Valve Adalah: Bagian, Klasifikasi, 13 Macam dan Fungsinya

  •   Jul 2024  •   25 min read  •   Comment

Valve Adalah – Dalam kehiudap sehari – hari pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya keran atau katup.

Keran atau katup ini disebut dengan Valve.

Bahkan kamu pun sering menemui katup dalam kehidupan sehari – hari, misalnya keran air di rumah ketika kamu menyikat gigi dan ketika menyiram toilet.

Tapi, tahukah kamu apa itu valve?

Pada artikel ini, carakami.com akan menjelaskan lebih detail mengenai katup, hingga fungsi dari berbagai jenis katup.

1. Valve Adalah

Valve atau yang biasa disebut dengan keran atau katup ini ialah merupakan perangkat mekanik yang mampu mengontrol fluida atau aliran dan tekanan dalam sistem atau proses dengan cara membuka, menutup, mengecilkan, atau membesarkan arusnya.

Keran atau katup ini termasuk komponen penting dari sistem perpipaan yang membawa cairan, bubur, gas, uap, dan sebagainya.

Contohnya, ketika kamu sedang menyalakan keran untuk menyikat gigi, kamu membuka keran yang memungkinkan air tersebut bertekanan keluar  dari pipa.

Contoh lainnya ialah ketika kamu menyiram toilet dan kamu membuka 2 katup: satu (siphon) yang memungkinkan air keluar untuk mengosongkan panci dan lainnya disebut dengan ball cock atau ball valve yang berfungsi untuk memasukkan lebih banyak air ke tangki siap untuk pembilasan berikutnya.

Nah, ada juga katup terbuka yaitu arus air diatur dengan tekanan tinggi ke tekanan rendah, hal ini akan membuat proses mengalirkan fluida akan menjadi lebih mudah dan fleksibel.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap FUP IndiHome

2. Fungsi Utama Valve

Berikut adalah lima fungsi utama valve, yaitu:

  • Berfungsi untuk menghentikan dan menjalankan aliran
  • Berfungsi untuk meningkatkan dan mengurangi aliran
  • Berfungsi untuk mengontrol arah aliran
  • Berfungsi untuk mengatur tekanan proses aliran, dan
  • Berfungsi untuk meringankan sistem pipa dengan tekanan tertentu

Ada berbagai model, tipe dan desain dengan berbagai aplikasi industri.

Semua memenuhi beberapa atau salah satu fungsi yang diidentifikasikan di atas,

Valve merupakan barang mahal dan penting bahwa keran atau katup ini benar ditentukan untuk fungsinya, juga harus dibuat dari bahan yang tepat untuk cairan proses.

Semua keran atau katup mempunyai bagian dasar, seperti:

  • Body
  • Bonnet
  • Trim
  • Elemen Internal
  • Actuator, dan
  • Packing

Baca Juga: Cara Mengganti Password Admin Firstmedia

3. Bagian-Bagian Valve

Dibawah ini adalah bagian – bagian valve beserta penjelasannya:

3.1 Body

Body katup atau yang sering disebut dengan selubung merupakan batas utama katup tekanan.

Body katup berfungsi sebagai elemen utama rakitan katup, karena kerangka inilah yang menyatukan semua bagian.

Bagian ini, batas tekanan pertama katuh, menahan beban tekanan fluida dari pipa penghubung.

Bagian ini juga menerima pipa saluran masuk dan keluar melalui sambungan berulit, dilas, dan dibaut.

Ujung body katup dirancang untuk menyambungkan katup ke pipa atau nozzle peralatan dengan berbagai jenis sambungan ujung, seperti sambungan ujung atau soket, threaded atau flanged.

Body katup dicor atau ditempat dalam berbagai bentuk dan tiap komponen memiliki fungsi tertentu dan dibuat dengan bahan yang sesuai untuk fungsinya.

3.2 Bonnet

Bonnet atau Kap merupakan penutup untuk pembukaan dalam body katup dan ini ialah bagian terpenting kedua dari pressure valve atau katup tekanan.

Seperti body katup, kap tersedia dalam banyak model dan desain.

Bonnet atau katup ini berfungsi sebagai penutup pada body katup, kap ini terbuat dari bahan yang sama dengan body katup.

Hal ini biasanya dihubungkan ke body dengan sambungan baut, dilas, atau ulir.

Selama pembuatan katup, komponen internal seperti disc, stem dan sebagainya dimasukkan ke body dan kemudian bonnet dipasang untuk menahan semua bagian di dalamnya.

Di dalam semua kasus, pemasangan bonnet ke body dianggap sebagai batas tekanan, artinya sambungan las atau baut yang menghubungkan kap mesin ke body merupakan bagian penahan tekanan.

Bonnet katup, meskipun merupakan kebutuhan bagi sebagian besar katup, merupakkan perhatian utama.

Bonnet bisa mempersulit pembuatan katup, meningkatkan ukuran katup, menunjukkan bagian biaya yang signifikan dari biaya katup, juga merupakan sumber potensi kebocoran.

3.3 Trim

Trim merupakan bagian internal katup yang bisa dilepas dan diganti yang bersentuhan dengan media aliran secara kolektif.

Bagian – bagian ini termasuk: dudukan, disc, glands, spacers, guides, bushings, dan internal springs.

Body katup, bonnet, packing dan sebagainya yang juga bersentuhan dengan media aliran tidak dianggap Trim.

Kinerja dari Trim ini ditentukan oleh disc, seat interface, dan relasi posisi disc ke seat.

Karena Trim, gerakkan dasar dan kontrol aliran dimungkinkan.

Dalam desain Trim gerakan rotasi, disc meluncur melewati seat untuk menghasilkan perubahan dalam pembukaan aliran.

Dalam desain Trim gerakkan linear, disc mengangkat tegak lurus jauh dari seat sehingga lubang annular muncul.

Bagian Trim katup bisa dibangun dari berbagai bahan karena sifat ynag berbeda yang diperlukan untuk kondisi yang berbeda.

Packing Glands dan Bushing tidak mengalami kekuatan dan kondisi yang sama seperti halnya cakram katup dan seat.

Sifat tekanan, flow medium, komposisi kimia, suhu, laju aliran, kecepatan, dan vikositas ialah beberapa pertimbangan penting dalam memilih bahan Trim yang sesuai.

Material Trim mungkin bisa saja bukan dari material yang sama dengan body atau bonnet-nya.

3.4 Disc

Disc atau cakram merupakan bagian yang memungkinkan, throttle atau stop flow, tergantung pada posisinya.

Dalam kasus Ball Valve atau Plug Valve, disc disebut sebagai ball atau steker.

Cakram ialah batas tekanan primer ketiga yang paling penting.

Dengan katup tertutup, tekanan sistem penuh diterapkan di seluruh disc dan untuk alasan ini, disc ialah komponen terkait tekanan.

Disc biasanya ditempa dan dalam beberapa desain, permukaan keras untuk memberikan sifat keausan yang baik.

Umumnya katup diberi nama sesuai dengan desain disc mereka.

3.5 Seat

Seat atau Seal Ring menyediakan permukaan tempat duduk untuk disc.

Katup memungkinkan memiliki satu seat atau lebih.

Pada Globe Valve atau Swing Check Valve, biasanya ada satu seat yang membentuk segel dengan disc untuk menghentikan aliran.

Pada Gate Valve, ada dua seat, satu di sisi hulu dan yang lainnya di sisi hilir.

Cakram katup gerbang mempunyai dua permukaan tempat duduk yang bersentuhan dengan seat katup untuk membentuk segel guna menghentikan aliran.

Demi meningkatkan ketahanan aus Seal Ring, permukaan sering berhadapan keras dengan pengelasan dan mesin permukaan kontak Seal Ring Finishing permukaan yang halus dari area tempat duduk diperlukan untuk penyegelan yang baik ketika katup ditutup.

Bagian ini biasanya tidak dianggap sebagai bagian batas tekanan, karena body memiliki ketebalan dinding yang cukup untuk menahan tekanan desain tanpa mengandalkan ketebalan Seal Ring.

3.6 Stem

Stem atau Batang katup memberikan geraka yang diperlukan ke disc, steker atau ball untuk membuka atau menutup katup, juga bertanggung jawab untuk posisi disc yang tepat.

Bagian ini terhubung ke katup handwheel, actuator, atau lever di satu ujung dan di sisi lain ke disc katup.

Pada Gate atau Globe Valve, gerakan linear disc dibutuhkan untuk membuka atau menutup katup.

Sementara Plug, Ball, dan Butterfly Valve memerlukan cakram yang diputar untuk membuka dan menutup katup.

Batang katup ini biasanya ditempa dan terhubung ke disc dengan threaded atau lainnya.

3.6.1 Jenis Stem

Berikut lima jenis Batang katup beserta penjelasannya:

3.6.1.1 Rising Stem dengan Outside Screw dan Yoke

Bagian luar stem ialah threaded, sedangkan bagian stem di katup halus diisolasi dari media aliran oleh stem packing.

Tersedia dalam dua gaya yang berbeda, satu dnegan handwheel yang melekat pada stem, sehingga mereka bisa bangkit bersama dan yang lainnya dengan threaded sleeve yang menyebabkan stem naik melalui handwheel.

Jenis katup ini ditunjukkan oleh “O, S, dan Y” yang merupakan desain umum untuk NPS 2 dan katup yang lebih besar.

3.6.1.2 Rising Stem dengan Inside Screw

Bagian threaded stem ada di body katup dan batang kemasan di sepanjang bagian halus yang terkena atmosfer di luar.

Hal ini merupakan benang batang bersentuhan dengan media aliran, ketika diputar maka batang dan handwheel untuk bangkit bersama untuk membuka katup.

3.6.1.3 Non-Rising Stem dengan Inside Screw

Bagian threaded stem ada di katup dan tidak naik.

Katup disc bergerak di sepanjang stem, seperti kacang bila stem diputar.

Stem thread terkena media aliran dan mengalami dampaknya.

Oleh karena itu, model ini digunakan ketika ruang terbatas untuk memungkinkan gerakkan linier dan media aliran tidak mengakibatkan korosi, erosi, dan abrasi pada bahan stem.

3.6.1.4 Sliding Stem

Sliding Stem ini tidak berbelok atau berputar, namun meluncur masuk dan kelaur katup untuk membuka atau menutup katup.

Desainnya digunakan dalam tuas yang dioperasikan dengan tangan katup pembuka yang cepat.

Sliding Stem juga digunakan dalam katup Kontrol oleh silinder hidrolik atau pneumatik.

3.6.1.5 Rotary Stem

Rotary Stem ialah model yang banyak digunakan dalam Katup Ball, Plug, dan Butterfly.

Cara kerjanya ialah dengan menggerakkan seperempat putar batang terbuka atau menutup katup.

3.7 Stem Packing

Seal yang dapat dipakai antar stem dan bonnet membutuhkan gasket.

Hal ini disebut packing, bagian ini dilengkapi dengan komponen berikut:

  • Gland follower yaitu lengan yang mengompres packing, oleh gland ke dalam stuffing box
  • Gland atau semacam bushing, yang dikompresi packing ke dalam stuffing box
  • Stuffing box ialah ruang di mana packing dikompresi
  • Packing tersedia dalam beberapa bahan, seperti teflon, bahan elastomerik, bahan berserat, dan sebagainya, dan
  • Backseat merupakan pengaturan tempat duduk di dalam bonnet. Hal ini memberikan segel antara stem dan bonnet dan mencegah tekanan sistem dari membangun terhadap katup packing, ketika katup sepenuhnya terbuka. Backseat sering diterapkan di Katup Gate dan Globe

Oleh sebab itu, bagian ini harus benar demi mencegah kerusakan pada stem dan cairan atau kehilangan gas.

Ketika packing terlalu longgar, katup akan bocor.

Bila packing terlalu ketat, hal tersebut dapat mempengaruhi gerakan dan kemungkinan kerusakan pada stem.

3.8 Yoke

Yoke menghubungkan body katup atau bonnet dengan mekanisme aktuasi.

Bagian atas Yoke memegang Yoke Nut, Stem Nut, atau Bushing Yoke dan stem katup melewatinya.

Yoke biasanya mempunyai bukaan untuk memungkinkan akses ke stuffing box, actuator links dan sebagainya.

Secara struktural, Yoke harus cukup kuat untuk menahan kekutan, momen, dan torsi yang dikembangkan oleh actuator.

3.8 Yoke Nut

Yoke Nut merupakan threaded nut internal dan ditempatkan di bagian atas Yoke dimana stem lewat.

Dalam Katup Gate, Yoke Nut dibalik dan stem naik atau turun.

Pada kasus Katup Globe, nut diperbaiki dan stem diputar melaluinya.

3.9 Actuator

Katup yang dioperasikan dengan tangan umumnya dilengkapi dengan handwheel yang melekat pada stem katup atau yoke Nut yang diputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam untuk menutup atau membuka katup.

Katup Globe dan Gate dibuka dan ditutup dengan cara ini.

Katup terbuka seperempat yang dioperasikan dengan tangan, seperti Ball, Plug atau Butterfly yang memiliki tuas untuk mengaktuasi katup.

Ada aplikasi yang dimana tidak mungkin untuk mengtuasi katup secara manual dengan handwheel atau tuas, aplikasi tersebut meliputi:

  • Katup Besar yang harus dioperasikan terhadap tekanan hidrostatik tinggi
  • Katup harus dioperasikan dari lokasi terpencil, dan
  • Saat membuka, menutup, throttle atau secara manual mengontrol katup lebih panjang dibanding yang diperlukan oleh kriteria desain sistem

Katup ini biasanya dilengkapi dengan actuator.

Actuator adalah perangkat yang menghasilkan gerakan linear dan putar dari sumber daya di bawah aksi sumber kontrol.

Actuator digunakan untuk membuka dan menutup katup.

Actuator untuk mengendalikan atau mengatur katup diberikan sinyal posisi untuk pindah ke posisis menengah manapun.

Ada berbagai jenis actuator, berikut actuator katup yang umum digunakan:

  • Gear Actuators / Aktuator Roda Gigi
  • Electric Motor Actuatos / Aktuator Motor Listrik
  • Pneumatic Actuators / Aktuator Pneumatik
  • Hydraulic Actuators / Aktuator Hidrolik, dan
  • Solenoid Actuators / Aktuator Solenoid

Baca Juga: Cara Melihat Password WiFi di HP Tanpa dan Dengan Aplikasi

4. Klasifikasi Valve

Berikut ini adalah beberapa klasifikasi katup yang umum digunakan berdasarkan gerakan mekanis, yaitu:

  • Linear Motion: Katup yang anggota penutupan, seperti di Gate, Globe, Diaprhragm, Pinch, dan Lift Check Valve, bergerak dalam garis lurus untuk memungkinkan dan menghentikan aliran.
  • Rotary Motion: Ketika anggota penutupan katup melakukan perjalanan di sepanjang jalur sudut atau melingkar, seperti pada Butterfly, Ball, Plug, Eccentric dan Swing Check, dan
  • Quarter Turn: Beberapa katup gerakan putar membutuhkan sekitar seperempat belokan, 0 hingga 90°, gerakan batang untuk terbuka sepenuhnya dari posisi yang sepenuhnya tertutup atau sebaliknya.

Baca Juga: Cara Mengetahui Password WiFi Tetangga via HP, PC & App

5. Class Ratings

Pressure temperature rating valve ditetapkan oleh class ratings.

Valves-Flanged, Threaded, Welding End, dan ASME B16.34 merupakan salah satu standar katup yang sering digunakan.

Hal ini mendefinisikan tiga jenis kelas, yaitu: standar, khusus, dan terbatas.

ASME B16.43 mencakup kelas 150, 300, 400, 600, 900, 1500, 2500, dan 4500.

Baca Juga: Situs Website Penghasil Uang Langsung Masuk Rekening

6. Macam – Macam Valve dan Fungsinya

Keran atau Katup memiliki berbagai macam jenis, berikut penjelasan dari 13 macam valve beserta fungsinya:

6.1 Gate Valve

Gate Valve merupakan jenis katup yang dipakai untuk membuka aliran dengan mengangkat gerbang penutupnya yang berbentuk persegi panjang atau bulat.

Katup ini ialah jenis katup yang paling sering digunakan dalam sistem perpipaan dan fungsinya untuk membuka dan menutup aliran.

Katup Gate ini tidak untuk mengatur besar kecil laju aliran fluida dengan membuka setengah atau seperempat posisinya.

Jadi posisi gate pada katup ini harus benar – benar terbuka atau fully open atau benar – benar – benar tertutup (fully close).

Bila posisi gate setangah terbuka makan akan terjadi turbulensi pada aliran tersebut dan turbulensi itu akan menyebabkan:

  • Pengikisan sudut – sudut gate: Laju aliran fluida yang turbulensinya mampu mengikis sudut – sudut gate yang bisa menyebabkan erosi dan akhirnya katup tidak dapat bekerja secara sempurna.
  • Terjadi perubahan pada posisi dudukan gerbang penutupnya: Gate penutup akan terjadi pengayunan terhadap posisi dudukan atau seat. Sehingga lama kelamaan posisinya akan berubah terhadap dudukan atau seat sehingga bila katup menutup maka gerbang penutupnya tidak akan berada pada posisi yang tepat dan bisa mengakibatkan passing.

6.1.3 Tiga Jenis Gate Valve

Berikut 3 jenis Gate Valve dan pengertiannya:

  • Rising Stem Gate Valve, bila dioperasikan handwheel naik dan stem juga naik
  • Non Rising Stem Gate Valve, bila dioperasikan handwheel tetap dan stem juga tetap, dan
  • Outside Screw & Yoke Gate Valve, bila dioperasikan handwheel tetap tapi stem-nya naik

Rising Stem dan Non Rising Stem digunakan untuk tekanan yang tidak terlalu tinggi dan tidak cocok untuk getaran.

Outside Screw dan Yoke Gate Valve sangat cocok digunakan untuk high pressure.

Biasanya Outside Screw dan Yoke banyak digunakan di lapangan minyak, medan yang tinggi, dan temperatur tinggi.

Karena pada Outside Screw dan Yoke stem naik atau turun dapat dijadikan sebagai penanda.

Contohnya, bila stem tinggi menandakan posisi katup sedang terbuka penuh.

Pada dasarnya body dan bonnet pada gate terbuat dari bahan yang sama.

6.14 Keuntungan dan Kerugian

Berikut keuntungan dan kerugian menggunakan Gate Valve:

KeuntunganKerugian
Low pressure drop waktu fully openTidak cocok digunakan untuk separuh terbuka, karena akan menimbulkan turbulensi. Jadi bisa mengakibatkan erosi dan perubahan posisi gate pada dudukan atau seat
Sangat ketat dan bagus untuk fully closeUntuk menutup dan membuka katup perlu waktu yang lama dan memerlukan torque atau torsi yang tinggi
Bebas kontaminasiUntuk ukuran 10 inch ke atas tidak cocok dipakai untuk steam
Sebagai Gerbang penutupan penuh, jadi tidak ada tekanan lagi dan cocok bila akan melakukan service atau perbaikan pada pipa

6.2 Globe Valve

Globe Valve dipakai untuk mengatur besar kecilnya laju aliran fluida dalam pipa atau throttling.

Prinsip dasar dari operasi Globe Valve ini ialah gerakan tegak lurus disk dari dudukannya.

Hal tersebut memastikan bahwa ruang berbentuk cincin antara cincin kursi dan disk bertahap sedekat katup ditutup.

Dengan gampang memutar handle valve, besarnya aliran zat yang melewati katup dapat diatur.

Dudukan katup yang sejajar dengan aliran membuat Globe Valve efisien ketika mengatur besar kecilnya aliran dengan minimum katup cukup besar.

Desain Globe Valve yang sedemikian rupa memaksa adanya perubahan arah aliran zat dalam katup, jadi tekanan menurun drastis dan menyebabkan turbulensi dalam valve itu sendiri.

Dengan begitu, Globe Valve tidak disarankan dipasang pada sistem yang menghindari penurunan tekanan dan sistem yang menghindari tahanan pada aliran.

6.2.1 Tiga Jenis Desain Utama Bentuk Globe Valve

Berikut tiga jenis desain utama bentuk tubuh Globe Valve, yaitu:

  • Z-Body Design: Tipe yang paling banyak dipakai dengan diafragma berbentuk Z. Posisi dudukan disk horizontal dan pergerakan batang disk tegak lurus terhadap sumbu pipa atau dudukan disk. Bentuknya simetris dan memudahkan dalam pembuatan, instalansi mupun perbaikan.
  • Y-Body Design: Merupkaan alternatif untuk high pressure drop. Posisi dudukan disk dan stem atau batang bersudut 45 derajat dari arah aliran fluidanya. Jenis ini sangat cocok digunakan untuk tekanan tinggi, dan
  • Angle-Body Design: Modifikasi dasar dari Z-Valve. Jenis ini digunakan untuk mengirim aliran dari vertikal ke horizontal.

6.2.2 Macam -Macam Disk dari Globe Valve

Berikut 5 macam bentuk disc atau plug dari Globe Valve, ialah:

  • Tipe Soft Seat Disk
  • Tipe Plug Disk
  • Tipe Regulating Disk
  • Tipe Flat Disk, dan
  • Tipe Guide Disk

6.2.3 Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan Globe Valve

Berikut beberapa keuntungan juga kekurangan menggunakan Globe Valve:

KeuntunganKekurangan
Kemampuan dalam menutup yang baikPenurunan tekanan lebih tinggi dibanding Gate Valve
Kemampuan throttling atau mengatur laju aliran yang cukup baikKatup ukuran besar membutuhkan daya yyang cukup atau actuator yang lebih besar untuk beroperasi

6.3 Angle Valve

Mirip seperti Globe Valve, Katup ini digunakan pada situasi dimana pengaturan besar kecil aliran diperlukan (throttling).

Akan tetapi, katup ini dibuakan dengan sudut 90 derajat, hal tersebut untuk mengurangi pemakaian elbow 90 derajat dan fitting tambahan digunakan untuk mengubah aliran sebesar 90 derajat.

Katup ini dapat digunakan sebagai pengganti elbow.

6.4 Ball Valve

Ball Valve merupakan katup dengan pengontrol aliran berbentuk disc bulat seperti belahan atau bola.

Bola tersebut memiliki lubang yang berada di tengah sehingga saat lubang tersebut segari lurus atau sejalan dengan kedua ujung katup, maka aliran akan terjadi.

Akan tetapi, ketika katup tertutup, posisi lubang berada tegak lurus terhadap ujung katur, maka aliran akan terhalang atau tertutup.

Katup ini sering digunakan karena kemudahannya dalam perbaikan juga kemampuannya untuk menahan tekanan dan high pressure.

Tergantung mereka terbuat dari material apa, Katup Ball bisa menahan hingga 10.000 Psi dan dengan temperatur sekitar 200 derajat Celcius.

Katup ini dipakai secara luas dalam aplikasi industri karena mereka sangat serbaguna, dapat menahan tekanan hingga 1000 barr dan suhu hingga 482 derajat Farenheit atau 250 derajat Celcius.

Biasanya ukurannya berkisar 0,2 – 11,81 inch (0,5 cm sampai 30 cm).

Katup ini bisa terbuat dari logam, plastik ataupun dari bahan keramik.

Bolanya sering dilapisi chrome untuk membuatnya lebih tahan lama.

6.4.1 Fungsi Ball Valve

Fungsi dari katup ini ialah untuk mengontrol aliran.

Metode yang digunakan pada katup ini adalah metode buka-tutup jalur dengan bola atau disc pada butterfly valve.

Bila posisi bola ada dijalur, katup dalam keadaan tertutup dan sebaiknya, bila posisi lubang ditengah bola yang ada di jalur, katup dalam posisi terbuka.

Katup ini sering digunakan pada proses hydrocarbon, katup ini mampu mengatur besar kecil aliran gas dan uap terutama untuk tekanan rendah.

Katup ini bisa dengan cepat ditutup dan cukup kedap untuk menahan zat cair atau fluida.

Katup ini tidak memakai handwheel, akan tetapi memakai ankle untuk membuka atau menutup valve dengan sudut 90 derajat.

Desainnya pun simpel dan mampu meminimalkan turunnya tekanan pada saat katup dibuka penuh.

6.4.3 Tipe Ball Valve

Ada 2 jenis jalur pada Ball Valve yaitu Full Bore dan Reduced Bore dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Full Bore Ball Valve: Tipe Ball Valve dengan diameter lubang bolanya sama dengan diameter pipa. Jenis ini biasanya dipakai pada blow down, piggable line, production manifold, pipeline, dan sejenisnya.
  • Reduced Bore Ball Valve: Tipe Ball Valve yang diameter lubang bolanya tidak seukuran dengan ukuran pipa. Minimum diameter bola katup yang berkurang ialah satu ukuran lebih rendah dari ukuran diameter pipa sebenarnya. Misalnya ukuran diameter pipa 5 inch dan diameter Ball Valve ialah 4 inch.

6.4.3 Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Ball Valve

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangannya:

KelebihanKekurangan
Kehilangan tekanan sangat rendahDudukan bisa rusak karena adanya gesekan antara dudukan dan ball
Jarang bocorPembukaan handle yang cepat menimbulkan water hammer pada sistem sehingga terjadi tekanan yang besar dan dapat mersak sistem atau sambungan dan dinding pipa
Ukuran kecil dan Ball Valve tidak begitu berat bila dibandingkan dengan katup yang sejenis
Gampang dibuka
Tidak mudah terkontaminasi

6.5 Plug / Cock Valve

Kegunaan dari katup ini ialah untuk fully close dan fully open (isolation atau on/off control).

Untuk mengontrol membuka dan menutup aliran pada Katup Plug, plug memiliki celah atau lubang tempat aliran lewat.

Ketika handle diputar menuju open position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap dudukan dan bagian yang bercelah akan melewarkan aliran.

Tetapi ketika handle diputar pada close position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap dudukan dan bagian yang tak bercelah akan menahan aliran, jadi aliran pun akan berhenti.

Mirip dengan Ball Valve, tapi bagian dalamnnya bukan berbentuk bola, melainkan silinder.

Oleh sebab itu, tidak ada ruangan kosong dalam badan katup, maka cocok untuk fluida yang berat atau mengandung unsur padat seperti lumpur.

6.5.1 Jenis Plug Valve

Inilah dua jenis Plug Valve dan penjelasannya:

  • Three Way Plug: Jenis Katup Plug yang memiliki 3 port atau sambungan, 1 untuk inlet dan 2 untuk outlet. Dengan memakai katup ini maka dengan mudah kamu bsia mengarahkan outlet kearah aliran atau pipa yang dikehendaki.
  • Four Way Plug: Umumnya dipakai pada fluida cooling water yang melewati heat exchanger, dimana aliran tersebur dapat dengan mudah dibalikkan arahnya dengan tujuan untuk membersihkan heat exchanger dari kotoran – kotoran atau fouling, sediment, dan solids.

6.6 Check Valve

Katup ini merupakan alat yang dipakai untuk membuat aliran fluida hanya mengalir ke satu arah atau agar tidak terjadi reversed flow atau back flow.

Untuk mengalirkan fluida hanya ke satu arah dan mencegah aliran ke arah sebalikya.

Tidak memakai handle untuk mengatur aliran, tapi memakai gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri.

Fungsi yang bisa mencegah aliran balik atau backflow, katup ini sering digunakan sebagai pengaman dari equipment dalam sistem perpipaan.

Aplikasi katup jenis ini bisa dijumpai pada outlet atau discharge dari centrifugal pump.

Saat laju aliran fluida sesuia dengan arahnya, laju aliran tersebut membuat plug atau disc akan terbuka.

Bila ada tekanan yang datang dari arah berlawanan, maka plug atau disc tersebut akan menutup.

Katup ini memiliki perbedaan yang signifikan dari Gate Valve juga Globe Valve.

Katup ini memiliki desain untuk mencegah aliran balik.

Ada beberapa jenis untuk katup ini, tapi ada 2 jenis yang paling banyak digunakan yaitu Swing Check dan Lift Check.

Katup Swing Check umumnya dipasangkan dengan Gate Valve, sedangkan Lift Check Valve di beberapa pabrikan dipakai untuk menggantikan fungsi Ball Valve sebagai Ball Check Valve.

Katup Check tidak memakai handle untuk mengatur alira, namun memakai gravitasi dan tekanan dari aliran fluida itu sendiri.

6.6.1 Jenis Check Valve

Berikut 6 jenis Check Valve beserta penjelasannya:

6.6.1.1 Swing Check Valve

Katup Swing Check terdiri dari disc yang seukuran dengan pipa yang digunakan dan dirancang menggantung pada poros atau hinge pin di bagian atasnya.

Bila terjadi forward flow atau aliran maju, maka disc akan terdorong oleh tekanan sehingga terbuka dan fluida bisa mengalir menuju saluran outlet.

Sedangkan bila terjadi aliran balik atau reverse flow, maka tekanan fluida akan mendorong disc menutup rapat sehingga tidak ada fluida yang mengalir.

Semakin tinggi tekanan balik maka semakin rapat disc terpasang pada dudukannya.

Fungsi dari katup ini ialah pengaliran satu arah atau One Way Flow.

Kelebihan pada katup ini ialah kehilangan tekanan sangat rendah dan biayanya yang murah.

Kekurangan dari pemakaian katup ini yaitu mudah mengalami kebocoran dan aliran rendah karena terganggu dengan adanya hambatan.

6.6.1.2 Lift Check Valve

Pemakaian untuk fluida steam, gas, dan liquid yang memiliki flow yang tinggi.

Di dalam konfigurasinya mirip dengan Globe Valve yang hanya saja pada Globe Valve putaran disc atau katup bisa dimanipulasi, sedangkan pada Lift Check ini tidak, karena Globe valve ialah jenis katup putar dan Katup Control.

Port inlet dan outlet dipisahkan oleh plug yang berbentuk kerucut yang terletak di dudukan, umumnya berbahan logam.

Saat terjadi forward flow, plug akan terdorong oleh tekanan cairan sehingga lepas dari dudukannya dan fluida akan mengalir ke saluran outlet.

Sedangkan jika terjadi reverse flow, tekanan fluida akan menempatkan plug pada dudukannya, semakin besar tekanan maka semakin rapat posisi plug pada dudukannya, sehingga fluida tida bisa mengalir.

Bahan dari dudukan plug ialah logam, hal ini mempertimbangkan tingkat kebocoran yang sangat sedikit dari Check Valve tersebut.

Biasanya Katup Lift Check ini dipakai untuk aplikasi fluida gas karena tingkat kebocoran yang kecil.

Pemakaian Katup Check tipe Lift ini di industri ialah untuk mencegah aliran balik condensate ke steam trap yang bisa menyebabkan terjadinya korosi pada turbin uap.

Keuntungan dari pemakaian katup ini ialah terletak pada kesederhanaan desain dan membutuhkan sedikit pemeliharaan.

Sedangkan kelemahannya ialah instalasi dari katup ini hanya bisa untuk pipa horizontal dengan diamater yang besar.

6.6.1.3 Backwater Check Valve

Katup ini cukup banyak dipakai pada sistem pembuangan air bawa tanah yang mencegah terjadinya aliran balik dari saluran pembuangan ketika terjadi banjir.

Ketika banjir, saluran pembuangan akan penuh dan bertekanan tinggi jadi memungkinkan terjadinya aliran balik.

Dengan menggunakan Katup Back Water, hal ini bisa diatasi dengan baik.

6.6.1.4 Swing Type Disc Check Valve

Dalam menggunakan katup Swing Check dan Lift Check terbatasi hanya untuk pipa ukuran besar atau diameter DN80 atau lebih.

Solusinya adalah dengan memakai Katup Disc Check yang bisa digunakan tubing dengan ukuran yang mengerucut pada satu sisinya sehingga bisa diaplikasian pada pipa yang lebih kecil ukurannya.

6.6.1.5 Disc Check Valve

Katup ini terdiri dari body, spring, disc, dan spring retainer.

Prinsip kerja dari katup ini ialah ketika terjadi forward flow, maka disc akan didorong oleh tekanan fluida dan mendorong spring sehingga ada celah yang mengakibatkan aliran fluida dari inlet menuju outlet.

Sebaliknya apabila terjadi reverse flow, tekanan fluida akan mendorong disc sehingga menutup aliran fluida.

Perbedaan tekanan diperlukan untuk membuka dan menutup katup jenis ini ditentukan oleh jenis spring yang digunakan.

Selain spring standar, tersedia beberapa pilihan spring, yaitu:

  • No Spring, digunakan dimana perbedaan tekanan di katup kecil
  • Nimonic Spring, digunakan dalam aplikasi high temperature, dan
  • Heavy Duty Spring, guna meningkatkan tekanan pembukaan yang diperlukan, bila dipasang pada line boiler water feed, dan dapat digunakan untuk mencegah uap boiler dari kebanjiran ketika mereka unpressurised
6.6.1.6 Split Disc Check Valve

Katup ini terdiri dari disc yang bagian tengahnya adalah poros yang memungkinkan disc bergerak seolah terbagi dua bila didorong dari arah yang benar atau forward flow dan menutup rapat bila ditekan dari arah yang salah atau reverse flow.

6.7 Screwed Down Return Globe Check Valve

Model katup ini mirip dengan Globe Valve, bedanya ada tambahan housing atau casing pendukung yang otomatis jika ada media yang mengalir pada katup.

6.8 Butterfly Valve

Katup Butterfly mempunyai bentuk yang cukup unik bila dibandingkan dengan katup – katup lainnya.

Katup Butterfly ini memakai play bundar atau disc yang dioperasikan dengan ankle untuk posisi membuka penuh atau menutup penuh dengan sudut 90 derajat.

Disc ini tetap berada ditengah aliran dan dihubungkan ke ankle melalui shaft.

Ketika katup dalam keadaan tertutup, disc tersebut tegak lurus dengan arah aliran, sehingga aliran terbendung dan saat katup terbuka wafer sejajar atau segaris dengan aliran, sehingga zat bisa mengalir melalui katup.

Katup Butterfly mempunyai turbulensi dan penurunan tekanan atau pressure drop yang minimal.

Katup ini baik untuk pengoperasian on-off ataupun throttling dan bagus untuk mengontrol aliran zat cair atau gas dalam jumlah yang besar.

Akan tetapi, katup ini biasanya tidak mempunyai kekedapan yang baik dan harus digunakan pada situasi atau sistem yang memiliki tekanan rendah atau low pressure.

6.9 Diaphragm Valve

Katup Diaphragm bisa dipakai untuk mengatur aliran atau throttling dan bisa juga dipakai sebagai katup on/off.

Katup Diaphragm ini handal dalam penanganan material kasar seperti fluida yang mengandung lumpur, semen, pasir, dan fluida yang memiliki sifat korosif.

6.10 Solenoid Valve

Katup ini merupakan penggerak buka tutup katup yang merupakan rangkaian elektromagnet yang disebabkan oleh kumparan yang dilalui arus listrik.

Prinsip kerja dari solenoid valve atau katup solenoida ialah katup listrik yang memiliki coil sebagai penggeraknya dimana ketika coil mendapat supply tegangan maka coil akan berubah menjadi medan magnet sehingga menggerakkan plunger pada bagian didalamnya ketika plunger berpindah posisi maka pada lubang keluaran dari solenoid valve pneumatic akan keluar udara bertekanan yang berasal dari supply atau service unit.

Pada umumnya solenoid valve pnreumatic ini memiliki tegangan kerja 100/200 VAC namun ada juga yang memiliki tegangan kerja DC.

6.11 Motor Operated Valve

Katup tipe ini, stem katup dihubungkan (joint/couple) dengan penggerak atau actuator berupa motor listrik.

Pada pelaksaannya, ada yang memakai listrik AC (alternating current – listrik arus bolak – balik) dan ada yang memakai listrik DC (direct current – listrik searah).

MOV (Motor Operated Valve) ialah kaltup dengan penggeraknya merupakan motor yang dikombinasikan dengan elektronik yang men-trigger untuk memutar gear yang ada pada unit katup tersebut.

Kemudian untuk memberhentikan motor yang bergerak dipasang limit switch sebagai pemutus power ke motor.

Selain itu untuk MOV yang banyak, untuk menghemat kabel dan sebagainya, biasanya memakai sarana hardware untuk komuikasi misalnya RS 232 atau RS 485.

6.12 Pinch Valve

Pinch Valve dipakai untuk menangani fluida yang berlumpur, endapan dan yang memiliki partikel partikel solid yang banyak serta fluida – fluida yang memiliki kecendrungan untuk terjadi kebocoran atau leak.

6.13 Safety / Relief Valve

Katup jenis Safety / Relief ini mempunyai fungsi yang sangat berbeda dengan valve lainnya.

Katup ini memiliki desain khusus untuk melepas tekanan berlebih yang ada di sistem perpipaan dan equipment.

Untuk mencegah kerusakan pada equipment dan cedera pada pekerja, Katup Relief ini mampu melepas kenaikan tekanan sebelum menjadi lebih ekstrim.

Katup Relief menggunakan pegas yang secara otomatis akan terbuka bila tekanan mencapai level yang tidak aman.

Level tekanan pada katup ini dapat diatur, jadi bisa ditentukan pada level tekanan beberapa katup ini akan terbuka.

Saat tekanan kembali normal. Katup Relief secara otomatis akan tertutup kembali.

Safety Valve ialah jenis katup yang mekanismenya secara otomatis melepaskan zat dari boiler, suatu sistem, atau bejana tekan, bila tekanan atau temperatur melebihi batas yang telah ditetapkan.

Cara kerja Pressure Safety Valve

Pressure Safety Valve memiliki 3 bagian utama, yaitu: Outlet, Spring Set, dan Inlet.

Fluida bertekanan ada pada inlet PSV. PSV posisi menutup selama tekanan fluida lebih kecil dibanding dengan tekanan spring pada spring set.

Sebaliknya, bila tekanan fluida lebih tinggi dbanding dengan tekanan spring set maka spring set akan bergerak naik dan membuka katup yang akan membuang tekanan melalui outlet sampai tekanan fluida maksimal sama dengan tekanan spring set.

Baca Juga: Cara Setting Modem IndiHome Huawei HG8245A

Kesimpulan

Valve adalah  perangkat mekanik yang mampu mengontrol fluida atau aliran dan tekanan dalam sistem atau proses dengan cara membuka, menutup, mengecilkan, atau membesarkan arusnya.

Salah satu bagian valve ialah Bonnet dan salah satu macam valve ialah Gate Valve.

Yuk baca artikel lainnya di carakami.com.

Orang juga bertanya

Fiana is an Europeanist, freelance writer, and write SEO friendly content.

Tinggalkan komentar