TOPOLOGI JARINGAN: Pengertian, Macam Macam Topologi & Kelebihan Kekurangannya

Untuk pembahasan kali ini akan mengulas mengenai TOPOLOGI JARINGAN: Pengertian, Macam Macam Topologi & Kelebihan Kekurangannya.

Ketika kamu membangun sebuah jaringan komputer, topologi jaringan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dengan serius.

Bukan tanpa alasan, hubungan geometris antar beragam unsur dasar penyusun jaringan (link, node, dan station) harus sesuai dengan kebutuhan agar setiap komputer dalam satu jaringan bisa terkoneksi dengan baik.

Nah, untuk dapat lebih memahami dan dimengerti simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Topologi Jaringan

Topologi jaringan merupakan sebuah bentuk struktur jaringan yang dibangun atau diinstalasi sesuai dengan kebutuhan dan digunakan untuk menghubungkan antara komputer satu dengan komputer yang lainnya menggunakan media kabel atau juga media wireless.

Topologi jaringan menjadi sebuah desain jaringan komputer yang akan dibentuk serta menggambarkan bagaimana komputer dalam jaringan tersebut bisa saling terhubung satu sama lain.

Baca juga: JARINGAN KOMPUTER: Pengertian, Sejarah, Manfaat & Jenis Jenis Topologi

Untuk membangun jaringan komputer baik yang berskala kecil atau besar, terlebih dahulu harus merancang topologinya.

Dari topologi ini, kamu bisa menganalisa kebutuhan perangkat keras jaringan yang akan dipakai dan cara akses setiap komputer yang tergabung dalam jaringan tersebut.

Dalam sebuah jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi biaya yang akan dipakai, model komunikasi yang akan diterapkan dan kecepatan akses dalam  jaringan tersebut.

Faktor-Faktor Topologi Jaringan

Berikut ini terdapat beberapa faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan topologi jaringan, antara lain:

  • Biaya, estimasi biaya yang akan dibutuhkan untuk merancang topologi tersebut sesuai dengan kebutuhan sistem.
  • Kecepatan, pemilihan topologi harus disesuaikan dengan kecepatan akses yang diinginkan.
  • Lingkungan, menjadi faktor penting dalam mendesain sebuahtopologi jaringan seperti listrik, backup sistem dan sebagainya.
  • Skalabilitas,menggambarkan seberapa besar jaringan yang akan kdiita terapkan dalam organisasi tersebut.
  • Konektivitas,menggambarkan cara akses pada topologi yan gakan diterapkan sebagai contoh setiap divisi bisa mengakses layanan web dan database dengan Notebook atau thin client.

Macam-Macam Topologi Jaringan

Macam-Macam Topologi Jaringan

Berikut ini terdapat beberapa macam-macam topologi jaringan, terdiri atas dari:

1. Topologi Ring (Cincin)

Topologi Ring adalah topologi yang menghubungkan antar PC dengan PC yang lain tanpa  menggunkan HUB / switch.

Dalam proses instalasi hanya menggunakan LAN Card yang tersedia dalam PC, dan untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup.

Dalam sistem ini setiap sentral  harus dirancang  agar  bisa berinteraksi  dengan  sentral  yang berdekatan dan juga berjauhan.

Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral.

Ciri-Ciri Topologi Ring

  • Node-node dihubungkan secara serial disepanjang kabel, dengan bentuk jaringan seperti lingkaran.
  • Masalah yang dihadapi sama dengan topologi bus, seperti : jika salah satu node rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
  • Tipe kabel yang dipakai biasanya kabel UTP dan Konektor RJ 45.

Kelebihan Topologi Ring

  • Bisa melayani aliran lalulintas data yang padat
  • Aliran data mengalir lebih cepat karena bisa melayani data dari kiri atau kanandari server
  • Trasmisi data yang lebih sederhana seperti perjalanan paket data dalam satu arah saja.

Kekurangan Topologi Ring

  • Kerusakan pada salah satu media pengirim atau terminal bisa melumpuhkan kerja seluruh jaringan
  • Paket data harus melewati setiap komputer antara pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat
  • Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.

2. Topologi Bus

Topologi Bus adalah sebuah topologi yang menggunakan kabel tunggal sebagai media transmisinya atau kabel pusat tempat dimana semua client dan server dihubungkan.

Baca juga: PENGERTIAN KOMPUTER: Fungsi, Komponen, Sejarah & Gambar

Sehingga komputer atau jaringan lain bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Ciri-Ciri Topologi Bus

  • Node-node dihubungkan secara serial sepanjang kabel, dan di kedua ujung kabel ditutup dengan terminator.
  • Sangat sederhana dalam instalasi.
  • Sangat ekonomis dalam biaya.
  • Paket‐paket data saling bersimpangan pada suatu kabel.
  • Tidak butuh hub, yang banyak diperlukan yaitu Tconnector pada setiap ethernet card.
  • Problem yang sering terjadi yaitu jika salah satu node rusak,maka jaringan keseluruhan dapat down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.

Kelebihan :

  • Layout kabel sederhana sehingga instalasi jauh lebih mudah
  • Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya
  • Hemat kabel sehingga biaya instalasi jauh lebih murah
  • Penambahan dan pengurangan terminal bisa dilakukan tanpa mengganggu operasi berjalan.

Kekurangan :

  • Jika kabel utama atau backbone putus maka komunikasi gagal
  • Bola kabel utama sangat panjang maka pencarian ganggu menjadi sulit
  • Kemungkinan akan terjadi tabrakan data (data collision) jika banyak client yang mengirim pesan dan akan menurukan kecepatan komunikasi
  • Keamanan data kurang terjamin
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh.

3. Topologi Star

Topologi  star  atau  sering  menyebutnya  topologi  bintang yaitu sebuah topologi jaringan yang menggunakan switch / hub dalam menghubungkan antar node client.

Topologi star adalah topologi yang sering digunakan untuk instalasi jaringan pada umumnya.

Dalam topologi jaringan star, salah satu sentral dibuat sebagai sentral pusat dan sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga system menjadi lebih ekonomis.

Tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat, dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral lebih tinggi.

Ciri-Ciri Topologi Star

  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
  • Jika setiap paket data yang masuk ke consentrator (HUB) kemudian di-broadcast ke semua node yang terhubung sangat banyak (contohnya memakai hub 32 port), maka kinerja jaringan akan semakin turun.
  • Sangat mudah dikembangkan problem yang sering terjadi jika salah satu node rusak, maka jaringan keseluruhan bisa down, sehingga seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
  • Jika salah satu ethernet card rusak, atau salah satu kabel pada terminal putus, maka semua jaringan masih tetap bisa berkomunikasi atau tidak terjadi down pada jaringan keseluruhan tersebut.
  • Tipe kabel yang digunakan umumnya jenis UTP.

Kelebihan:

  • Tingkat keamanan yang cukup baik.
  • Bersifat fleksibel atau mudah dalam hal instalasi.
  • Proses pertukaran data yang tidak terlalu rumit.
  • Mudah dalam hal trobelshooting jaringan karena satu client menggunakan satu jalur akses.
  • Mudah untuk penambahan dan pengurangan komputer client.
  • Jika satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka Komputer tersebut tidak akan membuat mati semua jaringan star.
  • Kamu dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

Kekurangan:

  • Jika switch / hub titik pusat rusak maka semua jaringan akan down.
  • Jika terlalu banyak pengguna maka lalu lintas akan semakin padat dan membuat jaringan menjadi lambat.
  • Dalam proses instalasi memboroskan banyak kabel.
  • Boros kabel maka akan secara otomatis memakan biaya yang cukup banyak.
  • Jika port dalam HUB / swicth salah satu rusak maka tidak dapat  dipergunakan, bahkan dalam jangka panjang akan merusak port – port yang lain.

4. Topologi Mesh

Topologi jaringan satu ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral).

Baca juga: Contoh Bahasa Pemrograman Komputer dan Tingkatannya (3 Level)

Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang, dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Ciri-Ciri Topologi Mesh

  • Topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan‐peralatan yang ada.
  • Susunannya di setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain.
  • Jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, maka akan sulit untuk dikendalikan.
  • Memiliki tingkat redundancy yang tinggi, sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station bisa mencari link yang lainnya.

Kelebihan:

  • Jalur pengiriman data yang digunakan cukup banyak.
  • Tidak akan berebut jalur pada saat proses pengiriman data.
  • Bandwidth yang cukup lebar.
  • Teknik security yang baik pada topologi ini.
  • Memiliki jalur cadangan untuk dilewati banyak paket data.

Kekurangan:

  • Saat proses instalasi sangat membutuhkan banyak kabel karena jalur yang dipakai sangat banyak.
  • Menjadikan tempat instalasi sangat sempit dan terkesan tidak rapi.
  • Proses instalasi jaringan yang cukup rumit karena harus menyambungkan jalur satu per satu antar komputer.
  • Memakan biaya instalasi yang mahal karena membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Tree

Topologi Tree yaitu kombinasi dari beberapa topologi star yang menghubungkannya dengan topologi bus, sehingga setiap topologi star akan terhubung ke topologi bintang lain menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini ada beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan pada tingkat yang lebih tinggi bisa mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.

Ciri-Ciri Topologi Tree

  • Dihubungkan lewat sub node dalam satu central node.
  • Mensupport baseband dan broadband signaling.
  • Sedikit rumit dan perlu instalasi yang khusus.

Kelebihan:

  • Merupakan jaringan yang besar sehingga dapat mengelompokan antara satu topologi dengan topologi yang lainnya.
  • Keamanan yang sangat terhandel.

Kekurangan:

  • Proses instalasi yang rumit.
  • Troubleshooting yang tidak mudah karena mencakup jaringan yang besar.
  • Biaya instalasi yang mahal.
  • Kinerja jaringan akan menjadi lambat karena user pengguna semakin banyak.

6. Topologi Linier (Topologi Runtut)

Sering disebut sebagai topologi bus beruntut, tata letak jenis ini yaitu tata letak umum.

Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi komputer yang terhubung ke konektor yang disebut Connector-T dan pada akhirnya harus diakhiri dengan terminator.

Konektor BNC dipakai berjenis British Naval Connector: Konektor Maritime Inggris, sebenarnya BNC nama konektor bukan nama kabel, kabel yang digunakan adalah RG 58 (thinnet kabel coaxial).

Ciri-Ciri Topologi Linier:

  • Pemasangan topologi bus beruntut sangat simple dan murah tetapi hanya bisa terdiri dari 5-7 komputer.
  • Konektor kabel BNC berfungsi untuk menghubungkan kabel ke konektor-T.
  • Konektor -T BNC berfungsi untuk menghubungkan kabel ke komputer.
  • Konektor BNC tabung (konektor barrel BNC) berfungsi untuk menghubungkan dua kabel BNC.
  • BNC terminator berfungsi ntuk menandai akhir dari topologi bus.

Keuntungan:

  • Menyimpan kabel
  • Tata letak kabel sederhana
  • Mudah dikembangkan
  • Tidak perlu pusat kontrol
  • Penambahan atau pengurangan terminator bisa dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan

Kelemahan:

  • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • Kepadatan lalu lintas tinggi
  • Keamanan data kurang bisa diandalkan
  • Kecepatan akan menurun bila jumlah pengguna meningkat
  • Repeater diperlukan (repeater) untuk jarak jauh.

7. Topologi Hybrid

Kombinasi dari dua atau lebih topologi yang berbeda dalam membuat topologi hybrid.

Ketika topologi dasar yang berbeda yang terhubung satu sama lain, dan tidak menampilkan karakteristik dari setiap satu topologi tertentu.

Ini merupakan ketika menjadi topologi hybrid.

Kelebihan

  • Fleksibilitas
  • Menambahkan koneksi perangkat lainnya yaitu mudah, karena node dan / atau peripheral baru dapat dihubungkan ke topologi dan topologi bisa dihubungkan dengan topologi hybrid kata dengan mudah.

Kekurangan

  • Pengelolaan sulit
  • Biaya mahal jika dibandingkan dengan topologi lainnya
  • Instalasi dan konfigurasi topologi sulit

8. Topologi Broadcast

Topologi Broadcast merupakan type pertama dari topologi logic komputer.

Secara sederhana bisa digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada semua host lain pada media jaringan.

9. Topologi Hirarki

Bentuknya seperti pohon bercabang dari komputer host yang di hubungkan pada switch dengan simpul lain atau node secara bertahap.

Baca juga: Contoh Bahasa Pemrograman Komputer dan Tingkatannya (3 Level)

Tingkat yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang di bawahnya, topologi ini sering digunakan oleh perusahaan besar atau organisasi besar yang memiliki beberapa cabang lokal, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.

Kelebihan:

  • Sentralisasi data hirarkis sehingga pengelolaan data yang lebih baik dan lebih mudah
  • Controlled yang mudah berkembang menjadi jaringan yang lebih luas

Kekurangan:

  • Komputer bawahnya tidak bisa digunakan jika kabel pada komputer tingkat atas terputus
  • Mungkin ada tabrakan berkas (tabrakan)

10. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer adalah topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung.

Pada topologi ini seringnya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.

Kelebihan Topologi Peer to Peer

  • Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
  • Masing-masing komputer bisa berperan sebagai client maupun server.
  • Instalasi jaringan yang cukup mudah.

Kekurangan Topologi Peer to Peer

  • Keamanan pada topologi jenis ini bisa dikatakan sangat rentan.
  • Sulit dikembangkan.
  • Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
  • Troubleshooting jaringan bisa dibilang cukup rumit.

11. Topologi Token Passing

Mengatur pengiriman data pada host lewat media dengan menggunakan token yang secara teratur berputar di seluruh host.

Host hanya bisa mengirimkan data hanya jika host tersebut memiliki token, dan dengan token ini, collision atau tabrakan data bisa dicegah nentinya.

Kesimpulan

Topologi jaringan merupakan sebuah bentuk struktur jaringan yang dibangun atau diinstalasi sesuai dengan kebutuhan dan digunakan untuk adalah antara komputer satu dengan komputer yang lainnya menggunakan media kabel atau juga media wireless.

Untuk membangun jaringan komputer baik yang berskala kecil atau besar, terlebih dahulu harus merancang topologinya.

Dari topologi ini kamu bisa menganalisa kebutuhan perangkat keras jaringan yang akan dipakai dan cara akses setiap komputer yang tergabung dalam jaringan tersebut.

Untuk itu penting untuk memahami mengenai TOPOLOGI JARINGAN: Pengertian, Macam Macam Topologi & Kelebihan Kekurangannya sebagai dasar menggunakan software pada komputer.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar