close button

Bagian Bagian MCB: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja Lengkap

  •   Sep 2022  •   11 min read  •   Comment

MCB adalah sebuah komponen listrik yang bekerja dengan sistem elektromekanis yang dirancang untuk melindungi sebuah rangkaian dari arus berlebih, atau terjadinya hubungan singkat (Konsleting).

Cara kerja ini berbeda dengan sekering (fuse), dimana saat ada arus berlebih, maka kawat dalam fuse akan menjadi panas dan meleleh, sehingga memutus arus yang mengalir ke rangkaian.

MCB adalah penyempurnaan dari fuse, dimana saat beban berlebih, tidak ada komponen yang hancur atau meleleh, tapi akan mendorong tuas supaya memutus hubungan aliran listrik.

Sehingga dengan demikian MCB masih bisa dipakai kembali, dimana MCB pada instalasi listrik berfungsi untuk membatasi arus yang berlebih.

Ingin tahu lebiih jelas mengenai pengertian dan Bagian Bagian MCB, simak bahasan berikut.

Pengertian MCB

MCB adalah singkatan dari Miniatur Circuit Breaker, secara bahasa dapat diketahui jika MCB adalah perangkat pemutus arus listrik.

Komponen ini bisa memutus aliran arus listrik secara otomatis saat beban melebihi kapasitas atau terjadi korsleting.

Pemutusan adalah prosedur pengamanan untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kebakaran.

Pemakaian MCB ini hampir sama dengan fungsi Sekring (Fuse) sebagai alat pengamanan atau pelindung.

Hanya bedanya, Sekring akan menjadi korban ketika memutus arus sehingga kamu perlu menggantinya dengan yang baru saat ingin menyambungkan lagi ke aliran listrik.

Sedangkan MCB bisa dengan mudah diaktifkan lagi setelah masalah sudah teratasi.

MCB tidak melindungi seseorang dari sengatan listrik, namun MCB bisa melindungi rangkaian listrik akibat adanya arus yang berlebih dalam rangkaian listrik.

Baca juga: 2 Cara Pasang Kapasitor Pompa Air Submersible Lengkap

Ketika peralatan listrik mengkonsumsi arus melebihi batas daya yang tersedia, maka MCB akan memutus arus untuk mencegah terjadinya panas berlebih.

Konsleting atau hubung singkat yang terjadi karena 2 konduktor fase dan netral terhubung.

Tentu saja ini sangat berbahaya, karena tanpa adanya beban arus langsung mengalir dari fase ke netral  dalam waktu hitungan detik.

Bagian-Bagian MCB

Bagian Bagian MCB

MCB terdiri dari beragam komponen di dalamnya, di mana setiap komponen memiliki perannya masing-masing. Berikut ini adalah bagian-bagian dari MCB:

  1. Actuator Lever atau toggle switch, sebagai fasilitas untuk On atau Off MCB, bagian ini juga yang biasanya dilihat untuk mengetahui apakah MCB dalam keadaan mati atau tidak.
  2. Switch mekanis, komponen yang menjalankan mekanik saat pemutusan arus.
  3. Kontak arus listrik, komponen yang menempel dan merenggang saat menyambung dan memutus arus listrik.
  4. Terminal, bagian yang menjadi tempat untuk menyambungan kabel listrik ke MCB
  5. Bimetal, merupakan thermal trip, di mana komponen ini akan melengkung saat suhu sangat panas akibat arus yang mengalir padanya sangat tinggi, sehingga memicu kontak untuk terputus.
  6. Baut kalibrasi, sering sudah diatur default oleh pabriknya.
  7. Solenoid, Coil atau kumparan yang bekerja saat terjadi arus pendek sebagai magnetic trip
  8. Pemadam busur api, komponen yang dibutuhkan ketika adanya percikan api saat terjadi pemutusan atau pengaliran balik arus listrik.

Fungsi MCB

MCB memiliki 3 mekanisme fungsi yang masing-masing berbeda cara memutus arusnya.

Fungsi MCB ini adalah pemutus arus, menghindari terjadinya beban lebih (overload) dan pengaman saat adanya arus pendek (korsleting). Berikut ini penjelasan tiap-tiap fungsinya:

1. Sebagai Pemutus Arus

MCB berfungsi dalam memutus arus agar pemilik rumah atau bangunan dapat mematikan aliran listrik secara manual melalui toggle switch.

Contohnya ketika akan hendak memperbaiki kabel dan ingin mematikan seluruh jaringan listrik bukan hanya di satu titik.

Baca juga: Cara Memperbaiki Kartu Memori yang Tidak Terbaca Sama Sekali

Seringkali di satu rumah atau bangunan terdapat lebih dari 1 MCB, oleh karena itu saat akan mematikan MCB secara manual kamu harus memahami jalur instalasi listriknya untuk menghindari kesalahan saat mematikan.

2. Menghindari Terjadinya Beban Lebih (overload)

Beban lebih atau Overload yaitu sebuah keadaan ketika penggunaan listrik melebihi daya yang tersedia.

MCB bisa memutus secara otomatis aliran listrik ketika terjadinya overload ini.

Dan pada MCB, komponen bimetal yang bertugas untuk mendeteksi terjadinya overload.

Saat adanya pemakaian yang berlebih, komponen tersebut akan menjadi panas karena dialiri listrik di luar kapasitasnya.

Saat panas, bimetal akan melengkung dan membuat arus litrik akan terputus.

3. Pengamanan Saat Adanya Arus Pendek (korsleting)

Banyak yang tahu jika korsleting menjadi salah satu penyebab kebakaran yang paling sering ditemukan.

Maka dibutuhkan prosedur pengamanan memutus arus secara otomatis saat terjadinya arus pendek yang berpotensi mengeluarkan percikan api.

Di sinilah kinerja MCB, alat ini mampu mendeteksi korsleting karena adanya komponen Magnetic Trip yang berupa Solenoid.

Sama seperti bimetal, komponen yang juga bereaksi akibat panas.

Tetapi pada kasus arus pendek panas yang masuk sangat tinggi sehingga menimbulkan gaya magnet pada Solenoid yang secara otomatis menarik switch sehingga aliran listrik akan terputus.

Perbedaan 2 komponen ini yaitu jeda waktunya. Lengkungan di bimetal terjadi dengan rentang waktu tertentu, sehingga tidak spontan memutuskan arus saat beban berlebih.

Baca juga: MCB adalah: Pengertian, Fungsi, & 4 Jenisnya (LENGKAP)

Sedangkan dalam kondisi darurat ketika korsleting dibutuhkan reaksi yang spontan, sehingga digunakan Magnetic trip yang bisa bereaksi dengan sangat cepat.

Jenis-Jenis MCB

Jika melihat di tingkat ketahanan arus, MCB ini sangat banyak jenisnya mulai dari 6A, 10A, 13A, 16A, 20A, 25A, 32A, 40A, 50A, 63A, 80A, 100A dan 125A.

Hanya, jika dari toleransi batas maksimum ketahanan arusnya, MCB bisa dibagi jadi 3 jenis, yaitu MCB tipe B, tipe C dan tipe D. Berikut ini penjelasan mengenai 3 tipe MCB beserta fungsinya:

1. MCB tipe B

MCB tipe B memiliki ketahanan arus 3 sampai 5 kali dari arus maksimum yang tercantum di perangkatnya.

Contohnya tertulis  10A maka ketahanan maksimalnya tidak lebih dari 30A, jika lebih tinggi maka dianggap overload dan arus diputus.

MCB tipe B sering digunakan untuk instalasi rumahan atau industri ringan.

2. MCB tipe C

MCB tipe C memiliki ketahanan arus maksimal 5 sampai 10 kali dari arus maksimum yang tertulis.

Jenis ini banyak digunakan untuk penerangan gedung yang instalasinya mengandung banyak titik dan juga dipakai pada motor listrik dengan arus sedang.

3. MCB tipe D

Jenis satu ini ketahanan arusnya paling besar, yaitu 10 hingga 25 kali dari batas maksimum yang tertera.

MCB tipe banyak digunakan pada rangkaian yang memiliki lonjakan muatan listrik sangat besar saat awal pemakaian, seperti pada motor listrik berdaya besar, mesin produksi pabrik dan lain sebagainya.

Fungsi MCB 1 Fasa dan 3 Fasa

Ada juga jenis MCB yang disesuaikan dengan fasa listriknya, seperti:

1. MCB 1 fasa

Fungsi MCB 1 fasa ini yaitu sebagai prosedur pengamanan untuk listrik 1 fasa.

Instalasi listrik 1 fasa sendiri sering ditemukan di rumah biasa, jenis ini hanya terdiri dari 1 kabel bertegangan (kabel fasa) dan 1 kabel netral.

Listrik jenis ini memiliki tegangan yang umum ditemukan, yaitu 220V.

2. MCB 3 fasa

Seperti namanya fungsi MCB 3 fasa yaitu pengaman untuk tipe instalasi listrik 3 fasa, yaitu yang memakai 3 kabel fasa dan 1 kabel netral.

Listrik jenis ini memiliki tegangan lebih besar dari yang 1 fasa, yaitu 380V.

Baca juga: Rotary Encoder Adalah : Pengertian, Cara Kerja dan 2 Jenis Lengkap

Umumnya pabrik dan tempat-tempat yang membutuhkan daya listrik yang besar menggunakan listrik 3 fasa ini.

Ukuran Miniatur Circuit Breaker

MCB tersedia di beberapa ukuran arus, tergantung kebutuhan.

Identifikasi ukuran arus pada MCB bisa dilihat pada bodi MCB yang diawali dengan huruf C, yaitu

C2  memuliki arti, kemampuan MCB  membatasi arus yang mengalir maksimal 2 Ampere, atau jika dikonversi ke Daya bersama patokan tegangan PLN antara 220-240 Volt  yaitu sekitar 450 Watt.

Listrik 900 watt digunakan mcb berapa ampere? Jika dilihat dayanya, MCB yang dipakai untuk 900 watt adalah 4 Ampere atau C4.

Nilai ini diambil dari rata rata arus yang mengalir di rangkaian dengan tegangan PLN 220 Volt sampai 240 Volt.

Bagaimana jika listrik 900 watt menggunakan mcb 10 ampere? tentu hal ini tidak diijinkan, karena MCB tidak akan bekerja secara elektromekanis walau arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut berlebih.

Listrik 1300 watt pakai MCB  berapa ampere ? Jika dilihat besarnya daya, maka MCB yang dipakai adalah 6 Ampere atau C6.

Nilai ini diambil dari rerata arus yang mengalir di rangkaian PLN bertegangan 220 Volt sampai 240 Volt.

Bagaimana jika listrik 1300 watt gunakan mcb 10 ampere? tentu ini sangat berbahaya, karena MCB tidak akan memutus kontak walau arus sudah berlebih.

C10  memiliki arti, kemampuan MCB  membatasi arus yang mengalir maksimal 10 Ampere, atau jika dikonversi ke Daya  dengan patokan tegangan PLN antara 220-240 Volt  yaitu sekitar 2200Watt.

Untuk rangkaian 1 fase, maka MCB yang dipakai adalah MCB single, sedangkan di rangkaian 3 Fase, MCB yang dipakai sebanyak 3 buah dalam satu kemasan, yaitu untuk Fase R, S dan T.

Rekomendasi MCB terbaik bagi yang ingin mengganti MCB sendiri yaitu : pilihlah yang sudah standar SNI, harga MCB 900 watt yang baik yaitu sekitar 60 ribuan

Bagian Bagian MCB (Miniature Circuit Breaker)

Bagian Bagian MCB

Di saat sebuah MCB dibuka, maka akan terlihat berbagai tuas dan pegas yang bekerja membatasi arus yang masuk. Berikut ini bagian bagian dari MCB.

Bagian bagian MCB yaitu terdiri dari:

  1. Latch/ Kait
  2. Solenoid
  3. Switch
  4. Plunger
  5. Incoming Terminal/terminal masuk
  6. Arc Chutes Holder
  7. Arc Chutes
  8. Dynamic Contact /kontak dinamis
  9. Fixed Contact/ kontak tetap
  10. Din Rail Holder
  11. Outgoing Terminal/terminal keluar
  12. Bi-metallic Strip Carrier
  13. Bi-metallic Strip

Seperti yang sudah dibahas di atas, jika MCB berfungsi melindungi kelebihan beban dan konsleting.

MCB bisa mendeteksi kelebihan arus dengan 2 operasi, yaitu operasi termal dan operasi elektromagnetik.

Proteksi terhadap beban berlebih, dilakukan oleh strip bi metallic.

Di saat arus berlebih, strip bimetal dipanaskan oleh arus listrik dan akan membengkok dan melepas kait mekanis, sehingga menyebabkan kontak terbuka dan memutus rangkaian.

Baca juga: Cara Kerja Sensor dan Jenisnya Lengkap

Di saat hubung singkat (konsleting) peningkatan arus listrik terjadi secara mendadak yang menyebabkan perpindangan elektromekanik plunger dari kumparan terhambat oleh selenoid Plunger menarik tuas yang berakibat pelepasan mekanis kait dengan segera, sehingga kontak menjadi terbuka.

Cara Pasang MCB Listrik Di Rumah

Memasang MCB sendiri di rumah menjadi pekerjaan yang mudah, hanya yang perlu diingat, kamu bekerja dengan listrik arus kuat, sehingga aspek K3 juga harus diperhatikan.

  1. Ada baiknya alas kaki yang mengandung isolator, seperti sandal karet atau sepatu safety.
  2. Pasang dudukan MCB dengan tepat dan mudah dijangkau.
  3. Hubungkan kabel fase dari Jala Jala PLN ( Warna Hitam : Standar PUIL 2011) ke dalam Lobang MCB , sebelah atas, dan kabel hitam di MCB sebelah bawah yang terhubung ke beban.
  4. Hubungkan kabel Netral dari jala jala PLN (Warna biru : standar PUIL 2011) dari sumber Listrik PLN langsung ke beban
  5. Tutup Kotak MCB dengan rapi.

Cara Kerja MCB

Secara mudahnya cara kerja dari MCB bisa dijelaskan sebagai berikut:

Cara Kerja MCB Bagian Bagian MCB

Saat terjadi arus listrik berlebih masuk melalui MCB, bimetal akan memanas dan membuat bimetal melengkung ke satu arah.

Lengkungan ke satu arah ini akan melepaskan pengait (latch) yang menurunkan switch (saklar) pada posisi off (mati) sehingga membuat arus listrik tidak bisa mengalir kembali.

Proses ini membantu mencegah dan melindungi peralatan listrik yang diakibatkan adanya kelebihan beban atau arus listrik.

Untuk menyalakan atau meng-on-kan lagi arus listrik yang terputus, switch MCB harus di-on-kan lagi secara manual.

Pada kasus terjadinya hubungan pendek arus listrik (short circuit), dimana arus listrik akan naik secara mendadak dan tidak bisa diprediksi.

Hal ini membuat bagian elektromekanik dan solenoid akan mendorong plunger yang mendorong mekanisme mekanik sehingga membuat latch menjadi terlepas sehingga switch akan berpindah ke posisi off.

Karena kedua sistem inilah MCB memiliki 2 proteksi yaitu untuk kelebihan beban atau arus listrik dan hubungan arus pendek yang sama-sama berhubungan dengan arus listrik hanya waktu kejadiannya yang berbeda.

Di kasus overload (kelebihan beban), arus yang mengalir naik secara perlahan dan pada saat terjadi hubungan arus pendek, arus listrik naik secara mendadak sehingga dibutuhkan mekanisme trip yang lebih cepat pula.

Menyalakan dan Mematikan MCB (On/Off)

Untuk membedakan saklar on dan off pada MCB cukup mudah, kamu bisa perhatikan tulisan pada MCB yang biasanya jika pemasangannya benar akan menghadap secara benar tidak terbalik atas dan juga bawahnya.

Setelah menentukan bagian atas dan bawah (dengan posisi tulisan yang benar), maka posisi off yaitu tuas saklar MCB di posisi bawah dan posisi on tuas saklar akan ada di posisi atas dan biasanya terdapat tulisan “ON” atau “1”.

Selain itu kamu bisa merasakan juga untuk memindahkan tuas saklar dari posisi off ke on akan terasa seperti ada per yang menahan tapi jika sudah dinaikkan di posisinya akan terasa ada mekanik yang menahan diposisi on tersebut.

Baca juga: 14 Alat Mengukur Massa Jenis Zat Padat, Cair, dan Gas Lengkap

Cara Menentukan Ampere MCB yang Tepat

Untuk membuat MCB bekerja dengan baik, maka harus menggunakan MCB dengan besaran Ampere yang tepat.

Pilihannya sangat beragam maka pastikan MCB yang dipakai adalah sesuai dengan kebutuhan.

Tidak terlalu besar karena bisa membuat proteksi kelebihan beban menjadi tidak berfungsi dengan baik dan tidak terlalu kecil karena bisa membuat MCB sering trip (off) karena dianggap beban berlebih.

Kamu dapat melihat patokannya pada KWH meter PLN yang ada di rumah, bisa disamakan atau lebih kecil jika pemakainnya dalam membagi beban listrik di rumah.

Kesimpulan

MCB adalah singkatan dari Miniatur Circuit Breaker, secara bahasa dapat diketahui jika MCB adalah perangkat pemutus arus listrik.

Komponen ini bisa memutus aliran arus listrik secara otomatis saat beban melebihi kapasitas atau terjadi korsleting.

Pemutusan adalah prosedur pengamanan untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kebakaran.

Fungsinya sebagai pemutus arus bisa dijalankan secara manual menggunakan toggle switch dan juga secara otomatis oleh komponen bimetal (thermal tripping) dan Magnetic trip.

Di atas juga dijelaskan mengenai Bagian Bagian MCB yang bisa diketahui secara lengkap.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar