close button

3 Fungsi OPM : Fungsi, Jenis, Cara Kerja Lengkap

  •   Sep 2022  •   10 min read  •   Comment

Optical Power Meter (OPM) merupakan sebuah instrumen uji yang berfungsi untuk mengukur secara akurat kekuatan peralatan fiber optik atau kekuatan sinyal optik yang melalui kabel fiber optik.

Hal ini juga membantu mengidentifikasi kehilangan daya yang terjadi pada sinyal optik ketika melewati media optik.

Alat pengukur daya optik terdiri dari rangkaian penguat dan sensor terkalibrasi yang mengukur pada sebuah  tampilan.

Sensor umumnya terdiri dari semikonduktor berbasis Silikon (Si), Germanium (Ge), atau indium Gallium Arsenide (InGaAs).

Untuk unit tampilan menunjukkan daya optik yang diukur dan panjang gelombang yang sesuai dengan sinyal optik.

Bahasan kali ini akan mengupas lebih dalam mengenai Fungsi OPM yang bisa kamu ketahui berikut.

Penjelasan Optical Power Meter (OPM)

OPM memiliki peranan untuk mengkalibrasi panjang gelombang dan mengukur kekuatan sinyal optik.

Sebelum uji coba, atur panjang gelombang yang dibutuhkan secara manual atau otomatis.

Kalibrasi yang akurat dari panjang gelombang sinyal dibutuhkan untuk mengukur tingkat daya secara akurat.

Jika tidak, tes bisa menghasilkan pembacaan yang salah dan tidak tepat.

Beragam jenis sensor yang dipakai dalam OPM memiliki karakteristik yang berbeda.

Contohnya, sensor Si cenderung jenuh pada tingkat daya rendah dan hanya bisa dipakai pada pita 850 nanometer.

Sementara untuk sensor Ge jenuh pada tingkat daya tinggi, hanya daya rendah menghasilkan kinerja yang tidak baik atau buruk.

Untuk menghitung kehilangan dayanya, maka pertama sambungkan OPM langsung ke perangkat transmisi optik melalui kuncir serat dan ukur daya sinyal.

Pengukuran lalu dilakukan melalui OPM di ujung kabel serat yang jauh. Perbedaan antara 2 pengukuran menunjukkan total kerugian optik yang diakibatkan sinyal ketika merambat melalui kabel.

Menjumlahkan semua kerugian yang dihitung di bagian yang berbeda memberikan kerugian menyeluruh yang terjadi pada sinyal.

Baca juga: 12 Fungsi Exhaust Manifold dan Cara Kerjanya Lengkap

Cara menggunakan Optical Power Meter

Kontrol daya optik yang benar dibutuhkan untuk memastikan kinerja transmisi sinyal dalam jaringan fiber optik.

Daya lampu tidak bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah, karena hal ini juga harus dalam persyaratan perangkat.

Optical Power Meter (OPM) sering digunakan untuk menguji daya optik untuk pengukuran yang akurat.

Hanya bagaimana cara menggunakan pengukur daya optik? berikut penjelasannya:

Tombol pengukur daya optik

Fungsi dan pengoperasian pengukur daya optik di pasaran sama.

Secara umum, pengukur daya optik memiliki 4 tombol: tombol daya, tombol dBm / w, tombol REF, dan tombol.

Fungsi dari tombol-tombol ini adalah sebagai berikut:

  • Tombol Daya: Menghidupkan atau mematikan meteran daya.
  • Tombol dBm / w: Beralih antara mode linier (mW) dan mode logaritmik (dBm).
  • Tombol REF: Tekan tombol untuk mengatur daya terukur saat ini sebagai titik referensi.
  • Tombol: Pilih panjang gelombang yang dikalibrasi. Panjang gelombang yang paling sering digunakan yaitu 850 nm, 980 nm, 1310 nm, dan 1550 nm.

Jenis Adaptor Meteran Daya Optik

Untuk menggunakan pengukur daya optik, maka biasanya butuh kabel patch serat optik untuk menghubungkan antarmuka pengukur daya optik ke antarmuka perangkat yang perlu diuji.

Contohnya, jika antarmuka pengukur daya fiber optik yaituFC, perangkat uji memiliki antarmuka LC.

Lalu, kamu juga memerlukan kabel patch serat FC-LC yang panjang.

Beberapa pengukur daya optik hanya memiliki satu antarmuka optik tetap.

Beberapa bisa menawarkan adaptor optik yang dapat dipertukarkan agar sesuai dengan kabel patch yang berbeda.

Pengukur daya di atas cukup untuk menguji antarmuka serat optik seperti LC, SC, ST, dan FC.

Banyak pengukur daya optik mungkin memiliki dua antarmuka optik untuk konektor umum.

Hanya, kamu harus menggunakan antarmuka seperti MTP / MPO, pengukur daya optik dengan antarmuka khusus.

Transceiver yang mudah dengan Cisco ini disertakan dalam Cisco Nexus 9396PX Switch.

Butuh kabel patch serat LC-FC mode tunggal. Hal ini karena 10G-LR SFP+ transceiver adalah single-mode transceiver yang beroperasi pada panjang gelombang 1310 nm.

Setelah meteran daya optik terhubung ke modul. Lalu nyalakan tombol daya dan tekan tombol untuk memilih panjang gelombang 1310 nm.

Di awalnya, nilai daya berubah dengan cepat, lalu melambat dan berhenti.

Apa Fungsi OPM ?

Apa Fungsi OPM ?

Fungsi Optical Power Meter bisa dipakai untuk beberapa kebutuhan, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Berfungsi untuk melakukan pengukuran atau penilaian total redaman dari loss yang ada dalam kabel serat optik secara akurat.
  • Fungsi OPM lainnya yaitu digunakan untuk mengukur kekuatan daya dari sinyal suatu cahaya yang ditrasnmisikan melalui kabel serat optik.
  • Berfungsi untuk mengukur kerugian patch cord.

Baca juga: Dioda 4148 Berapa Volt ? Fungsi, Cara Kerja dan Karakteristik

Jenis Sensor OPM

Berdasarkan dari sensor yang digunakan, OPM bisa dibagi menjadi 2 jenis yaitu yang menggunakan Thermal Sensor dan yang menggunakan Photodioda, berikut ini penjelasan masing-masing dari kedua jenis ini:

1. Thermal Sensor

Fungsi OPM

Prinsip kerja OPM jenis ini yaitu dengan menggunakan daya optik untuk memanaskan beberapa struktur penyerap panas yang terbuat dari lapisan hitam.

Perubahan suhu ini lalu diukur menggunakan alat bernama Thermopile.

OPM jenis ini sering digunakan untuk pengukuran sinyal optik dengan daya rata-rata sekitar 0.01 W.

Untuk pengukuran di atas 10 W, biasanya butuh pendingin berupa kipas atau bahkan air, agar tidak terjadi overheating alias kelebihan panas.

Meski responnya terbilang lambat, tapi OPM dengan thermal sensor ini terbilang cukup kuat, cukup presisi dan bisa digunakan pada rentang panjang gelombang yang lebar dengan sensitivitas yang tinggi.

2. Photodioda

Fungsi OPM

OPM yang jauh lebih sensitif dan juga lebih cepat bisa dibuat dengan photodiode, sebuah komponen aktif dari dioda yang dapat mendeteksi cahaya.

Photodioda terbuat dari bahan semikonduktor dan bisa mendeteksi berbagai jenis cahaya, dari mulai cahaya tampak, inframerah, ultra violet hingga sinar-X.

Photodioda  yang dipakai untuk OPM umumnya terbuat dari Silikon (Si), Germanium (Ge) dan Gallium Arsenide (InGas).

Dari ketiganya yang paling sering digunakan yaitu silikon (Si) karena performa pengukurannya yang tergolong baik, tapi untuk inframerah dekat juga basa memakai photodioda Germanium (Ge).

Sedangkan Indium gallium arsenide (InGaAs) jarang dipakai karena harganya yang mahal.

Daya yang bisa diukur dengan OPM jenis ini berada di wilayah Microwatt atau bahkan lebih rendah.

Alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur daya tinggi jika menggunakan attenuator yang sesuai.

Hanya, dari segi ketahanan kurang kuat dibandingkan OPM termal, jenis ini lebih mudah rusak jika terkena intensitas optik yang terlalu tinggi.

Baca juga: Fungsi AVR Pada Genset dan Penjelasan Lengkap

Tombol-Tombol pada OPM

Fungsi OPM

OPM yang biasa ada di pasaran memiliki beberapa tombol pengoperasian yang fungsinya serupa, seperti tombol power, tombol dB, tombol REF, tombol λ dan tombol LED.

Berikut ini adalah penjelasan dari fungsi tombol-tombol tersebut:

  • Tombol Daya: berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan OPM.
  • Tombol LED: berfungsi untuk menyalakan lampu pada display agar lebih mudah membaca hasil pengukuran di tempat gelap
  • Tombol dB: tombol ini berfungsi untuk mengganti unit pengukuran (uw/dB/dBm)
  • Tombol REF: Dengan menekan tombol ini dan menahannya daya yang terukur saat itu menjadi titik referensi.
  • Tombol λ: Tombol ini berfungsi untuk memilih panjang gelombang yang dikalibrasi. Panjang gelombang yang paling umum dipakai yaitu 850nm, 1300nm, 1310nm, 1490nm, 1550nm atau 1635nm.

Cara Mengukur Daya Serat Optik

Cara Mengukur Daya Serat Optik

Berikut yaitu cara menggunakan optical power meter untuk mengukur daya cahaya yang ditransmisikan di serat optik, pertama dengan mengukur serat optik yang sudah terpasang dan memiliki cahaya yang ditramisikan di dalamnya, kedua yaitu cara mengukur atau menguji serat optik dengan bantuan OLS:

Cara Mengukur Daya Serat Optik Tanpa OLS

Berikut langkahnya:

  1. Nyalakan OPM dengan menekan tombol power dulu.
  2. Tekan tombol λ untuk menyesuaikan panjang gelombang dengan spesifikasi cahaya yang ditransmisikan.
  3. Hubungkan OPM dengan serat optik yang sinyalnya akakn diukur.
  4. Hasil pengukuran pun akan terlihat di display dalam satuan dBm, kamu juga bisa mengaturnya menjadi dB dengan menekan tombol bertuliskan dB.
  5. Untuk menghindari eror saat pengukuran, maka lakukan pengukuran berulang kali, lalu cari nilai rata-ratanya sebagai hasil pengukuran.

Cara Mengukur Daya Serat Optik Menggunakan OLS

Cara Mengukur Daya Serat Optik Menggunakan OLS

Berikut langkahnya:

  1. Pasang satu ujung serat fiber dengan connector ke adapter Tx di OLT dan connector di ujung satunya ke adapter OPM.
  2. Nyalakan OPM dengan menekan tombol power dulu.
  3. Lihat spesifikasi OLT terkait panjang gelombang atau wavelenght yang dipancarkan olehnya, dan sesuaikan panjang gelombang yang ada di OPM dengan data tersebut. Lakukan penyesuaian dengan menekan tombol λ.
  4. Lihat display OPM, maka kamu bisa melihat daya yang diterima oleh OPM (dBm), yang artinya adalah daya yang dipancarkan OLT.
  5. Tent, ini hanya penjelasan secara sederhana, pada praktiknya di lapangan kamu butuh memperhitungkan redaman dari serat fiber saat akan mengukur dan berhati-hatilah untuk tidak melihat secara langsung cahaya yang di pancarkan lewat fiber optik tersebut.

Cara Kerja

Pengukur daya optik tipikal yang terdiri sensor yang di kalibrasi, pengukur-pengukur, dan tampilan.

Sensor terutama terdiri fotodiode yang diajukan sebagai panjang gelombang serta tingkat daya y`ang sesuai.

Pada unit display, kekuatan optik yang diukur dan panjang gelombang yang diatur akan ditampilkan.

Meter daya di kalibrasi menggunakan yang namanya kalibrasi yang bisa dilacak.

Pengukur daya optik tradisional merespons spektrum cahaya yang luas, tapi kalibrasi bergantung pada gelombang panjang.

Ini biasanya bukan suatu masalah, karena panjang gelombang biasanya diketahui, hanya saja memiliki kelemahan.

Pertama, kamy harus mengatur meter ke panjang gelombang uji yang benar, dan kedua, jika ada panjang gelombang palsu lainnya, maka pembacaan yang salah bisa saja terjadi.

Pengukur daya optik tersedia sebagai bangku yang berdiri sendiri atau alat genggam atau dikombinasikan dengan fungsi tes lainnya seperti Sumber Cahaya Optik (OLS),  VFL, atau sebagai sub-sistem dalam alat yang lebih besar atau modular.

Umumnya, pengukur daya sendiri dipakai untuk mengukur daya optik absolut, atau digunakan dengan sumber cahaya yang pas untuk mengukur kehilangan.

Saat dikombinasikan dengan sumber cahaya, instrumen disebut Set Uji Kerugian Optik, atau OLTS, digunakan untuk mengukur daya optik dan kehilangan optik ujung ke ujung.

OLTS yang lebih maju bisa menggabungkan 2 atau lebih power meter, dan bisa mengukur Kerugian Pengembalian Optik.

Sebagai pilihannya, OTDR bisa mengukur kehilangan tautan optik jika marker yang ditetapkan pada titik akhir yang diinginkan untuk kehilangan serat.

Baca juga: MCB adalah: Pengertian, Fungsi, & 4 Jenisnya (LENGKAP)

Ta[i, ini menjadi pengukuran tidak langsung. Pengukuran arah tunggal mungkin tidak akurat jika ada banyak serat dalam suatu tautan, karena koefisien hambur balik bervariasi di antara serat.

Akurasi bisa ditingkatkan jika rata-rata dua arah dibuat.  Pengukuran daya denyut nadi, Pengukur daya optik seeing menampilkan daya rata-rata waktu.

Sehingga untuk pengukuran pulsa, siklus tugas sinyal harus diketahui untuk menghitung nilai daya puncak.

Tapi, daya puncak harus kurang dari pembacaan meter maksimum, atau detektor menjadi jenuh, menghasilkan pembacaan rata-rata yang salah.

Sehingga, pada tingkat pengulangan pulsa rendah, beberapa meter dengan data atau deteksi nada bisa menghasilkan pembacaan yang tidak tepat atau tidak ada.

Kelas “daya tinggi” meter memiliki beberapa jenis elemen pelemahan optik di depan detektor, umumnya memungkinkan sekitar 20 dB peningkatan pembacaan daya maksimum.

Di atas level ini, kelas alat “Laser Power Meter” yang memang berbeda digunakan, umumnya didasarkan pada deteksi termal.

Meter Selektif Panjang Gelombang

Tujuan khusus OPM yang umum, yang biasa disebut “PON Power Meter” dibuat untuk menghubungkan ke rangkaian PON (Passive Optical Network) yang hidup, dan secara bersamaan menguji daya optik dalam arah dan panjang gelombang yang berbeda.

Unit ini pada dasarnya yaitu meteran listrik tiga kali lipat, dengan koleksi filter panjang gelombang dan sekrup optik.

Kalibrasi yang tepat dipersulit oleh siklus tugas yang bervariasi dari sinyal optik yang diukur.

Hal ini mungkin memiliki tampilan lulus atau gagal yang sederhana, untuk memfasilitasi penggunaan yang mudah oleh operator dengan sedikit keahlian.

Sensitivitas panjang gelombang dari meteran listrik serat optik yaitu masalah saat digunakan fotodiode untuk pengukuran arus tegangan.

Apabila pengukuran suhu sensitif menggantikan pengukuran arus tegangan dengan fotodiode, sensitivitas panjang gelombang OPM bisa dikurangi.

Sehingga jika fotodiode dibiaskan secara terbalik oleh sumber tegangan konstan dan di suplai dengan arus konstan, saat dipicu oleh cahaya, persimpangan tersebut menghilangkan daya.

Suhu persimpangan naik dan kenaikan suhu yang diukur oleh termistor berbanding lurus dengan daya Optik.

Sebab, pasokan arus konstan, pantulan daya ke fotodiode hampir nol dan transisi ke sana kemari elektron antara pita kelambu dan pita konduksi stabil.

Keismpulan

Optical Power Meter (OPM) merupakan sebuah instrumen uji yang berfungsi untuk mengukur secara akurat kekuatan peralatan fiber optik atau kekuatan sinyal optik yang melalui kabel fiber optik.

Hal ini juga membantu mengidentifikasi kehilangan daya yang terjadi pada sinyal optik ketika melewati media optik.

Fungsi OPM atau Optical Power Meter bisa dipakai untuk beberapa kebutuhan, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Fungsi OPM untuk melakukan pengukuran atau penilaian total redaman dari loss yang ada dalam kabel serat optik secara akurat.
  • Fungsi OPM lainnya yaitu digunakan untuk mengukur kekuatan daya dari sinyal suatu cahaya yang ditrasnmisikan melalui kabel serat optik.
  • Berfungsi untuk mengukur kerugian patch cord.

Sehingga dengan demikian dapat diketahui apa saja fungsi OPM seperti penjelasan di atas.

Orang juga bertanya

English private teacher, seo writter, english translator, and content writer.

Tinggalkan komentar