PENGERTIAN UANG: Sejarah, 2 Fungsi, Syarat & Jenisnya

Setiap orang tentu sudah tahu apa itu uang, tapi tidak semua yang memahami makna sebenarnya dari pengertian uang.

Uang dijadikan sebagai alat untuk bertransaksi dalam berbagai bidang, uang menjadi alat tukar di seluruh dunia sampai saat ini.

Uang juga menjadi alat tukar yang sah, dan biasanya uang digunakan untuk kegiatan jual beli.

Uang memiliki nilai nominal tertentu, yang berfungsi sebagai ukuran baku pada uang itu sendiri.

Berikut ini artikel akan membahas mengenai PENGERTIAN UANG: Sejarah, 2 Fungsi, Syarat & Jenisnya seperti bahasan di bawah ini.

Pengertian Uang

Pengertian uang dibagi menjadi dua, pertama secara ekonomi tradisional dan ekonomi modern.

Menurut makna ekonomi tradisional, uang memiliki pengertian sebagai alat tukar ( barter ).

Tidak hanya menggunakan uang saja, tapi benda lain bisa dijadikan sebagai nilai tukar seperti emas, perak dan barang berharga.

Bahkan garam juga bisa dijadikan alat tukar yang sah antara pembeli dan penjual.

Sedangkan dalam ekonomi modern makna uang memiliki arti yang sangat luas, tidak hanya sebagai alat pembayaran untuk jasa atau barang, tapi juga untuk pembayaran hutang, dan sebagainya.

Uang juga dinilai sebagai nilai tolak ukur dari kekayaan seseorang, semakin banyak uang yang dimiliki maka ia bisa disebut dengan orang kaya atau berlimpah uangnya.

Fungsi Uang

Menurut pengertian secara umum, fungsi uang yaitu sebagai alat tukar untuk barang ataupun jasa.

Uang juga digunakan untuk menghindari transaksi barter yang bernilai kurang efektif, dalam ilmu ekonomi ada dua fungsi uang, yaitu fungsi asli dan turunan.

1. Fungsi Asli Uang

Uang fungsi asli dari suatu nilai mata uang, dibagi menjadi 3 bagian, adalah:

  • Uang sebagai alat tukar atau disebut dengan medium of exchange berfungsi untuk mempermudah suatu pembayaran ( pertukaran). Kondisi dimana barter sering menjadi hambatan dalam suatu transaksi, maka uang menjadikan solusi alternatif untuk mempermudah penukaran baik barang dan jasa.
  • Uang satuan alat hitung, nilai uang sendiri ditujukan untuk menaksir, menghitung dan menilai suatu barang dan jasa. Bisa juga dijadikan sebagai tolak ukur kekayaan milik seseorang, sebagai penunjuk harga barang dan jasa, satuan hitung dalam mempermudah transaksi, laba, rugi atau pinjaman seseorang.
  • Uang sebagai alat penyimpanan dalam bentuk nilai atau nominal tertentu yang disebut dengan valuta. Hal ini dimaksudkan untuk simpanan nilai pembelian pada masa yang akan datang.

2. Fungsi Turunan Uang

Selain fungsi diatas, uang sendiri memiliki fungsi turunan, atau disebut fungsi lain, diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Uang sebagai alat pembayaran yang sah ketika melakukan transaksi jual beli.
  • Uang digunakan sebagai alat menimbun kekayaan dimana uang bisa disimpan di bank setiap bulannya.
  • Uang sebagai pemindah kekayaan. Situasi ini berlaku saat seseorang akan menjual tanah, rumah, mobil atau kendaraan motor untuk ditukarkan dalam bentuk uang pada orang lain.
  • Uang sebagai alat pembayaran hutang yang sah. Saat sistem barter sudah tidak diberlakukan, maka uang dinilai sebagai alat pembayaran hutang yang sah.
  • Uang sebagai salah satu alat pergerakan ekonomi. Hal ini terkait ketika nilai mata uang mengalami kenaikan atau kemunduran yang berpengaruh pada kegiatan pasar di dalam masyarakat.

Sejarah Singkat Uang

Dulu sebelum peradaban modern dimana uang dikenal, manusia dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari hanya bergantung dan memanfaatkan dari alam yang ada di sekitarnya.

Untuk kebutuhan makanan, tempat tinggal, bahkan pakaian juga memanfaatkan alam atau dengan membuatnya sendiri.

Namun lambat laun perkembangan berubah dan menjadikan mereka sadar bahwa kebutuhan tersebut tidaklah cukup, dan mereka membutuhkan barang atau jasa lain melalui jasa orang lain maka itulah awal dimulai sistem barter.

Barter adalah sebuah penukaran barang yang satu dengan lainnya sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak dengan cara tukar barang.

Hanya saja sistem ini dinilai kurang efisien dalam bertransaksi ekonomi masyarakat, sehingga orang-orang mulai membuat uang logam yang terbuat dari perak dan emas.

Ketika itu, nilai mata uang logam dan perak dianggap lebih baik untuk memenuhi kegiatan ekonomi seperti membeli pakaian, jasa, dan barang-barang dan lainnya.

Masyarakat juga bisa membuat uang logam sendiri tanpa adanya pembatasan maksimal atau minimal sehingga banyak orang menimbun uang logam sendiri.

Namun, karena nilai harga barang yang terus bertambah sedangkan uang logam jumlahnya cukup terbatas saat itu maka dimulai dengan pengenalan uang kertas dengan nominal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan uang logam.

Lalu, masyarakat mulai terbiasa menggunakan uang kertas sebagai kegiatan ekonomi sedangkan uang logam yang terbuat dari emas dijadikan sebagai nilai ukur yang berbeda.

Baca Juga: PERILAKU KONSUMEN: Pengertian, Teori, Faktor & Contoh

Syarat Uang

Untuk syarat-syarat uang berlaku dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Acceptability yang artinya dapat diterima sebagai bukti alat bayar yang sah oleh masyarakat khususnya antara pedagang dengan pembeli
  • Benda yang akan diperjual belikan harus sesuai dengan ketentuan pemerintah
  • Uang wajib terbuat dari bahan-bahan yang tahan lama dan tidak mudah luntur
  • Memiliki kualitas yang sama
  • Nominal uang yang ada di pasaran dapat memenuhi kebutuhan masyarakat
  • Uang wajib memiliki syarat mudah dibawa kemana saja
  • Uang juga wajib mudah dibagi ( ditukar dengan nominal lain ) tanpa akan mengurangi jumlah uang itu sendiri.
  • Uang wajib memiliki kestabilan dari waktu ke waktu dalam jangka waktu yang panjang

Jenis Uang

Kamu perlu tahu jenis-jenis tentang uang yang berlaku sah di tiap negara. Berikut ini jenisnya:

  • Uang kartal adalah suatu nilai uang yang disahkan negara untuk melakukan pembayaran transaksi apa saja.
  • Uang giral adalah suatu nominal uang dalam bentuk yang berbeda-beda dan dapat diambil sewaktu-waktu. Contohnya cek.
  • Sedangkan jika dilihat dari bahan pembuatannya, maka ada uang kertas dan uang logam.
  • Uang logam terbuat dari emas dan juga perak. Namun bahan pembuatan uang berubah dan digantikan dengan bahan yang lebih tahan lama. Umumnya nilai mata uang logam tidak besar.
  • Uang kertas terbuat dari bahan kertas yang memiliki ketahanan yang cukup tinggi.
  • Nominal uang kertas jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan uang logam. Namun, nilai intrinsik dari uang kertas sama sekali tidak ada.
  • Namun menurut nilainya uang dibedakan menjadi 2 yaitu uang penuh dan juga uang tanda.
  • Uang penuh sendiri memiliki arti bahwa jumlah nominal yang tertera pada uang sama dengan nilai tukar atau nilai intrinsik yang ada pada uang tersebut tanpa dikurangi sedikitpun.
  • Uang tanda memiliki arti jika nominal uang yang tercantum lebih tinggi daripada nilai bahan pembuatan uang yang digunakan. Contoh jika pemerintah akan membuat uang senilai Rp 2000 maka harus membayar sejumlah Rp 1500 dahulu.
  • Uang yang ada pada perkembangan zaman modern saat ini adalah alat pembayaran yang wajib dan sah digunakan oleh semua lapisan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhannya sehari-hari. Nilai intrinsik uang akan berbeda-beda sesuai dengan bahan pembuatannya.

Kegunaan Uang

Pada dasarnya uang dipakai sebagai alat tukar, hal itu karena uang menjadi alat tukar yang sah dalam kegiatan ekonomi.

Contohnya membeli peralatan pertanian, membayar jasa, membayar berbagai fasilitas, dan sebagainya.

Selain itu kamu juga bisa memanfaatkan uang untuk disimpan atau ditabung sebagai bentuk simpanan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Baca Juga: PENGERTIAN SDLC: Fungsi, Metode dan 6 Tahapan SDLC

Kesimpulan

Dalam ekonomi modern makna uang memiliki arti yang sangat luas, tidak hanya sebagai alat pembayaran untuk jasa atau barang, tapi juga untuk pembayaran hutang, dan sebagainya.

Uang dinilai sebagai nilai tolak ukur dari kekayaan seseorang, semakin banyak uang yang dimiliki maka ia bisa disebut dengan orang kaya atau berlimpah uangnya.

Uang juga digunakan untuk menghindari transaksi barter yang bernilai kurang efektif, dalam ilmu ekonomi ada dua fungsi uang, yaitu fungsi asli dan turunan.

Karena itulah penting untuk bisa memahami lebih jauh mengenai PENGERTIAN UANG: Sejarah, 2 Fungsi, Syarat & Jenisnya.

Tinggalkan komentar