close button

Pompa Rotary: Pengertian dan Jenis

  •   Agu 2022  •   6 min read  •   Comment

Sesuai dengan namanya, pompa Rotary menggunakan gerakan putar (rotasi) untuk menarik fluida dan nanti mendorongnya.

Pompa Rotary sering digunakan untuk memompa minyak dan cairan dengan tingkat viskositas atau kekentalan yang cukup tinggi.

Pompa Rotary biasanya digerakkan dengan motor listrik, oleh transmisi berupa gigi (Gear) atau sabuk (belt).

Ingin tahu seperti apa pengertian dan juga contoh Pompa Rotary, simak bahasan berikut.

Pengertian Pompa Rotary

Pompa Rotary yaitu salah satu jenis pompa Positive Displacement yang bekerja dengan prinsip rotasi untuk bisa memompa cairan.

Hanya saja sebelum itu, pompa Rotary terlebih dahulu harus membuat vakum dengan memanfaatkan rotasi agar bisa menghisap fluida masuk ke pompa.

Secara teorinya, fluida bisa mengalir karena adanya perbedaan tekanan antara dua sisi fluida tersebut.

Vakum yang tercipta membuat tekanan di dalam pompa lebih rendah (otomatis ada perbedaan tekanan) sehingga akan menghisap fluida.

Setelah itu, fluida yang masuk menjadi terdorong keluar dari pompa dengan mekanisme tertentu tergantung dari jenis pompa yang dipakai.

Pompa Rotary dibuat dengan jarak clearance yang sangat kecil antara bagian yang berputar dan bagian tetap untuk mengurangi kebocoran antara sisi pelepasan kembali dan sisi hisapnya.

Pompa Rotary juga dibuat untuk beroperasi dengan kecepatan yang cukup rendah untuk mempertahankan jarak clearance.

Baca juga: Jenis Jenis Pompa dan Fungsinya Lengkap

Penggunaan pada kecepatan yang lebih tinggi bisa menyebabkan erosi dan rusak. Hal ini membuat jarak clearance menjadi melebar dan tentu menurunkan kapasitas pemompaan.

Jenis Jenis Pompa Rotary

Klasifikasi pompa Rotary sering didasarkan pada jenis elemen putarnya.

Berikut ini penjelasan beberapa jenis pompa Rotary beserta prinsip kerjanya:

1. Pompa Gear

pompa rotary

Pompa Gear atau Gear pump memiliki dua roda gigi tipe spurs Gear yang menyatu dan berputar ke arah yang saling berlawanan.

Salah satu gigi termasuk roda gigi penggerak, dan gigi lainnya yaitu roda gigi yang digerakkan. Untuk kasus tertentu, bisa saja kedua roda gigi digerakkan oleh motor.

Jarak bebas atau clearance antara roda gigi dan casing yang sangat kecil nantinya akan dilewati oleh cairan.

Ketika roda gigi mulai berputar, cairan akan mulai mengalir masuk ke dalam pompa karena terhisap.

Setelah itu, cairan akan terperangkap diantara ruang gigi-gigi roda dan casing yang terus bergerak ke arah keluarnya cairan (discharge point).

Karena gigi-gigi roda yang saling bertautan di bagian pelepasan, maka cairan tersebut kemudian terdorong dan dipaksa untuk keluar.

Jika kamu berpikir kalau akan ada cairan yang kembali ke titik hisap pompa lewat bagian tengah antara 2 gigi.

Hal itu bisa saja untuk cairan dengan viskositas rendah, tapi untuk cairan yang sangat kental, hal tersebut tidak akan terjadi.

Karena itulah mengapa pompa Rotary cocok untuk cairan yang tingkat kekentalannya cukup tinggi.

Baca juga: Relative Humidity Adalah : Pengertian, Jenis, dan Risiko

2. Pompa Screw

pompa rotary

Pompa Screw biasa sering disebut pompa air Screw.

Screw artinya sekrup, dan karena itu bentuk bagian berputarnya seperti sekrup menggunakan satu Screw atau lebih yang saling berpaut untuk bisa menggerakkan cairan fluida dalam pompa.

Pada pompa Screw, cairan masuk lewat katup masuk dan mengalir secara linier (lurus) linier menuju sisi keluar pompa bersama dengan sekrup-sekrup yang saling mengunci satu sama lainnya.

Celah kecil antara sekrup dan rongga berfungsi untuk meningkatkan tekanan fluida ketika mengalir melalui pompa.

Tipe pompa Rotary Screw akan membutuhkan tingkat perawatan yang sangat rendah (very low maintenance) dan dipakai di beberapa industri seperti pembangkit listrik, perkapalan, pemrosesan kimia, terminal, kilang, perpipaan, dan produksi minyak dan gas.

Di sektor pembangkit listrik, pompa ini dipakai untuk minyak dongkrak, pasokan bahan bakar, injeksi bahan bakar tekanan tinggi, pelumasan roda gigi dan bantalan, dan tenaga air untuk pengendalian pembangkit listrik tenaga air.

Konstruksi pompa Screw cukup sederhana namun andal.

Terdapat 2 spindel sekrup, dua di antaranya digerakkan dan sisanya adalah sekrup penggerak.

Jarak clearance antara sekrup memiliki peranan penting dalam memompa air atau cairan lainnya keluar.

Bagian pompa Screw umumnya terdiri dari housing, sisi hisap dan sisi pelepasan. Katup hisap berada pada dasar pompa, sedangkan katup buang berada di bagian atas pompa.

Selain itu, pompa Screw juga memiliki katup periksa (check valve) di sisi pelepasan yang mencegah aliran balik cairan.

Baca juga: 21 Daftar Kulkas Untuk Listrik 450 Watt Terbaru

3. Pompa Rotary Vane

Pompa Rotary Vane

Pompa Rotary Vane (yang artinya baling baling putar) atau yang dikenal sebagai pompa sliding Vane bekerja dengan memaksa cairan volume tertentu dan memberinya tekanan sehingga terdorong ke bagian pelepasan.

Sesuai namanya, pompa Rotary Vane memiliki baling-baling (Vane) persegi panjang yang terpasang di batang rotor di dalam casing pompa asimetris.

Ketika rotor berputar, bentuk casing yang asimetris menyebabkan baling-baling bergerak masuk dan keluar dari batang rotor sehingga menyentuh dinding casing untuk memberikan tekanan pada cairan fluida.

Mekanisme ini mampu menarik fluida sampai terdorong keluar dari bagian pelepasan.

Kelebihan dan Kekurangan Pompa Rotary

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurang Pompa Rotary:

Kelebihan pompa Rotari adalah :

  • Ukuran keseluruhan lebih kecil sehingga lebih
    ringan.
  • Aliran zat cair yang dihasilkan uniform.
  • Dapat bekerja dengan putaran tinggi sehingga dapat dihubungkan dengan tenaga penggeraknya.
  • Tekanan yang dihasilkan dapat cukup tinggi.
  • Dapat bekerja pada pengisapan kering.
  • Dapat bekerja dengan berbagai posisi.

Kekurangan pompa rotari adalah:

  • Bekerja tidak maksimal apabila digunakan untuk cairan yang bercampur zat padat.

Pompa Rotari Dengan Rotor Ganda Pompa Cuping (lobe Pump)

POMPA ROTARY DENGAN ROTOR GANDA POMPA CUPING (LOBE PUMP)

Pompa lobe mempunyai dua rotor setiap lobe, baik untuk lobe dua, tiga maupun empat masing-masing lobenya tetap mempunyai dua rotor.

Pompa tiga lobe mempunyai efisiensi lebih baik dibanding dengan dua lobe, begitu seterusnya.

Namun dari segi pembuatannya lebih sulit.

Baca juga: Apa Itu Aki ? : Pengertian, Cara Kerja, dan Jenis

Kegunaan dan Aplikasi

Pompa lobe dapat digunakan untuk memompa cairan yang kental (viskositasnya tinggi) dan mengandung padatan. Pemilihan dua rotor lobe atau tiga rotor lobe didasarkan atas ukuran padatan yang terkandung dalam cairan, kekentalan cairan, dan kontinyuitas aliran.

Dua rotor lobe cocok digunakan untuk cairan kental, ukuran padatan yang relatif kasar dengan kontinyuitas kecepatan aliran yang tidak halus.

  • Aplikasi :
    Industri makanan : Coklat, sirup, saos, selai, kue, agar-agar
  • Produk harian : Susu, yoghurt, margarine, minyak, krim, keju
  • Industri minuman : Bir, anggur, alcohol, jus, air mineral, ragi
  • Industri kimia dan kertas : Asam, alkali, sabun, cat, resin,
    pelumas, solvent, lem, latek
  • Industri Farmasi : Serum, pasta gigi, vaksin, antibiotic, lotion,
    sampo, sabun

Kesimpulan

Pompa Rotary yaitu salah satu jenis pompa positive displacement yang bekerja dengan prinsip rotasi untuk bisa memompa cairan.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas fungsi pompa yaitu untuk memindahkan suatu cairan (fluida) dari suatu tempat ke tempat lain dengan menaikkan tekanan pada cairan tersebut.

Secara umum pompa memiliki 2 manfaat utama, diantaranya:

  • memindahkan cairan (fluida) dari satu tempat ketempat lainnya.
  • mensirkulasi cairan (fluida) sekitar sistem.

Pompa ini juga bisa dipakai dalam proses yang membutuhkan hidrolik yang besar, yang mana bisa ditemui pada alat-alat berat.

Demikianlah penjelasannya.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar