Mikrokontroler Adalah: 2 Fungsi, Komponen, & Cara Kerjanya

  •   Jul 2024  •   16 min read  •   Comment

Mikrokontroler Adalah – Dalam bidang elektronika dan komputer, ada chip yang disebut dengan microcontroller.

Banyak orang salah kaprah mengartikan bahwa chip ini sama dengan microprocessor yaitu CPU di komputer.

Umumnya, microcontroller merupakan chip yang berisi seluruh komponen dan fungsi CPU.

Lebih mudahnya, chip ini disebut sebagai mini komputer karena memilki semua fitur dan komponen seperti port, RAM, dan sebagainya.

Langsung saja yuk baca artikel yang membahas microcontroller secara rinci di bawah ini!

1. Mikrokontroler Adalah

Mikrokontroler atau microcontroller dalam Bahasa inggris ini merupakan perangkat mini atau mikro yang dikemas dalam bentuk chip integrated circuit (IC) dan dirancancang untuk melakukan tugas atau operasi tertentu.

Pada umumnya, komponen pada mikrokontroler atau microcontroller ini hampir sama dengan personal computer (PC), yaitu terdapat satu atau lebih inti proses atau CPU, Memori atau RAM dan ROM, dan Perangkat Input dan Output atau Port I/O yang dapat diprogram serta terpasang pada sebuah chip integrated circuit (IC).

Penggunaan mikrokontroler atau microcontroller ini pada umumnya digunakan dalam perangkat yang dikendalikan secara otomatis, contohnya seperti sistem kontrol perangkat medis di rumah sakit, perangkat jarak jauh, mesin mobil, mesin peralatan listrik, dan perangka lainnya yang menggunakan sistem tertanam.

Sebagian pengguna dari mikrokontroler atau microcontroller ini menyebutnya dengan nama Embedded Microcontroller, hal ini dikarenakan oleh posisi mikrokontroler yang menjadi satu bagian dengan perangkat sistem yang lebih besar.

Untuk dapat menggunakan mikrokontroler atau microcontroller ini adalah dengan cara mengisinya dengan sebuah program sehingga dapat melakukan tugas atau operasi perintah tertentu.

Penggunaan mikrokontroler atau microcontroller ini terbilang cukup populer karena dikemas dalam bentuk chip, sehingga kecil dan juga biayanya lebih murah.

Baca Juga: Termostat Adalah: Sejarah, 2 Jenis, & Ciri Kerusakannya

2. Apa Fungsi dari Mikrokontroler?

Mikrokontroler Adalah

Mikrokontroler atau microcontroller ini tentu saja memiliki beberapa fungsi, berikut penjelasan mendalam mengenai fungsi-fungsi dari mikrokontroler atau microcontroller.

2.1 Fungsi Umum

Ada lima fungsi umum pada microcontroller, ialah:

2.1.1 Timer dan Counter

Salah satu fungsi dari mikrokontroler atau microcontroller ini adalah sebagai timer dan counter atau pengatur waktu dan penghitung.

Mikrokontroler atau microcontroller ini dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan waktu serta periode yang telah diberikan.

2.1.2 Decoder dan Encoder

Salah satu fungsi dari mikrokontroler atau microcontroller ini adalah sebagai decoder dan encoder.

Mikrokontroler atau microcontroller ini dapat mengkodekan data input menjadi data bilangan dengan cara menggunakan format tertentu, selain itu juga dapat menerima input biner, serta mengaktifkan salah satu ouput yang sesuai dengan urutan binernya.

2.1.3 Flip-Flop

Salah satu fungsi dari mikrokontroler atau microcontroller ini adalah sebagai flip-flop.

Mikrokontroler atau microcontroller ini dapat mengubah arus dengan sinyal input pada satu atau lebih input kontrol yang akan diubah atau dikonversikan menjadi satu atau dua output saja.

2.1.4 Pembangkit Osilasi

Salah satu fungsi dari mikrokontroler atau microcontroller ini adalah sebagai pembangkit osilasi.

Mikrokontroler atau microcontroller ini dapat bekerja tanpa sistem yang rumit, hal ini dikarenakan oleh program yang cukup efisien, serta sederhana.

2.1.5 Analog Digital Converter (ADC)

Salah satu fungsi dari mikrokontroler atau microcontroller ini adalah sebagai analog digital converter atau ADC atau konverter.

Mikrokontroler atau microcontroller ini dapat mengubah atau mengkoversikan sinyal input analog yang berasal dari perangkat masukkan eksternal, menjadi sinyal input digital.

Selain itu, Mikrokontroler atau microcontroller ini juga dapat digunakan untuk komunikasi antara mikrokontroler atau microcontroller dengan perangkat eksternal atau sensor yang memiliki gelombang sinyal output berupa gelombang sinyal analog.

2.2 Fungsi Mikrokontroler dalam Berbagai Bidang

Selain itu, mikrokontroler atau microcontroller ini juga memiliki fungsi pada beberapa bidang.

Berikut penjelasan mendalam mengenai fungsi mikrokontroler atau microcontroller dalam beberapa bidang.

2.2.1 Otomotif

Salah satu fungsi mikrokontroler atau microcontroller ini adalah dalam bidang otomotif atau mesin.

Fungsi dari penggunaan mikrokontroler atau microcontroller dalam bidang otomotif atau mesin ini adalah sebagai Engine Control Unit, Air Bag, Antilock Braking System, Transmisi Otomatis, Speedometer, Navigasi, Suspensi Aktif, dan lainnya.

2.2.2 Industri

Salah satu fungsi mikrokontroler atau microcontroller ini adalah dalam bidang industri.

Fungsi dari penggunaan mikrokontroler atau microcontroller dalam bidang industri ini adalah sebagai Aplikasi Monitoring, Aplikasi Data Logger, Aplikasi Kontrol dan Otomasi.

2.2.3 Robotik

Salah satu fungsi mikrokontroler atau microcontroller ini adalah dalam bidang robotika.

Fungsi dari penggunaan mikrokontroler atau microcontroller dalam bidang robotika ini adalah menjadi bagian penting dari banyak jenis robot, seperti robot pemadam api, robot penendang bola yang dibuat dengan menggabungkan beberapa sensor dan aktuator.

Baca Juga: Transducer: Pengertian, Fungsi, 3 Jenis, & Pengaplikasiannya

3. Apa Saja Komponen yang Terdapat pada Mikrokontroler?

Seperti yang bisa dilihat di atas gambaran dari struktur dan diagram blok dari mikrokontroler atau microcontroller.

Dapat dilihat bahwa terdapat komponen atau bagian- bagian dari mikrokontroler atau microcontroller ini, berikut penjelasan mendalam mengenai komponen atau bagian-bagian dari mikrokontroler atau microcontroller.

3.1 Inti Prosesor atau Central Processing Unit (CPU)

Inti prosesor atau Central Processing Unit atau yang biasa disingkat dan dikenal dengan CPU ini merupakan inti atau otak dari mikrokontroler atau microcontroller.

Inti prosesor atau CPU ini terdiri dari dua bagian, yaitu:

3.1.1 Control Unit atau Unit Pengendali

Control unit atau unit pengendali ini merupakan salah satu bagian dari dua bagian inti prosesor atau CPU.

Control unit atau unit pengendali ini memiliki fungsi utama yaitu untuk mengambil instruksi atau yang disebut dengan fetch, lalu menerjemahkan instruksi tersebut atau yang disebut dengan decode, dan akhirnya mengeksekusi atau melaksanakan instruksi tersebut atau yang disebut dengan execute.

Instruksi tersebut adalah instruksi yang berasal dari sebuah program yang tersimpan di dalam memory.

3.1.2 Unit Aritmatika dan Logika atau Arithmetic Logic Unit (ALU)

Unit Aritmatika dan Logika atau dalam Bahasa Inggris, Arithmetic Logic Unit atau yang disingkat dengan ALU ini merupakan salah satu bagian dari dua bagian inti prosesor atau CPU.

Unit artimatika dan logika atau ALU ini memiliki fungsi untuk memproses perhitungan matematis yang diperlukan selama program dioperasikan atau dijalankan, dan juga untuk mempertimbangkan suatu kondisi untuk mengambil keputusan yang dibutuhkan pada instruksi-instruksi selanjutnya.

3.2 Memory atau Penyimpanan

Memory atau penyimpanan ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang memiliki fungsi untuk menyimpan data, data tersebut adalah data yang baik belum diolah atau input, maupun data yang telah diolah atau output.

Terdapat dua jenis memory atau penyimpanan yang terdapat pada mikrokontroler atau microcontroller ini, yaitu Read-Only Memory (ROM) dan Random-Access Memory (RAM).

Berikut penjelasan mendalam mengenai Read-Only Memory (ROM) dan Random-Access Memory (RAM):

3.2.1 Read-Only Memory (ROM)

Read-only memory atau yang biasa disingkat dan dikenal dengan ROM ini merupakan salah satu jenis memory atau penyimpanan yang terdapat pada mikrokontroler atau microcontroller yang digunakan untuk menyimpan data dalam waktu lama.

Read-only memory atau ROM ini digunakan pada program yang sedang dieksekusi untuk disimpan secara permanen.

Ukuran program yang dapat ditulis ini tergantung pada ukuran memory atau penyimpanan.

Read-only memory atau ROM ini memory atau penyimpanan yang memiliki jenis non-volatile memory, yang artinya adalah data yang tersimpan di dalamnya tidak akan menguap atau hilang pada saat catu daya atau power supply-nya dimatikan.

Maka dari itu, read-only memory atau ROM ini digunakan sebagain memory atau penyimpanan program utama dari suatu sistem.

Read-only memory atau ROM ini dapat terletak di dalam mikrokontroler atau microcontroller atau juga dapat ditambahkan sebagai memory atau penyimpanan eksternal.

Ukuran read-only memory atau ROM ini bervariasi, mulai dari 512 Bytes hingga 64 KB.

Pada read-only memory atau ROM ini dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu Erasable Programmable Read Only Memory (EPROM), dan Electrically Erasable Programmable Read Only Memory (EEPROM).

Pada Electrically Erasable Programmable Read Only Memory (EEPROM) ini, dapat menyimpan data secara permanen, namun isinya tetap dapat dihapus secara elektris dengan melalui program.

Selain itu, Electrically Erasable Programmable Read Only Memory (EEPROM) ini juga memiliki jenis yang lain, yaitu Flash Memory, digunakan untuk menyimpan kode program yang dimasukkan.

3.2.2 Random-Access Memory (RAM)

Random-access memory atau yang biasa disingkat dan dikenal dengan RAM ini merupakan salah satu jenis memory atau penyimpanan yang terdapat pada mikrokontroler atau microcontroller yang dapat digunakan untuk menyimpan data sementara, dan hasil antara yang diciptakan, serta digunakan selamat mikrokontroler atau microcontroller ini beroperasi atau bekerja.

Data yang terdapat pada random-access memory atau RAM ini akan terhapus secara otomatis ketika catu daya atau power supply dimatikan.

Maka dari itu, program utama tidak akan pernah disimpan di dalam random-access memory atau RAM ini.

Sesuai dengan namanya, random-access memory ini memproses data yang tersimpan di dalamnya secara random atau acak.

Random-access memory atau RAM ini memiliki beberapa bagian, yaitu, Printed Circuit Board (PCB), Contact Point, Dynamic Random Access Memory (DRAM), Chip Packaging, Dual In-Line Package (DIP), Thin Small Outline Package (TSOP), dan Chip Scale Package (CSP).

3.4 Port Input/Output (I/O) Paralel

Port input/output atau yang disingkat dengan I/O paralel ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang memiliki fungsi untuk menghubungkan mikrokontroler atau microcontroller dengan perangkat eksternal lainnya, seperti LCD, LED, keyboard, microphone, speaker, memory, printer dan perangkat input/output lainnya.

Perangkat input/output ini dirangkai secara paralel membentuk sistem kontrol yang befungsi sebagaimana mestinya.

3.5 Port Serial (Serial Port)

Port serial atau serial port ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang menyediakan berbagai antarmuka serial antara mikrokontroler atau microcontroller dan peripheral lainnya seperti port paralel.

Port serial atau serial port ini pada umumnya digunakan untuk berkomunikasi keluar.

3.6 Timer/Counter atau Pengatur Waktu/Penghitung

Timer/counter atau pengatur waktu/penghitung ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang berfungsi untuk mengendalikan waktu atau menghitung.

Jumlah timer/counter atau pengatur waktu/penghitung yang dipasang ini mungking lebih dari satu, hal ini dikarenakan informasi mengenai waktu sering digunakan pada pengaturan sistem agar lebih akurat dan efektif.

3.7 Analog to Digital Converter (ADC

Analog to digital converter atau yang disingkat dengan ADC ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang memiliki fungsi untuk mengubah atau mengkonversikan sinyal analog menjadi sinyal digital.

Sinyal yang masuk atau input berupa analog ini merupakan sinyal keluaran atau input dari perangkat lain, contohnya seperti sinyal output dari sensor, sinyal output ini akan berupa digital.

Sinyal output yang berupa digital ini digunakan untuk berbagai aplikasi digital, contohnya seperti layar digital pada perangkat pengukuran.

3.8 Digital to Analog Converter (DAC)

Digital to analog converter atau yang disingkat dengan DAC ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang memiliki fungsi untuk mengubah atau mengkonversikan sinyal digital menjadi sinyal analog.

Digital to analog converter atau DAC ini merupakan kebalikan dari analog to digital converter atau ADC.

Digital to analog converter atau DAC ini biasanya digunakan untuk mengendalikan perangkat analog, contohnya seperti motor DC, dan lainnya.

3.9 Interrupt Control atau Kontrol Interupsi

Interrupt control atau yang dalam Bahasa Indonesia adalah kontrol interupsi ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang digunakan untuk menyediakan interupsi atau penundaan pada suatu program kerja.

Interrupt control atau kontrol interupsi ini dapat dilakukan secara eksternal dengan cara menggunakan pin interrupt, maupun secara internal dengan melalui instruksi pada program yang dijalankan.

3.10 Special Functioning Block atau Blok Fungsi Khusus

Special functioning block atau yang dalam Bahasa Indonesia adalah blok fungsi khusus ini merupakan komponen atau bagian dari mikrokontroler atau microcontroller yang memiliki fungsi khusus, yaitu hanya kontroler tertentu saja yang dapat dipasang blok ini, jadi kontroler ini memiliki beberapa port tambahan untuk melakukan operasi khusus tersebut yang dinamakan dengan special functioning block atau blok fungsi khusus ini.

Special functioning block atau blok fungsi khusus ini biasanya dapat ditemukan pada arsitektur mikrokontroler atau microcontroller pada mesin robotika.

Baca Juga: Fungsi Turbo: Pengertian, 3 Komponen, & Cara Perawatan

4. Apa Saja Jenis-Jenis Mikrokontroler?

Mikrokontroler Adalah

Mikrokontroler atau microcontroller ini memiliki beberapa jenis berdasarkan dengan fungsinya.

Berikut penjelasan mendalam mengenai jenis-jenis mikrokontroler atau microcontroller berdasarkan fungsinya.

4.1 Mikrokontroler Alf and Vegard’s Risc Processor (AVR)

Mikrokontroler Alf and Vegard’s Risc Processor atau yang disingkat dengan AVR merupakan mikrokontroler yang namanya berasal dari penemu dari mikrokontroler jenis ini yaitu Alf Egil Bogen dan Vegard Wollan yang berkebangsaan Norwegia.

Mikrokontroler AVR ini merupakan salah satu jenis mikrokontroler atau microcontroller yang menggunakan konsep arsitektur Harvard dengan memisahkan memori dan bus untuk data dan program.

Mikrokontroler AVR ini biasanya digunakan pada bidang elektronika dan instrumentasi.

Mikrokontroler AVR ini menerapkan single level pipelining serta mengimplementasikan Reduced Instruction Set Computing atau disingkat dengan RISC yang dimana semua kode instruksinya dikemas dengan sebuah siklus clock, sehingga eksekusi instruksi dapat dilakukan dengan cepat, serta efisien.

Mikrokontroler AVR ini memiliki desain yang khusus yang mempunyai beragam keunggulan, serta merupakan penyempurnaan dari arsitektur mikrokontroler yang sudah ada sebelum-sebelumnya.

Selain itu, mikrokontroler AVR ini termasuk lowcost, karena memiliki harga terjangkau sehingga mudah didapatkan dan juga termasuk high performance, karena memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap.

Mikrokontroler AVR ini diproduksi atau dibuat oleh perusahaan yang bernama Atmel, kini sudah terdapat 10 kelas, yaitu, AVR LCD, AVR CAN, AVR Otomotif, AVR USB, TinyAVR, MegaAVR, XMEGA, AVR Z-Link, AVR Manajemen Baterai, dan AVR Pencahayaan.

Selain itu, mikrokontroler AVR ini juga memiliki beberapa seri, salah satu serinya yang banyak digunakan adalah yang memiliki tipe ATtiny2313 dan ATmega8535.

Pada seri ATtiny2313 ini biasanya digunakan untuk sistem yang relatif sederhana yaitu yang berukuran kecil.

Mikrokontroler AVR seri ATtiny2313 ini memiliki fitur-fitur yang tentu saja berguna, fitur-fitur tersebut adalah kapasitas memori Flash 2 Kb untuk program, kapasitas memori EEPROM 128 bytes untuk data, maksimal 18 pin I/O, 8 interrupt, 8-bit timer, analog komprator, on-chip oscillator, dan fasilitas In System Programming (ISP).

Sedangkan pada mikrokontroler AVR seri ATmega8535 ini biasanya digunakan untuk sister yang kompleks atau rumit, serta memiliki input sinyal analog, dan membutuhkan memori yang relatif besar.

Mikrokontroler AVR seri ATmega8535 ini memiliki fitur-fitur yang tentu saja berguna, fitur-fitur tersebut adalah kapasitas memori Flash 8 Kb untuk program, kapasitas memori EEPROM 512 bytes untuk data, memori SRAM 512 bytes untuk data, maksimal 32 pin I/O, 20 interrupt, Satu 16-bit timer dan dua 8-bit timer, 8 channel ADC 10-bit, komunikasi serial melalui SPI dan USART, analog komprator, 4 I/O PWM dan fasilitas In Sytem Programming (ISP).

4.2 Mikrokontroler Programmable Interface Controller (PIC)

Mikrokontroler programmable interface controller atau yang disingkat dengan PIC ini merupakan mikrokontroler atau microcontroller yang sama seperti mikrokontroler AVR, yaitu menggunakan konsep arsitektur Harvard, yakni RISC 8-bit.

Fungsi mikrokontroler PIC ini mirip dengan CPU, yaitu kalkulasi, memori, dan sistem kerja yang menggunakan software atau perangkat lunak komputer.

Mikrokontroler PIC ini dibuat dan diproduksi oleh perusahaan yang bernama Microchip Technology.

Mikrokontroler PIC ini dapat dibeli dalam keadaan kosong, lalu dapat ditambahkan dengan program kontrol tertentu atau dapat dibeli dengan pre-programmed atau yang telah diprogram dengan seperangkat perintah yang dapat didownload atau diunduh langsung dari kabel komputer, sehingga mengurangi biaya peralatan pemograman.

Mikrokontroler PIC ini pada awalnya dibuat pada tahun 1975 yang pada saat itu mikrokontroler PIC ini digunakan bersama dengan CPU 1600 bertujuan untuk meringankan beban kerjanya, kemudian dikembangkan oleh Divisi Mikro
Elektronik General Instrument yang memiliki nama PIC1640.

Mikrokontroler PIC ini merupakan rangkaian tunggal yang berukuran kecil, serta berisi memori pengolahan unit, jam, dan sirkuit input/output di dalamnya, maka dari itu mikrokontroler PIC ini sering sekali digambarkan sebagai komputer dalam sirkuit terpadu.

Mikrokontroler PIC ini sangat terkenal di kalangan developer, hal ini dikarenakan mikrokontroler PIC ini memiliki harga yang relatif sangat murah.

Mikrokontroler PIC ini tentu saja memiliki beberapa seri, salah satunya ada mikrokontroler PIC seri 16F88.

4.3 Mikrokontroler MCS-51

Mikrokontroler MCS-51 merupakan jenis mikrokontroler atau microcontroller yang termasuk dalam keluarga Complex Instruction Set Computer atau yang disingkat menjadi CISC yang dimana sebagian besar atau bahkan hampir semua instruksinya dieksekusi atau dijalankan dalam 12 siklus clock.

Mikrokontroler MCS-51 ini menggunakan arsitektur Harvard serta diproduksi oleh perusahaan bernama Atmel, sama seperti mikrokontroler AVR.

Mikrokontroler MCS-51 ini terdapat dua versi yaitu versi 40 kaki dan versi 20 kaki, kedua versi ini memiliki arsitektur yang sama tetapi memiliki kapasitas memori data, memori program, dan jumlah pewaktu 16-bit yang berbeda.

Hampir semua jenis mikrokontroler MCS-51 dilengkapi dengan Flash Programmable Erasable Read Only Memory atau yang disingkat dengan PEROM sebagai memori program, serta susunan kaki intergrated circuit (IC) sampai pada setiap versinya.

Pada mikrokontroler MCS51 versi 40 kaki ini memiliki 32 kaki sebagai port paralel, serta 8 pin lain untuk mengkonfigurasi kerja mikrokontroler.

Satu port paralel ini terdiri dari 8 kaki, total port yang terdapat adalah 4 port, sehingga menjadi 32 kaki.

Sedangkan pada mikrokontroler MCS51 versi 20 kaki ini memiliki 15 kaki.

4.4 Mikrokontroler Advance RISC Machine (ARM)

Mikrokontroler advance RISC machine atau yang disingkat dengan ARM yang sebelumnya memiliki nama Acorn RIS Machine ini merupakan preosesor dengan arsitektur set instruksi 32-bit Reduced Instruction Set Computer atau RISC yang dikembangkan oleh perusahaan bernama ARM Holdings.

Pada awalnya, mikrokontroler ARM ini dikembangkan oleh perusahaan yang bernama Acorn Computers untuk personal computer (PC), sebelum didominasi oleh Intel x86 prosesor Microsoft di IBM PC kompatibel yang menyebabkan perusahaan Acorn Computers ini harus gulung tikar atau bangkrut.

Arsitektur ARM ini umumnya dijalankan pada 32-bit set instruksi arsitektur.

Arsitektur ARM ini dijalankan pada Windows, Unix, dan sistem operasi yang mirip dengan Unix, seperti Apple iOS, Android, Inferno, Solaris, BSD, WebOS, Plan 9, serta GNU / Linux.

Baca Juga: ADC Adalah: Tipe, Prinsip Kerja, dan 3 Tahapan Kerja

5. Bagaimana Gambaran dari Struktur dan Diagram Blok Mikrokontroler?

Untuk dapat mengolah data, cara sederhananya adalah dengan menerima dan mengirim sinyal mikrokontroler atau microcontroller yang mempunyai beberapa komponen atau bagian-bagian, contohnya seperti inti proses atau CPU, Memori atau RAM dan ROM, Perangkat Input dan Output atau Port I/O, dan lainnya di dalamnya.

Berikut gambaran dari struktur dan diagram blok dari mikrokontroler:

Mikrokontrol Adalah

Baca Juga: Cara Setting TV IndiHome (UseTV dan STB TV)

6. Bagaimana Cara Kerja Mikrokontroler?

Mikrokontroler atau microcontroller ini seperti namanya yang merupakan pengontrol atau pengendali sebuah sistem.

Mikrokontroler atau microcontroller mempunyai prinsip kerja tertentu dalam menjalankan fungsi-fungsi di dalamnya, sehingga dapat bekerja dengan baik.

Diperlukan dukungan komponen atau bagian-bagian lainnya yang tergabung dalam intergrated circuit (IC) pada mikrokontroler atau microcontroller.

Setiap data atau perintah yang masuk akan diolah di dalam control processing unit (CPU). Bagian lainnya, seperti: Timer, RAM, ADC ataupun CDA ini akan membantu untuk mengolah data atau perintah yang telah masuk tersebut.

Baca Juga: Voltmeter Adalah: Simbol, 4 Komponen, dan Prinsip Kerjanya

7. Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan dari Mikrokontroler?

Mikrokontroler atau microcontroller ini tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangan.

Maka dari itu berikut penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari mikrokontroler atau microcontroller ini.

KelebihanKekurangan
Dapat digunakan tanpa komponen digital lainnyaMemiliki arsitektur yang relatif kompleks atau sulit
Berukuran kecil sehingga hemat tempatJumlah eksekusi perintah terbatas
Penggunaan yang relatif sederhanaHanya cocok untuk perangkat yang berdaya rendah
Mudah dihubungkan dengan komponen-komponen lainnya
Memiliki waktu pengerjaan atau pengoperasian yang singkat dan efisien

Baca Juga: Cara Mengatur Bandwidth WiFi IndiHome

Kesimpulan

Mikrokontroler adalah alat yang dipakai untuk mengendalikan atau mengontrol pekerjaan sehingga memudahkan penggunanya dalam bidang tertentu.

Tidak semua pekerjaan bisa dilakukan oleh manusia dengan mudah, oleh sebab itu manusia memerlukan microcontroller dalam melakukan berbagai macam aktivitas.

Yuk, baca artikel seputar aplikasi, gadget, game, internet, microsoft office, dan lainnya di carakami.com!

Orang juga bertanya

Fiana is an Europeanist, freelance writer, and write SEO friendly content.

Tinggalkan komentar