USE CASE: Pengertian, Fungsi, Contoh & Cara Membuatnya Lengkap!

Umumnya sebelum membuat sebuah aplikasi atau perangkat lunak, tentunya seorang programmer akan terlebih dahulu menyusun beberapa rancangan skenario berupa diagram atau flowchart.

Hal tersebut dilakukan untuk lebih mempermudah dalam mendeskripsikan kebutuhan sistem terhadap masalah yang dituju.

Salah satu komponen diagram yang penting untuk dibuat yaitu bernama use case.

Untuk kebutuhan sistem yang cukup rumit, umumnya diagram akan dibuat oleh seorang system analyst yang memiliki tugas khusus untuk merancang kebutuhan aplikasi.

Jika dibandingkan, tugasnya hampir sama seperti seorang arsitek.

Baca juga: BAHASA PEMROGRAMAN: Pengertian, Fungsi, & 7 Macam Contohya

Nah, dalam artikel kali ini kami akan memberikan beberapa informasi menarik mengenai use case: pengertian, fungsi, contoh & cara membuatnya lengkap! seperti berikut.

Pengertian Use Case

Dari istilah, use case merupakan sebuah kegiatan atau interaksi yang saling berkaitan antara aktor dan sistem.

Atau secara umum, dapat diartikan sebagai sebuah teknik untuk yang dimanfaatkan untuk pengembangan perangkat lunak (software), untuk mengetahui kebutuhan fungsional dari sistem tersebut.

Definisi dari use case diagram sendiri yaitu sebuah proses penggambaran yang dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara pengguna dengan sistem yang dirancang.

Hasil representasi dari skema tersebut dibuat secara sederhana dan bertujuan dalam memudahkan user dalam membaca informasi yang diberikan.

Menurut para pakar ahli Use Case Diagram memaparkan proses kegiatan dan proses bisnis yang dilakukan oleh pengguna (aktor).

Pada diagram Use Case ini, setiap proses akan digambarkan kedalam sebuah Use Case berbentuk oval dengan relasi yang ada didalamnya.

Tujuan Use Case

Berikut ini adalah tujuan dari use case, antara lain:

  • Memetakkan kebutuhan sistem.
  • Merepresentasikan interaksi pengguna terhadap sistem.
  • Untuk mengetahui kebutuhan diluar sistem.

Fungsi Use Case

Adapun fungsi dari use case diagram, adalah sebagai berikut.

  • Dapat menggambarkan urutan aktivitas proses yang ada pada suatu sistem.
  • Dapat menggambarkan proses bisnis dan juga urutan aktivitas yang ada dalam sebuah proses.

Manfaat Use Case

Sedangkan manfaat use case sendiri adalah yaitu:

  • Untuk memudahkan hubungan dengan menggunakan domain expert dan juga end user.
  • Hadirnya Interface yang harus dimiliki oleh sebuah sistem.
  • Memberikan kepastian pemahaman yang tepat, tentang requirement atau juga kebutuhan sebuah sistem.
  • Bisa digunakan untuk mengidentifikasi, siapa yang sedang berinteraksi dengan sistem, dan juga apa yang harus dilakukan untuk sistem tersebut.
  • Biasanya digunakan dalam verifikasi.

Karakteristik Use Case

Adapun ciri-ciri dari use case, antara lain:

  • Use case adalah interaksi atau dialog antara sistem dan pengguna (actor), termasuk peralihan pesan dan tindakan yang dilakukan oleh suatu sistem.
  • Use case diprakarsai oleh pengguna dan mungkin melibatkan peran actor yang lain. Use case harus menyediakan nilai minimal kepada satu pengguna.
  • Use case bisa memiliki perluasan yang menjelaskan tindakan khusus dalam interaksi atau use case lain mungkin disisipkan.
  • Use case class memiliki objek yang disebut skenario. Skenario menyatakan urutan pesan dan reaksi tunggal.

Fungsi

Untuk informasi tambahan, use case termasuk ke dalam UML (Unified Modelling Language) diagram, dan proses pembuatannya sendiri dilakukan sebelum masuk pada rancangan konsep DFD (Data Flow Diagram).

Setidaknya, ada dua fungsi utama dari penggunaannya, diantaranya yaitu sebagai berikut.

1. Memperlihatkan Urutan Aktivitas Proses dalam Sebuah Sistem

Fungsi yang pertama, mampu memperkenalkan fase awal setiap kegiatan proses dalam sistem yang dikembangkan.

Hal tersebut bisa memudahkan pengembang dalam menentukan kebutuhan yang sesuai dengan perangkat lunak dan pengguna.

2. Menggambarkan Business Process dalam Sistem

Kedua, mampu menggambarkan urutan dari proses bisnis secara lebih jelas dan transparan untuk mencegah terjadinya kesalahan pada sistem yang akan dibangun.

Komponen dan Relasi pada Use Case Diagram

Terdapat beberapa komponen dan relasi yang sering digunakan dalam pembuatan sebuah use case diagram.

Berikut ini penjelasan untuk mempermudah pemahaman anda dan memberikan gambaran awal.

Komponen Utama

Terdapat, tiga komponen utama untuk membuat sketsa atau diagram, yaitu sebagai berikut.

1. Actor

Aktor adalah setiap hal di luar sistem yang menggunakan komponen system untuk melakukan sesuatu.

Aktor bisa berupa manusia, perangkat, atau bahkan sistem tersebut yang menjadi peranan dalam keberhasilan sebuah operasi dalam sistem yang dibangun.

2. System

Komponen ini menyatakan batasan dari sistem di dalam relasi yang dilakukan dengan actor yang menggunakannya (di luar sistem).

Dan, fitur harus disediakan di dalam sistem tersebut.

3. Use Case

Komponen yang ketiga yaitu use case, yang merupakan gambaran umum dari fungsional sebuah sistem.

Dengan demikian, pengguna dan konsumen bisa mengetahui setiap fungsi yang dibangun dalam sistem tersebut.

Contoh Relasi

Terdapat tiga contoh dari relasi yang digunakan dalam membuat diagram ini, berikut ini penjelasannya.

1. Association

Association yaitu teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah interaksi antara komponen actor dengan use case tertentu.

Hal ini digambarkan dengan garis penghubung antara aktor dengan use case.

2. Dependency

Dependency relation terbagi menjadi dua jenis, yaitu include dan exclude.

Include berfungsi untuk mengidentifikasi hubungan atau relasi antara dua use case dan yang satu akan memanggil yang lainnya.

Jenis yang kedua atau exclude adalah jenis yang apabila dilakukan pemanggilan maka memerlukan suatu kondisi tertentu dan akan terjadi dependensi.

3. Generalization

Generalisasi adalah hubungan antara dua use case atau dua aktor, dimana salah satu inherit dan menambahkan atau melakukan override sifat dari komponen yang lainnya.

Cara Membuat Use Case Diagram

Menurut Kenworthy (1997), kamu dapat menuliskan langkah – langkah proses pembuatan use case dalam sebuah narasi.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk membuat diagram berdasarkan narasi yang dituliskan.

  1. Pertama, identifikasi terlebih dahulu siapa saja yang akan menggunakan website tersebut.
  2. Pilih salah satu user dari situs web yang akan diimplementasikan.
  3. Tentukan juga apa saja yang akan dilakukan oleh pengguna di dalam situs tersebut. Setiap hal yang dilakukan user di dalam website akan menjadi use case.
  4. Untuk setiap use case –nya, kamu perlu untuk memutuskan rangkaian setiap kejadian (aktivitas) secara normal saat user menggunakan website.
  5. Menjelaskan tahapan dasar dalam mendeskripsikan sebuah use case diagram. Kamu dapat mencoba menjelaskan hal apa saja yang dilakukan pengguna dan apa yang bisa dilakukan sistem, sebagai bentuk respons yang perlu untuk diketahui.
  6. Saat tahapan dasar dilakukan, kamu dapat mempertimbangkan rangkaian acara (timeline) alternatif dan tambahkan “extend” pada diagram.
  7. Selanjutnya, kamu dapat mencari kesamaan di antara use case, kemudian ekstrak dan catat hasilnya.
  8. Ulangi langkah kedua hingga ketujuh untuk user yang lainnya.

Contoh Penerapannya

Di bawah ini terdapat contoh use case diagram untuk mempermudah anda dalam memahami dan mulai belajar untuk mengembangkannya sesuai kebutuhan sistem perangkat lunak.

Contoh Use Case Perpustakaan

contoh use case
Badoy Studio

Contoh Use Case Laboratorium

contoh use case
Flin Setyadi

Relasi dalam Use Case

Ada beberapa relasi dalam use case yang harus diketahui, antara lain :

1. Association

Ini yaitu teknik mengindentifikasi interaksi yang dilakukan oleh actor tertentu dengan use case tertentu pula.

Hal ini digambarkan dengan garis antara actor tehadap use case tersebut. Asosiasi ini sering ditandai dengan garis 1 arah (ditandai dengan garis anak panah), jika terjadi komunikasi 2 arah, maka tanda panas tidak akan diperlukan.

2. Generalization

Ini yaitu teknik mengindetifikasi relasi antara 2 aktor can juga 2 Use case, dimana salah satunya akan menginherit dan juga menambah  atau override sifat dari perangkat yang lainnya.

Untuk teknik penggambarannya menggunakan garis bermata panah yang kosong.

Garis akan diambil dari yang menginherit kemudian mengarah ke yang di-inherit.

3. Dependency

Dependency terbagi menjadi 2 macam, yaitu include dan juga extend.

Yang dimaksud dengan Include, yaitu:

  • Berfungsi untuk mengindentifikasi hubungan antara 2 use case, dimana use case yang satu akan memanggil use case yang lainnya.
  • Jika ada beberapa use case dengan aktifitas yang sama, maka bagian aktifitas tersebut. akan dijadikan aktifitas tersendiri, dengan relasi dependensi use case semula ke use case yang baru.
  • Biasanya digambarkan dengan garis terputus-putus dengan mata panah notasi include yang pada garis. Kemudian arahkan mata panah sesuai dengan arah yang memanggil.

Yang dimaksud dengan extend, yaitu:

  • Jika pemanggilan, butuh kondisi tertentu maka akan berlaku dependensi.
  • Konsep extend ini berbeda dengan konsep extend dalam program Java.
  • Dependensi ini akan digambarkan dengan dependensi incude namun dengan arah panah yang berlawanan.

4. Aggregation

Aggregation ini yaitu sebuah bentuk association yang maka elemen yang satu akan berisi elemen lainya.

Kesimpulan

Use case diagram merupakan salah satu model UML yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara pengguna dengan suatu sistem.

Sehingga, proses pengembangan aplikasi menjadi lebih mudah dan bisa diketahui fungsionalitas dan tujuannya lebih awal.

Terdapat beberapa bagian utama sebagai penyusun diagram tersebut, yaitu komponen aktor, sistem, dan use case dan relasi asosiasi, dependensi, dan generalisasi.

Karenanya, penting memahami makna use case: pengertian, fungsi, contoh & cara membuatnya secara menyeluruh seperti penjelasan di atas.

Baca Juga:

Tinggalkan komentar