close button

Jenis Jenis Pompa dan Fungsinya Lengkap

  •   Agu 2022  •   11 min read  •   Comment

Pompa adalah salah satu alat yang memiliki banyak fungsi untuk aplikasi tertentu dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk rumah tangga sampai pada dunia industri.

Pompa sendiri terbagi menjadi beberapa macam, dimana setiap jenis pompa tersebut memiliki cara kerja dan penggunaannya masing-masing.

Untuk memahaminya lebih dalam mengenai pengertian sampai Jenis Jenis Pompa, berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Pompa

Pompa merupakan sebuah alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan udara atau zat cair (fluida) dari satu tempat ke tempat lain yang dibutuhkan dengan cara menaikkan tekanan.

Pompa bekerja dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi kinetik untuk menyedot atau menekan suatu fluida.

Dimana setiap jenis pompa memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing. Tidak semua pompa cocok digunakan satu pekerjaan saja.

Sehingga sebelum membelinya, memilih dan menggunakan pompa tertentu, ada baiknya jika mengetahui terlebih dahulu apa saja jenis jenis pompa.

Pompa bekerja dengan membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dengan bagian keluar (discharge).

Baca juga: Kulkas Energi Listrik Menjadi Energi Apa ?

Dengan perbedaan tekanan, pompa mampu memindahkan fluida baik secara vertikal dan juga horizontal.

Fluida sendiri yaitu sebuah dzat yang partikel-partikelnya bisa bergerak bebas sehingga dapat berubah bentuk secara mudah. Secara umum, fluida terbagi menjadi dua jenis, antara lain yaitu:

  • Fluida yang bersifat compressible atau bisa dikompres (mampu mampat), contohnya yaitu udara dan gas.
  • Fluida yang bersifat Incompresible atau tidak mampu dikompres atau mampat, contohnya yaitu air dan minyak.

Pada umumnya prinsip kerja sebuah pompa dalam mengalirkan yaitu dengan cara memberikan gaya tekan terhadap fluida.

Tujuan dari gaya tekanan tersebut adalah untuk mengatasi hambatan yang timbul di dalam pipa saluran saat proses pengaliran sedang berlangsung.

Tanpa adanya tekanan pada cairan, maka  cairan tersebut tidak akan mampu untuk dialirkan atau dipindahkan.

Fungsi Pompa

Fungsi utama pompa yaitu untuk memindahkan fluida (zat cair) dari sebuah tempat ke tempat lain yang diinginkan dengan memberikan gaya tekan terhadap zat yang akan dipindahkan.

Salah satu contohnya yaitu pemindahan minyak mentah dari tangki penampungan bahan baku ke dalam kolom distilasi untuk diolah lagi.

Fungsi lain dari pompa yaitu untuk mengubah tenaga mekanis dari suatu sumber tenaga penggerak menjadi tenaga kinetis (kecepatan).

Tenaga yang berfungsi untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada di sepanjang aliran.

Klasifikasi dan Jenis-jenis Pompa

Klasifikasi dan Jenis-jenis Pompa

Sebelum memahami ke jenis-jenis pompa ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu klasifikasi pompa yang tersedia.

Karena nantinya jenis pompa akan dibedakan melalui klasifikasinya, sehingga tidak hanya berat beban dan lainnya.

Klasifikasi pompa dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu Pompa Dinamis dan Pompa Perpindahan Positif. :

  • Positive Displacement Pump, pompa kerja positif yang menghasilkan kapasitas (volume) yang sifatnya bersilangan (intermittent). Kapasitas pompa ini berbanding lurus dengan jumlah putaran yang dihasilkannya, dan energi angkat yang dihasilkan cukup tinggi namun dengan kapasitas yang minim.
  • Dynamic Pump, Ruang kerja dari pompa satu ini bersifat dinamis, sehingga tidak berubah selama pompa bekerja. Jika tekanan ingin dinaikkan maka harus mengubah terlebih dahulu volume aliran yang dimiliki oleh pompa ini.

Baca juga: Fungsi Saklar beserta 4 Jenisnya yang Wajib Kamu Tahu!

2 kelompok besar ini masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis-jenis pompa yaitu.

1. Jenis-jenis Pompa Perpindahan Positif (Positif Displacement Pump)

Pompa perpindahan positif atau pompa dengan kerja positif adalah jenis pompa yang mampu menekan fluida dengan volume tertentu sehingga  akan menghasilkan volume (kapasitas) yang intermittent (berselang).

Cara kerja pompa ini yaitu  dengan menekan cairan (fluida) oleh elemen-elemen pompa dengan volume tertentu, dimana saat cairan masuk akan langsung dipindahkan ke sisi buang, sehingga tidak akan mengalami kebocoran (alir balik) ke sisi masuk.

Kelebihan yang dimiliki dari jenis pompa ini adalah :

  • Memberikan perpindahan fluida yang tetap dan stabil di setiap putarannya
  • Bisa menghasilkan power density (gaya persatuan berat) yang lebih berat

Jenis jenis pompa yang tergolong dalam pompa Positif Displacement Pump yaitu sebagai berikut :

  • Pompa Rotary

Pompa rotary berfungsi memindahkan fluida melalui prinsip rotary (putaran pada sumbu tetap), dengan cara menimbulkan efek vakum sehingga bisa menghisap fluida kerja dari sisi inlet dan memindahkan pada sisi outlet.

Sehingga terperangkaplah udara di dalam rotary, pompa ini secara alami akan mengeluarkan udara tersebut.

Kelebihan pompa rotary yaitu memiliki tingkat efisiensi yang tinggi.

Sementara kekurangannya yaitu memiliki sifat alami dimana clearance diantara sudut putar dan sudu pengikutnya harus seminim mungkin, dan pompa harus berputar pada kecepatan yang stabil atau rendah.

Macam macam pompa rotary antara lain :

  1. Pompa roda gigi
  2. Pompa screw
  3. Poma Rotary Vane
  • Pompa Reciprocating

Pompa reciprocating adalah jenis pompa perpindahan positif yang mengalirkan fluida dalam jumlah terbatas pada pergerakan piston atau plunyer di sepanjang prosesnya.

Cara kerja dari jenis pompa ini yaitu dengan mengubah energi mekanis dari penggerak pompa menjadi energi dinamis pada fluida yang dipindahkan.

Perpindahan energi pada fluida berlangsung  lewat elemen berupa crank atau gear, cam yang bergerak dengan memutar dan memberikan dorongan pada piston yang lalu menekan fluida, sehingga fluida mampu mengalir.

Volume fluida akan mengalir masuk lewat inlet menuju silinder, lalu diteruskan dengan fluida yang dipompa atau ditekan keluar melalui outlet.

Jenis pompa ini umum digunakan untuk mengalirkan fluida dengan nilai viskositas yang besar, seperti contoh minyak mentah dan lumpur.

Macam macam pompa reciprocating antara lain :

  1. Pompa plunyer
  2. Pompa diafragma

2. Jenis-jenis Pompa Dinamis (Dynamic Pump)

Pompa dinamis atau dynamic pump yaitu jenis pompa yang dapat menghasilkan fluida dengan kecepatan tinggi dan mengkonversi  kecepatan fluida menjadi tekanan lewat perubahan penampang aliran fluida.

Pompa dinamis di susun dari poros, sudu-sudu impeller, rumah volute dan saluran keluar.

Poros pompa mendapatkan energi mekanis dari luar untuk memutar impeller. Putaran dari impeller membuat head dari fluida menjadi lebih tinggi karena akan mengalami percepatan.

Sehingga prinsip kerja dari pompa dinamis yaitu dengan mengubah energi mekanis dari poros menjadi energi fluida.

Jenis pompa dinamis memiliki efisiensi yang lebih rendah jika dibanding dengan pompa perpindahan positif.

Tapi pompa jenis ini memiliki biaya perawatan yang lebih murah.

Pompa dinamik juga bisa bekerja pada kecepatan yang tinggi dan debit aliran yang juga tinggi.

Jenis Jenis pompa  yang tergolong dalam pompa dinamis seperti Pompa Sentrifugal, Pompa Aksial, dan Special Effect Pump.

1. Pompa Sentrifugal

Pompa sentrifugal adalah sebuah pompa yang terdiri dari satu impeller atau lebih dan dilengkapi dengan sudu-sudu yang terpasang di poros yang berputar.

Lalu dilapisi dengan casing yang berbentuk volut.

Prinsip kerja pompa sentrifugal dengan menggunakan energi mekanis dari luar pompa berupa motor listrik yang  kemudian digunakan untuk memutar impeller.

Putaran impeller yang menyebabkan fluida terdorong oleh sudu-sudu kemudian fluida akan menuju saluran keluar atau discharge.

Untuk prosesnya, fluida akan mendapat percepatan sehingga fluida akan memiliki energi kinetic.

Kecepatan keluar fluida ini akan berkurang dan mengakibatkan energi kinetic fluida berubah menjadi energi tekanan pada sudu-sudu.

Pompa yang tergolong pompa yang paling banyak digunakan di seluruh unia. Kelebihan dari pompa ini antara lain yaitu:

  • Aliran yang halus di dalam pompa
  • Tekanan yang sama pada discharge pompa
  • Biaya yang rendah
  • Bisa bekerja pada kecepatan yang tinggi, sehingga pada penggunaan selanjutnya dapat dikoneksikan langsung dengan turbin uap dan motor elektrik.

2. Pompa Aksial

Pompa aksial yang dikenal dengan nama pompa propeller. Pompa jenis ini mampu menghasilkan sebagian besar tekanan yang berasal dari propeller dan gaya lifting dari sudu terhadap fluida.

Pompa aksial bisa dibedakan menjadi 2 macam, yaitu pompa aksial vertikal (single-stage dan two-stage) dan pompa aksial horizontal.

Penggunaan pompa ini banyak digunakan pada sistem drainase dan irigasi.

Pompa aksial dengan jenis vertikal single stage lebih banyak digunakan, namun juga terkadang pompa aksial jenis two stage lebih ekonomis penggunannya.

Sedangkan pompa aksial horizontal digunakan untuk debit aliran fluida yang besar dengan tekanan yang kecil dalam alirannya.

Baca juga: Vios Modifikasi: 15+ Ide Modifikasi Paling Kece dan Keren!

3. Special Effect Pump

Pompa ini sering digunakan untuk kebutuhan industri dengan aplikasi

a. Pompa Jet (Eductor)

Pompa jet adalah sebuah alat yang menggunakan efek venture dari nozzle konvergen-divergen dalam mengkonversi energi tekanan dari fluida bergerak menjadi energi gerak sehingga akan menghasilkan area bertekanan rendah dan bisa menghisap fluida di sisi suction.

b. Gas Lift Pump

Gas Lift Pump adalah sebuah cara untuk menaikkan fluida di dalam sebuah kolom dengan cara menginjeksikan suatu gas tertentu yang mengakibatkan turunnya berat hidrostatik dari fluida tersebut sehingga reservoir bisa menaikkannya ke permukaan.

c. Hydraulic Ram

Pompa hidrolik adalah jenis pompa air siklik dengan menggunakan tenaga hydro (Hydropower).

d. Electromagnetic Pump

Pompa Elektromagnetik yaitu jenis pompa yang menggerakkan fluida logam dengan cara menggunakan gaya elektromagnetik.

Jenis Jenis Pompa Air

Jenis Jenis Pompa Air

Pompa air secara umum memiliki fungsi untuk menghisap air dari sumber dan mengalirkannya ke rumah tangga untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

Nah, jenis jenis pompa air sendiri dibedakan menjadi beragam macam berdasarkan fungsi dan kebutuhan. Diantaranya yaitu:

1. Pompa Air Sumur Dangkal

Pompa satu ini adalah jenis pompa yang banyak digunakan untuk kebutuhan yang ringan.

Adapun daya hisap maksimal yang dimiliki hanya sampai kedalaman 9 meter dengan daya dorong yang biasa-biasa saja.

Untuk tahu daya hisap sebuah pompa bisa dilihat pada keterangan suction head, sedangkan daya dorong dikenal dengan istilah discharge head.

Dan untuk pengukuran kedalaman sebuah air sumur, bisa melakukannya saat musim kemarau.

Baca juga: Review : Apakah Kulkas Merk Aqua Bagus Tidak ?

2. Pompa Air Sumur Dalam

Untuk jenis pompa air sumur dalam, terdapat 2 jenis yang sering digunakan di masyarakat yaitu jet pump dan semi jet pump.

Pompa air jet pump sering digunakan pada sumur dengan kedalaman sumber air mencapai 11 meter dengan tinggi 9 meter.

Sedangkan untuk pompa air semi jet pump digunakan untuk sumur dengan kedalaman maksimal 20 meter.

Selain kedalaman, perbedaan antara kedua jenis pompa ini juga ada pada daya hisap dan daya dorong.

Karena itulah mengapa kamu harus mengetahui fungsi dan kedalaman sumur yang dimiliki.

3. Pompa Air Diesel

Pompa air ini sering digunakan untuk kebutuhan pertanian dan perkebunan.

Sehingga sangat jarang digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Mesin pompa ini bisa bekerja dengan cara menggunakan bahan bakar solar atau bensin dengan keuntungan mampu menyedot air dalam jumlah yang sangat besar.

4. Pompa Air Celup

Pompa air satu ini banyak digunakan untuk kebutuhan sirkulasi air aquarium.

Sesuai namanya, mesin ini bekerja dengan cara dicelupkan kedalam air untuk menyedot dan mengalirkan air ke alat penyaringan.

Sehingga mesin pompa ini bekerja dengan menggunakan gaya centrifugal dari kipas dengan spesifikasi maksimal kedalaman 5 meter.

5. Pompa Air Booster

Pompa air satu ini cukup berbeda dengan pompa air lainnya, karena hanya difungsikan sebagai alat pendorong air saja atau sebagai alat pendukung distribusi air pada tandon.

Untuk cara instalasinya harus di pasang di tengah instalasi pipa sumber air.

Jenis Jenis Pompa di Kapal

Mesin pompa juga digunakan di atas kapal untuk menggerakkan zat cair untuk kebutuhan pemanasan, pendinginan, pelumasan dan juga sebagai bahan bakar.

Bisa dibilang hampir semua sistem di kapam membutuhkan pompa untuk kebutuhan operasional sehingga kapal bisa bekerja dengan lancar.

Untuk jenis-jenis pompa yang dibutuhkan di kapal yaitu:

1. Pompa Air Pendingin (Cooling Water Pump)

Pompa ini terdiri atas 2 jenis :

  • Pompa air tawar pendingin (tertutup) yaitu jenis pompa yang berfungsi mensirkulasikan air tawar pendingin dari motor ke cooler untuk diteruskan kembali ke motor.
  • Pompa air laut pendingin (terbuka) yaitu jenis pompa yang berfungsi untuk memasukkan air laut ke dalam cooler untuk kemudian dialirkan kembali ke laut.

2. Pompa Servis Umum (General Servive Pump)

Pompa yang difungsikan untuk melakukan berbagai macam kebutuhan seperti pemindahan air tawar, minyak pelumas, dan juga untuk pemadam kebakaran, dan lainnya.

3. Pompa Ballast (Ballast Pump)

Pompa yang digunakan untuk memompa air laut ke dalam atau ke luar tangi penampungan (tangki ballast)

4. Pompa Sanitari (Sanitary Pump)

Pompa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air tawar sebagai bahan pendingin mesin serta untuk kebuuthan lain seperti kamar mandi, WC, dapur, dan lainnya.

5. Pompa Lambung Kapal (Bilge Pump)

Pompa lambung kapal yaitu jenis pompa yang digunakan untuk menggerakkan seluruh jenis cairan baik itu air tawar, air laut, minyak, gas, cairan kimia dan lainnya yang ada di lambung kapal.

Baca juga: PTC Adalah : Pengertian, Karakteristik, Fungsi, dan Cara Kerja

Gangguan – Gangguan Pada Pompa

Gangguan pada pompa bisa menyebabkan menurunnya kinerja pompa dalam mengumpan air dan juga bisa memperpendek umur pompa tersebut.

Salah satu faktor yang menyebabkan adanya gangguan pada pompa yaitu minimnya perawatan yang dilakukan pada pompa itu sendiri.

Berikut ini adalah beberapa gangguan yang sering terjadi pada pompa :

  • Pompa sukar dipancing
  • Pompa tidak dapat berputar setelah tombol ditekan
  • Pompa berputar tapi air tidak mau keluar
  • Motor mengalami pembebanan yang berlebih
  • Bunyi dan getaran terlalu berlebih
  • Suhu bantalan melebihi batas
  • Kebocoran dan pemanasan kotak packing
  • Terjadi adanya kavitasi
  • Impeller macet atau tidak mampu berputar normal
  • Terbentuknya kerak di bagian dalam pompa

Kesimpulan

Pompa merupakan sebuah alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan  udara atau zat cair (fluida) dari satu tempat ke tempat lain yang dibutuhkan dengan cara menaikkan tekanan.

Pompa bekerja dengan cara mengubah energi listrik menjadi energi kinetik untuk menyedot atau menekan suatu fluida.

Fluida sendiri yaitu sebuah dzat yang partikel-partikelnya bisa bergerak bebas sehingga dapat berubah bentuk secara mudah.

Fungsi utama pompa yaitu untuk memindahkan fluida (zat cair) dari sebuah tempat ke tempat lain yang diinginkan dengan memberikan gaya tekan terhadap zat yang akan dipindahkan.

Di atas juga dijelaskan Jenis Jenis Pompa yang bisa diketahui secara lengkap.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar