Pengertian Metode Pengembangan Perangkat Lunak Terbaru 2022

Mungkin bagi sebagian orang belum mengetahui apa yang dimaksud dengan Metode pengembangan perangkat lunak atau mppl.

Umumnya pengetahui ini terdapat pada mata kuliah rekayasa sistem atau rekayasa perangkat lunak RPL.

Metode ini memiliki beberapa model pengembangan, yang sangat populer adalah Metode Waterfall, prototype, spiral, rad, scrum dan agile.

Kali ini artikel akan menjelaskan apa itu definisi dari metode ini, beserta kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Simak langsung Metode Pengembangan Perangkat Lunak (Waterfall, Rad, Agile, Prototype dll) di bawah ini.

Pengertian Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Dilansir riset dari IBM, pengembangan perangkat lunak adalah sebuah istilah dalam ilmu komputer.

Maksudnya adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan dengan tujuan untuk merancang, membuat, mengaplikasikan, dan mendukung atau meningkatkan fungsi perangkat lunak.

Komponen komputer terdiri dari 2 jenis, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak.

Perangkat keras adalah komponen fisik, sedangkan perangkat lunak berupa material yang tidak kasat mata.

Ketikan mengoperasikan komputer, kedua komponen ini bekerja secara bersamaan dan saling berkaitan.

Perangkat keras atau hardware menjadi media dari perangkat lunak yang membutuhkan alat untuk dapat bekerja secara optimal.

Sebaliknya, perangkat keras komputer tidak bisa berfungsi tanpa adanya perangkat lunak ini.

Jadi, kedua komponen ini memang saling membutuhkan satu sama lain.

Perangkat lunak sering disebut dengan istilah software, yang berisi serangkaian program yang membuat perangkat keras bisa berfungsi sehingga komputer dapat digunakan.

Program ini berisi tentang instruksi dalam format digital yang dibuat dengan bahasa pemrograman.

Dimana, terdapat 3 jenis perangkat lunak dalam komputer, yaitu sistem, program, dan aplikasi.

Sistem menyediakan fungsi paling penting dari sebuah komputer, seperti contoh, sistem operasi Windows, manajemen hardware, memori penyimpanan, dan sebagainya.

Jenis yang kedua yaitu perangkat lunak yang bisa digunakan untuk membuat program.

Aplikasi adalah sebuah perangkat lunak yang paling sering digunakan saat mengoperasikan komputer, contohnyaaplikasi office, pemutar media, antivirus, dan sebagainya.

Lalu apa pengertian metode pengembangan perangkat lunak? Dalam KBBI daring dijelaskan jika definisi metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai tujuan yang dikehendaki.

Dari sini bisa disimpulkan jika pengertian metode pengembangan perangkat lunak yaitu sebuah cara teratur untuk membuat atau meningkatkan fungsi sebuah program agar pengguna lebih mudah dalam mengoperasikan komputer.

6 Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Pengembangan perangkat lunak dapat dilakukan melalui berbagai metode.

Terdapat enam metode yang paling banyak digunakan para pengembang perangkat lunak.

Diantaranya adalah seperti berikut ini.

1. Metode Waterfall

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak , metode Waterfall yaitu sebuah metode pengembangan perangkat lunak tradisional yang sistematis.

Metode yang memiliki 5 tahapan proses, yaitu Communication, Planning, Modeling, Construction, dan Deployment.

Communication adalah sebuah fase di mana pelanggan atau pemilik proyek menyampaikan kebutuhan dan permasalahannya pada pengembang.

Lalu, bersama mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dan merumuskan fitur-fitur perangkat lunak.

Selanjutnya, masuk pada proses perancangan. Dimulai dengan merumuskan estimasi kerja, kebutuhan sumber daya, dan perencanaan alur kerja.

Berlanjut pada tahap perancangan struktur data, arsitektur, tampilan, dan algoritma perangkat lunak.

Rancangan lalu diaplikasikan pada perangkat keras komputer dalam bentuk bahasa pemograman.

Construction mencakup tahapan uji coba pengoperasian perangkat lunak untuk mencari tahu  kelemahannya.

Setelah berhasil dibuat, maka perangkat lunak dibagikan untuk diimplementasikan pada perangkat pengguna secara umum.

Temuan dari pengguna, akan menjadi bahan bagi pengembang dalam mengevaluasi dan memperbaiki perangkat lunak lebih baik lagi.

Kekurangan dan Kelebihan Metode Waterfall

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak Metode waterfall melibatkan banyak proses yang sistematis dan komprehensif.

Sumber daya dan tahapan pengerjaan dikumpulkan lengkap sehingga bisa mencapai hasil maksimal.

Hanya saja, proses tersebut memakan waktu lebih lama.

Sistem dalam metode waterfall ini adalah proses yang baku, sehingga pengembang sulit untuk melakukan improvisasi.

Karena itu mengapa metode ini dianggap kurang efektif dan hanya dipakai dalam pengembangan perangkat lunak atau sistem berskala besar.

2. Metode Prototype

Pengertian Metode Pengembangan Perangkat Lunak

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak model Prototype dalam bahasa Indonesia artinya dengan istilah purwarupa.

Istilah ini berarti model awal atau rancangan sementara yang masih membutuhkan banyak penyesuaian sebelum dinyatakan sudah memenuhi hasil yang dibutuhkan.

Ada 5 tahapan dalam Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak metode ini.

Dimulai dengan pengumpulan informasi dari pelanggan ke tim pengembang, lalu, tim akan merencanakan sistem dan membuat purwarupa perangkat lunak.

Hasilnya akan diserahkan pada pelanggan untuk dievaluasi, dan jika terdapat permasalahan, tim akan merevisi sistem sampai benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Saat merevisi selesai dan diterima, artinya perangkat lunak siap diterjemahkan ke dalam perangkat keras.

Lalu, dilanjutkan dengan proses uji coba dan berbagai revisi sebelum dapat digunakan.

Kekurangan dan Kelebihan Metode Prototype

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak Metode prototype digunakan jika si pemilik proyek tahu benar apa yang diinginkannya, tetapi tidak tahu bagaimana cara menggunakannya.

Kuncinya ada pada komunikasi yang baik antara pelanggan dan pengembang.

Pelanggan harus menyampaikan kebutuhannya secara jelas, sementara pengembang diharapkan mampu menerjemahkan informasi agar dapat menghasilkan perangkat lunak yang sesuai.

Jika tidak, maka prototype tidak akan menjadi metode yang efektif.

Pengembang mendapatkan tantangan besar dari pelanggan, dan sebaliknya, pelanggan akan terpuaskan jika pengembang berhasil memenuhi kebutuhannya.

Dimana kerja sama kedua pihak bisa saling menguntungkan nantinya.

3. Metode Spiral

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak Metode spiral yaitu metode yang menggabungkan dua metode pengembangan yaitu prototype dan waterfall.

Pengembang melaksanakan prototyping dengan cara yang sistematis khas metode waterfall.

Dimana metode spiral digunakan dalam pengembangan perangkat lunak berskala besar, sekaligus membutuhkan sistem yang rumit.

Setiap proses akan disertai dengan analisis mendalam mengenai tingkat risiko dan keberhasilan pengembangan.

Pelaksanaan metode spiral dilakukan dengan 5 langkah, pertama yaitu komunikasi, yaitu pemilik proyek menyampaikan kebutuhannya pada pengembang perangkat lunak.

Dilanjutkan dengan perencanaan yang jelas tentang proyek yang dibuat.

Langkah perencanaan dibarengi dengan analisis dalam mengidentifikasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi selama pengembangan tersebut.

Kemudian, pengembangan perangkat lunak bisa dijalankan dan setelah selesai maka akan mendapatkan evaluasi dari pelanggan.

Kelima langkah tersebut dilakukan secara berulang pada setiap tahapan pengembangan.

Mulai sejak pengembangan konsep, pengembangan prototype, perbaikan, perubahan, sampai pemeliharaan sistem yang telah jadi.

Kekurangan dan Kelebihan Metode Spiral

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak metode spiral menggunakan alur kerja yang rumit , panjang, dan memakan waktu lama.

Metode ini tidak cocok untuk proyek kecil, apalagi yang memiliki dana rendah.

Sebaliknya, proyek berskala besar bisa dikerjakan dengan mudah menggunakan metode ini.

Selain itu, metode spiral ini kurang tepat jika dilakukan oleh pengembang perangkat lunak yang belum memiliki pengalaman.

Karena prosesnya terlalu kompleks bagi pemula yang masih butuh banyak latihan.

Baca Juga: METODE PROTOTYPE: Kelebihan, Kekurangan & 6 Tahapan Model

4. Metode RAD

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak metode RAD adalah singkatan dari Rapid Application Development, dimana metode ini menggunakan pendekatan iteratif dan inkremental.

Hanya saja lebih menekankan pada tenggat waktu dan efisiensi biaya yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Proses pengembangan menggunakan Metode RAD lebih singkat, karena semua pihak, baik pelanggan dan pengembang, terlibat secara aktif dalam setiap proses sampai hasil dapat tercapai.

Selain itu, tahapan kerja pada metode ini juga lebih ringan dan sedikir.

Alur kerja dibagi menjadi 3 tahap yang semuanya padat, identifikasi tujuan langsung diiringi dengan komunikasi dan perancangan, di mana semua pihak terlibat dalam setiap perumusannya.

Proses ini menjadi tahap awal dari Metode RAD yang digunakan.

Tahap kedua melibatkan semua pihak, dalam proses mendesain sistem atau perangkat lunak sesuai kebutuhan.

Pengguna akan ikut terjun dalam menguji coba perangkat lunak, dan perbaikan langsung diterapkan jika pengguna menemukan adanya kesalahan.

Saat pengguna merasa puas dengan desain perangkat lunak, setelah melalui banyak perbaikan, maka proses kerja masuk pada tahap terakhir, yaitu implementasi.

Desain perangkat lunak akan mulai diterjemahkan dalam bahasa mesin dan bisa digunakan.

Kekurangan dan Kelebihan Metode RAD

Beberapa kekurangan Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak dengan metode RAD, antara lain dilihat dari sisi konsistensi dan kemampuan personel.

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak dengan metode RAD ini membutuhkan pengembang yang ahli, dan juga kerjasama yang aktif dan konsisten antara pemilik proyek juga semua tim.

Tanpa kedua hal tersebut, maka tidak mungkin bisa menerapkan metode RAD dalam pengembangan perangkat lunak, apalagi dalam skala besar.

Hanya jika kedua hal itu terakomodasi dengan baik, maka metode RAD menjadi cara paling efektif untuk menghemat waktu dan biaya.

5. Metode Agile

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak metode Agile yaitu induk dari scrum, jika scrum menjadi kerangka kerja, agile adalah pelaksanaan proyek secara keseluruhan dengan skala besar.

Metode ini termasuk yang modern, karena menekankan pada improvisasi juga adaptasi.

Walau  alur kerjanya masih menggunakan pola tradisional yang sistematis, mulai dari perencanaan, analisis kebutuhan, perancangan, uji coba, implementasi, dan pemeliharaan.

Salah satu kunci dari agile yaitu dokumentasi pekerjaan, dimana dokumentasi harus tersusun rapi dan terstruktur.

Hal ini berkaitan dengan metode agile yang bersifat adaptif terhadap perubahan fenomena pengguna perangkat lunak.

Pengembang membutuhkan data penting dari pekerjaan yang sudah lalu dalam melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

Dokumentasi yang baik mampu mempersingkat waktu yang dibutuhkan pengembang dalam memperbaiki sistem atau perangkat lunak.

Kekurangan dan Kelebihan Metode Agile

Jika mengukurnya dari kepuasan pengguna, maka Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak dengan metode agile menyediakan prosedur yang tepat.

Demikian juga pada proyek besar yang membutuhkan pemeliharaan jangka panjang, maka metode agile menguntungkan dari segi efisiensi waktu dan tenaga.

Keunggulan metode agile terletak pada adaptasi dan kebebasan untuk pengembang dalam melakukan improvisasi.

Tidak ada batasan baku untuk pengembang saat ingin menggunakan ide-ide barunya dalam menjawab tantangan zaman.

Hanya, bukan berarti metode ini tidak memiliki kelemahan, dengan tantangan terbesar yang dihadapi pengembang akan terus dipacu dalam beradaptasi dengan perubahan zaman.

Tim pengembangan juga tidak boleh asal pilih, harus solid dan sama-sama berkomitmen kuat dalam mencapai tujuan.

6. Metode Scrum

Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak dengan metode ini yaitu turunan dari metode agile, dimana scrum seringkali tidak digolongkan sebagai metodologi, tapi sebuah kerangka kerja yang menggunakan pendekatan iteratif (perulangan) dan inkremental (berangsur-angsur).

Pengembang menggunakan scrum saat akan membuat sistem yang kompleks, karena kerangka kerja ini ditujukan untuk menghasilkan produk bernilai tinggi, unik dan juga produktif.

Dimana aplikasi seperti  Google, Microsoft, hingga Spotify sudah menggunakan sistem ini.

Berbeda dengan metode waterfall yang menggunakan pendekatan sistematis, scrum digunakan dengan 5 tahapan yang bersifat imperatif dan inkremental.

Karena itu, kerangka kerja scrum akan melibatkan beberapa tim yang saling bersinergi.

Kerangka kerja scrum membagi proses pengembangan menjadi target kecil yang dinyatakan dalam satuan sprint.

Beberapa target kecil harus bisa selesai dalam waktu singkat untuk tujuan akhir yang lebih besar.

Pengembangan akan dimulai dari merumuskan target sprint prioritas dari setiap tim, dan diikuti dengan identifikasi pekerjaan yang spesifik serta proses pengerjaan yang sesuai dengan target sprint yang telah ditentukan.

Sementara itu, evaluasi berkala dilakukan dalam masa pelaksanaan tiap sprint.

Setiap sprint berakhir, maka tim yang terlibat akan sering menyampaikan hasil pekerjaannya.

Tahapan ini juga mencakup evaluasi keseluruhan dan perumusan ide-ide baru yang bisa digunakan pada sprint selanjutnya.

Kekurangan dan Kelebihan Metode Scrum

Kelebihan Model Metode Pengembangan Perangkat Lunak dari metode scrum ada pada kemampuannya dalam menghasilkan perangkat lunak yang bernilai tinggi.

Hal ini dipandang lebih efektif karena mampu mengatasi permasalahan yang kompleks dengan mendelegasikan tugas-tugas spesifik pada beberapa tim secara mandiri.

Masalah baru muncul saat terjadi hambatan yang membuat salah satu tim gagal mencapai target sprint.

Dampaknya akan berpengaruh pada ritme kerja tim yang lain, dan metode ini juga memungkinkan improvisasi yang bebas sehingga membutuhkan tim dengan fleksibilitas cukup tinggi.

Baca Juga: Pengertian Lengkap LAN, MAN, WAN dan Contohnya Terbaru 2022

Kesimpulan

Metode pengembangan perangkat lunak adalah sebuah cara teratur untuk membuat atau meningkatkan fungsi sebuah program agar pengguna lebih mudah dalam mengoperasikan komputer.

Metode ini memiliki beberapa model pengembangan, yang sangat populer seperti Metode Waterfall, prototype, spiral, rad, scrum dan agile.

Karena itulah penting untuk mengetahui Pengertian Metode Pengembangan Perangkat Lunak Terbaru 2022 secara jelas, agar kemudian hari kamu bisa menggunakan salah satu metode di atas dalam usaha yang kamu lakukan.

Tinggalkan komentar