegas akan ikut terdorong, sehingga ada gaya pegas yang tertahan oleh tekanan fluida.

Nah saat tekanan fluida menurun di sistem, maka gaya pegas tersebut akan lebih besar dari tekanan fluida sehingga mendorong piston dan membuat akumulator mengosongkan isinya. Fluida juga akan mengalir ke sistem.

3. Gas-Charged Accumulators (Pneumatic Accumulator)

Untuk cara kerja jenis gas-charged atau sering disebut dengan akumulator pneumatik ini juga masih sama seperti cara kerja kedua jenis sebelumnya.

Hanya saja di sini yang digunakan yaitu tekanan gas bukan pegas atau beban berat.

Saat proses pengisian, tekanan fluida akan mendorong gas. Saat tekanan fluida menurun yang artinya sistem butuh pasokan fluida, maka gas yang terdorong akan menekan balik sehingga melepas fluida keluar.

Cara Perawatan Akumulator

Ada beberapa perawatan yang harus kamu lakukan untuk membuat akumulator lebih awet, yaitu:

  • Usahakan menguras isi akumulator saat sistem sudah tidak digunakan
  • Pastikan aliran akumulator dibatasi pada tingkat yang wajar selama beroprasi
  • Pasang check valve yang berfungsi mencegah fluida dari akumulator mengalir kembali ke pompa
  • Rutin periksa tekanan pre-charge pada akumulator untuk mengetahui adanya penurunan kinerjanya

Tegangan dan Kapasitas Aki

Perhatikan kapasitas arus accumulator pada saat ingin membeli accumulator untuk kendaraan kamu.

Umumnya accumulator yang di produksi untuk kendaraan memiliki tegangan 12 volt tapi memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

Contoh :

Pada accumulator yang berlabel 12V 40AH. Ini artinya accumulator memiliki tegangan 12 volt dan berkapasitas arus 40 ampere/jam.

Jika kamu menghidupkan lampu  yang memiliki arus 10 ampere, maka dalam waktu 4 jam accumulator akan habis.

Semakin besar arus ampere maka accumulator mampu mengeluarkan kapasitas yang besar pula.

Baca juga: Humidity Artinya : Pengertian dan Masalah

Komponen Yang ada di Akumulator (AKI)

Didalam akumulator terdapat beberapa komponen yang harus kamu ketahui. Berikut ini adalah Komponen-Komponen dari Akumulator (AKI), yaitu:

  • Kotak aki : Berfungsi sebagai rumah atau tempat dari komponen aki yang terdiri atas cairan aki, pelat positif dan pelat negatif berikut separatornya.
  • Tutup aki: Berada di atas, tutup aki berfungsi sebagai penutup lubang dalam pengisian air aki ke dalam wadahnya. Sehingga aki tidak mudah tumpah. Di aki kering tertentu tidak ada komponen ini dan kalaupun ada tidak boleh dibuka.
  • Lubang ventilasi : Untuk jenis konvensional ada di samping atas dan ada slangnya. Berfungsi untuk memisahkan gas hydrogen dari asam sulfat dan sebagai saluran penguapan air aki. Sedang tipe MF, gas hydrogen dikondisikan lagi menjadi cairan sehingga tidak dibutuhkan lubang ventilasi.
  • Pelat logam: Terdiri dari pelat positif dan negatif. Untuk pelat positif dibuat dari logam timbel preoksida (PbO2). Sedangkan pelat negatif hanya dibuat dari logam timbel (Pb).
  • Air aki: Dibuat dari campuran air (H2O) dan asam sulfat (SO4).
  • Separator: Berada di antara pelat positif dan negatif, separator bertugas untuk memisahkan atau menyekat pelat positif dan negatif agar tidak saling bersinggungan yang bisa menimbulkan short alias hubungan arus pendek.
  • Sel: Yaitu ruangan dalam wadah bentuk kotak-kotak yang memuat cairan aki, pelat positif dan negatif berikut seperatornya.
  • Terminal aki: Keduanya berada di atas wadah, karena menjadi ujung dari rangkaian pelat-pelat yang nantinya dihubungkan ke beban arus macam lampu dan lainnya. Bagian satu ini terdiri dari terminal.

Kesimpulan

Secara umumnya, accumulator atau akumulator merupakan istilah dalam menyebut alat penyimpanan energi, oleh karena itu kamu juga mengenal accumulator sebagai aki kendaraan yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik.

Dalam sistem fluida juga tidak jauh berbeda, akumulator yaitu sebutan untuk alat tempat penyimpan fluida sementara, di mana fluida menjadi energi penggerak yang ada di dalam sistem tersebut.

Akumulator dipasang dalam sistem hidrolik berfungsi untuk menyimpan energi dan menjaga aliran fluida tetap stabil.

Untuk kendaraan motor fungsi akumulator yaitu untuk menyalakan starter dan semua kelistrikan pada kendaraan ketika mesin dalam kondisi belum nyala atau mati.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar