Thrust Bearing: Pengertian, Jenis, Kegunaan, dan Pengaplikasiannya

  •   Mei 2024  •   6 min read  •   Comment

Thrust Bearing merupakan salah satu jenis dari sekian banyaknya bantalan yang cocok digunakan pada pengaplikasian beban dorong yang jauh lebih besar daripada beban radialnya.

Tugas utama dari Thrust Bearing diantara dua permukaan komponen mesin.

Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya setiap bentuk dari bantalan ini berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya dalam menahan beban.

Struktur komponennya pun jauh berbeda dengan tipe bantalan radial biasa.

Lalu, bagaimana bentuknya, seperti apa cara kerjanya, dan apa saja kegunaannya? Kali ini kita akan membahas seputar Thrust Bearing lengkap!

Pengertian Thrust Bearing

Thrust Bearing

Thrust Bearing merupakan jenis bearing yang di desain khusus untuk menahan beban atau dorongan.

Beban dorong ini biasa kita kenal dengan sebutan aksial load yang lebih dominan daripada beban.

Berbeda daripada Radial Bearing yang hanya mampu menanggung beban dorong dan beban radial saja pada saat yang bersamaan, Thrust Bearing cenderung tidak mampu menahan beban radial.

Oleh karena itu, wajib bagi seorang mekanik untuk mengetahui jenis dan berapa besar beban di dalam suatu mesin terlebih dahulu.

Barulah mekanik bisa mengukur diameter shaft yang harus disesuaikan dengan diameter bore di dalam suatu tipe bearing.

Dari strukturnya, Thrust Bearing terdiri dari dua penutup, yaitu:

  • Satu set komponen pemutar sebagai jalan komponen pemutar.
  • Cage yang berfungsi untuk menahan elemen pemutar agar tidak keluar dari bearing.

Elemen pemutar bisa dalam bentuk bola, silinder, atau cairan.

Proses Pemasangan Bearing

Terdapat beberapa proses yang bisa Anda terapkan ketika memasang bearing, diantaranya:

1. Proses Balancing

Komponen mesin yang dipasang harus benar-benar sesuai dan seimbang agar massa bearingnya tahan lama.

2. Pengaturan Sumbu

Setiap sumbu dalam mesin harus sejajar atau alignment.

3. Proses Penambahan Beban

Tahapan pemberian beban harus sesuai dengan jenis bearing yang Anda gunakan Apakah bebannya jenis aksial atau Radial atau malah keduanya.

4. Pemasangan Bearing

Ketika memasang bearing di poros, Anda harus memperhatikan dengan teliti karena proses ini sangat berpengaruh terhadap keadaan Biring pada penggunaannya di masa depan.

Jenis-Jenis Thrust Bearing

Sesuai dengan kegunaannya dalam menahan beban dorong dan tarik.

Di bawah ini penjelasan selengkapnya mengenai jenis-jenis dari Thrust Bearing.

Baca juga: Pengertian, Cara Kerja, dan Fungsi Regulator Lengkap

1. Thrust Ball Bearing

Thrust Bearing

Prinsip kerjanya hampir sama seperti conveyor belt yang mana memiliki beberapa saat bola baja di antara dua relnya.

Berfungsi sebagai jalur berputarnya bola dan bola-bola ini umumnya tidak dapat digunakan menanggung beban yang terlalu berat.

thrust roller bearing mudah terkikis karena adanya gesekan yang besar di bagian dalam relnya.

Contoh penggunaan:

  • Industri otomotif
  • Alat rumah tangga
  • Alat medis

Anda harus tahu bahwa sebenarnya Thrust Ball Bearing ini hanya bisa digunakan pada komponen dengan gerakan putar yang lambat.

2. Silindrical Thrust Roller Bearing

Thrust Bearing

Tipe bearing yang satu ini menggunakan elemen gelinding berbentuk silinder baja yang mampu menahan beban lebih berat daripada Thrust Ball Bearing.

Kapabilitas dari silindris yang ada pada bearing ini mampu menanggung beban aksial atau beban dorong yang cukup besar sehingga banyak digunakan pada mesin kendaraan.

3. Tapered Roller Thrust Bearing

Thrust Bearing

Hampir sama seperti selindrical thrust roller bearing, biring ini memiliki elemen gelinding berbentuk silinder, tetapi bentuknya meruncing.

Tapered Roller Thrust Bearing memerlukan cage ring agar tidak keluar dari poros gerakannya.

Soal harga, jenis bearing yang satu ini harganya lebih mahal karena lebih besar menahan beban, baik aksial maupun radial.

Maka tidak heran jika Tapered Roller Thrust Bearing biasanya digunakan pada mobil besar, kereta, dan truk.

Terutama pada sistem pengereman kendaraan, tromol mobil, serta bantalan roda.

Baca juga: Resistor Variabel Adalah: Penjelasan Lengkap

Mungkin beberapa dari Anda juga pernah melihat bantalan ini digunakan pada komponen mesin seperti turbin angin.

4. Spherical Roller Thrust Bearing

Thrust Bearing

Jenis bantalan ini mampu menahan beban aksial yang sangat berat sekaligus dari dua arah serta mampu mencegah kesalahan sudut putaran.

Oleh karena itu, bantalan ini umumnya digunakan pada pengaplikasian putaran cepat dengan beban yang cukup berat, misalnya:

  • Mesin industri
  • Pertambangan
  • Mesin pengeboran di laut lepas

5. Needle Roller Thrust Bearing

Thrust Bearing

Tipe bantalan ini dilengkapi dengan sangkar atau cage yang stabil menahan dan memandu elemen putaran needle roller.

Jenis piring yang satu ini memiliki tingkat kekakuan yang sangat tinggi pada ruang aksial minimum.

Pada pengaplikasiannya, permukaan komponen mesin yang saling berdekatan berfungsi sebagai raceways jadi tidak terlalu banyak memakan ruang.

6. Fluid Bearing

Thrust Bearing

Bantalan yang satu ini bebannya ditopang oleh lapisan tipis cairan atau gas dengan tekanan yang bergerak tepat di dalamnya.

Sebenarnya, Fluid Bearing tidak secara langsung masuk dalam kategori Thrust Bearing, tapi karena memiliki ketahanan menopang gaya aksial yang besar, maka tipe bantalan yang satu ini masuk ke dalam kategori Thrust Bearing.

Bantalan jenis ini memiliki gaya gesekan, aus, serta getaran yang lebih rendah daripada jenis lainnya.

Jika dipasang dan dirawat dengan baik, bantalan ini bisa menahan aus waktu yang sangat lama.

Pada pengaplikasiannya, bantalan cair digunakan pada pengaplikasian beban berat dengan kecepatan tinggi yang memerlukan presisi tinggi.

Hal ini dikarenakan di dalam bantalannya menggunakan fluida atau cairan sebagai elemen putar.

Maka tidak heran jika bantalan ini jauh lebih awet daripada jenis lainnya.

Contoh penggunaan:

  • Hard disk drive
  • Permainan air hockey
  • Turbin air
  • Generator listrik

7. Magnetic Bearing

Thrust Bearing

Sama seperti namanya, bantalan ini menggunakan gravitasi magnet tanpa kontak fisik untuk menahan beban radial dan thrust.

Magnetic bearing memiliki tingkat keausan dan gesekan yang sangat minim sehingga dikategorikan sebagai Thrust Bearing.

Contoh pengaplikasian:

  • Mesin industri
  • Generator listrik
  • Penanganan gas alam

Bantalan yang satu ini juga tidak memerlukan pelumas sehingga jenis ini lebih banyak digunakan pada pompa Turbo molecular ataupun alat navigasi pada pesawat terbang.

8. Plain Bearing

Thrust Bearing

Bantalan jenis ini merupakan jenis dengan permukaan rata di bidang geseknya.

Biasanya terbuat dari campuran tembaga dan kuningan yang di bagian permukaannya kemudian dilapisi berupa logam babit atau aloy.

Biasanya bearing ini digunakan di bagian dalam mesin seperti crankshaft atau kruk as dan connecting rod.

9. Bushing

Thrust Bearing

Merupakan salah satu jenis Friction bearing berbentuk melingkar seperti cincin yang digunakan sebagai tempat poros berputar.

Hampir sama seperti plain Bearing, Bushing juga terbuat dari campuran tembaga beserta Kuningan yang kemudian dilapisi logam jenis babit atau aloy.

Biasanya digunakan pada king pin yang ada di knuckle as roda.

10. Radial Bearing

Thrust Bearing

Jenis bantalan ini didesain untuk menerima beban Radial berupa beban tegak lurus di poros yang dipasang pada bearing.

Lebih tepatnya beban yang akan diterima sepanjang keliling lingkaran bearing akan ditahan oleh radial bearing.

Misalnya pada pemasangan roda sepeda ataupun sepeda motor.

Beberapa jenis bearing yang termasuk ke dalam jenis radial bearing adalah Ball Bearing dan roller Bearing.

Kesimpulan

Itu dia penjelasan lengkap mengenai Thrust Bearing yang dapat kami sampaikan.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua yang membacanya.

Terima kasih sudah berkunjung ke website kami dan sampai jumpa lagi di artikel bermata selanjutnya!

Orang juga bertanya

Photographer, Enviromentalist, Author, SEO Friendly Content Writer, Copywriter, Designer Graphics.

Tinggalkan komentar