BAURAN PEMASARAN: Pengertian, Sejarah dan Marketing Mix 4P & 7P

Akhir ini istilah Marketing Mix (Bauran Pemasaran) kian sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari.

Mungkin kamu pernah mendengarnya dalam berbagai media seperti seminar, televisi, atau di media sosial.

Marketing Mix menjadi satu di antara istilah yang dikenal di kalangan para pebisnis.

Marketing Mix bisa didefinisikan sebagai suatu strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya secara terpadu untuk mencapai sebuah tujuan marketing pasar yang telah ditargetkan.

Seorang ahli bernama Buchari Alma menjelaskan Marketing Mix sebagai sebuah bentuk strategi dalam mengombinasikan berbagai macam kegiatan marketing agar tercipta sebuah kombinasi maksimal, sehingga akan muncul hasil yang paling memuaskan.

Ingin tahu lebih jelasnya simak bahasan bauran pemasaran: pengertian, sejarah dan marketing mix 4p & 7p berikut ini.

Pengertian Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Istilah Marketing Mix atau bauran pemasaran dipakai pertama kali oleh Neil Borden (1964) yang terinspirasi dari gagasan James Cullington (1948).

Gagasannya yaitu bahwa seorang eksekutif bisnis berperan sebagai mixer of ingredients.

Borden (1964) menyusun daftar elemen Marketing Mix yang terdiri dari 12 aspek.

Baca juga: Tugas Marketing dan Sales Dalam Perusahaan & Perbedaannya

Daftar tersebut kemudian disederhanakan dan dipopulerkan oleh Jerome McCarthy (1968) ke dalam 4 aspek pokok, yaitu product, price, place, dan promotion, yang kemudian dikenal dengan istilah 4P.

Marketing Mix atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan bauran pemasaran menjadi fondasi model dasar suatu bisnis.

Istilah ini dikenalkan pertama kali oleh seorang profesor marketing Harvard bernama Neil Borden pada 1948 yang terinspirasi dari jurnal koleganya, yaitu Prof. James Culliton.

Satu di antara perkembangan konsep Marketing Mix yang paling dikenal adalah Marketing Mix 7P.

Konsep ini dikenalkan oleh Booms dan Bitner yang berisi 4 elemen 4P ditambah tiga elemen baru, yaitu physical evidence, people, dan process.

Konsep Marketing Mix tidak hanya bisa digunakan untuk memajukan bisnis lama, melainkan juga mengembangkan bisnis baru.

Kritik terhadap 4P telah mendorong beberapa pakar pemasaran mengemukakan model Marketing Mix yang baru, di antaranya model 7P Service Marketing Mix (Booms dan Bitner, 1981) dan model Marketing Mix holistic marketing (Kotler dan Keller, 2006).

Hingga lini, model 4P masih tetap paling populer dan menjadi elemen kunci dalam sebagian besar literatur pemasaran.

Manajer pemasaran akan mengambil pendekatan tergantung pada industri dan target rencana pemasarannya.

Marketing Mix atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan bauran pemasaran menjadi fondasi model dasar suatu bisnis.

Marketing Mix bisa didefinisikan sebagai suatu strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya secara terpadu demi mencapai sebuah tujuan marketing pasar yang sudah ditargetkan.

Asal-Usul Marketing Mix

Tahun 1948, Profesor James Culliton dari Harvard Business School menulis sebuah artikel yang berjudul The Management of Marketing Costs.

Cullington menegaskan jika seorang eksekutif bisnis yaitu :

Decider,” an “artist”—a “mixer of ingredients,” who sometimes follows a recipe prepared by others, sometimes prepares his own recipe as he goes along, sometimes adapts a recipe to the ingredients immediately available, and sometimes experiments with or incests ingredients no one else has tried” (Cullington, 1948).

Seorang eksekutif bisnis dikatakan sebagai mixer of ingredients, yang kadang mengikuti resep orang lain, kadang menyiapkan resepnya sendiri, kadang menyesuaikan resep dengan bahan-bahan yang tersedia, dan kadang bereksperimen dengan atau menemukan bahan-bahan yang belum pernah dicoba.

Baca juga: 4 Contoh Press Release Kegiatan, Event, Perusahaan [UPDATE]

Neil Borden tertarik dengan gagasan ini dan kemudian mengadaptasikannya dalam konteks eksekutif pemasaran sebagai mixer of ingredients yang harus selalu kreatif dalam mengelola bauran prosedur dan kebijakan pemasaran dalam rangka menghasilkan profit bagi perusahaan.

Borden menyusun daftar elemen-elemen bauran pemasaran yang terdiri atas 12 aspek, yaitu:

  • Product Planning.
  • Pricing.
  • Branding.
  • Channels of Distribution.
  • Personal Selling.
  • Advertising.
  • Promotions.
  • Packaging.
  • Display.
  • Servicing.
  • Physical Handling.
  • Fact Finding and Analysis.

Konsep Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Konsep Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Terdiri dari beberapa konsep, seperti:

1. Marketing Mix 4P

Model 4P dipopulerkan oleh Jerome McCarthy (1968) yang mengemukakan 4 elemen Marketing Mix meliputi product, price, promotion, dan place (distribution).

  • Place (Tempat)

Tempat dalam Marketing Mix pada dasarnya yaitu suatu bentuk saluran distribusi yang mengacu kepada lokasi suatu produk tersedia dan dapat dijual dan dibeli.

Saluran distribusi dalam Marketing Mix meliputi kelengkapan produk, lokasi, persediaan, fasilitas penyimpanan, pengedaran dan transportasi.

Konsep yang berfokus kepada tempat atau lokasi perusahaan kalian berdiri.

Semakin strategis tempat bisnis, maka semakin besar juga keuntungan yang akan didapatkan perusahaan.

Dengan lokasi yang strategis, konsumen atau calon pelanggan dapat lebih mudah menemukan dan menjangkau bisnis, sehingga transaksi penjualan lebih mudah terjadi.

Hal yang dapat dilakukan yaitu mencari dan menentukan lokasi penjualan yang sesuai dengan target pasar, apakah itu untuk kalangan bottom, middle, atau up.

  • Product (Produk)

Produk yaitu sesuatu yang memiliki nilai fungsional dan dapat digunakan oleh pelanggan untuk mencapai sesuatu.

Produk dalam Marketing Mix meliputi variasi, kualitas, desain, fitur, nama merek, kemasan, ukuran, layanan, garansi, dan retur.

Secara teori, produk adalah semua bentuk hasil usaha yang ditawarkan ke pasar untuk digunakan atau dikonsumsi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

Jika ingin sukses menjalankan strategi Marketing Mix, kamu harus dapat membuat dan menghasilkan produk atau jasa dengan kualitas dan keunikan tersendiri.

Dengan demikian, produk atau jasa kalian secara otomatis dapat meningkatkan daya saing di pasaran.

Produk memiliki 2 unsur yang perlu diperhatikan, yaitu kualitas dan visual.

Kamu harus memastikan kualitas dari produk dengan baik.

Selain itu, konsumen juga harus merasa membutuhkan untuk membeli produk atau jasa kamu tidak hanya sekadar tertarik.

Baca juga: PERILAKU KONSUMEN: Pengertian, Teori, Faktor & Contoh

Cara mudah yang dapat dilakukan adalah dengan cara menentukan target pasar melalui riset kecil yang terstruktur.

Riset yang dilakukan pada strategi Marketing Mix bisa mencakup informasi respon pasar, keinginan konsumen, dan lain sebagainya.

Melalui informasi yang didapat dari riset, kita dapat membandingkan produk/jasa kamu dengan kompetitor, mengetahui kelebihan, dan kekurangan produk kalian.

Setelah itu, kamu dapat melakukan evaluasi untuk meningkatkan mutu produk dan jasa kalian, mencocokan produk dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, dan memberikan gambaran prospek produk pada masa yang akan datang.

  • Promotion (Promosi)

Promosi dalam Marketing Mix yaitu strategi yang diterapkan oleh pemasar untuk membuat pelanggan sadar akan keberadaan produk atau mereknya.

Promosi penjualan meliputi periklanan, personal selling, public relations, dan direct marketing.

Strategi Marketing Mix berfokus kepada masalah promosi bisnis, seperti bagaimana cara memasarkan produk, media apa yang digunakan, dan sebagainya.

Promosi menjadi salah satu strategi marketing yang memiliki tujuan, antara lain:

  • Mengidentifikasi dan menarik konsumen baru.
  • Mengomunikasikan produk baru.
  • Meningkatkan jumlah konsumen untuk produk yang telah dikenal secara luas.
  • Menginformasikan kepada konsumen tentang peningkatan kualitas produk.
  • Mengajak konsumen untuk mendatangi tempat penjualan produk.
  • Memotivasi konsumen agar memilih atau membeli suatu produk.

Pada dasarnya, promosi adalah kegiatan penyebaran informasi yang bersifat membujuk, memengaruhi dan mengingatkan pasar bahwa produk sudah siap dijual dan dibeli.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memasang iklan.

Iklan bisa dilakukan melalui media-media seperti surat kabar, elektronik, brosur, spanduk, dam sosial media.

Pada zaman digital seperti sekarang, strategi pemasaran dengan promosi sangatlah mudah karena banyak media sosial yang akan sangat membantu.

  • Price (Harga)

Harga adalah satu di antara elemen terpenting dalam Marketing Mix. Harga nilai yang akan didapatkan sebagai pengganti produk.

Harga dalam Marketing Mix meliputi katalog, diskon, potongan khusus, periode pembayaran, dan persyaratan kredit.

Harga yang dimaksud yaitu sejumlah uang yang harus dibayar oleh user atau klien kalian untuk mendapatkan produk yang ditawarkan.

Dengan kata lain, seseorang akan menggunakan jasa atau membeli produk yang ditawarkan, jika pengorbanan yang dikeluarkan (yaitu uang dan waktu) sesuai dengan manfaat yang ia ingin dapatkan dari produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.

Dengan poin ini, fokus kamu adalah bagaimana caranya agar dapat membuat pelanggan atau calon pembeli potensial merasa pengeluarannya sesuai dengan apa yang dia dapat.

Dengan demikian, strategi Marketing Mix akan lebih optimal.

Dalam menentukan harga dari produk, kamu harus menghitungnya berdasarkan dengan biaya produksi, modal, dan tambahkan keuntungan beberapa persen.

Harga jual harus sesuai dengan harga pasar, tidak terlalu tinggi, dan tidak juga terlalu rendah.

Hal ini untuk mencegah terjadinya kebangkrutan tentunya.

Jika kamu ingin menjual dengan harga yang lebih tinggi, berikan perbedaan yang mencolok dibandingkan kompetitor kamu, seperti kualitas dan varian, sehingga konsumen merasa “worth it” dengan harga dari produk.

Baca juga: CONTOH KETERAMPILAN TEKNIS: Soft Skill & Hard Skill Dalam Dunia Kerja

2. Marketing Mix Jasa

Dalam konteks pemasaran jasa, Booms dan Bitner (1981) menambahkan 3 elemen Marketing Mix selain 4P, sehingga dikenal juga dengan istilah 7P.

  • Participants (Orang yang Terlibat)

Aspek yang dimaksud bukan hanya konsumen saja. Tapi, semua sumber daya manusia (SDM) yang terlibat, termasuk pekerja hingga tim bisnis.

Khusus untuk aspek ini sangat penting untuk diperhatikan. SDM adalah komponen penting dalam strategi Marketing Mix.

Faktor SDM sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah perusahaan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor ini berperan penting dalam membuat suatu kemajuan atau bahkan kemunduran dari suatu perusahaan.

Inilah mengapa berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk mencari kandidat pekerja terbaik, mereka bahkan rela membayar lebih untuk menyewa pihak pencari kerja independen yang sudah ahli dalam mencarikan kandidat pekerja bagi perusahaan.

Pertanyaan-pertanyaan terkait, apakah karyawan tersebut memiliki performance tinggi atau sebaliknya, apakah karyawan tersebut loyal atau sebaliknya, apakah karyawan tersebut mampu melayani konsumen dengan baik atau sebaliknya akan ikut membantu dalam kesuksesan sebuah perusahaan jasa di pasaran.

Faktor penting lainnnya dalam SDM yaitu attitude dan motivasi dari karyawan dalam industri jasa.

Attitude bisa diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti penampilan karyawan, suara dalam bicara, body language, ekspresi wajah, dan tutur kata.

Adapun motivasi akan menentukan sejauh apa karyawan ingin atau menyukai pekerjaan yang akan dilakukan.

  • Process (Proses)

Aspek proses adalah gabungan dari keseluruhan aktivitas.

Semua aktivitas tersebut berhubungan dengan produk yang dihasilkan serta disampaikan kepada konsumen.

Proses mencakup bagaimana cara perusahaan melayani permintaan tiap konsumennya, mulai dari konsumen memesan (order) hingga akhirnya mendapatkan apa yang diinginkan.

Beberapa perusahaan tertentu biasanya memiliki cara yang menarik atau khusus dalam melayani konsumennya.

Seperti halnya di suatu restoran, ada beberapa restoran yang memberikan fasilitas “open kitchen”, yaitu konsumen bisa melihat tiap proses pembuatan makanan yang mereka pesan.

Cara servis seperti ini menjadi salah satu contoh penerapan strategi Marketing Mix di suatu bisnis kuliner.

  • Physical Evidence (Tampilan Fisik)

Tampilan fisik yaitu semua perangkat yang digunakan sebagai pendukung berjalannya sebuah bisnis.

Tampilan fisik tempat usaha akan menjelaskan bagaimana penataan bangunan dari suatu perusahaan.

Apakah perusahaan menggunakan interior yang unik, lightning system yang menarik, desain ruangan yang menarik perhatian, dan sebagainya.

Perusahaan akan menyadari bahwa penataan bangunan di suatu perusahaan tentu akan memengaruhi mood pengunjung.

Desain interior yang terkesan berantakan akan membuat konsumen merasa agak sedikit tidak nyaman dengan keadaan di perusahaan tersebut.

Bangunan harus bisa menciptakan suasana yang menyenangkan, sehingga memberikan pengalaman pada pengunjung dan bisa memberikan nilai tambah. Komponen visual cukup penting dalam strategi Marketing Mix.

3. Marketing Mix dalam Holistic Marketing

Phillip Kotler dan Kevin Lane Keller (2006) memodifikasi elemen Marketing Mix 4P dan menyebutnya sebagai evolusi dari manajemen pemasaran yang meliputi:

  • People.
  • Processes.
  • Programs (mencakup Product, Price, Place, dan Promotion).
  • Performance.

Tujuan Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Beberapa tujuan dari Marketing Mix di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Direct Marketing (Pemasaran Langsung)

Direct marketing yaitu suatu bentuk sistem pemasaran interaktif yang bisa digunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan atau transaksi yang dapat diukur di suatu lokasi.

2. Advertising (Periklanan)

Periklanan yaitu satu di antara bentuk kegiatan penting dalam melakukannya Marketing Mix.

Tujuan utama dari periklanan ini untuk memberikan informasi tentang produk barang dan jasa kepada target konsumen agar mampu meningkatkan penjualan.

3. Sales Promotion (Promosi Penjualan)

Sales promotion adalah kumpulan berbagai alat intensif yang dirancang untuk mendorong pembelian sebuah barang atau jasa.

Fungsi Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Beberapa fungsi yang bisa diperoleh dari Marketing Mix di antaranya sebagai berikut:

1. Fungsi Distribusi Fisik

Distribusi fisik suatu produk bisa dilakukan dengan cara mengangkut dan menyimpan produk.

2. Fungsi Pertukaran

Konsumen bisa membeli produk yang berasal dari produsen, baik dengan menukar uang dengan produk atau melakukan pertukaran produk dengan produk untuk digunakan sendiri atau untuk dijual kembali.

3. Fungsi Perantara

Marketing Mix adalah media perantara untuk menyampaikan produk dari produsen kepada konsumen yang menghubungkan aktivitas pertukaran dengan distribusi fisik.

Baca juga: 170+ Macam-Macam Profesi Pekerjaan dan Tugasnya, LENGKAP!!

Manfaat Marketing Mix (Bauran Pemasaran)

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari Marketing Mix di antaranya sebagai berikut:

1. Mampu Menganalisis Keuangan

Pebisnis harus tahu bagaimana arus biaya dan pendapatan sesuai dengan situasi yang terjadi.

2. Alokasi Sumber Daya yang Bijaksana

Sumber daya yang bersifat terbatas sehingga harus digunakan seefektif mungkin.

3. Memfasilitasi Proses Komunikasi

Mampu mengalokasikan dalam bentuk tanggung jawab untuk tiap bagian divisi dengan tugas masing-masing yang telah ditentukan.

4. Menyederhanakan

Konsep ini bisa menyederhanakan dan menyatukan berbagai macam bentuk kegiatan pemasaran menjadi satu sehingga bagian pemasaran lebih mudah untuk dilakukan dan dikelola.

5. Alokasi Tanggung Jawab

Bisnis membutuhkan tim yang solid, akan tetapi pebisnis juga butuh mengalokasikan tanggung jawab kepada tiap orang sesuai tugas dan kemampuan yang dimiliki.

Kesimpulan

Marketing Mix atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan bauran pemasaran menjadi fondasi model dasar suatu bisnis.

Istilah ini dikenalkan pertama kali oleh seorang profesor marketing Harvard bernama Neil Borden pada 1948 yang terinspirasi dari jurnal koleganya, yaitu Prof. James Culliton.

Marketing Mix bisa diartikan sebagai suatu strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa elemen di dalamnya secara terpadu demi mencapai sebuah tujuan marketing pasar yang sudah ditargetkan.

Itulah pentingnya mengetahui bauran pemasaran: pengertian, sejarah dan marketing mix 4p & 7p yang saat ini mulai banyak dicari tahu pebisnis pemula.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar